Ketua DPRD Pessel Darmansyah: Tetap Harus Ada Waktu, Tidak Ada Lelah Untuk Masyarakat Terdampak Bencana
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Kesibukan tak membuatnya abai terhadap nasib masyarakat kampungnya yang terdampak bencana, Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah menjadi satu diantara yang paling sibuk menangani tanggap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Minggu sore, 11 Oktober 2026.
Begitu mendapat kabar tersebut, Darmansyah sibuk mengkoordinasikan penanganan tanggap darurat terhadap kedua kecamatan itu. Bahkan dia bersama rombongan melucur ke lokasi.
"Itu kampung saya, daerah pemilihan saya. Saya harus melakuan apa yang bisa untuk meolong mereka. Sambil jalan ke lokasi terus berupaya menggalang bantuan yang banyak dan mempercepat sampainya bantuan ke tangan korban bencana. Memang lelah, namun terbayar dengan senyum bahagia masyarakat di sana," ujarnya di sela-sela acara pengukuhan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sumbar dan DPW Perempuan Kebangkitan Bangsa Sumbar, di ZHM Premiere Hotel, Padang, Selasa 13 Oktober 2026.
Diakui mantan walinagari itu, memang capek. Sejak terjadinya bencana di dua Kecamatan di Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, tiada hari tanpa deringan telepon dan melakukan pendampingan terhadap perorangan, organisasi dan lembaga peemrintahan yang datang berkunjung dan meyampaikan bantuan<" ujar Darmansyah.
Disebutkannya, kegiatan pengukuhan pengurus DPC PKB Pesisir Selatan ini harus dihadiri sebagai bentuk tanggung jawab dalam berpartai. Selain itu Darmansyah juga harus memastikan kepengurusan DPC PKB Pesisir Selatan sampai ke lokasi acara pengukuhan.
Diungkapkannya, dini harinya dia masih berada di lokasi bencana bersama Anggota DPR RI Dapil Sumbar. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., MMTR. Singgah sebentar di rumah dinas Painan untuk salin pakaian dan langsung berangkat ke Padang.
Darmansyah mengatakan bencana banjir bandang dan tanah longsor (galodo) melanda dua kecamatan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tersebut dipicu oleh hujan deras intensitas tinggi yang mengguyur sejak 9 hingga 10 Oktober 2026.
Banjir menyebabkan ebanyak 4.240 jiwa (sekitar 1.182 Kepala Keluarga) terdampak di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan (Rahul Tapan) dan Basa Ampek Balai Tapan (BAB Tapan). Puluhan warga sempat terisolasi dan terjebak arus di wilayah seperti Kampung Panedah, Nagari Limau Purut Tapan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan ke posko darurat.
"Ada satu kawasan yang benar-benar terisolir yakni Sungai Gambir Sako Tapan. Akses jalan darat terputus, komunikasi ke sana pun tidak bisa. Alhamdulillah tim sampai juga kesana," ungkapnya.
Sementara kerusakan fisik tercatat 2 rumah hanyut, 20 rumah rusak berat, serta belasan fasilitas umum termasuk sekolah, masjid, dan perkantoran ikut terendam material banjir lumpur. Selain itu 12 unit sekolah, tujuh unit kantor, dan empat unit masjid juga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, kata Darmansyah telah secara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 11 hingga 24 Oktober 2026. Beberapa titik tertutup longsor. (Zul)
