• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label sosialisasi empat pilar. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label sosialisasi empat pilar. Tampilkan semua postingan

    Gandeng Unes, Leonardy Perbanyak Agen Empat Pilar

    Padang (sumbarkini.com) -  Generasi milenial menghadapi kondisi kekinian yang sangat komplek. Mereka harus mampu menyikapi perkembangan yang ada dengan sebaik-baiknya dengan melakukan hal-hal positif.

    Peduli dengan pembentukan karakter generasi milenial inilah Anggota MPR RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH menyasar kalangan mahasiswa untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

    “Dalam Buku Materi Sosialisasi Empat Pilar ada kajian-kajian tentang kondisi kekinian yang bakal dihadapi oleh generasi muda Indonesia. Bagaimana solusi untuk menjawab pun ada di dalamnya. Sehingga dengan membaca buku setelah kita buka cakrawala pemahaman mereka, para mahasiswa ini mampu mengamalkannya,” urai Leonardy yang juga alumni Fisipol Unes dan Program Magister Hukum Unes ini.

    Leonardy optimis, mahasiswa-mahasiswa kelahiran 1980-an dan 1990-an yang dikenal dengan disebut-sebut generasi Z atau generasi milenial ini pasti mudah memahami buku-buku materi empat pilar tersebut. Apalagi mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik dan penuh semangat. Mereka pun bisa menjadikannya bahan diskusi/kajian bersama teman dan dosennya.

    “Mereka-mereka inilah yang kita harapkan bisa mengamalkan sekaligus menjadi agen-agen yang menularkan Empat Pilar Kebangsaan kepada lingkungan sekitarnya,” harap pria yang akrab dipanggil Bang Leo ini.

    Menyerahkan Materi Sosialisasi Empat Pilar secara simbolis.
    Diakui Pimpinan DPRD Sumbar periode 2004-2014 tersebut sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini merupakan tugas wajib tiap Anggota MPR RI. Namun tidak mungkin anggota MPR yang 692 orang itu bakal berhasil menyosialisasikan kepada 265 juta penduduk Indonesia dalam waktu cepat.

    Makanya dengan melakukan kegiatan ini dengan mahasiswa UNES, semakin banyak agen empat pilar kebangsaan yang mengamalkan dan menularkannya ke penduduk lain. Karena bagi yang sudah pernah mengikuti buat mengingatkan kembali. Untuk yang belum, kita berikan edukasi hingga tingkat pemahaman. Diharapkan mereka mampun mengamalkan dan menularkannya kepada yang lain.

    Mememaparkan materi empat pilar kebangsaan.
    “Kita semakin yakin melihat dukungan Rektor Universitas Ekasakti Dr. Otong Rosadi dan Dekan Fisipol Universitas Ekasakti, Dr Sumartono, S.Sos, M.Hum, penyampaian keduanya dalam sosialisasi, upaya menyemangati mahasiswa ini berbuah manis. Makin banyak yang ikut mensosialisasikan empat pilar kebangsaan ini," ujarnya.

    Dengan cara ini, tegas Leonardy, bakal terbangun loyalitas, semangat dalam berbangsa dan bernegara demi keutuhan negara republik Indonesia. “Indonesia harus kita kawal dengan empat pilar ini. Kita harapkan warga negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, bangsa dan ras ini tidak terkotak-terkotak. Mereka bisa bersatu dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.


    Motivasi Mahasiswa Unes

    Anggota MPR RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH memanfaatkan waktu kebersamaan dengan adik-adik alumninya itu untuk memotivasi mereka. Dikatakan Leonardy dia beberapa tahun lalu pernah kuliah di Fisipol itu. Makanya ketika datang ke sana, Leonardy sempat tertegun dan mengamati beberapa ruangan.

    “Saya memutuskan kuliah di Unes setelah duduk di DPRD Sumbar, menjadi Ketua DPRD Sumbar. Saya merasa sangat memerlukan ilmu dan wawasan kepemerintahan sebab pihak eksekutif yang dihadapi adalah jebolan sekolah tinggi pamong seperti IPDN dan mereka telah berpengalaman pula beberapa tahun lamanya,” ungkap Leonardy.

