(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi r.a., Rasulullah bersabda bahwa Ramadan terbagi menjadi tiga bagian: 10 hari pertama rahmat, 10 hari kedua ampunan, dan 10 hari ketiga pembebasan dari api neraka.
Kini kita memasuki 10 hari kedua, fase maghfirah–fase ampunan. Ini adalah momentum besar untuk membersihkan hati.
1. Membersihkan Dosa dengan Taubat
Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53:
"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang maha pengampun lagi maha penyayang."
Ayat ini adalah ayat pengharapan. Seberapa pun dosa kita, pintu ampunan tetap terbuka. Namun syaratnya adalah taubat yang sungguh-sungguh:
- Menyesali dosa
- Berhenti dari perbuatan itu
- Bertekad tidak mengulanginya
- Mengembalikan hak orang lain jika ada.
Ramadan adalah waktu terbaik untuk taubat, karena hati sedang lembut, suasana ibadah mendukung, dan pahala dilipatgandakan.
2. Membersihkan Hati dari Penyakit Batin
Membersihkan dosa saja tidak cukup, kita juga harus membersihkan hari dari:
- Iri dan dengki
- Sombong
- Riya
- Dendam
Rasulullah bersabda:
"Ketahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati." (HR.Bukhari dan Muslim)
Puasa sejatinya bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih hati agar lebih bersih. Ketika kita menahan amarah, itu sedang membersihkan hati. Ketika kita memaafkan orang lain, iti sedang menyucikan jiwa.
Baca Juga
- Leonardy Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan
- Ramadhan Tamu Agung yang Dirindukan
- Meraih Maghfirah di Pertengahan Ramadhan
3. Perbanyak Istighfar
Di 10 hari kedua ini, mari perbanyak istghfar. astaghfirulāh wa atūbu ilaih:
Karena bisa jadi kita berpuasa, tetapi masih menyakiti orang lain. Kita shalat, tetapi masih menyimpan kebencian. Ramadan datang bukan hanya untuk mengubah jadwal makan kita, tetapi untuk mengubah kondisi hati kita.
Jangan biatkan 10 hari kedua ini berlalu tanpa perubahan. Mari kita jadikan hari-hari sebagai momentum:
- Membersihkan dosa dengan taubat
- Membersihkan hati dengan memaafkan
- Membersihkan jiwa dengan istighfar
Kiranya ketika kita memasuki 10 hari terakhir nanti, kita sudah menjadi pribadi yang lebih bersih, lebih ringan dosanya, dan lebih dekat kepada Allah.
Salam
LH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...