Bunda Guru Sijunjung Buka FTBI Jenjang SD, Dorong Pelestarian Bahasa Minangkabau
SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) – Bunda Guru Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Sijunjung di Balairung Lansek Manih, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan bahasa ibu sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah, khususnya bahasa Minangkabau.
FTBI yang berlangsung selama satu hari ini mempertandingkan lima cabang lomba, yakni manulih carito (menulis cerita), bacarito (bercerita), badendang (berdendang), manulih jo mambaco pantun (menulis dan membaca pantun), serta bapidato (berpidato).
Peserta merupakan siswa-siswi yang telah meraih juara pada seleksi tingkat kecamatan. Mereka berkompetisi di tingkat kabupaten untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan menggunakan bahasa ibu melalui masing-masing cabang lomba.
Pelaksanaan FTBI mendapat sambutan antusias. Ratusan peserta, perwakilan sekolah, wali murid, dan masyarakat hadir untuk memberikan dukungan kepada para siswa. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Dalam sambutannya, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak agar dapat berkreasi, mengembangkan potensi, dan menemukan bakat masing-masing.
“Biarkan anak berkreasi, menemukan bakat mereka masing-masing. Berikan mereka ruang untuk mengembangkan bakat anak-anak kita semua. Semoga anak-anak kita berprestasi seperti Murama di Kabupaten Sijunjung kita tercinta,” pesan Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa.
Ia berharap FTBI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya daerah sejak usia dini.
Menurutnya, pelestarian bahasa ibu perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, bahasa Minangkabau dapat terus digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Pembukaan FTBI tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Syofian Hendri, S.Pd.I., M.M.; Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Usman Gumanti, S.Pd., M.M.; perwakilan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Endri Satya Ramadhan, S.E., beserta jajaran; Kepala Bidang Sekolah Dasar, Ade Primawati, S.T., M.T., beserta jajaran; pengawas sekolah; serta tim juri dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.
Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan potensi dan prestasi peserta didik, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Melalui FTBI, diharapkan lahir generasi muda yang berprestasi, percaya diri, kreatif, serta memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan bahasa Minangkabau sebagai warisan budaya yang harus terus hidup di tengah masyarakat. (Andri/Adek)
