Bupati Dharmasraya Annisa Bertemu Menteri PKP: Wujudkan Sinergi Program 3 Juta Rumah dan Entaskan Kawasan Kumuh
JAKARTA – Dalam langkah proaktif untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Jakarta pada Kamis (9/7/2026). Pertemuan ini berfokus pada sinkronisasi program daerah dengan Program Nasional 3 Juta Rumah, sebuah inisiatif strategis pemerintah pusat untuk menekan backlog perumahan di Indonesia.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan informal di Kampung Gotong Royong, Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Langkah diplomasi Bupati Annisa ini turut didampingi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, serta dihadiri oleh Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan RI, M. Qodari. Kehadiran para tokoh ini menegaskan kuatnya dukungan politik dan birokrasi terhadap percepatan pembangunan infrastruktur perumahan di Sumatera Barat, khususnya Dharmasraya.
Inspirasi Penataan dari Kampung Gotong Royong
Dalam kesempatan itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengajak Bupati Annisa meninjau langsung kawasan Kampung Gotong Royong Menteng Tenggulun. Kawasan ini merupakan proyek percontohan (pilot project) andalan Kementerian PKP dalam menyulap kawasan kumuh menjadi permukiman modern yang sehat, layak, dan terintegrasi.
Sebagai informasi, pendekatan "Gotong Royong" yang digagas Menteri Maruarar Sirait merupakan strategi kunci dalam merealisasikan visi Presiden untuk membangun 3 juta rumah (2 juta di pedesaan dan 1 juta di perkotaan/pesisir) dengan melibatkan partisipasi aktif berbagai pihak, mulai dari APBN, swasta, hingga optimalisasi aset negara.
Bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, peninjauan ini menjadi referensi krusial untuk merancang cetak biru (blueprint) penataan permukiman di daerah mereka yang menghadapi tantangan demografi dan infrastruktur serupa.
Tantangan Perumahan Dharmasraya dalam Angka
Di hadapan Menteri PKP, Bupati Annisa secara transparan dan berbasis data memaparkan tantangan nyata sektor perumahan di Kabupaten Dharmasraya. Beberapa data strategis yang disampaikan meliputi:
Angka Backlog: Terdapat kekurangan pasokan perumahan yang mencapai sekitar 18.500 unit.
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Sebanyak 2.766 unit rumah membutuhkan intervensi perbaikan segera.
Kebutuhan MBR: Terdapat 23.598 Kepala Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang membutuhkan dukungan penyediaan hunian.
Kawasan Kumuh: Tersebar di 34 lokasi dengan total luas mencapai 229,90 hektare. Area ini membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, drainase, hingga pengelolaan sampah.
Usulan Strategis dan Rekam Jejak Prestasi
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bupati Annisa mengajukan sejumlah usulan program ke Kementerian PKP, di antaranya:
- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
- Pembangunan rumah baru dan Rumah Susun bagi MBR serta ASN.
- Bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU).
- Penanganan kawasan kumuh menjadi kawasan permukiman terpadu.
Bupati Annisa menegaskan kesiapan penuh Dharmasraya untuk bersinergi menyukseskan Program 3 Juta Rumah. "Kami siap memfasilitasi data yang valid, kesiapan lahan, kemudahan perizinan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor di daerah," tegasnya.
Langkah optimis ini bukan tanpa dasar. Tahun lalu (2025), berkat kegigihan Bupati Annisa, Kabupaten Dharmasraya telah berhasil mengamankan bantuan senilai Rp6,2 Miliar dari Kementerian PKP. Dana tersebut sukses dialokasikan untuk menata kawasan permukiman kumuh seluas 15,4 hektare di Pasar Lama Pulau Punjung.
Melalui sinergi lanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap dukungan pemerintah pusat dapat kembali mengalir, memastikan setiap warga Dharmasraya memiliki akses terhadap hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
(Febri Rajomudo)
