window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); 327 Karateka Lemkari Kota Padang Dari 18 Dojo, Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    327 Karateka Lemkari Kota Padang Dari 18 Dojo, Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat


    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Sebanyak 327 karateka dari 18 dojo se-Kota Padang mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat-Kyu/Sabuk Semester II Tahun 2026 Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Kota Padang di Gedung BKOM dan Pelkes Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026).

    Ujian tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, yang juga Ketua Dewan Pembina Pengurus Provinsi (Pengprov) Lemkari Sumatera Barat.

    Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat sekaligus Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Lemkari Kota Padang Surfa Yondri, Sekretaris Umum KONI Kota Padang Tri Putra Juniadi, jajaran pengurus Pengprov Lemkari Sumbar, serta para pelatih dan karateka dari berbagai dojo. Ikut mengamati dan menyemangati karateka senior Lemkari Sumbar Shihan Firdaus Ilyas, Shihan Giatman dan Shihan Ramli.

    Bagi Lemkari, ujian kenaikan tingkat tidak hanya menjadi tahapan untuk memperoleh kenaikan Kyu atau sabuk. Proses tersebut merupakan bagian dari pembinaan olahraga yang berjalan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan penekanan pada kemampuan teknik sekaligus pembentukan sikap.

    Nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, keberanian, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan kepada orang lain menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan karate.

    Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, ujian kenaikan tingkat harus dipahami sebagai bagian dari pendidikan olahraga dan pembentukan karakter.

    “Ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar proses meraih sabuk, tetapi bagian dari pendidikan olahraga yang membentuk disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan karakter bagi adik-adik karateka.”

    Menurut Fadly, keberadaan olahraga di tengah kehidupan anak dan remaja menjadi semakin penting. Aktivitas olahraga dapat menjadi ruang bagi anak untuk bergerak, berinteraksi, membangun kebiasaan hidup sehat, sekaligus belajar mengelola diri.

    Ia juga mengaitkan pembinaan olahraga dengan upaya Pemerintah Kota Padang menghidupkan aktivitas positif bagi generasi muda melalui program Padang Balomba sebagai bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. 

    “Kita ingin olahraga menjadi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, disiplin, aktif, dan berprestasi. Hal ini terus kita gelorakan di Kota Padang melalui program Padang Balomba, sebagai bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara.”

    Fadly juga menilai pendidikan karakter yang diperoleh melalui olahraga dapat menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan di luar dojo. 

    “Anak-anak Lemkari dididik menjadi pemimpin sejak usia dini dengan belajar patuh, disiplin, menghormati, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting untuk membentuk generasi emas kita.”

    Dari Dojo untuk Kehidupan Sehari-hari

    Pembinaan karate tidak berhenti ketika latihan selesai atau ketika seorang karateka memperoleh sabuk baru. Nilai yang dipelajari di dojo diharapkan dapat dibawa ke lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

    Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria mengatakan, para karateka diharapkan mampu membawa nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

    “Kami berharap para karateka mampu menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungannya masing-masing. Begitu pula berani mencegah berbagai persoalan di kalangan remaja, serta menjadi teladan bagi teman-temannya.”

    Pesan tersebut menempatkan karate bukan semata sebagai aktivitas untuk mengejar prestasi pertandingan, tetapi juga sebagai salah satu ruang pembinaan generasi muda.

    Di sisi lain, Lemkari Sumbar juga tengah mempersiapkan karateka yang akan menjadi delegasi Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat.

    Nanda berharap para karateka yang mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Kota Padang dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjadi bagian dari hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten. 

    “Karateka Lemkari yang menjadi delegasi Kota Padang nantinya harus menunjukkan bahwa pembinaan kita mampu melahirkan atlet berprestasi. Kami juga berharap dari generasi ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan.”

    Ujian kenaikan tingkat yang diikuti ratusan karateka tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pembinaan olahraga dapat berlangsung dari tingkat dojo hingga jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

    Di balik setiap sabuk yang diperoleh, terdapat latihan, kedisiplinan, evaluasi, serta proses belajar untuk mengendalikan diri dan menghargai orang lain.

    Karena itu, ukuran keberhasilan pembinaan karate tidak hanya dapat dilihat dari jumlah medali yang diraih. Lebih jauh, pembinaan juga diharapkan menghadirkan generasi muda yang sehat, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran positif di lingkungannya.

    Bagi 245 karateka yang mengikuti ujian, Minggu itu bukan hanya tentang naik tingkat.

    Ia menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan panjang untuk terus belajar—di atas tatami, di sekolah, di keluarga, dan kelak di tengah masyarakat. (Zul/DaAn)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad