• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

    Peduli Jurnalis, Irfendi Arbi Bezuk Antoni Surya Roza di RS Adnaan WD PAyakumbuh

    Limapuluh Kota - Terkenal dengan empati dan suka bersilaturahmi, menjadikan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, M.P bakal mudah terpanggil nuraninya jika mendengar kabar ada yang sakit.  Begitu pun ketika Antoni Surya Roza terbaring sakit di Rumah Sakit Adnaan WD PAyakumbuh.

    Sebagai orang yang dekat dengan pers, Irfendi pun datang membezuk sahabatnya itu Jum’at siang (6 Maret/2026)..  ”Secara pribadi saya turut prihatin dan mendoakan agar rekan wartawan Antoni Surya Roza segera pulih dari sakit yang dialaminya dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Irfendi Arbi, Sabtu 7 Maret 2026.

    Irfendi tentu saja mengharapkan sahabatnya itu kembali bisa menjalankan tugas jurnalistiknya guna menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerahnya. Irfendi mengaku senang melihat sahabatnya itu sudah mulai membaik kondisinya dan sudah bisa bercanda ketika Irfendi datang membezuknya. .

    ”Saya datang untuk turut berduka atas musibah sakit yang dialami sahabat. Dan, Alhamdulillah, saat bertemu Antoni Surya Roza, kondisi kesehatannya sudah mulai tampak membaik,” ujar Bupati yang di masa kepemimpinannya membebaskan beberapa warganya yang dipasung itu,

    Ayah tiga putri dan dua putra itu  juga mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami Antoni Surya Roza, tentunya menjadi pengingat bahwa  tugas seorang wartawan itu sangatlah berat dan dibutuhkan dukungan dari banyak pihak. 

    Suami dari Monalisas, S.Sos ini mengingatkan agar sahabatnya itu dan rekan pres yang bertugas di lapangan untuk lebih perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai keinginan menyampaikan informasi yang akurat dan bermafaat sampai membahayakan kesehatan sendiri.

    “Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sekali lagi, saya mendoakan agar kondisi kesehatan sahabat Antoni Surya Roza segera pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan baik. Untuk semua rekan-rekan wartawan, semoga selalu dalam keadaan sehat dan terus semangat dalam menjalankan profesi yang mulia ini,” tambahnya. 

    Kedatangan, empati, doa dan bantuan yang ditunjukkan oleh Irfendi Arbi mempercepat proses penyembuhan Antoni Surya Roza. Betapa seorang Irfendi Arbi tidak hanya dekat ketika dia butuh publikasi. (*)  


     

    Wapres RI ke-6 Try Sutrisno Wafat, Negarawan yang Paripurna

    Jakarta - Berita duka menyeruak di Pagi Senin, 2 Maret 2026. Duka mendalam tidak saja bagi keluarga tapi juga duka bagi Indonesia. 

    Sekilas Surya Tri Harto, Urang Awak di Pucuk Pimpinan PT Pertamina International Shipping

    Padang - Ir. H. Surya Tri Harto, MT., MBA akrab dipangil leh eman-teman atau adik-adik alumninya Oyon. Ternyata adalah urak awak. Dari Namanya, orang bakal menduga dia orang Jawa. Padahal dia adalah orang asli Solok yang memulai kariernya di PT Pertamina pada 1994 dan kini menjabat sebagai Direktur Utama PT International Shipping, salah satu sub-holding Petamina di bidang Integrated Marine Logistics. 

    “Saya kelahiran Solok, dibesarkan  di Solok dan baru meninggalkan Solok ketika kuliah. Sementara kampung di Jorong Batu Panjang, Nagari Koto Laweh Kecamatan X Koto Tanah Datar. Anak Kemenakan dari Dt Rangkayo Mulia. Suku saya Guci,” ujarnya sambil tertawa saat ditanya orang soal namanya yang berbau Jawa itu.

    Sebagai penegas keminangannya, dia berhak menyandang gelar Datuak Rangkayo Mulia Nan Di Apa. Ia lahir di Solok Tanggal 21 Oktober 1966, dari rahim Ibu bernama Yasminar yang berasal dari klan suku Guci Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kaum suku Guci asal ibunya inilah yang memercayakan amanah kepadanya untuk memimpin kaum dengan gelar adat Dt. Rangkayo Mulia Nan Di Apa. 

    Sedangkan ayahnya Syamsuar berasal Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ayahnya seorang guru yang mengakhiri pengabdiannya sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
    Surya menghabiskan masa kecilnya di Kota Solok sampai menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Solok. Ia melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Universitas Andalas Jurusan Teknik dan lulus pada tahun 1991, dan kemudian berkiprah di Pertamina, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang minyak dan gas (migas).


    Perjalanan Karir

    Sebagai praktisi perminyakan, ia telah menjalani berbagai penugasan yang memperkaya dirinya dengan berbagai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri di bidang Engineering, Project Management, Operation Management, Supply Chain Management, Sales & Marketing, Strategic Planning, Business Development, Business Partnership & Negotiation Management serta Leadership.

    "Saya memulai karier di Pertamina sebagai engineer staff (tahun 1994)," ungkapnya. 

    Ia pernah memegang berbagai jabatan mulai dari Business Development Manager, Supply Chain Management & Infrastructure Manager, Vice President Ship Chartering & Performance (2019-2020), Vice President Petroleum Product Operation[10]. Lalu Director of Human Capital & Corporate Services PT Pertamina International Shipping. Dan saat ini memegang amanah sebagai Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.

    Sebagai penujang karirnya, Surya mengikuti pendidikan eksekutif, General Management Program di Harvard Bussiness School, Amerika Serikat tahun 2012. Juga ikut Global Executive Development Program, kerjasama Pertamina dengan INSEAD Singapore tahun 2014. 

    Surya juga tak lupa dalam pendidikan akademik lanjutan. Ia meraih gelar Magister Teknik dalam bidang Manajemen Proyek dari Universitas Indonesia pada tahun 2002 serta Master of Business Administration (MBA) dari Universitas Gadjah Mada tahun 2009.
         

    Suka Berorganisasi

    Sejak di Sekolah Menengah Pertama, ia telah dipercaya memimpin organisasi di antaranya sebagai Ketua Umum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 2 Solok, serta Sekretaris Umum OSIS di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Solok.

