Jangan Biarkan Saudaramu Dizalimi
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
"Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa: 'Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim...'."(QS. An-Nisa: 75)
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan ada laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tertindas. Mereka mengangkat tangan berdoa memohon pertolongan kepada Allah.
Lalu Allah mengarahkan pertanyaan kepada orang-orang beriman, mengapa kalian tidak bangkit membela mereka?
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh bersikap acuh terhadap kezaliman. Jika kita melihat suami menzalimi istrinya, istri menzalimi suaminya, orang tua menzalimi anaknya, atau siapa pun dizalimi, jangan berkata, "Itu bukan urusan saya." Seorang mukmin adalah khalifah di bumi yang diperintahkan menegakkan keadilan sesuai tuntunan Al-Qur'an.
Allah menggunakan kata "berperang", yang menunjukkan kesungguhan dalam melawan kezaliman sesuai kemampuan dan syariat. Dengan nasihat, dengan lisan, dengan pengaruh, atau dengan kekuasaan yang dimiliki, jangan sampai kita membiarkan kezaliman terus berlangsung.
Sejarah mencatat bagaimana Khalifah Al-Mu'tashim rahimahullah mengirim pasukan untuk menyelamatkan seorang wanita muslimah yang dizalimi.
Beginilah Islam mengajarkan kehormatan, kepedulian, dan persaudaraan.
Marilah kita menjadi khalifah yang benar, yang hadir membela kebenaran, melindungi yang lemah, dan tidak pernah rela melihat saudara kita dizalimi.
Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa, yang berani membela kebenaran, menolong orang-orang yang dizalimi, dan hanya takut kepada-Mu. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang membiarkan kezaliman terjadi di hadapan kami
