• Breaking News

    Warga Aisyiyah Harus Terus Dibina Dalam Memperjuangkan Empat Pilar

    Padang (sumbarkini.com) – Warga Aisyiyah mengharapkan agar pelajaran
    Pendidikan Moral Pancasila dan PPKn diperjuangkan untuk masuk kembali dalam kurikulum sekolah. Hal ini dikemukakan oleh guru dari PW IGABA Sumbar dalam sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan Anggota MPR RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH bersama Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumbar. Selasa 24 Juli 2018.

    Menanggapi pertanyaan guru dari organisasi otonom di lingkungan Aisyiyah Sumbar itu, Leonardy menyatakan, ”Kita bisa saja memperjuangkan kembalinya PMP dan PPKn ke dalam kurikulum sekolah. Bahkan dapat memperjuangkan keinginan dan harapan kita asalkan semakin banyak warga Aisyiyah yang melek politik.”

    Leonardy yang akrab dipanggil Leo ini menilai warga Aisyiyah sangat cinta Pancasila jika terpikirkan untuk mengembalikan PMP dan PPKn tersebut ke kurikulum sekolah. Tapi perlu diingat semua harus melalui saluran yang dibenarkan konsitusi. Orang yang memperjuangkannya pun harus berbentuk kelompok yang bersuara secara signifikan untuk melakukan perubahan tersebut.

    Caranya, perbanyak warga Aisyiyah yang mengerti politik, mau belajar politik secara terstruktur dan mau terjun ke dunia politik. Aisyiyah bisa saja membuka Sekolah Politik Perempuan Aisyiyah. Berbentuk akademi (D3) atau bahkan strata 1 (S1).  Kurikulumnya mencakup bidang politik berbangsa dan bernegara, berpolitik yang santun, pendidikan kewarganegaraan, pengembangan peran politik perempuan, eksekutif dan legislatif.


    Peluang besar terbuka bagi kader Aisyiyah. Leo mencontohkan kuota 30 persen bagi kaum perempuan di dunia politik sulit dipenuhi partai besar sekalipun. Jika kaum perempuan terbina secara politik bisa saja kuota calon legislatif perempuan terisi oleh warga Aisyiyah semuanya. “Bukan tak mungkin 21 anggota legislatif Sumbar berasal dari Aisyiyah. Itu peluang yang harus dimanfaatkan. Perjuangkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Mulailah segera,” urainya.

    Bahkan Leo menegaskan sosialisasi empat pilar di Aisyiyah ini diberi reweard khusus. Biasanya tugas konstitusi sebagai Anggota MPR untuk mensosialisasikan empat pilar ini hanya dialokasikan buat 150 peserta. Dengan Aisyiyah diberikan kuota 200 orang. “Ini apresiasi sekaligus harapan terhadap warga Aisyiyah untuk berjuang mempertahankan agar Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” tegasnya.

    DR. Sumartono, Dekan FISIP Unes memberikan dukungan penuh terhadap usulan dibentuknya sekolah politik tersebut. Bahkan dia bersedia menyumbangkan ilmu sebagai sedekah jariyahnya buat membuat pintar kaum perempuan di lingkungan Aisyiyah dalam hal komunikasi dan perpolitikan.

    Bahkan Sumartono yakin, perempuan minang yang maju ke dunia politik bisa memperjuangkan empat pilar ini. Keyakinan pakar ilmu komunikasi dan politik ini didasari oleh kebersahajaan yang umumnya dimiliki perempuan minang. “Saya yakin karena isteri saya orang Minang dan tahu kualitas yang diajarkan secara turun temurun,” ujarnya disambut tawa 200 hadirin.



    DR. Otong Rosadi, Aisyiyah pasti bisa di garda depan perjuangan empat pilar ini. Aisyiyah merupakan organisasi yang termasuk awal berjuang secara pergerakan.

    Ketua PW Aisyiyah, Dra. Meiliarni Rusli menyambut baik harapan dan dukungan yang diberikan terhadap Aisyiyah. Dukungan itu tidak hanya berguna di sektor politik, bahkan lebih dari itu. Semua amal usaha di bawah Aisyiyah bakal berkembang pesat jika warga Aisyiyah terbina dengan baik. (jus)

    Tidak ada komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2