Sengsara Membawa Nikmat Atau Nikmat Membawa Sengsara
Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
Rasulullah ï·º bersabda:
"Didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak menikmati kenikmatan dunia, lalu ia dicelupkan sekali ke dalam neraka. Kemudian dikatakan kepadanya, 'Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan?' Ia menjawab, 'Tidak, demi Allah.' Lalu didatangkan seorang penghuni surga yang paling berat penderitaannya di dunia, kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam surga. Lalu dikatakan kepadanya, 'Apakah engkau pernah merasakan penderitaan?' Ia menjawab, 'Tidak, demi Allah.'"(HR. Muslim)
Rasulullah ï·º mengajarkan bahwa ukuran kebahagiaan bukanlah kehidupan dunia, tetapi bagaimana akhir kehidupan kita di sisi Allah.
Ada orang yang hidup bergelimang harta, jabatan, dan kemewahan. Namun jika semua itu diperoleh dengan cara yang haram dan mengantarkannya ke neraka, sekali celupan di neraka sudah cukup membuatnya melupakan seluruh kenikmatan dunia.
Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana, penuh ujian, bahkan serba kekurangan. Namun ia tetap jujur, sabar, bertakwa, dan istiqamah. Ketika Allah memasukkannya ke surga, sekali celupan saja sudah cukup menghapus seluruh penderitaan yang pernah ia rasakan.
Karena itu, jangan tertipu oleh gemerlap dunia. Nikmat yang menjauhkan kita dari Allah akan berubah menjadi sengsara. Sebaliknya, kesulitan yang dijalani dengan iman, kesabaran, dan ketakwaan akan berubah menjadi nikmat yang abadi.
Maka pilihlah: sengsara sesaat yang mengantarkan ke surga, atau nikmat sesaat yang berakhir di neraka.
Ya Allah, jangan jadikan kenikmatan dunia melalaikan kami dari-Mu. Karuniakan kepada kami hati yang sabar dalam ujian, jujur dalam kehidupan, istiqamah dalam ketaatan, dan masukkan kami ke dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu.