    Belajar sambil bekerja tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Solusinya, jangan berhenti berpikir, berdoa dan berusaha. “Jangan pernah berhenti bermimpi. Pasti ada jalan. Jadi sembari kuliah, adik-adik mahasiswa sekalian bisa bekerja paruh waktu atau terlibat aktif di berbagai organisasi,” bebernya.

    Bahkan Leonardy menceritakan bagaimana dia bertemu dengan mahasiswa Unes di sejumlah gerai pelaku UKM. Salah satunya di Ummy Aufa Hakim di Jalan Veteran Padang. cukup banyak mahasiswa Unes yang bekerja paruh waktu di sana. Dan mereka mendapat dukungan luar biasa dari pemilik usaha, Lukman Hakim.

    Bahkan mahasiswa disarankan juga untuk menekuni organisasi politik. Tapaki karir bagi yang ingin berkarir di perpolitikan. Tapi diingatkannya agar berpolitik dengan santun. (*)

    GP Ansor Harus Terdepan dalam Menjaga NKRI

    Padang (sumbarkini.com) - Pemuda Ansor diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara. Sebagai organisasi yang sudah berusia 84 tahun, harusnya Ansor mampu memainkan peran yang lebih luas di era pesatnya perkembangan informasi dan teknologi ini.

    "Ansor berdiri 24 April 1934. Ini menandakan Ansor bagian dari perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia. Harusnya organisasi ini pun jadi bagian dalam mengisi kemerdekaan negeri ini," ujar Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S.IP, MH, di aula Forum Kerukunan Umat Beragama Padang, Kamis 6 September 2018.

    Leonardy, saat membuka sosialisasi empat pilar kebangsaan kerjasama MPR RI dengan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumbar, mengharapkan agar Pemuda Ansor dengan barisan serbaguna (Banser) nya menjadi solusi mempertahankan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

    Banser harus terdepan dalam menangkal radikalisme, berita hoaks dan isu terorisme ada di daerah kita. Ini membuat citra daerah buruk, berakibat pula pada investasi dan tingkat kunjungan wisatawan ke Sumbar.

    Leonardy yang juga Anggota DPD RI ini memotivasi Banser untuk mencitrakan Sumbar aman. Lalu.publikasikan di berbagai media sosial yang dipunyai.

    Dr. Otong Rosadi, ahli hukum tata negara memberikan gambaran seputar pentingnya menghayati nilai-nilai pada Pembukaan UUD 1945.

    "Kita hadir di sini karena keindonesiaan kita. Kita terusik karena keindonesiaan kita, kebersaman kita terganggu akibat pengaruh baik dari luar maupun dari dalam negeri," ujarnya.


    H. Leonardy Harmainy menyerahkan materi sosialisasi kepada peserta.

    Ditegaskannya Bangsa Indonesia kini sedang susah, tapi sayang ada anak bangsa yang senang melihat negaranya susah. Harusnya mereka.berkaca saat menyatakan krisis saat ini

    Kemerdekaan itu hak semua bangsa. Bukan karena dipersiapkan, tapi keyakinan untuk meraihnya. Otong mengibaratkannya seperti orang menikah.

    "Paling penting dari semua itu adalah Ridho Allah. Dengan ridhoNya pula kita mengisinya dengan konsep negara kesatuan guna menghindari perpecahan akibat besarnya perbedaan dan bentuk negara kita yang berupa kepulauan," tegasnya.

    Dr. Sumartono narasumber yang ahli komunikasi, menegaskan Indonesia punya Pancasila dan Bhinneka Tungggal Ika. Implementasi keduanya ada pada bangsa kita, yakni gotong royong.

    "Carilah di negara lain kata yang bisa mendefinisikan gotong royong ini. Tak ada. Makanya kegotongroyongan ini harus terus dipertahankan," ujarnya.

    Semangat gotong royong ini memunculkan kebersamaan dan mengikat silaturahmi antar warga. Dengan kondisi ini sebenarnya radikalisme, hoaks, memecah-belah tidak ada.

    Dia memacu semangat Pemuda Ansor untuk melek secara politik. Harus berbuat untuk kesejahteraan negara kita dengan cara menentukan pilihan terhadap calon-calon yang mau berjuang untuk.ralyat banyak. Mau dekat dan bersosialisasi dengan masyarakat. Bukan calon yang mau memberi kepada orang banyak terutama di tahun-tahun politik. (jus)

    Warga Aisyiyah Harus Terus Dibina Dalam Memperjuangkan Empat Pilar

    Padang (sumbarkini.com) – Warga Aisyiyah mengharapkan agar pelajaran
    Pendidikan Moral Pancasila dan PPKn diperjuangkan untuk masuk kembali dalam kurikulum sekolah. Hal ini dikemukakan oleh guru dari PW IGABA Sumbar dalam sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan Anggota MPR RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH bersama Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumbar. Selasa 24 Juli 2018.

    Menanggapi pertanyaan guru dari organisasi otonom di lingkungan Aisyiyah Sumbar itu, Leonardy menyatakan, ”Kita bisa saja memperjuangkan kembalinya PMP dan PPKn ke dalam kurikulum sekolah. Bahkan dapat memperjuangkan keinginan dan harapan kita asalkan semakin banyak warga Aisyiyah yang melek politik.”

    Leonardy yang akrab dipanggil Leo ini menilai warga Aisyiyah sangat cinta Pancasila jika terpikirkan untuk mengembalikan PMP dan PPKn tersebut ke kurikulum sekolah. Tapi perlu diingat semua harus melalui saluran yang dibenarkan konsitusi. Orang yang memperjuangkannya pun harus berbentuk kelompok yang bersuara secara signifikan untuk melakukan perubahan tersebut.

    Caranya, perbanyak warga Aisyiyah yang mengerti politik, mau belajar politik secara terstruktur dan mau terjun ke dunia politik. Aisyiyah bisa saja membuka Sekolah Politik Perempuan Aisyiyah. Berbentuk akademi (D3) atau bahkan strata 1 (S1).  Kurikulumnya mencakup bidang politik berbangsa dan bernegara, berpolitik yang santun, pendidikan kewarganegaraan, pengembangan peran politik perempuan, eksekutif dan legislatif.


    Peluang besar terbuka bagi kader Aisyiyah. Leo mencontohkan kuota 30 persen bagi kaum perempuan di dunia politik sulit dipenuhi partai besar sekalipun. Jika kaum perempuan terbina secara politik bisa saja kuota calon legislatif perempuan terisi oleh warga Aisyiyah semuanya. “Bukan tak mungkin 21 anggota legislatif Sumbar berasal dari Aisyiyah. Itu peluang yang harus dimanfaatkan. Perjuangkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Mulailah segera,” urainya.

    Bahkan Leo menegaskan sosialisasi empat pilar di Aisyiyah ini diberi reweard khusus. Biasanya tugas konstitusi sebagai Anggota MPR untuk mensosialisasikan empat pilar ini hanya dialokasikan buat 150 peserta. Dengan Aisyiyah diberikan kuota 200 orang. “Ini apresiasi sekaligus harapan terhadap warga Aisyiyah untuk berjuang mempertahankan agar Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” tegasnya.

    DR. Sumartono, Dekan FISIP Unes memberikan dukungan penuh terhadap usulan dibentuknya sekolah politik tersebut. Bahkan dia bersedia menyumbangkan ilmu sebagai sedekah jariyahnya buat membuat pintar kaum perempuan di lingkungan Aisyiyah dalam hal komunikasi dan perpolitikan.

    Bahkan Sumartono yakin, perempuan minang yang maju ke dunia politik bisa memperjuangkan empat pilar ini. Keyakinan pakar ilmu komunikasi dan politik ini didasari oleh kebersahajaan yang umumnya dimiliki perempuan minang. “Saya yakin karena isteri saya orang Minang dan tahu kualitas yang diajarkan secara turun temurun,” ujarnya disambut tawa 200 hadirin.



    DR. Otong Rosadi, Aisyiyah pasti bisa di garda depan perjuangan empat pilar ini. Aisyiyah merupakan organisasi yang termasuk awal berjuang secara pergerakan.

