• Breaking News

    Leonardy Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan, Jadikan Perbedaan sebagai Rahmat Allah

    Padang -  Anggota DPD RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah. Dia mengajak umat Islam di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya untuk memanfaatkan momen Ramadhan tahun ini sebagai ladang amal terbaik kita selama ini.

    "Mari manfaatkan Ramadhan tahun ini untuk melaksanakan amalan-amalan yang mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Bisa meraih derajat taqwa, menjadi orang yang bersyukur dan kembali fitrah," ujar politisi senior yang akrab di sapa Bang Leo ini.

    Dikatakan oleh Leonardy, guru-guru kita telah sering menyampaikan pesan-pesan Al-quran bahwa Allah itu dekat dan ketika Allah dekat, maka Allah akan mengabulkan doa-doa kita.  

    Untuk itu Leonardy mengajak, "Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui taubat dan memperbaiki shalat. Lalu perbaiki dan perbanyak zikir. Di bulan puasa inilah kekuatan untuk beribadah itu semakin tinggi. Makanya manfaatkan momen ini sebaik-baiknya."

    Banyak yang menanti Ramadhan datang menjelang, Bahkan menjadi jeritan rindu orang yang beriman. Mereka tidak akan pernah menyambutnya dengan biasa-biasa saja. Akan ditunggunya bagai orang yang kehausan menunggu air, bagaikan jiwa yang letih menunggu pelukan.

    Leonardy mengingatkan, Ramadhan datang setiap tahun. Tapi kita belum tentu selalu ada. Betapa banyak yang tahun lalu puasa bersama kita, kini namanya tinggal di doa. "Kalau tahun ini kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan, maka sejatinya ia membawa pesan yang sangat halus namun mendalam, Jika Allah masih memanggilmu ke Ramadhan, berarti Allah masih menginginkanmu. Ramadhan adalah undangan untuk pulang," ungkapnya. 

    Terkait perbedaan yang terjadi akibat penggunaan metode hilal dan rukyat dalam penentuan awal puasa, Leonardy mengajak semua elemen untuk menahan diri, tidak memperuncing keadaan dengan memperbanyak perdebatan di media sosial atau ruang publik lainnya. 

    "Masing-masing pihak pasti memiliki dasar, dalil atau hujjah yang kuat untuk menentukan awal Ramadhan 1447 H. Perbedaan itu terjadi bukan hanya saat ini, sejak dulu. Jangan sampai kita merusak kesucian hati, merusak silaturahmi," tegasnya.

    Ditegaskan Leonardy, baik Pemerintah, Muhammadiyah, NU, Syattariyah, Naqsabandiyah sering berbeda memulai puasa. Namun jangan sampai itu yang dipermasalahkan. "Permasalahkanlah apakah puasa kita sudah sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya. Apakah puasa kita membawa dampak signifikan pada diri kita? Apakah puasa kita diterima?" ujarnya.

    Leonardy juga mengingatkan pentingnya saling memafkan sebelum memasuki Ramadhan. "Marhaban yaa Ramadhan. Saya, Leonardy Harmainy Datuak Bandaro Basa mengucapkan selamat meunnaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin," pungkasnya. (zul)

    Angin Cinta dari Timur, Andarizal Optimis KJI Semakin di Hati

    Sidrap (Sulsel) -  Pengurus Kolaborasi Jurnalistik Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) sengaja memilih 14 Februari 2026 sebagai hari pelantikan mereka. Tanggal 14 Februari yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang itu mewujudkan Kasih Sayang yang terbentuk antara para jurnalis di Sulawesi Selatan dengan KJI.

    Dimotori oleh Edi Basri, jurnalis yang sudah banyak memimpin organisasi wartawan di Negeri Angin Mamiri itu memutuskan bergabung dengan KJI. 

    Ketua KJI Sulsel, Edi Basri pun tancap gas. Dia menyatakan, "Kita konsolidasi secepatnya. Rapat kerja kita agendakan usai Lebaran sekaligus penguatan struktur daerah. Pokoknya gaspol, tapi tetap terukur. Kita memulai dengan Bismillah,"

    Edi Basri pun mengungkapkan meski tak hadir dikarenakan agenda penting yang tak bisa diwakilkan, Dandim 1420/Sidrap, Andi Zulhakim tetap mengirim pesan moral. KJI dan TNI, khususnya Kodim 1420/Sidrap harus lebih bersinergi lagi. Senada, Kapolres Sidrap, Dr. Fantry Taherong, dan Kapolres Parepare, Indra Waspada Yuda, juga memberi dukungan penuh. Keduanya bahkan mengirim karangan bunga berukuran jumbo untuk KJI Sulsel.

    Ditegaskannya, kontribusi Dandim dan dua Kapolres ini tidak perlu diteriakkan. Tapi terasa. Mereka menjaga ruang publik tetap kondusif. Mereka memastikan organisasi seperti KJI bisa tumbuh tanpa beban psikologis. "Itu modal besar kami, KJI Sulsel," tegasnya.