    Semasa kuliah, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas periode 1987-1990. Setelah berkiprah sebagai profesional bisnis, ia juga memiliki aktivitas organisasi kemasyarakatan dengan menjadi pendiri dan terpilih sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas (KATUA) dalam dua kali Kongres KATUA periode 2005 - 2010 serta periode 2010-2015.

    Pada tahun 2016, eksponen KATUA memberikan dorongan kuat baginya untuk menjadi salah satu calon dalam pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2016-2021. Proses pemilihan berlangsung dengan bergairah di antara dua calon yaitu Surya Tri Harto dan Asman Abnur yang saat itu adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pemilihan berakhir dengan antiklimaks dengan musyawarah mufakat yang menetapkan Asman Abnur sebagai Ketua Umum dan Surya Tri Harto sebagai Wakil Ketua Umum/Ketua Harian IKA Unand Periode 2016-2021.

    Di tengah kiprahnya sebagai profesional di BUMN, ia pun dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasehat Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Sumatera Barat yang dipimpin oleh Fadli Amran yang saat itu adalah Wali kota Padang Panjang. Dia juga didapuk sebagai Anggota Dewan Penyantun Gebu Minang Pusat yang dipimpin oleh Osman Sapta Odang (OSO) Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo.


    Peduli Alumni

    Bersama beberapa sahabat aktifis sosial kemasyarakatan, ia mendirikan Yayasan Kateda yang bergerak di bidang introduksi perubahan perilaku, alih teknologi dan pemberdayaan masyarakat dengan salah satu programnya Gerakan Keluar Bersih. 

    Lewat Kateda, Surya ingin membantu adik-adik alumninya, terutama alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas. Kateda menjadi semacam incubator bagi para alumni agar memiliki pengalaman dan skill yang dibutuhkan dunia kerja.

    Dengan adanya Kateda, Surya membuktikan keinginannya berkontribusi nyata terhadap kampung halaman dan niat tulusnya agar para alumni meraih pekerjaan yang dicita-citakannya. Kateda berhasil bergandengan tangan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memberikan nilai tambah terhadap pembangunan daerah Sumbar sebagai daerah tujuan wisata. 

    Kateda mengajak masyarakat Sumatera Barat 'berinvestasi' lewat toilet. Toilet dibuat dengan memperhatikan nilai Kesehatan, aksesibilitas, keamanan, kenyamanan serta lokasi dan ketersediannya. Gerakan Keluar Bersih adalah cara Kateda mengedukasi masyarakat agar memperhatikan kebersihan toilet setelah mereka gunakan. (*)


    Inilah Sosok Ketua Komisi Informasi Sumbar yang Mundur Demi Soliditas Lembaga

    Musfi Yendra, tokoh muda Nagari Tabek Sumatera Barat kelahiran Nagari Tabek Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar, 22 Mei 1982. Dia menjabat Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat sejak 12 Februari 2024 dan mundur demi soliditas lembaga hingga purna tugas pada 2028. Musfi mundur digantikan Idham Fadhil pada 18 Februari 2026. Kini dia menjabat Ketua Bidang PSI Komisi Informasi Sumatera Barat, 

    Musfi dikenal juga sebagai peneliti, dosen, filantropis, penulis, public speaker. D iajuga tercatat sebagai akademisi. Mengajar di Kampus STISIP YPKMI (2007-2016), dosen luar biasa STISIPOL Imam Bonjol Padang (2009-2012), dosen luar biasa Universitas Dharma Andalas (2019). 

     Universitas Taman Siswa mempercayakan sebagai dosen teknis (2019-2022). Dia baru mau menjadi dosen tetap di Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Ekasakti Padang (2016 sekarang).

    Pada tahun 2024 lalu, Musfi menerima Pin Emas piagam penghargaan tersebut dari Pemerintah Kota Padang. Pin dan penghargaan itu diberikan atas jasa dan dedikasinya dalam pembangunan Kota Padang di Bidang Sosial. Bersamaan dengan 11 tokoh lainnya termasuk Gubernur Sumbar, Mahyeldi. 

    Suami dari Syafitri Ikhnas ini merupakan alumni SDN 15 Nagari Tabek, MTSN Batusangkar, MAN 2 Batusangkar. Ia menamatkan S-1 di Universitas Andalas (Unand) Jurusan Ilmu Politik dan S-2 Prodi Politik Lokal dan Otonomi Daerah di kampus yang sama. 

    Musfi juga lulusan Certified of Mediator (C.Med) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan terakreditasi Mahkamah Agung Republik Indoenesia. Dengan gelarnya itu, Musfi bisa menjadi mediator profesional untuk persidangan di pengadilan (litigasi) maupun di luar pengadilan. Kemudian ia juga alumni Lemhannas RI. Mengikuti program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) pada 2014. 

     

    Perjalanan Karir 

    Musfi aktif di organisasi kemanusiaan. Pada 2011—2016 ia menjadi Kepada Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, cabang Dompet Dhuafa Republika di Sumatera Barat. Kemudian ia mendirikan Dompet Dhuafa Riau pada 2013. 

    Lalu periode 2016—2021 Musfi menjadi Direktur PT. Dompet Dhuafa Niaga, unit sosial bisnis di bawah holding Social Enterprise Dompet Dhuafa. Kemudian dipercaya sebagai General Manager di PT. Daya Consumers Good 2021—2023. Masih di holding yang sama. 

     

    Penghargaan yang Diterima

    Melalui aktivitas sosial yang ia tekuni, Musfi menerima penghargaan Marketeer of The Year Padang kategori Public Service tahun 2014 dari MarkPlus. Ia juga menerima Social Welfare Award Sumbar tahun 2016 dari Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), lembaga sosial di bawah Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumbar. 

    Dia pun didapuk sebagai Ayah GenRe Kategori Inspirator Tahun 2023 dari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Menerima pin emas dan piagam penghargaan dari Pemko Padang di Bidang Sosial tahun 2024. 

     

    Sosok Pengusaha

    Di dunia usaha, Musfi mendirikan perusahaan di bidang event organizer, pertanian, pelatihan, dan lingkungan. Tercatat sebagai Direktur CV. Prisma Promosindo (2011—2018). Usaha ini bergerak di bidang event organizer dan MICE. 

