• Breaking News

    Ketua PPS Nagari Muaro, Sudirman Lantik 182 Anggota KPPS Muaro Untuk Pilkada Tahun 2024..

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Sebanyak 182 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)  Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 resmi dilantik.

    Pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota KPPS Nagari Muaro oleh Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nagari Muaro, Sudirman ini dilaksanakan di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, pada Kamis 7 November 2024.

    Dalam sambutannya, Ketua PPS Nagari Muaro Sudirman mengatakan, pelantikan KPPS ini dilakukan serentak di 37 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota dengan melibatkan 3.337.435 KPPS yang bertugas pada 435.296 titik lokasi TPS se Indonesia.

    "Sedangkan Pelantikan dan Pengambilan sumpah jani anggota KPPS di Nagari Muaro ini diikuti sebanyak 182 orang anggota KPPS yang akan bertugas di 26 TPS (25 TPS ditambah 1 TPS Khusus di Lapas Muaro) nantinya,"ujar Sudir.

    Untuk pemilihan anggota KPPS ini lanjut Sudir, PPS telah melakukan tahapan seleksi yang terbuka dan partisipatif. PPS telah mengumumkan pendaftaran, menerima dan meneliti  administrasi, mengumpulkan hasil seleksi, dan menerima tanggapan dan masukan masyarakat dan telah menetapkan anggota KPPS yang terdiri dari 7 orang untuk setiap TPS yang ada di Nagari Muaro.

    "Oleh karena itu kami mengucapkan selamat kepada anggota KPPS yang telah dilantik. Selamat menunaikan tugas dalam mensukseskan Pilkada tahun 2024. Kami berharap kepada anggota KPPS untuk selalu menegakkan nilai-nilai dasar organisasi dalam menanamkan nilai-nilai profesional, mandiri dan berintegritas. Diharapkan juga bagi anggota KPPS dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas,"harap Sudir.

    Camat Sijunjung, Khairudin, SE dalam sambutannya juga menyampaikan selamat kepada anggota KPPS  Nagari Muaro yang baru saja dilantik dan telah menjadi penyelenggara pada Pilkada Tahun 2024.

    "Kami berharap kepada bapak dan ibu yang dilantik agar kedepan selalu menjaga kekompakan dan integritas. Jalin kerjasama dan kolaborasi yang baik antara sesama penyelenggara pilkada. Mari kita bersama sama menjaga agar Pilkada tahun 2024 ini di Kabupaten Sijunjung pada umumnya, dan khususnya di Kecamatan Sijunjung serta Nagari Muaro bisa berjalan aman, tertip dan lancar tanpa adanya kendala yang terjadi,"harap Khairudin.

    Sementara itu, Komosioner KPU Sijunjung, Bayu Agung Perdana, S.IP selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat kepada anggota KPPS yang baru saja dilantik, juga mengingatkan anggota KPPS agar selalu bisa menjaga netralitas.

    "Setelah dilantik. Bapak dan ibu telah resmi bergabung menjadi keluarga besar KPU. Oleh karena itu kami berpesan selaku divisi hukum dan pengawasan agar bapak dan ibu bisa menjaga netralitas, integritas  dan kepercayaan publik,"ujar Bayu.

    "Bapak dan ibu dilantik pada hari ini (Kamis 7 November). Berarti masih ada waktu 20 hari lagi menjelang pemilihan 27 November nanti. Diwaktu yang lama tersebut kami berharap bapak dan ibu selalu berhati hati dan menjaga diri, jangan sampai terpengaruh. Oleh karena itu kami selalu mengingatkan bapak dan ibu,"pesan Bayu.

    Pelantikan yang berjalan lancar tersebut dihadiri, Komisioner KPU, Bayu Agung Perdana, Camat Sijunjung, Khairudin, Anggota BPN Muaro, PPK Kecamatan Sijunjung, Wira, Ketua PPS Nagari Muaro, Sudirman beserta anggota, Sekretaris Nagari Muaro, Fauzan, PKD Nagari Muaro  Adel, dan undangan lainnya.