    Tentus saja hal ini membanggakan. Ketua Umum KJI Andarizal dan Ketua KJI Nasional Nurfandri jelas bahagia melihat gegap gempitanya dukungan terhadap KJI di Sulsel. Dalam pelantikan itu hadir unsur Kejari Sidrap, Ketua Kadin Sidrap Andi Muh Yusuf Ruby, Owner Puncak Bila Ahmad Shalihin Halim, pimpinan PWI, JMSI, HIPSI, KWRI, SMSI, KNPI dan ormas. 


    "KJI Sulsel lahir bukan dalam ruang hampa. Ia lahir di tengah ekosistem. Tak banyak kata, tak banyak drama mereka membuktikan tekadnya untuk membesarkan KJI di Sulawesi Selatan. Terbukti hanya selang dua bulan, mereka melaksanakan pengukuhan pengurus tanda mereka resmi mengusung nama KJI," ungkap Ketua Umum KJI, Andarizal, usai pelantikan.

    Betapa Andarizal tak berbunga-bunga, perjuangan berat mewujudkan organisasi wartawan yang lahir di Ranah Minangkabau akhirnya berbuah manis. 

    Andarizal, ingin organisasi lahir di tempat kelahiran tokoh pers terkemuka Indonesia: ADINEGORO. tak hanya lahir di Sumatera Barat, organisasi itu harus berkembang, mengepakkan sayapnya ke seantero nusantara.

    Dan di tahun kedua KJI hadir, KJI mulai resmi dikukuhkan sebagaimana layaknya sebuah organisasi. "Kami ingin kebangggaan para jurnalis terhadap organisasi wartawan yang lebih dulu hadir, membuncah pula untuk KJI. Sulawesi Selatan telah memulainya," ungkap Andarizal.

    Andarizal pantas bangga, sepanjang tahun 2026 ini, akan beruturut-turut provinsi lainnya minta dikukuhkan pula kepengurusannya. Bulan depan direncanakan KJI Medan akan dikukuhkan, "Jabar, Bali dan sejumlah lainnya terlah mengonfirmasi untuk dikukuhkan pula. Semoga angin cinta dan penuh sayang dari Sulawesi Selatan ini, dari Timur ini, menjadikan KJI sebagai organisasi wartawan yang punya marwah, punya harkat dan martabat namun dibungkus dengan etika," tegasnya. (zul)

    Libur Imlek, PT KAI Divre II Siapkan 31.168 Tempat Duduk

    Padang
    - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat siapkan sarana transportasi dalam menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir lonjakan mobilitas masyarakat dan PT KAI menyiapkan total 31.168 tempat duduk selama periode 14–17 Februari 2026.


    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa ketersediaan tempat duduk tersebut setara dengan rata-rata 7.792 kursi per hari. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas masyarakat dan wisatawan di Sumatera Barat tetap lancar selama long weekend.


    KAI menyiagakan tiga layanan kereta api lokal yang menjadi favorit masyarakat untuk bepergian maupun berwisata. KA Pariaman Ekspres yang melayani Pauh Lima – Naras beroperasi 10 perjalanan sehari dengan tarif terjangkau Rp5.000. Kereta ini menjadi andalan wisatawan yang hendak menuju objek wisata Pantai Gandoriah, Pariaman.

    KA Minangkabau Ekspres yang melayani rute Pulau Aie – BIM beroperaso 12 perjalanan sehari dengan tarif Rp10.000. Selain akses ke bandara, layanan ini mendukung wisata edukasi melalui program tiket rombongan.

    Sementara KA Lembah Anai yang beroperasi pada rute Kayutanam – Padang melayani 6 perjalanan sehari. Untuk rute ini ditawarkan pengalaman perjalanan dengan pemandangan alam asri khas Sumatera Barat.

    "Kehadiran ketiga layanan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal Minangkabau," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2).

    Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Tiket kereta api lokal dapat dipesan secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan.

    Reza juga menekankan agar calon penumpang hanya melakukan transaksi melalui aplikasi resmi Access by KAI. Hal ini penting untuk menjamin keamanan transaksi dan menghindari potensi penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

    "Kami berkomitmen terus meningkatkan layanan, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kenyamanan, guna menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi pada momen libur panjang ini," pungkasnya.  (*/nelvi) 

    Bukan Sekadar Sawit, Ada 12 Miliar Ton Batu Kapur: Sumbar Serius Garap Percepatan Pembangunan Pasbar


    Pasaman Barat - Usai meresmikan jembatan Bungo Tanjung–Teluk Tapang, Air Bangis, Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, langsung memimpin Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Pemkab Pasaman Barat (Pasbar) di Auditorium Kantor Bupati Pasbar pada Jumat (13/2). Agenda tunggalnya jelas: mendobrak stagnasi dan menggencarkan "Percepatan Pembangunan Pasbar" melalui optimalisasi potensi logistik dan sumber daya alam yang melimpah. Pelabuhan Teluk Tapang menjadi sorotan utama, diproyeksikan sebagai urat nadi konektivitas baru wilayah utara Sumatera.

     

    Raker yang dihadiri perangkat daerah terkait, termasuk Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan, ini menjadi momentum strategis. Fokusnya tak hanya pada infrastruktur jalan, tapi juga pada harta karun alam yang selama ini terpendam. Mahyeldi menekankan perlunya tindak lanjut cepat terhadap sejumlah agenda vital.

     

    Salah satu bahasan yang paling menarik perhatian adalah Potensi Batu Kapur Gunung Tuleh yang diperkirakan mencapai 12 miliar ton—sebuah angka fantastis yang bisa mengubah peta ekonomi daerah. Selain itu, Raker juga membahas rencana pengembangan Bandara Laban agar statusnya dapat dikelola oleh Kementerian Perhubungan, serta upaya perluasan jaringan kereta api menuju Pasbar. Tak ketinggalan, isu percepatan penurunan status lahan seluas 168,2 hektare dan pengembangan peternakan di lahan ADP Air Runding turut dibahas, termasuk penataan skema distribusi BBM lokal.


    Mahyeldi menegaskan bahwa Pasbar menyimpan potensi yang luar biasa. “Potensi Pasbar sangat melimpah, terutama sawit dan air permukaan, kualitas pasir besinya sangat baik,” ujar Gubernur. Ia menambahkan, pembangunan trase baru Jalan Talu Pasbar sangat mendesak. Komitmen pendanaan pusat untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor Pasbar beberapa bulan lalu juga menjadi angin segar bagi daerah.


    Pengembangan akses menuju Teluk Tapang, menurut Gubernur, adalah langkah mutlak yang akan memperkuat konektivitas dan menunjang pertumbuhan ekonomi Pasbar. Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis untuk distribusi komoditas dari wilayah utara, termasuk Kepulauan Mentawai, menuju Pasbar dan Sumatera Utara. “Distribusi hasil perkebunan, pertambangan, dan perikanan pun diharapkan menjadi lebih efisien,” tambahnya, melukiskan visi efisiensi logistik.


    Menyambut dukungan tersebut, Bupati Pasbar Yulianto menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar. Ia menegaskan bahwa Percepatan Pembangunan Pasbar sangat membutuhkan sinergi kuat dengan pemerintah provinsi guna mengoptimalkan potensi daerah. Menurut Yulianto, Pelabuhan Teluk Tapang memiliki posisi sentral dalam mendukung konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.(Jimi)

    Edi Basri Resmi Nakhodai KJI Sulsel, Lawan Tsunami Hoaks dengan Kolaborasi


    Sidrap
    - Pengurus Kolaborasi Jurnalis Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) masa bakti 2026-2031 resmi dilantik. Acara yang berlangsung di kawasan wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidrap, Sabtu (14/2) ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, Ketua KJI Nasional, jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Sidrap, tokoh pers, serta sejumlah jurnalis senior. Mereka hadir menyaksikan  Edi Basri secara resmi menakhodai organisasi ini bersama jajaran pengurus baru.

    Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, menegaskan bahwa KJI hadir bukan sebagai kelompok eksklusif, melainkan sebagai wadah perjuangan untuk masyarakat. "Hari ini bukan sekadar seremoni pelantikan atau memakai atribut baru. Hari ini adalah Ikrar. Sebuah janji bahwa KJI hadir bukan untuk menjadi 'menara gading' yang eksklusif, melainkan menjadi jembatan informasi yang kokoh bagi masyarakat," tegasnya.

    Andarizal juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini yang harus berhadapan dengan "tsunami" informasi dan maraknya hoaks. Ia menekankan pentingnya nama "KOLABORASI" dalam organisasi ini sebagai kunci profesionalisme.

    Ia menitipkan tiga misi utama bagi pengurus KJI Sulsel. Pertama, mencerdaskan masyarakat. Kedua menyuarakan kebenaran. Ketiga menjaga etika jurnalistik.

    "Khusus untuk pengurus yang dilantik, jaga marwah organisasi ini. Ingat, kartu pers yang rekan-rekan pegang adalah amanah besar. Gunakan untuk membuka kebenaran, bukan untuk kepentingan pribadi. Makassar adalah kota pejuang, maka berjuanglah lewat pena dan karya," pesannya dengan tegas.

    Andarizal pun erharap agar para pengurus menghormati sumpah dan janji pengurus yang diucapkan saa dilantik. Patuhi kepemimpinan Edi Basri. Pengurus hendaknya komitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, patuh terhadap AD/ART organisasi, serta menjaga marwah profesi dan kode etik jurnalistik.


    KJI Sulsel juga dimintanya untuk berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan pers dan membangun kolaborasi yang sehat demi kemajuan informasi di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara luas. Dengan pelantikan ini, KJI Sulsel diharapkan segera bergerak menjalankan program kerja yang inovatif dan berdampak positif bagi dunia pers di wilayah Sulawesi Selatan. (KJI/Elsi) 

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2