Header Ads

  • Breaking News

    Qurban itu Melahirkan Taqwa dan Keadilan

    Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said


    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”(QS. Al-Hajj: 37)

    Qurban bukan sekadar menyembelih hewan dan membagikan daging.
    Qurban adalah ibadah yang harus melahirkan takwa, amanah, dan keadilan.

    Rasulullah ï·º mengajarkan agar hewan qurban diperlakukan dengan baik, disembelih dengan cara yang baik, dan dibagikan dengan adil.

    Panitia qurban boleh mendapatkan bagian daging sebagai sedekah atau hadiah, tetapi tidak boleh menjadikannya sebagai upah penyembelihan atau mengambil bagian terbaik secara zalim.

    Peserta qurban juga memiliki hak, masyarakat penerima juga memiliki hak.
    Karena itu jangan sampai ada yang mendapat bagian berlebihan sementara yang lain hanya mendapatkan jeroan atau bagian yang kurang baik.

    Kalau qurban melahirkan iri hati, pertengkaran, dan ketidakadilan, berarti ada yang harus diperbaiki dalam pelaksanaannya.

    Qurban yang sukses bukan hanya banyak sapinya, tetapi ketika panitianya amanah, pembagiannya adil, dan masyarakat merasa bahagia serta dimuliakan.

    Hewan qurban terbaik menurut sunnah adalah hewan yang sehat, bagus, dan terbaik yang mampu kita persembahkan karena Allah.

    Maka jadikan qurban sebagai latihan membuang sifat tamak, ego, dan cinta dunia.

    Ya Allah, jadikan ibadah qurban kami penuh keikhlasan, keadilan, dan ketakwaan, serta jauhkan kami dari kezaliman dalam amanah dan pembagian.

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad