Setelah Beberapa Bulan Terhenti Akibat Kabut Asap, Pemkab Sijunjung Kembali Gelar Car Free Day
SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) – Setelah beberapa bulan terhenti akibat kabut asap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung kembali menggelar kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu 1 November 2026.
Kembalinya kegiatan yang rutin dilaksanakan pada Minggu pertama setiap awal bulan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, warga tampak memadati kawasan CFD yang dipusatkan mulai dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Logas hingga Simpang Tugu Muaro Sijunjung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt., bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sijunjung, Ny. Dona Iraddatillah. Hadir pula Asisten I Setdakab Sijunjung, Aprizal, M.Si., unsur Forkopimda, kepala OPD, Camat Sijunjung, Wali Nagari Muaro, serta masyarakat setempat.
Seperti pelaksanaan sebelumnya, kegiatan CFD diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.
Tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, CFD kali ini juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung melalui Puskesmas Sijunjung dan Puskesmas Gambok.
Selain itu, berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut memeriahkan kegiatan dengan menghadirkan aneka kuliner dan produk unggulan. Kehadiran para pelaku UMKM ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk lokal serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang kembali meramaikan kegiatan Car Free Day setelah sempat terhenti selama beberapa bulan.
Ia berharap CFD dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui aktivitas UMKM.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, sehingga CFD tidak hanya menjadi ruang untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial, pelayanan publik, dan penggerak ekonomi lokal. (Andri)