    Dia juga dipercaya sebagai Komisaris PT. Bumi Subur Jaya (2016—2021). Perusahaan ini merupakan distributor pupuk Petrokimia Gresik. Di CV. Shoulifa Resource yang merupakan distributor pupuk organik, dia pun jadi Komisaris dari 2019 hingga sekarang. 

    Dia pun tercatat sebagai Komisaris PT. Ecovisi Sahabat Alam (2019—sekarang) yang bergerak di bidang konsultansi lingkungan. Terakhir, ditunjuk sebagai Komisaris PT. Obor Creativa Serangkai (2022—sekarang), sebuah usaha di bidang training. 

     

    Aktif Berorganisasi 

    Ia aktif di berbagai organisasi sejak siswa, mahasiswa, sosial, kepemudaan, pengusaha dan ormas. Ia pernah bergabung dengan organisasi Remaja Masjid (1998). Pernah jadi Wakil Ketua OSIS MAN 2 Batusangkar (1999), Ketua Forum Studi Islam FISIP Unand (2003—2004), Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Sosial Unand (2003—2004). 

    Dia termasuk pendiri dan Sekjen Unit Kegiatan Mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik Unand (2003—2004), Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unand (2005—2006), Menteri Dalam Negeri BEM KM (2006—2007). HIngga dia dinobatkan sebagai Bintang Aktivis Kampus saat wisuda sarjana pada 2007. 

    Sejumlah posisi strategis pada beberapa organisasi tingkat Sumatera Barat pernah didudukinya. Antara lain Wakil Sekretaris Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaaan Sumbar (2011—2017), Wakil Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar (2011—2014) dan Anggota Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sumbar (2014—2017). 

     Ia pernah menjadi Ketua Depertemen Hubungan Media Massa BPD HIPMI Sumbar (2011—2014), Ketua Bidang Koperasi dan UMKM BPD HIPMI Sumbar (2014—2017), Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian dan ESDM BPD HIPMI Sumbar (2017—2020), dan Dewan Pembina BPD HIPMI Sumbar (2021—2024). 

    Beberapa jabatan di KADIN Sumatera Barat pernah dipegangnya. Ketua Komite Tetap Pengembangan Koperasi Kadin Sumbar (2017—2022) dan Wakil Ketua Umum Kadin Sumbar Bidang Sosial dan Kebencanaan (2022—2027). Dia juga pernah jadi Pengurus LKKS Sumbar Bidang Pendidikan dan Pelatihan (2016—2021), Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Sumbar (2017—2021), Wakil Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah Sumbar (2018—2021), Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Ilmu Politik Unand (2019—2023 dan 2024-2029). (zul)

    Budi Baik yang tak Pernah Purna, Jejak Emas Leonardy Harmainy di Ranah Minang

    Dalam hiruk-pikuk politik yang seringkali diwarnai intrik dan jarak, Sumatera Barat memiliki kisah abadi tentang seorang tokoh yang berhasil menembus batas formalitas: H. Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H.


    Bukan hanya sekadar catatan jabatan di lembar biografi, mantan Ketua DPRD Sumatera Barat (2004–2009) hingga Anggota DPD RI (2017–2024), melainkan jejak budi baik yang tertanam kokoh di sanubari masyarakat, terutama kalangan jurnalis dan akar rumput. Sebuah warisan yang jauh lebih berharga daripada tahta parlemen.


    Ketika Bang Leo, sapaan akrabnya masih aktif di gelanggang Parlemen, ia tidak hanya dikenal sebagai politikus ulung yang memimpin DPD Partai Golkar Sumbar dan Ketua Badan Kehormatan DPD RI, tetapi sebagai seorang Abang bagi insan pers. Ia adalah jembatan hati yang menghubungkan gedung parlemen yang megah dengan meja-meja kerja yang sederhana.


    Seperti yang disuarakan lantang oleh Andarizal, Ketua Umum Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), "Kepeduliannya terhadap insan pers ataupun akar rumput di Sumatera Barat melebihi Gubernur. Dan ini Fakta." Kalimat ini bukan pujian basa-basi, melainkan pengakuan jujur dari pilar keempat demokrasi yang sehari-hari bertarung dengan deadline dan realitas lapangan.


    Di tengah kesibukannya yang dinamis, mulai dari mengawasi pembangunan strategis hingga menjadi Ketua Umum PB Lemkari, Bang Leo selalu menyisakan ruang bagi komunikasi yang humanis. Kehadirannya di Parlemen adalah sebuah payung teduh yang membuat wartawan sering dianggap sebagai pihak 'luar' merasa diakui sebagai mitra sejajar.


    Budi baik, dalam konteks politik, seringkali dikaitkan dengan lobi dan kepentingan sesaat. Namun, kisah Leonardy Harmainy menorehkan definisi yang berbeda. Budi baiknya adalah sebuah investasi moral tanpa mengharapkan imbalan.


    Kini, meskipun kursi legislatif telah beralih rupa, kisah kepedulian itu tidak ikut purna. Di setiap warung kopi markas informal para penulis dan pewarta, tatkala waktu rehat tiba, Bang Leo menjadi topik hangat yang tak pernah usang. Perbincangan itu bukanlah soal politik elektoral, melainkan sebuah nostalgia tentang empati.


    Ini adalah narasi penting bagi Ranah Minang, bahwa kepemimpinan yang sejati tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi seberapa dalam jejak kemanusiaan yang ditinggalkan. Bang Leo telah membuktikan, dengan kepedulian yang tulus, bahwa seorang politisi dapat menjadi sosok yang benar-benar mengakar dan bukan sekadar menumpang lewat.


    Bagi generasi politisi selanjutnya, kisah Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, adalah pengingat sekaligus benchmark, politik bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang pelayanan yang tulus. Dan pelayanan yang tulus akan selalu memiliki umur yang lebih panjang daripada masa jabatan apa pun. 



    Padang, 11 November 2025


    Penulis: Andarizal

    Inilah Kisah Sukses Pengemudi Maxim, Biayai Anak Kuliah Kedokteran Unand

    Padang - Sebagaimana ayah lainnya, Roni Prinaldo, berjuang menyekolahkan anak semata wayangnya di jurusan kedokteran. Target itu mungkin terasa seperti mimpi bagi banyak orang, mengingat besarnya biaya untuk menempuh salah satu jurusan paling bergengsi di Indonesia. Namun, pria paruh baya asal Padang ini berhasil mematahkan anggapan tersebut. Lewat kerja kerasnya sebagai mitra pengemudi Maxim, Roni mampu membiayai kuliah anaknya di jurusan kedokteran.

