Minim Anggaran, Koperasi Sumbar Harus Tetap Dapat Pembinaan dan Pendampingan
PADANG (SUMBARKINI.COM) -Minimnya dukungan anggaran terhadap pembinaan dan pendampingan koperasi tidak lantas menyurutkan semangat Dinas Koeprasi UKM Sumatera Barat dalam membina dan memberikan pendampingan terhadap koperasi di Ranah Minang.
"Tanpa anggaran, kita harus bisa melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi dan UKM di Sumatera Barat. Semua tergantung upaya kita mendapatkan dukungan untuk melakukannya, pasti ada jalan," ujar Kepala Dinas Kopearsi dan UKM Sumbar, DR. H. Endrizal, S.E., M.Si, Selasa sore, 14 Juli 2026.
Sebelumnya program pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi dan UKM identik dengan dukungan anggaran. Ada anggaran, ada kapasitasnya. Namun saat ini jauh berbeda.
Jika dulu anggaran banyaik juga dari pusat, saat ini sangat kecil. Begitu juga dukungan anggaran dari APBD Sumatera Barat. "Pelatihan-pelatihan jauh berkurang. Hanay saja kita harus pandai memutar otak kita agar tugas pokok kita tetap berjalan dengan baik," ujarnya.
Diakui Endrizal, sebelumnya peserta pelatihan ada pengganti transportasi mereka, saat ini tidak ada. Begitu juga dengan narasumber pelatihan, honor mereka tidak ada lagi. Di sinilah letak kebijaksanaan dan pertemanan kita bermain. Kepada peserta kita katakan tidak ada transpor namun percayalah, dengan ikut pelatihan akan terus update dan jika terus update pasti ada peningkatan wawasan dan kemudahan yang didapatkan. Umumnya dinas lebih banyak mengembangkan program dan kegaitan partisipatif.
Mereka yang ahli di bidangnya, yang biasa kita jadikan narasumber juga diberitahukan tetang adanya pelatihan namun tidak ada 'uangnya'. "Itulah tugas kita untuk meyakinkan mereka. Alhamdulillah mereka mengerti sehingga program dan kegiatan kita bisa berlangsung sesuai harapan," ujarnya.
Diakui oleh Endrizal, dinas yang dipimpinnya banyak terbantu oleh akademisi di perguruan tinggi. Perguruan tinggi itu analisisnya bagus namun minim aplikasi. Mereka bisa membantu dengan hasil-hasil penelitian atau hasil pengabdian masyarakat yang mereka lakukan. Kita minta bantuan mereka untuk melakukan penelitian sembari memberikan pembinaan dan pendampingan.
"Alhamdulillah mereka tergerak membantu. Mereka ahlinya dalam analisis, kita sebagai eksekutif yang mengeksekusinya," tegas Endrizal.
Endrizal tegas mengatakan, jika eksekutif yang harus menganalisis, merencanakan, mempertimbangkan tentu akan beda hasilnya. Endrizal yakin sekali hasil analisis dan perencanaan yang dibuat sering terperangkap oleh program rutin. (zul)