    Ketua PW Aisyiyah, Dra. Meiliarni Rusli menyambut baik harapan dan dukungan yang diberikan terhadap Aisyiyah. Dukungan itu tidak hanya berguna di sektor politik, bahkan lebih dari itu. Semua amal usaha di bawah Aisyiyah bakal berkembang pesat jika warga Aisyiyah terbina dengan baik. (jus)

    Leonardy: Sosialisasikan Empat Pilar untuk Pertahankan Keutuhan Negeri

    Padang (sumbarkini.com) -  Anggota MPR RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro
    Basa gandeng Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat untuk melakukan sosialisasi empat pilar. Kegiatan dengan para ninik mamak ini berlangsung Kamis 26 April 2018 di Asrama Haji, Tabing Padang.  

    Hadir  sekitar 150 pengurus LKAAM  Sumbar dari perwakilan dari LKAAM di 18 kabupaten/kota di Ranah Minang. Para ninik mamak itu diberikan materi tentang Pancasila oleh Prof. Dr. Sufyarma Marsidin dari UNP, UUD 1945 oleh Asisten I Setda Sumbar Devi Kurnia. Sementara materi Bhinneka Tunggal Ika dan negara kesatuan RI disampaikan Kolonel Inf Muhammad Asep Afandi  dari Korem 032/Wbr.

    Leonardy sebagai narasumber dari MPR RI menegaskan perlunya terus melakukan penyadaran (awareness) bagi generasi muda bangsa ini. Mereka sangat merasakan dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) saat ini, maraknya peredaran narkoba dan merebaknya budaya-budaya yang merusak generasi muda. Kondisinya akan semakin parah jika mereka kurang mendapatkan nilai-nilai agama, adat dan etika.

    "Mereka ini sasaran empuk dari penyalahgunaan iptek, narkotika dan penyusupan budaya yang merusak terhadap generasi muda bangsa ini. Generasi tua saat ini, dulunya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya agama yang diperkaya dengan penerapan Pancasila dan UUD yang dikenal dengan P4," ujar pria yang akrab dipanggil Bang Leo itu.

    Leo pun mengaku prihatin dengan kehidupan bermasyarakat di ranah Minang ini. Ia merasa miris dengan perilaku yang jauh dari norma agama dan adat. Ditambah pula dengan merebaknya perilaku menyimpang yang kini dikenal dengan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Semua itu perlu mendapat perhatian khusus.

    “Saya prihatin dengan hal ini yang jauh dari nilai-nilai luhur. Begitu juga dengan kondisi Sumbar saat ini yang mulai banyak perilaku LGBT,” katanya.

    Untuk itulah sosialisasi empat pilar ini digelar dengan menggandeng LKAAM. Organisasi niniak mamak ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak dalam mengajak anak kemenakannya untuk menjauhi perilaku, budaya yang akan membahayakan negaranya. "Pendalaman nilai agama dan adat menjadi hal perlu diberikan lebih intens kepada generasi muda. Hal itu sudah tergambar jelas dalam empat pilar.

    Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 ini mengungkapkan, terus digencarkan empat pilar kebangsaan tersebut beranjak dari kondisi Indonesia belakangan ini. Meski tetap utuh dalam kerangka NKRI, tapi benih-benih perpecahan mulai tampak.

    Dia menjelaskan paham radikal, aksi teroris dan kegiatan lain yang bermuara kepada rapuhnya pemahaman generasi muda dalam menjaga bangsa ini, harus diredam.

    Ia juga mengatakan sosialisasi empat pilar kebangsaan akan lebih efektif apabila semua pihak urun rembug secara massif melakukan sosialisasi terutama anggota MPR dan mendapatkan dukungan penuh rakyat.

    Ketua LKAAM Sumbar  M. Sayuti Dt Rajo Panghulu menyambut baik kegiatan sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan atas kerjasama MPR dan LKAAM. Kegiatan ini menambah pentingnya peran niniak mamak dalam menjaga anak kemenakannya. Kegiatan seperti ini pun membuat pengurus LKAAM di seluruh daerah di Sumbar bisa sering bertemu dan meningkatkan silaturahmi diantara mereka. Bisa saling menyampaikan pendapat, usulan dan saling memperkuat dalam menjaga keutuhan Indonesia.

