window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Irwandi: Bukan Hanya Pengikut, Kader Harus Aktif di Tengah Masyarakat - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Irwandi: Bukan Hanya Pengikut, Kader Harus Aktif di Tengah Masyarakat


    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Kaderisasi politik tidak semestinya berhenti di ruang pertemuan. Ia harus bermuara pada kerja nyata, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta kemampuan menyampaikan aspirasi warga kepada para pengambil kebijakan.

    Pesan itulah yang mengemuka dalam Sekolah Kader Perubahan yang digelar DPC PKB Kota Padang di Hotel Axana Padang, Rabu, 23 September 2026.

    Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Padang, Dr. Irwandi, S.Psi., M.Si., mengapresiasi para peserta yang bersedia mengikuti proses kaderisasi tersebut. Menurutnya, sekolah kader merupakan salah satu tahapan penting bagi mereka yang ingin mengenal lebih jauh kerja-kerja politik sekaligus menjadi bagian dari perjuangan PKB.

    “Terima kasih kepada bapak/ibu dan adik-adik yang mau mengikuti sekolah kader perubahan. Ini jenjang untuk menjadi kader partai nantinya,” ujar Irwandi di hadapan peserta.

    Bagi Irwandi, keberadaan kader memiliki arti strategis karena mereka berada lebih dekat dengan masyarakat. Kader diharapkan mampu mendengar persoalan warga, memahami kebutuhan di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan wakil rakyat di lembaga legislatif.

    Dengan demikian, kaderisasi tidak hanya berbicara mengenai struktur organisasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang membangun kepekaan sosial dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

    Menargetkan Tambahan Kursi

    Dalam kesempatan tersebut, Irwandi juga menyampaikan harapan agar kekuatan politik PKB di DPRD Kota Padang dapat terus bertambah.

    Ia berharap dukungan dari para kader dan simpatisan dapat mendorong PKB menambah perolehan kursi dari empat kursi yang saat ini dimiliki menjadi enam kursi, sehingga membuka peluang bagi PKB untuk menempati posisi pimpinan DPRD Kota Padang.

    “Kami harapkan dukungannya agar PKB kini yang punya empat kursi di DPRD Padang bisa bertambah dua kursi lagi. PKB akan menjadi pimpinan,” katanya.

    Pernyataan tersebut menjadi bagian dari target politik partai, namun Irwandi menekankan pentingnya kerja kader di tengah masyarakat sebagai salah satu bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.

    PKB Tekankan Kaderisasi Berkelanjutan

    Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, menjelaskan Sekolah Kader Perubahan yang dilaksanakan kali ini merupakan jenjang dasar. Menurutnya, PKB secara berkala menjalankan program kaderisasi sebagai bagian dari proses menyiapkan sumber daya manusia di internal partai.

    Ia menegaskan, kaderisasi bukan sekadar upaya menambah jumlah pengikut.

    “PKB tidak hanya mencetak pengikut. Kami mengajak sahabat yang ikut sekolah kader ini dapat turut berjuang bersama PKB. Bersama PKB meraih masa depan,” ujarnya.

    Yusri menambahkan, kegiatan kaderisasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab anggota fraksi dan anggota legislatif PKB di berbagai tingkatan. Karena itu, sekolah kader diharapkan tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi memiliki kesinambungan dalam bentuk pembinaan berikutnya.

    “Semoga tercerahkan, semoga terjawab pertanyaan kenapa ikut sekolah perubahan,” katanya.

    Dari Kader untuk Masyarakat

    Ketua LKP PKB, Rudi Antono, M.Sos, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan peserta mendapatkan bimbingan teknis selama satu hari penuh. Ia juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan itu.

    Rudi mengingatkan bahwa ukuran keberadaan seorang kader bukan semata-mata seberapa sering tampil dalam kegiatan politik, melainkan seberapa jauh ia mampu memberi perhatian terhadap persoalan masyarakat.

    Menurutnya, kader harus memperbanyak berbuat, memperhatikan keluhan warga, dan membangun kepedulian yang nyata di lingkungan masing-masing.

    Ia mencontohkan aktivitas Irwandi yang dinilai turut memberi perhatian terhadap pelaku UMKM, termasuk di luar daerah pemilihannya.

    “Seperti Uda Andi yang banyak membantu UMKM, meski bukan di dapilnya. Makin banyak berbuat kebaikan, maka kebaikan itu akan berpulang kepada beliau juga,” ungkap Rudi.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi para peserta Sekolah Kader Perubahan. Sebab, ketika kader mampu hadir mendengar dan bekerja bersama masyarakat, hubungan politik tidak berhenti pada momentum pemilu, tetapi dapat tumbuh melalui interaksi dan kerja sosial sehari-hari.

    Pada akhirnya, sekolah kader bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjadi kader partai. Lebih jauh, ia menjadi ruang untuk membentuk orang-orang yang memahami bahwa politik juga menyangkut keberanian mendengar, kesediaan membantu, dan konsistensi memperjuangkan persoalan masyarakat.

    (Zul/DaAn/Anto)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad