(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
PERTENGAHAN Ramadan adalah fase yang sangat intimewa. Jika 10 hari pertama adalah rahmat, maka 10 hari kedua adalah maghfirah–ampunan dari Allah. Inilah saat yang tepat untuk memperbanyak istighfar, memperdalam muhasabah, dan membersihkan hati dari dosa-dosa yang mungkin masih melekat.
Rasulullah, Muhammad, bersabda:
"Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka." (HR. Al-Baihaqi)
1. Mengapa kita Butuh Maghfirah
Setiap manusia tidak luput dari dosa. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu." (QS. Ali 'Imran ayat 133)
Maghfirah bukan sekadar diampuni, ditutup aib dan dihapus dosanya. Betapa banyak dosa yang mungkin tidak kita sadari–ucapan yang menyakiti, hati yang iri, atau lalai dalam ibadah.
Pertengahan Ramadan adalah momentum untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri: Sudahkah puasaku membentuk takwa? Sudahkah lisanku terjaga? Sudahkah hatiku bersih dari dengki dan sombong?
2. Cara Meraih Maghfirah
a. Memperbanyak Istighgar
Rasulullah yang ma'shum saja beristighfar lebih dari 70 kali sehari. Apalagi kita. Ucapkan dengan penuh kesadaran: Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih.
b. Taubat yang sungguh-sungguh (Taubat Nasuha)
Taubat memiliki syarat: 1). Menyesali dosa, 2). Berhenti dari perbuatan dosa, 3). Bertekat tidak mengulanginya, 4). Jika terkait manusia, kembalikan haknya.
c. Memperbanyak Amal Saleh
Salat malam, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan memberi makan orang berbuka adalah pintu maghfirah.
d. Memaafkan Sesama
Bagaimana kita berharap diampuni Allah jika hati kita enggan memaafkan? Orang yang dekat dengan Allah, hatinya lembut dan mudah memaafkan.
3. Tanda Orang Mendapat Maghfirah
Adapun tanda-tanda orang yang mendapat maghfirah diantaranya : Hatinya terasa lebih ringan, Ibadah terasa lebih nikmat, Lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak, Tumbuh rasa takut berbuat dosa
Pertengahan Ramadan bukan waktu untuk melemah. Justru ini saat memperkuat langkah. Jangan sampai semangat hanya awal, lalu meredup di tangah.
Bayangkan jika Ramadan ini adalah Ramadan terakhir kita. Sudahkah kita memastikan nama kita termasuk orang yang diampuni?
Mari kita isi pertengahan Ramadan ini dengan:
* Istighfar yang tulus
* Taubat yang sungguh
* Ibadah yang khusyuk
* Hati yang lembut
Kiranya Allah menjadikan kita hamba-hamba yang meraih maghfirah di pertengahan Ramadan dan dipertemukan dengan malam pembebasan dari api neraka di akhir Ramadan.
Salam
LH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...