    Sayuti menambahkan, banyak persoalan bernegara yang perlu dicarikan solusinya. Terpenting dari semua itu bagaimana menjadikan negara menguasai kekayaan alam negeri ini seperti yang diamanatkan pasal 33 UUD 1945. Kini sedikit demi sedikit semua mulai dikuasai swasda dan asing. Ekonomi Indonesia perlahan tapi pasti sudah bergeser tidak lagi berlandaskan Pancasila, tapi lebih kepada liberal.

    Asep Afandi menuturkan tentang pentingnya pemahaman komprehensif dalam menghadapi persoalan-persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan saat ini. Sikap Arif dan bijaksana diperlukan di tengah keberagaman.

    Kembali ke tataran adat Minang kabau sangat diperlukan dalam kehidupan. Pendidikan karakter hendaknya bersumber dari kearifan lokal. Ini ditegaskan Prof Sufyarma.



    Devi Kurnia Asisten I Pemerintah Provinsi Sumbar menyampaikan pemahaman empat pilar sangat penting. Harus terus disosialisasikan dan diperkaya dengan kondisi saat ini. Jika hanya sekadar jadi pengetahuan, lebih baik baca saja sosialisasi empat pilar yang telah dipersiapkan MPR RI.

    "Bahan sosialisasi ini bisa dibaca. Semua sudah disiapkan oleh MPR RI. Sosialisasi yang digencarkan MPR RI ini  diharapkan mampu memberikan pemahaman kuat bagi setiap warga negara sehingga mau berpartisipasi terhadap perkembangan Indonesia ke depan," ujarnya. 

    Pemahaman kuat ini berimplikasi kepada kemauan setiap warga negara arif menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi. Termasuk upaya mengandemen UUD 1945. "UUD 1945 telah empat kali diamandemen hingga saat ini," ujarnya. (*)

    Niniak Mamak Sumbar akan Perjuangkan Daearah Istimewa Minangkabau

    Padang (sumbarkini.com) - Sumatera Barat merupakan satu dari tiga daerah di
    Indonesia yang tetap dalam koridor Republik Indonesia saat negara ini terpecah dalam negara serikat. Kota di Aceh, Yogyakarta dan Sumatera Barat pernah menjadi pusat pemerintahan negeri. Kini, dari tiga daerah itu, Aceh dan Yogyakarta sudah mendapatkan status istimewa. Sumbar harus diperjuangkan pula. Demikian dikatakan Ketua LKAAM Sumbar, Dr. M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu saat memberikan sambutan di Sosialisasi Empat Pilar di Asrama Haji Tabing Padang.

    "Kami para ninik mamak akan terus memperjuangkan daerah ini, Ranah Minang, menjadi daerah istimewa. Kita ingin mendapatkan pencerahan dan dukungan dari para peserta dan narasumber sosialisasi empat pilar kerjasama LKAAM dengan Anggota MPR RI H. Leonardy Harmainy sekaitan upaya menjadikan Sumbar sebagai daerah istimewa," ujar Dr. M. Sayuti Dt Penghulu, Kamis 26 April 2018.

    Penegasan Ketua LKAAM ini disambut luas oleh para ninik mamak yang datang dari berbagai daerah di Sumbar. Mereka sangat mendukung agar Sumbar mendapat perhatian khusus mengingat peran sentral para tokoh Minangkabau saat pendirian negara ini dan mempertahankan negara ini.

    Momen penting Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) menjadi bukti tambahan tentang bagaimana orang-orang minang berperan penting mempertahankan keutuhan negeri ini.

    Dt. Rajo Pangulu menyambut baik sinergi Sang Senator melibatkan niniak mamak dalam upaya menyukseskan sosialisasi empat pilar kebangsaan untuk menjaga keutuhan negeri ini. Menurutnya, momen seperti ini sangat bermanfaat dalam menyatukan pemuka adat daerah ini. (sya)

    Warga Tarbiyah-PERTI Harus Amalkan Pancasila dan Jaga NKRI

    Padang - Nilai-nilai Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan kepada warga negara. Hal yang dikenal dengan Empat Pilar ini dinilai mampu mempersatukan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama ras dan bahasa daerah ini, hingga kini. Empat Pilar pun diyakini mampu menangkal berbagai tantangan, hambatan dan ancaman dari dalam dan luar negeri, asal dipahami, dihayati, diamalkan dan dilestarikan.

    Hal ini terungkap dalam sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan Anggota DPD RI - MPR RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dengan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah - PERTI) Sumbar, Sabtu (10/2). Kegiatan yang diikuti 150 peserta dari kalangan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-PERTI) ini memunculkan diskusi hangat seperti munculnya paham radikal dan serangan mematikan lewat narkoba dan LGBT. Para narasumber seperti H. Leonardy Harmainy (Anggota MPR RI), Kolonel Asep Afandi (Kasiter Rem 032/Wirabraja), Prof. Dr. Sufyarma Marsidin (Akademisi, Guru Besar UNP) dan Desrianto Boy (Badan Pemberdayaan Masyarakat Sumbar) mampu memancing antusiasme peserta mengikuti kegiatan tersebut.

    "Gencarnya paham radikal, derasnya narkoba masuk ke negara kita dan maraknya LGBT harus menyadarkan kita akan besarnya ancaman terhadap negara kita. Mereka berupaya mencegah Indonesia jadi negara besar dan maju. Yakinlah dengan empat pilar yang kembali gencar disosialisasikan ini mampu menyadarkan, menggugah dan memunculkan tekad kuat seluruh warga negara untuk menjaga NKRI," ujar H. Leonardy di hadapan majelis taklim dan mahasiswa dari kalangan Tarbiyah-PERTI Sumbar.

    Leonardy menyatakan bagi warga Tarbiyah-PERTI terutama kalangan tua sudah sangat paham dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan sudah mendarah daging. Semua karena sering mendapat pelatihan hingga sangat memahami, mampu menghayati dan mau mengamalkan dalam kehidupan. Hanya saja pembelajaran empat pilar ini harus terus dilakukan terutama bagi generasi muda Tarbiyah-PERTI.

    Leonardy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap generasi muda. Dia pun mengingatkan mereka untuk tidak terpengaruh oleh paham radikal. Paham radikal ini masuk lewat pemaparan contoh keseharian yang sulit dibantah. Mereka berhasil menanamkan pengaruhnya hingga di Sumbar kecenderungan terhadap paham radikal ini cukup tinggi. 

    "Bahkan ada suami yang melarang isterinya bekerja sebagai pegawai negeri (ASN) lantaran melihat pada waktu shalat, sedikit sekali yang melaksanakan shalat. Apalagi berjamaah. Dia pun melarang anak-anaknya sekolah. Sungguh perlu perhatian kita bersama dan tindakan nyata untuk meredamnya," ungkapnya tegas.

    Persoalan LGBT juga mengkhawatirkan. Sumbar kini diberitakan tertinggi LGBT-nya. Ini menyakitkan buat Ranah Minang yang kuat dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Orang tua diminta lebih memperhatikan anak-anaknya. Jangan hanya mengandalkan guru di sekolah/madrasah maupun pemerintah.

    Masyarakat pun diminta untuk mengawasi dan melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan perilaku menyimpang ini. DPR telah tegas menolak LGBT dan mempersiapkan aturan hukumnya. Perilaku kawin sejenis terkategori pidana. "Ayam saja yang hanya punya nafsu tak mau kawin sejenis. Apalagi manusia yang dibekali dengan akal dan fikiran. Telah banyak yang mengungkap akibat negatif LGBT," ujarnya. 

    Ketua Tarbiyah-PERTI, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin pun mengimbau warga Tarbiyah-PERTI untuk proaktif menyikapi masalah kebangsaan. Mereka diingatkan untuk membangun kesadaran diri untuk tidak terlibat dengan hal-hal yang mengancam kedaulatan bangsa. 

    Dia memaparkan paham radikal, narkoba, LGBT itu seolah disengaja untuk melemahkan bangsa kita. Melemahkan karakter anak bangsa. Dia juga meminta agar tidak menyamakan kebanggaan terhadap minangkabau menjadikan kita menginginkan status istimewa, apalagi mendirikan negara Minangkabau pula.