    (Andri)

    Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Tekankan Pentingnya Optimalkan Pendapatan Daerah Meski APBD 2025 Pesimistis

    Padang(Sumbarkini.com)– Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Nanda Satria, menegaskan bahwa meskipun kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar Tahun 2025 terlihat pesimistis, DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

    Hal ini disampaikan Nanda saat memimpin rapat paripurna DPRD Sumbar pada Selasa (5/11/24) yang membahas jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait rancangan peraturan daerah (ranperda) APBD Tahun 2025.

    Nanda menjelaskan bahwa pesimisme terhadap APBD 2025 muncul akibat penurunan dana sebesar Rp1,3 triliun dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya, yang diakibatkan oleh penerapan regulasi baru. “Hal ini tidak bisa dihindari karena adanya aturan yang harus diikuti,” kata Nanda. 

    Ia menegaskan bahwa upaya DPRD dan Pemprov Sumbar harus difokuskan pada penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Dengan demikian, kebutuhan anggaran untuk program-program prioritas daerah dapat tercukupi. Nanda juga menyampaikan bahwa target pendapatan dan belanja yang diusulkan dalam APBD 2025 jauh lebih rendah dibandingkan target tahun 2024 dan realisasi tahun 2023.

    "Perlu langkah konkret dari DPRD dan Pemprov Sumbar untuk meningkatkan PAD, terutama melalui optimalisasi sektor-sektor yang menjadi kewenangan daerah," ungkap Nanda.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, DPRD Sumbar mengupayakan agar alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik mencapai minimal 40% dari total APBD, sementara belanja pegawai dibatasi maksimal 30%. Nanda menyoroti bahwa APBD 2025, sebagai APBD transisi, juga perlu menyelaraskan program APBD Provinsi dengan APBN serta menyediakan ruang untuk penyesuaian prioritas kepala daerah terpilih pada Pilkada Serentak 2024.

    Menurutnya, APBD 2025 akan menjadi titik awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, di mana banyak target indikator kinerja utama pembangunan daerah yang ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat. “Harus jelas dukungan dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk program maupun anggaran, untuk mendukung pencapaian target-target dalam RPJPD,” tambahnya.


    Pj Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi, mengungkapkan berbagai strategi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dalam APBD 2025. Salah satu upayanya adalah peningkatan penerimaan pajak dengan memanfaatkan teknologi digital dan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

    Audy juga menyoroti potensi aset pemerintah yang dapat dikelola, seperti tanah, gedung, dan bangunan yang dapat disewakan kepada pihak ketiga untuk meningkatkan pendapatan daerah.

    "Pemanfaatan aset ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pemerintah provinsi," ujar Audy.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, DPRD dan Pemprov Sumbar berharap dapat mengatasi tantangan fiskal APBD 2025 dan memastikan terlaksananya program pembangunan prioritas demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.(putra)

    Level Appolo FC Tumbangkan RJ Doli Appolo FC di Liga Modis Ponsel Ashraf Coconut, Rabu 6 November 2024

    Korong Olo Bangau(Sumbarkini.com)- Pada lanjutan Liga Modis Ponsel Ashraf Coconut yang digelar hari ini, Rabu, 6 November 2024, Level Appolo FC tampil dominan dengan mengalahkan RJ Doli Appolo FC 3-1.

    Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Tanajan, Korong Olo Bangau, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman ini menarik perhatian para penonton dengan permainan yang sengit dan penuh aksi.

    Sejak babak pertama, Level Appolo FC langsung tampil agresif. Pada menit-menit awal, mereka mencoba mencetak gol melalui tendangan jarak jauh yang ditepis oleh kiper RJ Doli Appolo FC, Bila Akia.

    Tidak butuh waktu lama, Level Appolo FC berhasil membuka keunggulan lewat tendangan keras dari Ego yang tidak mampu dibendung, mengubah skor menjadi 1-0.

    Tekanan Level Appolo FC terus berlanjut. Pertahanan RJ Doli Appolo FC kewalahan dan sempat menghadapi kendala besar saat pemain belakang mereka, Ipang, terkena kartu merah akibat pelanggaran handball di luar kotak enam belas.

    Keluarnya Ipang membuat RJ Doli Appolo FC semakin kesulitan menahan serangan demi serangan dari lawan.

    Dengan keunggulan jumlah pemain, Level Appolo FC memanfaatkan peluang dan kembali mencetak gol kedua lewat Rizki, hasil umpan silang dari Ego. Skor 2-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

    Memasuki babak kedua, RJ Doli Appolo FC mencoba memperbaiki permainan dengan memasukkan Dedi Oway dan Ad Galon. Namun, dominasi Level Appolo FC tetap terlihat.

    Nega, pemain andalan Level Appolo FC, berhasil menambah gol ketiga melalui tendangan terukur, membuat kiper RJ Doli Appolo FC kembali memungut bola dari dalam gawangnya.

    Meskipun tertinggal, RJ Doli Appolo FC akhirnya mampu memperkecil ketinggalan lewat Dedi Oway yang mencetak gol pada babak kedua. Skor 3-1 bertahan hingga peluit akhir pertandingan.

    Susunan Pemain
    - Level Appolo FC: Hendri (Penjaga Gawang), Zikrul, Hanafi, Dafa, Ego, Nega, Rizki, Dayat (Oos).

    -RJ Doli Appolo FC: Bila Akia (Penjaga Gawang), Ipang, Ipan, Aldo, Bagindo Wahid (Dedi Oway), Fajri (Ad Galon), Iid Kumis.

    Dengan kemenangan ini, Level Appolo FC semakin memperkokoh posisinya sebagai kandidat juara Liga Modis Ponsel Ashraf Coconut.(putra)

    Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Luncurkan Program WAWASAN Nusantara

    Karawang (sumbarkini.com) – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) hari ini meluncurkan Program WAWASAN Nusantara (WASH Management, WasteManagement, and Nutrition for Nusantara), di Desa Kutamaneuh, Karawang, Jawa Barat. Program ini merupakan kelanjutan dari program WASH+ (Water Access, Sanitation and Hygiene +) yang sukses menunjukkan upaya pengelolaan air berbasis masyarakat, sekaligus menjadi dasar pendekatan komprehensif program ini.


    WAWASAN Nusantara merupakan program WASH+ yang diperluas cakupannya pada pengelolaan sampah padat dan cair, peningkatan nutrisi masyarakat melalui pengembangan pertanian skala rumah tangga, dan pemberdayaan usaha mikro yang berbasis pada pengelolaan sampah dan produk pertanian. Pendekatan yang holistik ini berpusat pada hubungan antara air, sanitasi, pengelolaan sampah, dan nutrisi dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Melalui pengentasan permasalahan ini secara terintegrasi, WAWASAN Nusantara bertujuan untuk menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
     

    Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam hal akses terhadap sanitasi yang layak. Berdasarkan data dari Bank Dunia pada tahun 2020, sekitar 100 juta penduduk di Indonesia masih kekurangan akses ke fasilitas sanitasi yang layak, dan sekitar 60 juta penduduk Indonesia tidak memiliki pilihan selain buang air besar di tempat terbuka, yang sering kali dilakukan di tanah atau di sungai. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya tingkat kontaminasi sumber air minum rumah tangga, yang mengarah pada penyebaran penyakit diare, salah satu penyebab utama kematian balita seperti yang dilaporkan oleh Portal Air Indonesia (2022). Borgen Project (2020) mencatat bahwa setidaknya terdapat 120 juta kasus penyakit dan 50.000 kematian dini di Indonesia setiap tahunnya dan menyebabkan kerugian sebesar $3,3 miliar per tahun bagi negara akibat sanitasi yang buruk.


    Melalui program WASH+, CCEP Indonesia, bersama dengan mitra pelaksana Water Stewardship Indonesia (WSI) dan Safe Water Gardens (SWG), telah melakukan serangkaian intervensi di Desa Kutamaneuh. Inisiatif ini dimulai dengan sensus desa untuk melakukan pendekatan berbasis data dalam merancang penyediaan akses air bersih, fasilitas sanitasi, dan fasilitas pengelolaan sampah; pembangunan fasilitas air dan sanitasi dengan system penggunaan kembali air untuk pertanian skala rumah tangga; serta serangkaian pelatihan bagi masyarakat dan aparat desa guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sanitasi dan nutrisi serta membekali mereka dengan keterampilan usaha, pengelolaan sampah, dan pengembangan proposal untuk meningkatkan sumber pendanaan desa untuk pengadaan fasilitas air bersih, sanitasi dan pengelolaan sampah.
     

    “Melalui peluncuran WAWASAN Nusantara, kami bermaksud memperluas pendekatan WASH+ yang merupakan program pengelolaan air berbasis masyarakat dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah dan nutrisi berkelanjutan. Pengembangan program ini tidak hanya akan meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan yang lebih baik melalui perbaikan gizi dan menciptakan peluang ekonomi melalui 2Classification: Internal usaha mikro berbasis sampah dan pertanian; sehingga dapat menjadi salah satu solusi permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini. Dengan para pemangku kepentingan terkait, kami berkolaborasi dalam aksi yang mendorong pembangunan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan, sehingga juga dapat mempercepat pencapaian target Pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030.” jelas Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia.


     

    Sebagai bagian dari acara peluncuran, CCEP Indonesia menyelenggarakan diskusi panel bertajuk “Pendekatan Terpadu dalam Menyediakan Akses Air Bersih, Sanitasi, dan Higienitas: Sebuah Telaah dari Proyek Berbasis Masyarakat.”


    Fany Wedahuditama dari Water Stewardship Indonesia menyoroti pentingnya proses sensus desa dalam program WASH+, dengan menyatakan, “Sensus ini memungkinkan kami untuk mengukur indikator utama dan merancang intervensi berbasis data. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam akses air bersih dan fasilitas sanitasi, yang secara positif berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.” 


    Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ekonomi & Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, Eka Jatnika Sundana, ST., M.Sc menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. 

    “Program-program seperti WAWASAN Nusantara, yang menggunakan pendekatan komprehensif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sangat penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan. Kami mengapresiasi inisiatif CCEP Indonesia dan berharap dapat melihat lebih banyak kemitraan seperti ini di masa depan.”


    Perkembangan ini juga disambut baik oleh Camat Tegalwaru, Bunawan, “Program WASH+ telah membawa perubahan positif bagi masyarakat Kutamaneuh. Kami optimis bahwa WAWASAN Nusantara akan memperluas manfaat ini dan berkontribusi pada peningkatan ketahanan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.”


    Karina menambahkan, “Kami berharap pengembangan program WASH+ menjadi WAWASAN Nusantara dapat memberikan dampak yang komprehensif dan positif. Pendekatan terpaduyang menghubungkan pengelolaan air, sanitasi, sampah, dan nutrisi sangat penting untuk menciptakan dampak berkelanjutan dan mendukung target pembangunan nasional. Dengan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, kami berharap program ini dapat menjadi model untuk diimplementasikan di daerah lain.” (*)

    Disaat Siswa Sibuk Belajar, Sebuah Rumah Guru SDN 18 Pematang Panjang Ludes Terbakar.

    SIJUNJUNG  (Sumbarkini.com) - Sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Pematangpanjang, Di Jorong Koto Tangah, Nagari Pematang Panjang ludes terbakar.

    Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Rabu (6/11/2024) saat aktivitas sibuk proses belajar mengajar siswa 

    "Kami dapat laporan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Rumah Dinas Guru di SDN 18 Pematang Panjang itu pada pukul 09.27 WIB,"papar Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Sijunjung, Syamsurijal,S.T, pada Rabu 6 November 2024 siang.

    Ia menjelaskan, pasukan pemadam kebakaran tiba dilokasi pada pukul 09:35 WIB. 

    "Tak ada yang tersisa akibat kebakaran tersebut. Api bisa dijinakan sekitar pukul 10.25 WIB setelah dikerahkan  dua 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Muaro & Pos Damkar IV Nagari,"jelas mantan Sekretaris Dinas PUPR dan mantan Sekretaris Dinas Kominfo Sijunjung itu.

    Ia tak merinci berapa kerugian akibat kebakaran tersebut. Namun ia menjelaskan, kebakaran tersebut diduga akibat Korsleting listrik. (*)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2