    Bermula kala Roni bergabung dengan Maxim di tahun 2018. Saat  itu, ia hanya mencoba mencari tambahan penghasilan setelah berhenti dari  pekerjaannya sebagai telemarketing. Namun, ia melihat peluang besar dari pekerjaan ini hingga akhirnya ia memutuskan untuk fokus pada pekerjaan
    ini.

    “Saya melihat bahwa Maxim sesuai karakter orang Padang, harganya murah, drivernya banyak, jadi konsumen tidak menunggu lama. Selain itu Maxim dinilai serius menangani office di sini karena marketingnya bagus, jadi pendapatan pengemudi nya tinggi,” ungkap Roni.

    Awalnya, Roni hanya menggunakan motor untuk mengantar penumpang. Namun, melihat peluang yang semakin besar, ia memberanikan diri untuk beralih menggunakan mobil. Dengan tekad kuat, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat agar bisa membeli mobil secara tunai. Keputusan itu ia ambil bukan tanpa pertimbangan, Roni tahu bahwa investasi tersebut akan membantunya meningkatkan penghasilan dan menambah kenyamanan bagi penumpang.

    Kemudian, tahun 2023 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Roni. Anak semata wayangnya dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Roni menyadari bahwa biaya kuliah di bidang ini tidak sedikit, namun ia tak gentar. Ia percaya bahwa selama dirinya masih sehat dan mau berusaha, tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan.

    “Untuk saya, bekerja keras adalah bentuk kontribusi agar anak bisa menjadi orang yang lebih baik dari saya,” ujarnya. “Saya ingin ia bisa fokus belajar dan mencapai cita-citanya sampai jadi dokter spesialis.”

    Kerja kerasnya berbuah manis. Kini penghasilannya bahkan menyentuh angka  Rp11 juta dalam satu bulan. Menjadi mitra pengemudi Maxim, Roni mampu membiayai biaya pendidikan anak semata wayangnya, membayar cicilannya, dan menghidupi keluarganya dengan layak.

    Roni mengaku sangat bersyukur dengan kondisi ini. Keluarganya pun selalu memberi dukungan penuh.  “Alhamdulillah, keluarga sangat dukung. Kami saling menguatkan. Istri mendukung 101 persen pekerjaan saya sebagai driver Maxim,” tuturnya dengan senyum bangga.

    Meski bersikap profesional saat mengemudi, Roni tetap memegang nilai kemanusiaan dalam pekerjaannya. Ia bahkan pernah menemui penumpang yang tak mampu membayar ongkos setelah diantar ke rumah sakit. Tanpa ragu, Roni menggratiskan biaya perjalanannya. “Saya pikir, bekerja sebagai
    pengemudi Maxim itu bukan cuma soal uang, tapi juga amal,” katanya.

    Sebagai mitra yang sudah lama bergabung, Roni melihat perkembangan Maxim di Padang semakin baik. Ia berharap perusahaan terus konsisten mendukung kesejahteraan pengemudi, termasuk lewat program BHR, BPJS, dan program lain yang mendukung kesejahteraan pengemudi. (*)


    Leonardy Harmainy Mendapat Anugerah Lifetime Achievement Award dari KPID Sumbar

    Padang (sumbarkini.com) – Pimpinan Radio Padang FM, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH dianugerahi Lifetime Achievement Award oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar. Anugerah diserahkan Ketua Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang diwakili Komisioner Amin Shabana, S.Sos., M.Si, dalam Acara Anugerah Penyiaran KPID Sumbar 2024 di Hotel Truntum Padang, Rabu 11 Desember 2024.


    “Alhamdulillah, kepada KPID Sumbar saya ucapkan terima kasih. Anugerah Penyiaran ini sangat bermanfaat dalam memotivasi kami untuk berkembangnya industri penyiaran di Sumbar  dengan program yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Bang Leo tersebut.


    Leonardy mengatakan meski harus bersaing dengan radio yang dibiayai dengan APBN, radio siaran swasta pun mampu menunjukkan kualitas siaran mereka. Untuk itu dia berharap, pemerintah menunjukkan kepeduliannya kepada radio siaran swasta agar mereka berkembang lebih baik, makin kreatif, makin inovatif dan mampu memberikan siaran yang berkualitas.


    “Kita dalam hal ini bukan mengharapkan dukungan anggaran dari pemerintah, cukup dengan membuka ruang kerjasama yang lebih luas dengan radio siaran swasta,” ungkapnya. 


    Menyikapi anugerah yang diterimanya, Leonardy secara pribadi dan lembaga Radio Padang FM sangat menghargai KPID Sumbar dan Dewan Juri yang telah memberikan anugerah tersebut pada 25 Tahun Radio Padang FM. Menurutnya Lifetime Achievement Award adalah penghargaan yang diberikan untuk menghargai kontribusi dan "pencapaian seumur hidup" seseorang. 


    “Penghargaan ini diberikan oleh sebuah organisasi untuk mengakui kontribusi sepanjang karier seseorang yang dalam hal ini KPID terkait penyiaran. Sekali lagi, terima kasih KPID dan semua pihak yang telah berkontribusi terhadap pencapaian ini,” ucap pria yang juga mencatatkan dirinya sebagai Ketua Badan Kehormatan DPD RI lima tahun berturut-turut.  

    Bersama penyiar Radio Padang FM
     

    KPID Sumbar dalam tampilan layar terkait sosok Leonardy menyebutkannya memulai dedikasinya dalam hal penyiaran dengan mendirikan Radio Eldhara Pariaman pada tahun 1986. Dukungan untuk penyiaran tetap diberikannya selama menjadi Anggota MPRI RI (1999-2004), Ketua DPRD Sumbar (2004-2009), Wakil Ketua DPRD Sumbar (2009-2014), Anggota DPD RI dua periode (2014-2024).


    Dedikasi nyata terhadap perkembangan penyiaran diperihatkannya ketika dipercaya sebagai Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Sumbar periode 1989-2001. Dia mampu membina keharmonisan dan kebersamaan diantara 13 radio swasta yang ada di Sumbar ketika itu.
     

    Komisioner KPI Pusat, Amin Shabana mengatakan dunia penyiaran Sumatera Barat beruntung punya sosok seperti Leonardy. Dia sendiri menyatakan perlu kenal lebih dekat guna mendapatkan informasi dan arahan terkait perkembangan penyiaran dan pengembangan KPI ke depannya.
     

    Dia pun berbagi informasi dengan Leonardy tentang rencana peringatan Hari Penyiaran Nasional Tahun 2025 dan Rakornas Penyiaran yang akan diadakan di Sumbar. Sebagai orang awak, Amin Shabana berkepentingan sekali untuk menjadikan iven tersebut untuk kemajuan penyiaran di Sumatera Barat dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah Sumatera Barat.
     

    Sementara itu, dalam sambutannya Ketua KPID Sumbar Robert Cenedy, SP., SH., MH menyampaikan, Anugerah KPID Sumbar 2024 mengangkat tema “Sinergi Kearifan dan Transformasi Digital D
    alam Penyiaran Daerah” yang ditujukan untuk mengapresiasi lembaga penyiaran yang konsisten menyajikan program siaran berkualitas kepada masyarakat yang kreatif dan inovatif.
     

    “Lembaga penyiaran yang konsiten menyajikan program siaran berkualitas akan membantu memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran di Sumatera Barat,” ujarnya. (*)

    Akademisi dan Tokoh Masyarakat Sumbar: Beri Ruang Leonardy Harmainy untuk Menuntaskan Pengabdiannya

    PADANG --- Akademisi dan tokoh masyarakat Sumbar dari berbagai latar belakang mengimbau masyarakat Sumbar untuk memilih H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, SIP, MH di Pemilihan Suara Ulang (PSU) DPD RI Dapil Sumbar, pada 13 Juli 2024 ini.

    Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, Pd yang merupakan Rektor Universitas Eka Sakti (Unes) Padang, memandang Leonardy itu seorang tokoh yang memiliki 4 dimensi, yakni; sebagai pengusaha, aktivis, politisi, dan ninik mamak.

    "Pak Leonardy itu merupakan pengusaha yang pernah menjabat Ketua Gapensi Sumbar. Sebagai aktivis, ia menjadi pengurus di berbagai organisasi, dan selalu membawa sukses," ujar Prof Sufyarma Marsidin, di sela-sela acara Kupas Biografi: Pengabdian Tak Bertepi Seorang Leonardy Harmainy, yang digelar oleh Kapas (Komunitas Pemerhati Sumbar), di Hotel Daima Padang, Rabu (10/7/2024).

    Prof Sufyarma menegaskan, Leonardy itu merupakan politisi kawakan, dimana pernah menjadi Anggota MPR RI pada tahun 1999, kemudian Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumbar, di saat ia menjabat Ketua Golkar Sumbar. Sekarang menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI.

    Ditambahkan Prof Sufyarma, bahwa Leonardy itu merupakan sosok yang mengerti adat, karena seorang ninik mamak dengan gelar Dt Bandaro Basa dari Koto Gadang Kabupaten Agam. “Semua itu membuktikan, Leonardy memiliki keseriusan dan komitmen yang kuat dalam setiap pekerjaannya, maupun organisasi yang digelutinya. Dan masyarakat Sumbar layak memberikan ruang bagi Leonardy untuk tetap berkiprah di kancah nasional,” ungkap Ketua PD Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumbar ini.

    Saidal Masfiyuddin, SH, politisi senior Partai Golkar Sumbar, menyebutkan Leonardy itu ikut sebagai peletak dasar-dasar pembangunan Sumbar, yang tertuang dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah).

    "Di masa Pak Leonardy menjadi pimpinan DPRD Sumbar, beberapa infrastruktur strategis mulai dibangun, seperti embarkasi haji, jalan Malalak, jalan Padang-Solok, Masjid Raya Sumbar, bendungan dan lainnya," ujar Saidal, yang pernah 4 periode di DPRD Sumbar, dan 2 periode di DPRD Pesisir Selatan.

    Drs. Tarma Sartima, MSi, PhD, Dekan Fisipol Unes mengungkapkan bahwa, Kuliah Sabtu Minggu yang ada di Universitas Ekasakti (Unes) merupakan ide Leonardy.

    Kemudian juga perubahan dan penyempurnaan gelar sarjana yang ada di Unes. Misalnya S.Sos berganti dengan sarjana ilmu pemerintahan (S.IP) dan sarjana administrasi pemerintahan (S.AP).

    “Itu beberapa gagasan yang diwujudkan Leonardy sebagai salah seorang alumni Unes. Sekarang kuliah Sabtu-Minggu itu kita majukan menjadi Kuliah Jumat-Sabtu, yang digunakan oleh mahasiswa untuk percepatan perkuliahannya,” tutur Tarma.

    Syarifuddin Arifin, seorang Penyair Senior, mengungkapkan bahwa Leonardy sosok yang peduli pada seniman. Hal itu ditandai ketika mencuatnya masalah alih fungsi pembangunan Zona C Gedung Kebudayaan Sumbar, Leonardy lah yang mau mendengar aspirasi seniman.

    "Pak Leonardy bertemu dengan puluhan seniman untuk mendengar aspirasi mengenai permasalahan pembangunan Taman Budaya Sumbar," kata Syarifuddin.

    Saat itu, kata penyair kaliber ASEAN ini, Leonardy mengatakan lucu kalau Sumbar tidak mempunyai Taman Budaya. Leonardy dinisbahkannya sebagai pendekar seni dan budaya (kebudayaan) Minangkabau.


    Sementara itu, Drs. Firdaus Ilyas, MM mengungkapkan bahwa Leonardy itu selalu total di dalam mengurus organisasi dimana ia menjadi pengurus. Begitu juga di bidang olahraga, khususnya karate.

    "Bang Leo (panggilan akrab, red) banyak jasanya untuk pengembangan olahraga karate di Sumbar," ujar Firdaus, yang merupakan karateka Dan VII, dan saat ini menjabat Wakil Ketua Umum PB (Pengurus Besar) Lemkari.

    Untuk menggenjot prestasi karateka Sumbar di Pekan Olahraga Nasional (PON), sebut Firdaus, Leonardy tak segan-segan mendatangkan pelatih dari luar negeri seperti Harry Palagan dari Malaysia, maupun pelatih nasional seperti Saleh Al Habsyi yang juga juara dunia. Bahkan Saleh diminta Leonardy untuk berdiri di pinggir lapangan, sementara Leonardy memperkuat dengan doa dari deretan bangku penonton. Hasilnya, atlet karate Sumbar meraih medali emas pertama bagi Sumbar sepanjang sejarah mengikuti PON.

    Dan hasilnya, berbagai prestasi diraih karateka Sumbar, baik di arena PON, maupun di kejuaraan-kejuaraan internasional dengan membawa nama negara. Baru-baru ini pun, atlet Lemkari di bawah kepemimpinan Leonardy menyumbangkan medali emas dan perak di kejuaraan ASEAN. Selanjutnya akan memperkuat atlet karate Indonesia yang akan bertanding di kancah Asia.

    Nisfan Jumadil, SH, Wakil Ketua 1  Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumbar menyampaikan bahwa sosok Leonardy itu panutan bagi pengurus dan kader Pemuda Pancasila Sumbar, karena ketegasan dan disiplin yang diterapkan pada organisasi.

    "Bang Leo itu pernah menjabat Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumbar selama 3 periode. Dan di saat kepemimpinan Bang Leo itulah, Pemuda Pancasila tertib dan lebih santun hingga berkembang pesat di Sumbar, termasuk MPC-MPC di kabupaten/kota," terang pengacara (lawyer), yang merupakan mantan Ketua KNPI Padang ini. 

    Dan pada Pemilu/PSU ini, ungkap Nisfan, Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila mengeluarkan surat resmi, dengan menginstruksikan kepada MPW Sumbar untuk menyukseskan Leonardy kembali menjadi Anggota DPD RI. 

    Penulis handal buku bermutu, Fajar Rusvan menyebutkan Leonardy punya ciri-ciri sebagai orang besar. Dia dibesarkan oleh mertuanya Bupati Padang Pariaman yang legendaris (Kol. H. Anas Malik). Dia mampu membuat dirinya besar dan mau membuat orang-orang sekelilingnya menjadi besar pula. 

    "Saya mengenalnya sebagai pribadi yang baik dan unik. Uniknya lagi orang mengupas biografi biasanya setelah bukunya terbit. Namun bagi Leonardy, Kapas mengupasnya sebelum buku itu diterbitkan," ujarnya sambil tersenyum. (Rel)

    Tak Ingin Jadi Wartawan, Malah Direkrut Media Nasional

    Padang – Banyak yang mengenalnya sebagai wartawan yang tak kenal menyerah saat meliput berita. Bisa mendapatkan 5 bahan berita layak muat. Itu pun di media nasional.

    Gatra namanya, baik versi majalah  berita maupun media online. Perekrutannya pun relative cepat. Hanya dalam hitungan hari. Pertama kali, dia harus mengirimkan contoh berita dan ternyata layak muat. Dua hari berikutnya, Wahyu mulai ditugaskan oleh Gatra. 

    Tiap hari dia bisa membuat 10 berita dalam sehari. Suatu pencapaian yang bisa membuat orang iri. Termasuk rekannya sesama kontributor majalah yang sama.

    “Ya Bang, saya bisa membuat berita layak muat 5-10 berita sehari. Karena saya merencanakannya dengan baik. Mencicil wawancara dengan narasumber dengan berpedoman isu-isu hangat di daerah maupun tingkat nasional,” ujar Wahyu Saputra (37) ketika dicegat di sela-sela kesibukannya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Santika, Padang, 6 Juli 2024.

    Wahyu, begitu dia akrab dipanggil, mengungkapkan bahwa dirinya terpacu untuk membuat berita yang bagus karena ingin mendapatkan uang untuk membiayai kuliah Strata-2 di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Padang.

    “Sebab dari honor berita yang cukup besar, Rp45.000 per berita. Kita bisa memperkirakan berapa berita yang harus dihasilkan untuk mendapatkan penghasilan yang lumayan. Makanya dengan disiplin dan teknis pengumpulan bahan yang makin baik, bisa meraihnya,” ujar suluh dari 5 bersaudara itu.

    Apalagi, ketika pria yang dia panggil Abah itu mulai sakit-sakitan. Hingga dirawat lantaran sakit paru-paru yang menderanya. Butuh biaya untuk bolak balik ke RS Khusus Paru di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

    Namun, merebaknya covid-19 membuat Wahyu harus berdamai dengan keadaan. Dia terpaksa mengalah agar kuliah sang adik bisa lanjut. “Bagaimanapun adik saya harus tamat, karena itu amanah Abah jelang beliau meninggal akhir tahun 2020 lalu. Satu penyesalan saya Bang, saya belum bisa merealisasikan keinginan beliau untuk melihat saya wisuda S-2,” kata Wahyu dengan suara serak menahan sedih yang nyaris membuatnya meneteskan air mata.

    Setelah berhasil menguasai diri, Wahyu pun membuka rahasia. Dia sebenarnya tidak bercita-cita untuk jadi wartawan, karena sering dipersulit dosen ketika asistensi tugas skripsi Pendidikan Strata-1 (S-1). Terbayang baginya, bagaimana pula sulitnya ya bertemu dengan pejabat dan orang hebat lainnya. “Tentu lebih sulit,” ujarnya mengulangi ungkapan hatinya ketika berulangkali gagal menemui dosen pembimbing.

    Setelah meraih gelar S.Pd., Wahyu juga tidak pernah berfikir akan menjadi seorang wartawan. Dia pun berupaya mendapatkan kerja di PKPU. Namun karena tidak diizinkan kuliah sambil bekerja, dia terus berganti pekerjaan. Niatnya hanya satu, bisa menamatkan kuliah. Dan itu terealisasi tahun 20212

    Akhirnya, di tahun 2014 ada tawaran kerja di Metro Andalas. Koran Harian yang diterbitkan oleh anak perusahaan Antara Sumbar. Dia menggawangi pracetak di media tersebut. Sampai akhirnya dibolehkan meliput karena dia berupaya mendapatkan uang lebih. Apalagi gaji sebagai tenaga layout (tata letak media) sebesar Rp2.300.000,- mulai dibayarkan secara cicilan oleh perusahaan.

    Wahyu terpaksa harus menempuh jalan yang pernah dia hindari. Dia pun mulai menapak menjadi seorang wartawan. Dia pun belajar pekerjaan seorang jurnalis. Tapi tetap harus mengerjakan layout Koran Metro Andalas.

    Wahyu sampai harus bermalam di kantor agar bisa melaksanakan tanggung jawabnya baik sebagai wartawan maupun lay out man. Sampai mulai merasakan keasyikan tersendiri.

    “Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan hidup, bahkan bisa membantu kuliah adik di Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang hingga tamat. Tunai satu Amanah Amanah Abah,” ujar pria kelahiran Muko-muko Bengkulu tersebut.

    Hanya saja kisah sedih hidupnya tidak berhenti di situ. Tahun 2023, dia harus mengubur impiannya mendapatkan gelar Strata-2 di Jurusan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universita Negeri Padang. Dia dianggap mengundurkan diri karena ketiadaan biaya.

    “Padahal, tinggal ujian tesis dan tawaran sebagai tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta sudah dikantongi. Sakit rasanya Bang,” katanya.

    Namun, Allah punya rencana lain. Kesedihan yang silih berganti, membuat Wahyu tegar dan terus meningkatkan potensi diri. Dia pun mengasah kemampuannya membuat video. Sambil meliput berita, momen-momen yang bagus pun diabadikannya melalui rekaman video.

    Video-video itulah yang kemudian mendatangkan uang baginya. Ternyata Wahyu bisa memotisasi kanal You Tube miliknya. “You Tube saya mendatangkan cuan jutaan rupiah juga karena banyak viewer-nya. Alhamdulillah,” ujarnya.  (*)

    Surya Disebut Pantas Berpasangan dengan Boy Rafli Amar, Mahyeldi dan Lainnya

    Padang - Buntut maraknya baliho Surya Tri Harto jelang Idul Fitri 2024 H, membuat Tim Relawan STH for Ranah Minang kelabakan. Betapa tidak, banyak pertanyaan, saran dan dukungan bahkan termasuk kritik membangun terhadap hadirnya peraga sosialisasi tersebut.

    Ada yang menanyakan apa maksud dari pemasangan baliho itu. Kalau mau mencalon, mencalon sebagai apa?
     
    Ketua Tim Relawan STH For Ranah Minang, Indra Yotris menanggapinya dengan senyum. "Kami senang kejutan yang kami buat menjelang lebaran tahun ini mampu memancing perhatian dari warga Sumbar baik yang di kampung maupun yang datang dari perantauan. Alhamdulillah upaya kecil kami ini menuai reaksi positif," ujarnya.

    Dikatakan Yotris bahwa pemasangan baliho merupakan salah satu cara untuk berbagi rezeki jelang Lebaran. Rekan-rekan advertising di sejumlah daerah terbantu omset mereka dan dari omset itu bisa digunakan untuk membayar THR bagi karyawannya. Relawan juga melakukan aksi berbagi dengan cara lainnya.

    Yotris pun buka rahasia, diapungkannya nama Surya Tri Harto dalam rangka lebih membumikan peran Surya Tri Harto bagi Ranah Minang. Surya telah memulainya dari tahun 2005 dengan mendirikan Keluarga Alumni Teknik Universitas Andalas (KATUA) dan memimpinnya selama dua periode. Tahun 2016, menjadi Ketua Harian Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas.

    "Uda Surya Tri Harto atau kami singkat STH juga aktif di sejumlah organisasi orang Minang di perantauan. Diantaranya Gebu Minang," ungkap putra Limapuluh Kota itu.

    Surya, kata Yotris memperbesar kiprahnya untuk Sumbar dengan mendirikan Yayasan Kateda. Yayasan ini ditujukan sebagai wadah berkiprah bagi generasi muda (generasi milenial dan Gen-Z). Mereka yang baru menamatkan kuliahnya bisa memanfaatkan yayasan ini sebagai inkubator bagi mereka sebelum terjun ke dunia kerja.

    Generasi milenial dan Gen-Z diajak berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Mereka jadi ujung tombak dalam meluncurkan Gerakan keluar Bersih yang merupakan bagian dari upaya mendorong Gerakan Sumbar Bersih.

    Patut dicatat, katanya, Gerakan Keluar Bersih ini menggandeng mahasiswa dari sejumlah kampus di Sumbar dan para siswa SMA/MAN/SMK untuk membudayakan kebersihan toilet. Artinya, Yayasan Kateda menginisiasi kebiasaan memastikan kebersihan toilet yang digunakan sebelum keluar dari toilet tersebut.

    Kelompok sadar wisata dari berbagai objek wisata yang ada di Sumbar juga diajak untuk memperhatikan kebersihan toilet yang ada di objek wisata. Bahkan Kubu Gadang dengan fasilitasi Kateda mendapatkan bantuan untuk fasilitas sanitasi.

    Makanya, setelah baliho STH terpasang di mana-mana, menuai komentar dan dukungan dari berbagai pihak. Foto yang seolah melepaskan pandangan jauh itu mengisyaratkan bahwa Surya baru dalam taraf memantau dari jauh. Melihat apa saja yang bisa dilakukan untuk memajukan Sumbar, apa saja potensi dan kekuatan yang bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan per kapita warga Sumbar. Siapa saja yang bisa diajak untuk menginisiasi dan berkolaborasi untuk Rnaah Minang tercinta. Siapa saja yang mau menggunakan kekuasaan sebagai kepala daerah untuk kemajuan daerahnya.

    Sebab sampai saat ini, STH dipantaskan untuk mendampingi H. Mahyeldi Ansharullah. Ada juga yang menyandingkannya dengan Komjen Pol (Purn) Dr. H. Boy Rafli Amar Datuk Rangkayo Basa. Partai Golkar juga telah menyatakannya sebagai bakal calon Kepala Daerah Sumbar.

    Tidak hanya itu, Yotris menambahkan, STH didapuk untuk maju sebagai Calon Walikota di Kota Padang Panjang dan Calon Bupati Tanah Datar. Khusus Tanah Datar, jika mau menjadi Calon Wakil Bupati, maka dia didukung untuk bersanding dengan Eka Putra, S.E, M.M. Kubu Wabup Richi Aprian, S.H, M.H, pun mulai merapatkan barisan.  

    Sementara untuk maju  itu, dari beberapa tokoh dari Batipuh dan X Koto mendukung STH. Mereka menyatakan jika ada putra dari Batipuh dan X Koto yang maju sebagai kepala daerah di Tanah Datar, mereka siap mendukung. Sebab terdapat kekerabatan suku antara Batipuh dan X Koto. (zulfadli)

    Balihonya Mulai Bertebar di Mana-mana, Ini Dia Sosoknya!!!

    Padang
    – Pasca Pemilu 2024, mulai bertebar baliho baru. Termasuk baliho atas nama Ir. H. Surya Tri Harto, MT., MBA gelar Datuak Rangkayo Mulia Nan Di Apa bertebar di lokasi-lokasi strategis Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

    Berbagai spekulasi bermunculan di tengah Masyarakat, juga di berbagai platform media sosial. Ini baliho calon gubernurkah atau ada maksud lain di baliknya.

    Dari penelusuran, ternyata baliho itu merupakan inisiatif dari beberapa orang yang menyebut dirinya Relawan Surya Tri Harto (Relawan STH).

    Surya Tri Harto yang akrab disapa STH, ketika dihubungi membenarkan bahwa puluhan baliho itu merupakan inisiasi dari kelompok yang menamakan Relawan STH. Dan para relawan merasa sudah saatnya mendorong STH untuk memimpin di Ranah Minang mengingat track record-nya di Pertamina dan berbagai organisasi sosial baik lokal, regional maupun nasional.

    “STH untuk Ranah Minang. Begitu kata mereka yang menamakan dirinya Relawan STH tersebut,” ungkap Surya mengulangi penegasan para relawan tersebut, Senin 1 April 2024.

    Surya pun mengakui, ada aspirasi agar dia maju dalam Pilkada 2024. Bahkan aspirasi itu berupa desakan kuat terhadapnya. "Ada beberapa aspirasi agar saya maju di Sumbar atau daerah lain, tapi saya masih butuh waktu untuk mempertimbangkannya," ungkap Surya.

    Dia menegaskan pertimbangan mendalam tentu harus dia lakukan dan harus menghitung potensi dan berbagai kemungkinan sebelum memutuskan untuk maju dalam kancah politik tersebut, karena ia menyadari bukanlah seorang politisi, Tak punya kartu anggota partai (KTA). Apalagi selama ini dia dikenal seorang profesional di bidang perminyakan, dan harus mempertimbangkan amanah yang belum lama disandangnya di PT Pertamina International Shipping (PIS).

    Surya pun pada tahun 2023 mendapat amanah dari kaumnya di Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Ia menagku gelar pusako adat Datuak Rangkayo Mulia Nan Di Apa dari kaum suku Guci di Koto Laweh.

    "Kalau pun maju, tentu lewat jalur independen atau ada partai meminang," tukasnya.

     

    Mengenal Lebih Dekat STH

    Seperti yang disebutkan Surya Tri Harto, berbagai pertimbangan harus dia dalami. Apalagi dalam Pemilu 2024 lalu banyak sosok yang familiar di tengah Sumatera Barat, telah banyak berbuat untuk masyarakat, namun tidak berhasil terpilih menjadi wakil rakyat. Fenomena ini harus dikaji dengan sebaik-baiknya.

    Namun tidak ada salahnya jika dipaparkan sedikit tentang STH. Surya lahir di Solok 21 Oktober 1966. Di Kota Beras itu pula, Surya tumbuh besar hingga bangku SMA. Saat menjadi pelajar di SMP Negeri 2 Kota Solok, ia telah dipercaya memimpin organisasi, seperti Ketua Umum OSIS SMP Negeri 2 Solok. Dan kala di SMA, ia dipercaya menjadi Sekretaris Umum OSIS SMA Negeri 1 Solok.

    Setamat SMA Negeri 1 Solok, Surya berkuliah di Fakultas Teknik, Universitas Andalas. Semasa kuliah, ia terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas periode 1987-1990.

    Di tengah kesibukan mengikuti perkuliahan, ia pun menyempatkan diri untuk menekuni kegemarannya bermain musik. Ketekunannya berbuah manis dan terpilih sebagai drummer terbaik dalam sebuah festival musik di Pantai Kata, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

    Dalam pendidikan eksekutif ia mengikuti General Management Program di Harvard Bussiness School, Amerika Serikat tahun 2012 serta Global Executive Development Program, kerjasama Pertamina dengan INSEAD Singapore tahun 2014.

    Dari pendidikan akademik lanjutan, ia meraih gelar Magister Teknik dalam bidang Manajemen Proyek dari Universitas Indonesia pada tahun 2002 serta Master of Bussiness Administration (MBA) dari Universitas Gadjah Mada tahun 2009.

    Kini Surya menjabat sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service di PT Pertamina International Shipping (PIS). Artinya, hingga sekarang aa telah mengabdi di Pertamina selama lebih dari 30 tahun dan menapaki berbagai jenjang karir.

    Di tengah kesibukannya sebagai profesional di BUMN, STH juga berupaya memberikan yang terbaik bagi sekitarnya. Ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti pendiri dan Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas (KATUA) dua periode (2005-2010 dan 2010-2015). Periode 2016-2021 menjabat Wakil Ketua Umum/Ketua Harian Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand).

    Dia pun mendirikan yayasan yang menghimpun segenap potensi, inisiasi dan kolaborasi dari lintas perguruan tinggi, lintas sektoral, lintas badan usaha untuk berbuat yang terbaik bagi Sumatera Barat. Dengan yayasan yang diberi nama Yayasan KATEDA ini dia mengawali mimpi besar memajukan Sumatera Barat lewat Gerakan Keluar Bersih. Lewat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, dilaksanakanlah Gerakan Sumbar Bersih.

    Dia pun dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasehat Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Sumatera Barat yang dipimpin Fadli Amran yang saat itu adalah Wali Kota Padang Panjang, serta Anggota Dewan Penyantun Gebu Minang Pusat yang dipimpin oleh Osman Sapta Odang (OSO) Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo. (zulfadli)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2