    "Kebanggaan terhadap daerah jangan menggeser Pancasila. Nilai-nilai empat pilar itu cocok dengan agama kita," tegasnya.

    Kolonel Asep Afandi secara gamblang menyatakan emapt pilar perli terus disosialisasikan. Dia mengibaratkan dengan sosialisasi yang dilakukan kru pesawat. Tiap terbang terus diingatkan seputar keselamatan bagi penumpang pesawat. Saking seringnya mereka hapal, paham bahkan punya gaya sendiri-sendiri untuk mencontohkannya kepada penumpang.

    Desrianto Boy dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Sumbar yang membahas UUD 1945 mengingatkan untuk menyikapi amandemen UUD 1945 secara arif. Ada hal yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. 

    Perubahan hanya ada di bagian Batang Tubuh. Sementara pembukaan UUD harus tetap dipertahankan. (fad)

    Anggota MPR dan Bupati Dengar Pendapat Warga Solok

    Padang - Inovasi dan kreativitas perangkat nagari sangat dibutuhkan agar nagari bisa berkembang dengan lebih baik. Inovasi dan kreativitas hanya mampu dilakukan oleh perangkat yang bagus sumber daya manusianya (SDM).

    Makanya pengetahuan (cerdas intelektual), perlu menjadi perhatian perangkat nagari dan Badan Musyawarah Nagari (BMN) dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja nagari  (APBNagari). Peningkatan kapasitas perangkat perlu pula mendapat prioritas.

    "Sumber daya manusia perangkat nagari yang handal berakibat pada perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan/pertanggungjawabannya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) bakal mempercepat prosesnya," ujar Anggota MPR RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, Jumat (9/2).

    Leonardy menyebutkan dana desa bukan hanya untuk pembangunan fisik semata. Dana desa digunakan juga untuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, program dan kegiatan pembangunan lintas bidang, pembangunan sarana olahraga, menginisiasi pembentukan badan usaha milik desa/nagari (Bumdes/Bumnag).

    Rapat dengar pendapat ini tugas Anggota MPR untuk berada di tengah masyarakat. Mereka harus mendengarkan pendapat rakyat, menyampaikannya di rapat MPR dan memperjuangkannya.

    Dari rapat dengar pendapat di Ruang Pelangi Kantor Bupati Solok diharapkan perangkat nagari dan BMN memperhatikan sisi pemberdayaan SDM ini. Berbagai usulan dan tanggapan positif diberikan pengurus 74 BMN yang tergabung dalam Forum Komunikasi Badan Musyawarah Nagari (FKBMN) Kabupaten Solok pada acara yang menghadirkan narasumber dari MPR RI, Bupati Solok Gusmal Dt. Rajo Lelo dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Medison S.Sos, M.Si yang diwakili Kabid Pemerintahan Nagari Hazwiyaldi.

    Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo juga menyatakan manfaat peningkatan SDM ini. Solok bisa menyelesaikan APBNagari paling cepat karena ada SDM yang membantunya. Kecuali beberapa nagari.

    Perlahan tapi pasti, kekurangan ini diperbaiki melalui peningkatan kapasitas perangkat nagari dan BMN. Bahkan dalam perda pun ada aturan yang mengharuskan walinagari memilih perangkatnya termasuk walijorong dengan memperhatikan pendidikannya

    "Jangan lebih memilih orang-orang yang bisa diurus. Pilih yang intektual dan spiritualnya bagus," tegasnya.

    Ketua pelaksana, Rusli Intan Sati  menyebutkan perhatian pemerintah kabupaten sudah bagus. Ada kegiatan peningkatan kapasitas terhadap mereka. Hanya saja porsinya perlu ditambah.

    "Kini tunjangan Ketua BMN atau di daerah lain disebut Bamus sudah Rp1.200.000, wakil ketua Rp1.100.000, sekretaris Rp1.000.000 dan anggota Rp900.000 Ini berkat perhatian Pak Bupati dan jajarannya," pungkasnya.

    Sementara Kepala DPMN (z01)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2