Jangan Bersedih, Tugasmu Hanya Menyampaikan
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan. Mereka datang membawa keterangan-keterangan yang nyata, kitab-kitab, dan Kitab yang memberi penjelasan."(QS. Ali 'Imran: 184)
Allah menghibur Rasulullah ï·º ketika dakwah beliau ditolak. Penolakan itu bukan berarti dakwah beliau gagal, karena rasul-rasul sebelum beliau juga mengalami hal yang sama. Mereka menyampaikan kebenaran, tetapi tidak semua manusia mau menerimanya.
Ayat ini juga menjadi penghibur bagi setiap orang yang mengajak kepada kebaikan. Seorang ayah atau ibu yang menasihati anaknya, guru yang mendidik muridnya, pemimpin yang membimbing anggotanya, ketua RT atau RW yang mengingatkan warganya, bahkan siapa saja yang mengajak kepada kebenaran, pasti akan menemukan orang yang menerima dan orang yang menolak.
Jangan kecewa jika masih ada yang membuang sampah sembarangan setelah diingatkan. Jangan putus asa jika masih ada yang melanggar aturan atau mengabaikan nasihat. Itulah tabiat manusia. Tugas kita adalah menyampaikan, mengingatkan, dan menegakkan kebenaran dengan cara yang baik.
Jangan sampai penolakan membuat kita berhenti berdakwah atau lelah berbuat baik. Tetaplah istiqamah. Selama yang kita sampaikan adalah kebenaran yang diridhai Allah, maka kita telah menjalankan amanah, meskipun tidak semua orang mau mengikutinya.
Ya Allah, kuatkan hati kami dalam menyampaikan kebenaran. Jangan jadikan penolakan manusia melemahkan langkah kami
