window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); LLI dan Masa Depan Lansia Sumatera Barat: dari Kepedulian Menuju Pemberdayaan - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    LLI dan Masa Depan Lansia Sumatera Barat: dari Kepedulian Menuju Pemberdayaan


    Oleh: Arry Yuswandi

    [Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat]


    Meningkatnya usia harapan hidup merupakan salah satu capaian pembangunan yang patut disyukuri. Namun, keberhasilan tersebut juga menghadirkan tanggung jawab baru bagi pemerintah dan masyarakat: memastikan setiap orang dapat menjalani masa tua dengan sehat, bermartabat, produktif, dan sejahtera.

    Bagi Sumatera Barat, persoalan ini semakin relevan seiring meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) yang membawa daerah ini memasuki era _aging population,_ yakni kondisi ketika proporsi penduduk berusia lanjut semakin besar. 

    Perubahan demografi tersebut bukan semata-mata persoalan jumlah penduduk, melainkan tantangan pembangunan yang membutuhkan kebijakan, pelayanan, dan gerakan sosial yang terencana.

    Dalam konteks inilah, keberadaan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumatera Barat menjadi penting. Pengukuhan kepengurusan LLI Sumbar periode 2026-2030 bukan sekadar pembentukan struktur organisasi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan lansia.


    Lansia Bukan Beban, Melainkan Bagian dari Kekuatan Masyarakat

    Kita perlu mengubah cara pandang terhadap lansia. Bertambahnya usia memang dapat diiringi penurunan kemampuan fisik dan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak berarti lansia kehilangan potensi, pengalaman, dan kontribusinya bagi kehidupan sosial.

    Para lansia memiliki pengetahuan, kearifan, pengalaman hidup, serta nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dalam masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi adat, agama, dan hubungan antargenerasi, keberadaan orang tua merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan nilai dan identitas masyarakat.

    Karena itu, pembangunan yang berpihak kepada lansia tidak cukup hanya menyediakan pelayanan ketika mereka sakit atau mengalami kesulitan ekonomi. Kita juga harus membuka ruang agar mereka tetap aktif, berkarya, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

    Lansia harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan. Mereka berhak memperoleh perlindungan dan pelayanan, sekaligus kesempatan untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.


    Memperkuat LLI sebagai Mitra Strategis Pemerintah

    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia telah memberikan landasan bagi upaya peningkatan kesejahteraan lansia. Namun, keberhasilan pelaksanaannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

    Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi sosial, institusi keagamaan, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat. Dalam ekosistem tersebut, LLI memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebutuhan lansia dengan program pemerintah, mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan, serta memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan yang lebih responsif.

    Penguatan LLI juga penting dalam membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Organisasi ini hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program nyata yang menjangkau lansia hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, nagari, dan komunitas.

    Kekuatan organisasi sosial tidak semata-mata ditentukan oleh susunan kepengurusan, melainkan oleh kemampuan memahami persoalan masyarakat, membangun kemitraan, dan menghasilkan manfaat yang dirasakan langsung oleh kelompok yang dilayani.

    Oleh sebab itu, pengurus LLI Provinsi Sumatera Barat perlu membangun tata kelola organisasi yang solid, mengedepankan musyawarah dan mufakat, serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dan lembaga terkait. Program kerja hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan nyata lansia, dengan prioritas yang jelas dan hasil yang dapat dievaluasi.


    Dari Pelayanan Menuju Ekosistem Kesejahteraan Lansia

    Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui arah pembangunan Kesehatan untuk Semua, termasuk peningkatan usia harapan hidup. Upaya tersebut juga dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan potensi lansia, antara lain melalui kegiatan Lanjut Usia Berkreasi di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih Sicincin dan PSTW Kasih Sayang Ibu Cubadak Batusangkar.

    Ke depan, upaya ini perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Setidaknya ada tiga agenda yang perlu menjadi perhatian bersama.

    Pertama, memperluas akses pelayanan dasar yang ramah lansia. Pelayanan kesehatan, dukungan sosial, pendampingan, dan perlindungan bagi lansia harus semakin mudah dijangkau, terutama bagi mereka yang hidup sendiri, mengalami keterbatasan fisik, atau berada dalam kondisi sosial ekonomi yang kurang beruntung.

    Kedua, mendorong lansia tetap aktif dan produktif. Kegiatan sosial, keagamaan, kebudayaan, keterampilan, dan ekonomi sesuai kemampuan perlu diperluas. Lansia yang sehat dan memiliki kapasitas harus memperoleh ruang untuk berkarya, berbagi pengalaman, dan berpartisipasi dalam kehidupan komunitas.

    Ketiga, memperkuat dukungan keluarga dan lingkungan sosial. Kesejahteraan lansia tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas pemerintah, tetapi juga oleh kualitas hubungan keluarga, kepedulian tetangga, dan lingkungan yang aman serta inklusif. Lansia membutuhkan perhatian yang nyata, bukan sekadar penghormatan secara simbolis.

    Ketiga agenda tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan pelayanan sesuai kewenangannya, sedangkan organisasi sosial seperti LLI berperan memperluas jangkauan, membangun kepedulian, dan menyampaikan aspirasi lansia secara terorganisasi.


    Membangun Gerakan hingga Kabupaten dan Kota

    Mengingat tantangan aging population akan terus berkembang, penguatan LLI tidak boleh berhenti di tingkat provinsi. Pembentukan kepengurusan LLI di kabupaten/kota perlu didorong agar koordinasi, pendampingan, dan pemberdayaan lansia semakin dekat dengan masyarakat.

    Pemerintah kabupaten/kota diharapkan memfasilitasi pembentukan organisasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat bersama perangkat daerah terkait juga perlu memperkuat pembinaan, kolaborasi program, dan sinergi dengan berbagai organisasi pemerhati lansia.

    LLI diharapkan dapat berperan aktif memberikan masukan kepada pemerintah, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi lansia, mengembangkan kegiatan pemberdayaan, serta membantu membangun basis data dan pemetaan kebutuhan melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang.

    Dengan demikian, kebijakan yang disusun tidak hanya bersifat umum, tetapi semakin tepat sasaran berdasarkan kondisi lansia di setiap wilayah.

    Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak infrastruktur yang dibangun atau seberapa tinggi indikator ekonomi meningkat, tetapi juga sejauh mana pembangunan menghadirkan kehidupan yang layak bagi seluruh warga, termasuk mereka yang telah memasuki usia lanjut.

    Pengukuhan pengurus LLI Provinsi Sumatera Barat harus menjadi momentum untuk mengubah kepedulian menjadi gerakan, koordinasi menjadi kolaborasi, dan program menjadi manfaat nyata.

    Menyejahterakan lansia adalah tanggung jawab bersama sekaligus bentuk penghormatan kepada generasi yang telah berkontribusi membangun keluarga, masyarakat, dan daerah. 

    Dengan LLI yang kuat, dukungan pemerintah yang konsisten, serta partisipasi masyarakat yang luas, kita berharap Sumatera Barat dapat tumbuh menjadi provinsi yang ramah lansia—tempat setiap orang dapat menua dengan sehat, bermartabat, dan bahagia. [*]

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad