Pasar Rakyat Penopang UMKM Sumbar
Dr. Yuni Candra, S.E., M.M*
Pasar rakyat merupakan salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat Sumatera Barat. Setiap hari, petani menjual hasil panen, nelayan menawarkan hasil tangkapan, pedagang kecil mencari penghasilan, dan pelaku UMKM memasarkan produknya di pasar-pasar rakyat.
Bagi masyarakat, pasar bukan hanya tempat jual beli. Pasar juga menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan konsumen dan sumber penghidupan bagi ribuan keluarga yang menggantungkan ekonomi mereka pada aktivitas perdagangan sehari-hari.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan pusat perbelanjaan modern dan ekonomi digital, keberadaan pasar rakyat menghadapi berbagai tantangan. Banyak pasar masih dihadapkan pada persoalan fasilitas yang kurang memadai, lingkungan yang kurang nyaman, serta tata kelola yang belum optimal.
Jika kondisi tersebut terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pasar itu sendiri. Pelaku UMKM, pedagang kecil, petani, dan nelayan yang bergantung pada aktivitas pasar juga akan menghadapi kesulitan untuk mengembangkan usahanya.
Padahal, pasar rakyat memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi daerah. Data BPS melalui Direktori Pasar Rakyat 2024 dan Katadata mencatat terdapat 17.443 pasar rakyat di Indonesia pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan bahwa pasar rakyat merupakan fondasi penting ekonomi kerakyatan dan penopang utama kehidupan UMKM.
Pasar Rapuh, UMKM Tercekik
Banyak pasar rakyat di Sumatera Barat masih menghadapi berbagai persoalan yang belum terselesaikan. Kondisi kebersihan yang kurang terjaga, drainase yang tidak berfungsi dengan baik, penataan kios yang tidak rapi, serta area parkir yang semrawut masih menjadi pemandangan yang sering dijumpai.Kondisi tersebut membuat pasar rakyat semakin sulit bersaing dengan minimarket dan pusat perbelanjaan modern yang menawarkan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan tertata. Akibatnya, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat perlahan menurun.
Dampak terbesar dari kondisi ini dirasakan oleh pedagang kecil dan pelaku UMKM. Ketika jumlah pengunjung berkurang, pendapatan mereka ikut menurun. Padahal, sebagian besar pelaku usaha kecil sangat bergantung pada aktivitas perdagangan di pasar rakyat.
Selain itu, pedagang juga sering mengeluhkan adanya berbagai biaya tambahan di luar ketentuan yang berlaku. Bagi usaha kecil dengan keuntungan yang terbatas, beban tambahan tersebut dapat mengurangi kemampuan mereka untuk bertahan dan berkembang.
Karena itu, pembenahan pasar rakyat tidak boleh ditunda. UMKM tidak hanya membutuhkan modal usaha, tetapi juga lingkungan perdagangan yang bersih, tertib, aman, dan memberikan kepastian. Pasar yang dikelola dengan baik akan menjadi ruang tumbuh bagi UMKM dan penggerak ekonomi masyarakat.
Digitalisasi Tanpa Fondasi
Digitalisasi UMKM kini menjadi salah satu strategi yang banyak didorong untuk memperkuat ekonomi rakyat (Pratama et al., 2024). Berbagai pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan platform digital terus dilakukan agar pelaku usaha dapat memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.Perkembangan tersebut menunjukkan hasil yang cukup positif. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat lebih dari 3,3 juta transaksi digital produk UMKM Sumatera Barat per 8 Mei 2026 (limawaktu.id, 10 Mei 2026). Data ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang mulai memanfaatkan teknologi dalam kegiatan usahanya.
Meski demikian, digitalisasi bukan satu-satunya jawaban bagi pengembangan UMKM. Bagi banyak pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang pangan, kuliner, dan kebutuhan sehari-hari, pasar rakyat masih menjadi tempat utama untuk menjual produk mereka.
Tidak semua produk dapat dipasarkan secara optimal melalui platform digital. Keterbatasan distribusi, biaya pengiriman, dan daya tahan produk sering menjadi kendala yang dihadapi pelaku usaha kecil ketika memasuki pasar daring.
Karena itu, digitalisasi harus berjalan seiring dengan penguatan pasar rakyat. Teknologi akan memberikan manfaat yang lebih besar jika didukung oleh ekosistem ekonomi lokal yang kuat. Pasar rakyat yang sehat dan tertata tetap menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan UMKM di Sumatera Barat.
Menyelamatkan Pasar, Menguatkan UMKM
Membangun ekonomi Sumatera Barat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan atau mendorong digitalisasi UMKM. Pasar rakyat harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan karena menjadi tempat bertemunya produsen, pedagang, dan konsumen dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.Pembenahan pasar perlu dimulai dari pengelolaan yang lebih baik. Sistem retribusi harus transparan, pengelolaan parkir harus tertib, dan berbagai pungutan di luar ketentuan perlu diawasi secara ketat. Pengelolaan yang profesional akan meningkatkan kepercayaan pedagang dan masyarakat.
Pemanfaatan teknologi juga dapat membantu menciptakan tata kelola yang lebih transparan. Pembayaran retribusi dan parkir secara digital, misalnya, dapat mengurangi potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang dan pengunjung pasar.
Selain itu, pasar rakyat perlu didukung oleh fasilitas yang menunjang perkembangan UMKM, seperti tempat pengemasan produk, gudang penyimpanan, akses pembiayaan, dan jaringan distribusi yang lebih baik. Dukungan ini penting agar pelaku usaha kecil mampu bersaing dan berkembang.
Pada akhirnya, pasar rakyat bukan sekadar tempat berjualan, tetapi pusat kehidupan ekonomi masyarakat. Ketika pasar tumbuh sehat dan kuat, UMKM memiliki ruang untuk berkembang. Menjaga pasar rakyat berarti menjaga masa depan ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat.
*) Penulis adalah Sekretaris Prospektif Riset Indonesia dan Dosen FEB Universitas Tamansiswa Padang
