BAZNAS Padang Salurkan Rp1,42 Miliar untuk 2.190 Siswa, Kisah Anak Yatim Mikhraji Jadi Pengingat Pentingnya Kepedulian Pendidikan
![]() |
| Wawako Maigus Nasir serahkan bantuan pendidikan Baznas Kota Padang. |
PADANG (SUMBARKINI.COM) – Sebuah amplop putih mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi Yona, seorang ibu tunggal yang harus menghidupi lima anak setelah suaminya meninggal dunia, bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padang memiliki arti yang jauh lebih besar.
Bantuan itu bukan sekadar uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapinya, bantuan tersebut menjadi salah satu penopang agar anak-anaknya tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Selasa (3/11/2026), Yona datang bersama putranya, Mikhraji, siswa SDN 26 Kota Padang, ke halaman kantor BAZNAS Kota Padang. Mereka termasuk keluarga penerima manfaat program bantuan pendidikan yang tahun ini menjangkau 2.190 siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Mikhraji sudah menunggu sejak pukul 08.30 WIB. Meski waktu terus berjalan hingga menjelang siang, semangat anak itu tidak surut.
Ketika nama sekolahnya akhirnya dipanggil, ia langsung bangkit dari tempat duduk dan berseru kepada ibunya. "Tu, SD 26 lah dipanggia Bu," katanya riang, memberi tahu bahwa sekolahnya sudah mendapat giliran.
Yona segera mengikuti langkah putranya sambil menggendong adik perempuan Mikhraji. Di meja panitia, ia menyerahkan dokumen dan membubuhkan tanda tangan pada daftar penerimaan bantuan.
Sebuah amplop putih kemudian diserahkan kepadanya dan ke pungguh anaknya dipakaikan tas sekolah baru. "Alhamdulillah, terima kasih Pak, terima kasih Buk," ucap Yona kepada petugas.
Di balik ucapan sederhana itu tersimpan rasa syukur seorang ibu yang sedang berjuang menjaga masa depan anak-anaknya.
Kepada Sumbarkini.com, Yona mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya. Sejak suaminya meninggal dunia sekitar dua tahun lalu, ia harus menjalankan peran sebagai orang tua tunggal bagi kelima anaknya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Yona berjualan kue di lingkungan Kampus Universitas Andalas (Unand). Penghasilan dari berjualan kue menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga. Dalam kondisi seperti itu, memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan lima anak tentu bukan perkara mudah.
Karena itu, bantuan dari BAZNAS menjadi dukungan yang sangat berarti baginya. Terlebih, ini merupakan kali pertama keluarganya menerima bantuan pendidikan tersebut.
Yona juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan para guru yang telah mengusulkan nama anaknya sebagai calon penerima manfaat.
Ia berharap program serupa terus berlanjut sehingga semakin banyak anak dari keluarga yang membutuhkan di Kota Padang memperoleh kesempatan dan dukungan untuk tetap bersekolah.
![]() |
| Penyerahan simbolik program pendidikan Baznas Kota Padang. |
Rp1,42 Miliar untuk 2.190 Siswa
Kisah Yona menjadi salah satu gambaran bagaimana program zakat dapat hadir langsung dalam kehidupan masyarakat, khususnya keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Pada penyaluran bantuan pendidikan tahun ini, BAZNAS Kota Padang mengalokasikan dana sebesar Rp1.419.600.000 untuk 2.190 siswa.
Ketua BAZNAS Kota Padang, H. Yuspardi, S.Ag., mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada peserta didik dari jenjang sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), sekolah menengah pertama (SMP), hingga madrasah tsanawiyah (MTs).
"Hari ini kita menyerahkan bantuan pendidikan untuk siswa SD dan SMP se-Kota Padang dengan jumlah 2.190 anak. Total dana yang dikucurkan untuk Program Bantuan Pendidikan BAZNAS Kota Padang adalah Rp1.419.600.000," ungkap Yuspardi.
Menurutnya, program tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang umumnya dilaksanakan setiap November.
BAZNAS Kota Padang berupaya mempertahankan keberlanjutan program tersebut sebagai salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Yuspardi menjelaskan, setiap sekolah mendapatkan alokasi lima orang penerima bantuan. Dengan demikian, program ini menjangkau siswa dari berbagai satuan pendidikan yang tersebar di Kota Padang.
Maigus: Program Harus Berlanjut dan Ditingkatkan
Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program bantuan pendidikan yang digulirkan BAZNAS Kota Padang.
Menurut Maigus, bantuan tersebut memiliki manfaat langsung bagi masyarakat karena dapat membantu orang tua memenuhi sebagian kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Ia juga menilai program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat akses dan dukungan terhadap pendidikan.
"Program ini sangat sesuai dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang. Untuk itu, kami harapkan program ini rutin dilaksanakan dan kalau dapat ditingkatkan lagi hendaknya," ujar Maigus.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan secara simbolis yang turut dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Maigus juga menyampaikan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pendidikan.
Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan pengurus BAZNAS, dana sekitar Rp1,42 miliar yang disiapkan tahun ini baru dapat menjangkau 2.190 siswa.
Karena itu, Maigus mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Padang.
Ajakan tersebut menjadi penting karena keberlanjutan program sosial seperti bantuan pendidikan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat.
![]() |
| Seremoni penyaluran program pendidikan Baznas Kota Padang. |
Sekolah Dilibatkan Agar Bantuan Tepat Sasaran
Sementara itu, Humas BAZNAS Kota Padang, Syahrul Padli Islami, S.Pd.I., menjelaskan bahwa proses pengusulan penerima bantuan diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Kebijakan tersebut dilakukan karena pihak sekolah dinilai lebih mengenal kondisi sosial dan ekonomi peserta didiknya.
Guru dan pihak sekolah memiliki kesempatan untuk mengamati secara langsung keadaan keluarga siswa, termasuk mereka yang membutuhkan dukungan agar tidak terkendala dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
BAZNAS kemudian menetapkan kriteria penerima, yakni anak-anak yang berasal dari keluarga pada kelompok desil 1 hingga desil 6, dengan prioritas kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Teknis pemilihan anak-anak yang akan dibantu BAZNAS ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Sebab, yang paling tahu kondisi anak itu adalah pihak sekolah," jelas Syahrul.
Ia berharap mekanisme tersebut dapat membantu memastikan bantuan diterima oleh anak-anak yang sesuai dengan kriteria program.
Zakat yang Menjaga Harapan Anak-anak
Penyaluran bantuan pendidikan BAZNAS Kota Padang memperlihatkan bahwa zakat tidak hanya berbicara tentang kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang nyata.
Ketika dikelola dan disalurkan secara tepat, dana zakat dapat membantu keluarga menghadapi tekanan ekonomi, sekaligus memperkuat kesempatan anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
![]() |
| Yona menandatangani tanda terima. |
Bagi 2.190 siswa penerima bantuan, dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan sebagian kebutuhan pendidikan mereka.
Sementara bagi keluarga seperti Yona, bantuan itu menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi kesulitan.
Di tengah perjuangan seorang ibu membesarkan lima anak, ada tangan-tangan kepedulian yang ikut membantu menjaga harapan.
Sebab, masa depan pendidikan seorang anak tidak semestinya ditentukan semata-mata oleh keterbatasan ekonomi keluarganya.
Dan dari sebuah amplop putih yang diterima Mikhraji dan ibunya, tersimpan pesan penting: kepedulian bersama dapat menjadi jalan untuk membuka kesempatan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Zulfadli)



