window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Lawan Arus di Pasar Raya Padang, Ditlantas Polda Sumbar Kedepankan Teguran Humanis - Sumbarkini
  • Breaking News

    Lawan Arus di Pasar Raya Padang, Ditlantas Polda Sumbar Kedepankan Teguran Humanis


    PADANG, SUMBARKINI.COM — Melawan arus mungkin terlihat sebagai jalan pintas untuk menghemat waktu. Namun, di kawasan padat seperti Pasar Raya Padang, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan pengendara lain sekaligus mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.

    Untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar penertiban pengendara di kawasan Pasar Raya Padang, Selasa (27/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan teguran secara humanis kepada pengendara yang melanggar aturan, terutama mereka yang melintasi jalur terlarang atau melawan arus.

    Penertiban dilaksanakan di bawah arahan Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Kukuh Priyo Taruno. Personel di lapangan dipimpin Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Sumbar, Ajun Komisaris Besar Polisi Dewi Suryani, bersama sejumlah anggota.

    Bukan sekadar penertiban, tetapi membangun kesadaran

    Kawasan Pasar Raya merupakan salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat di Kota Padang. Arus kendaraan yang bertemu dengan mobilitas pedagang, pembeli, serta pejalan kaki membuat kedisiplinan pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban kawasan tersebut.

    Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno mengatakan, kegiatan penertiban bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih patuh terhadap aturan lalu lintas.

    “Sebagai pusat perdagangan, kawasan Pasar Raya Padang sangat membutuhkan kedisiplinan tinggi pengguna jalan agar aktivitas warga berjalan tertib,” katanya.

    Menurut Kukuh, pengendara juga diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak mengambil jalan pintas dengan melawan arus.

    Pelanggaran semacam itu bukan hanya berpotensi memicu kemacetan. Kendaraan yang bergerak berlawanan dengan arah semestinya juga dapat menimbulkan situasi berbahaya karena pengguna jalan lain tidak selalu siap menghadapi kendaraan yang datang dari arah yang tidak semestinya.

    Risikonya tidak berhenti pada pengendara yang melanggar. Pengguna jalan lain, termasuk pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, dan pejalan kaki, dapat ikut terdampak.

    Teguran humanis untuk keselamatan bersama

    Dalam penertiban tersebut, pendekatan humanis menjadi bagian dari upaya petugas membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.

    Kukuh menegaskan, larangan melawan arus bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan bagian dari upaya melindungi keselamatan jiwa.

    “Pendekatan humanis sengaja diterapkan agar masyarakat memahami bahwa ketertiban berkendara bertujuan utama demi menjaga keselamatan jiwa masing-masing,” ucapnya.

    Pendekatan ini menempatkan edukasi sebagai bagian penting dari penegakan ketertiban. Masyarakat diingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban kepada petugas, tetapi juga dengan tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain.

    Meski demikian, teguran humanis tetap perlu berjalan seiring dengan konsistensi penegakan aturan. Kesadaran pengguna jalan dan pengawasan petugas menjadi dua unsur yang saling mendukung untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman.

    Ketertiban jalan berdampak langsung pada masyarakat

    Di kawasan perdagangan yang ramai, kebiasaan mematuhi arah lalu lintas dapat membantu mengurangi konflik antarkendaraan, menjaga kelancaran mobilitas, serta memberikan ruang yang lebih aman bagi pejalan kaki.

    Karena itu, upaya menciptakan lalu lintas yang tertib tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Pengendara perlu mematuhi rambu, menggunakan jalur sesuai ketentuan, dan menghindari manuver yang membahayakan demi kepentingan sesaat.

    Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan menghormati hak sesama pengguna jalan.

    Harapannya, kawasan Pasar Raya Padang tidak hanya menjadi tempat yang ramai untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga ruang publik yang lebih tertib dan nyaman bagi pedagang, pembeli, pengendara, serta pejalan kaki.

    Sebab, perjalanan yang aman bukan ditentukan oleh siapa yang paling cepat sampai, melainkan oleh kesediaan setiap orang untuk

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad