• Breaking News

    Indahnya Ramadhan

    oleh : H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu) 

     

    RAMADHAN adalah bulan yang penuh cahaya. Ia datang bukan sekadar membawa kewajiban puasa, tetapi membawa kesempatan untuk membersihkan hati, menata ulang niat, dan mendekatkan  diri kepada Allah. 

    Wabup Iraddatillah Buka RAT Tutup Buku Tahun 2025 Koperasi Sijunjung Success Mandiri Kamang Baru.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 Koperasi Sijunjung Succsess Mandiri yang dilaksanakan di UDKP Kecamatan Kamang Baru, pada Kamis 26 Februari 2026.

    Safari Ramadan 1447 H, Evi Yandri Gaungkan Rehabilitasi Narkoba dan Zero Pasung di Padang

    Padang (sumbarkini.com) - Momentum Safari Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Dt Rajo Budiman, untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap persoalan penyalahgunaan narkoba dan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

    Mau Tagihan Setelah Lebaran Aman? Ini Kiat dari Perumda Air Minum Padang

    Padang – Ramadhan sudah bergulir beberapa hari. Tak lama lagi datang Idul Fitri. Untuk itu Perumda Air Minum Kota Padang mengingatkan pelanggannya untuk lebih rhati-hati terutama jika memanaatkan mmen dul fitri itu dengan berkumpul engan keluarga du kampung halaman. 

    Agar momen itu makin berkesan dan pelanggan tidak mengalami kejutan di Bulan April 2026, sebaiknya pelanggan melakukan beberapa hal yang disarankan oleh Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, Selasa 24 Februari 2026.  

    alam libur idul 1447 H/2026 sebentar lagi. Momen ini biasanya di gunakan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, merayakan lebaran bersama sanak keluarga.

    "Pertama, saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama, pelanggan harus memastikan stop kran dalam keadaan terkunci. Jika masih khawatir, mematikan stop kran di dekat meteran air untuk memastikan tidak ada air mengalir akibat kebocoran di instalasi pemipaan di rumah pelanggan," ujar Adhie.

    Adhie mengingatkan seperti itu, berkaca dari pengalaman-pengalaman atau keluhan dari pelanggan. Mereka merasa tidak memakai air sebanyak itu, lantaran cukup lama di kampung. 

    Biasanya, kata Adhie, karea buru-buru mau pulang kampung ada beberapa hal yang terlupa. Termasuk mematikan kran air dan stop kran dekat meteran. Tentu hal ini akan mengakibatkan air akan mengalir terus, angka di meteran pun selalu bergerak sesuai kecepatan aliran air yang melewati meteran tersebut. Dan ujung-ujungnya tagihan membengkak.

    "Selama terjadi aktivasi stop keran meteran dan keran air yang ada di rumah, akan mengakibatkan angka meteran bergerak sesuai kecepatan air yang mengaliri meteran tersebut. Berapa yang tertera, dan selisihnya dengan angka meteran bulan lalu, sebesar itulah yang harus dibayar pelanggan," tegasnya.

    Petugas hanya mencatat angka yang tertera di meteran. Dan pihak Perumda pun hanya berpedoman kepada angka yang tertera tersebut, untuk menentukan berapa besar tagihan pelanggannya.

    "Jadi sebelum hal ini terjadi, makanya pihak kami mengingatkan demi kebaikan berasma. Pelanggan senang, petugas kami pun tenang," ungkapnya sambil bercanda.

    Adhie berharap, pelanggan tidak terkena kejutan di tagihan airnya pada April nanti. Jangan disangka Perumda tengah melakukan April mop terhadap pelanggannya. 

    "Lebih baik berhati-hati dan memastikan semuanya mati. Kran air mati, semua peralatan listrik mati, kompor mati sebelum bepergian. Tagihna aman, liburannya pun nyaman," pungkasnya. (zul)

     


    Hal ini tak lepas dari aktivasi kran saat penghuni rumah berada di kampung halaman. Termasuk rembesan air di pipa yang berdampak pada tagihan.

    Humas Perumda Air Minum Kota Padang memberikan trik kepada pelanggan sebelum bepergian ke kampung halaman atau saat melakukan libur lebaran.



    Hal ini sebagai antisipasi dari aktivasi air dari beberapa kran yang ada di dalam rumah yang mengakibatkan membengkaknya tagihan air. (rif)

    Ramadan Tamu Agung yang Dirindukan

    oleh H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi  dan Bengkulu)

     

    RAMADHAN bukan sekadar bulan dalam hitungan kalender hijriah. Ia adalah tamu agung yang setiap tahun mengetuk pintu hati orang-orang beriman. Tamu yang membawa rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Tamu yang menghadirkan suasana  berbeda–lebih tenang, lebih khusyuk, lebih dekat kepada Allah.

    Sebagai mana tamu mulia, Ramadan tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa hadiah terbesar: kesempatan memperbaiki diri.

    Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

    "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
    (QS.Al-Baqarah ayat 183)

     

    Tujuan Ramadan jelas: takwa. Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih jiwa agar tunduk dan patuh kepada Allah.

    1. Ramadan Datang untuk Membersihkan Hati

    Selama sebelas bulan, hati kita sering dipenuhi debu dosa–lalai dalam shalat, mudah marah, gemar menggunjing, berat bersedekah. Maka Ramadan hadir seperti hujan yang membersihkan bumi yang kering.

    Puasa mengajarkan kita keikhlasan. Tidak ada yang tahu kita benar-benar berpuasa kecuali Allah. Di situlah latihan kejujuran dimulai.

    Ketika kita menahan diri dari yang halal (makan dan minum), makan seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari yang haram: lisan yang menyakiti, mata yang memandang maksiat, dan hati yang penuh iri.

    2. Ramadan Menghidupkan Hubungan dengan Al-Qur'an

    Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur'an. Karena itu, orang beriman merindukan tilawah, tadabbur, dan air mata yang jatuh saat ayat-ayat Allah menyentuh relung hati.

    Rumah-rumah yang biasanya sunyi dari bacaan Al-Qur'an mendadak hidup. Masjid-masjid yang biasanya lenggang menjadi penuh oleh jamaah tarawih.

    Ini pertanda bahwa jiwa kita sebenarnya rindu pada cahaya, hanya saja sering tertutup oleh kesibukan dunia.

    3. Ramadan Melatih Kepedulian

    Ketika kita merasakan lapar, kita belajar memahami saudara-saudara kita yang kekurangan. Maka zakat, infak, dan sedekah menjadi ringan dilakukan.

    Ramadan mendidik kita agar tidak agois. Bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang kenyang sendiri, tetapi tentang berbagi dengan yang lain.

    4. Sambut Ramadan dengan Kerinduan

    Para sahabat dahulu menyambut Ramadan dengan doa berbulan-bulan sebelumnya agar dipertemukan dengannya. Mengapa?
    Karena mereka tahu, tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadan berikutnya.

    Ramadan adalah tamu yang tidak pernah lama tinggal. Ia hanya singgah sebentar, lalu pergi. Jika kita tidak memuliakannya, bisa jadi ia datang dan pergi tanpa meninggalkan bekas dalam jiwa kita.

    Ramadan adalah tamu agung yang dirindukan. Ia datang membawa rahmat. Ia mengetuk hati yang ingin kembali kepada Allah.

     

    Salam LH 

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2