Padang - Dari 119 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia, cuma 52 BUMN yang transparan mengungkapkan laporan tahunan ke publik. Dari jumlah itu, sebanyak 17 dari 20 BUMN atau sekira 85 persen berbentuk perseroan terbatas (PT) terbuka (Tbk) yang bisa dinyatakan transparan.
Kenyataan ini bertolak belakang dengan harapan publik yang menganggap perseroan terbatas (terbuka) makin menjamin perusahaan tersebut transparan. "Jadi belum menjamin suatu perusahaan berbentuk PT (Tbk) bakal transparan dengan kondisi perusahaannya," ujar Ketua Tim Peneliti indeks transparansi BUMN (Berbasis website), Miko Kamal, Ph. D di aula Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Kamis (21/12).
Diungkapkan Miko Kamal tiga perseroan terbatas (terbuka) itu adalah Krakatau Steel, Kimia Farma dan Indofarna. Kekurangan ketianua menurut Miko, Krakatau Steel tidak memuat peringkat kredit dalam laporannya, Kimia Farma tidak memuat mekanisme pengadaan barang dan jasa. Adapun Indofarma tidak menyediakan laporan tahunan mereka. (R1f)
Tampilkan postingan dengan label transparan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transparan. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Komentar (Atom)
SUMBARKINI
Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.
Pendidikan
5/pendidikan/feat2
sumbarkinidotcom
Situs berita yang menampilkan informasi dan perkembangan di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

Social Media Icons