Meraih Berkah dengan Berqurban
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”(QS. Al-Hajj: 37)
Qurban bukan sekadar menyembelih hewan.
Qurban adalah latihan menyembelih ego, keserakahan, cinta dunia, dan rasa berat untuk taat kepada Allah.
Nabi Ibrahim ‘alaihis salam mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus lebih tinggi daripada cinta kepada apa pun.
Maka setiap qurban mengingatkan kita: jangan sampai harta, keluarga, jabatan, atau kesenangan mengalahkan perintah Allah.
Kalau kita sudah mampu mengorbankan harta dan menyembelih hewan qurban, maka kurbankan pula amarah kita, jangan mudah marah lagi.
Korbankan rasa iri, rasa dengki, dan kebiasaan membenci sesama.
Sebab yang sampai kepada Allah bukan daging qurbannya, tetapi ketakwaannya.
Tanda qurban yang diterima adalah lahirnya hati yang lebih bersih dan sifat-sifat buruk yang mulai ditinggalkan.
Ya Allah, jadikan kami hamba yang ikhlas berqurban, ringan dalam taat, dan selalu mendahulukan ridha-Mu di atas segala sesuatu. Aamiin
