Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polantas Sumbar Hadir Melayani dan Menguatkan Kemanusiaan
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Jalan raya adalah ruang bersama. Di sana bertemu berbagai kepentingan, dari pengendara yang mengejar waktu, pengemudi ojek online yang mencari nafkah, petugas kebersihan yang bekerja sejak pagi, hingga anak-anak sekolah yang perlahan belajar mengenal arti disiplin dan keselamatan.
Karena itu, tugas polisi lalu lintas tidak berhenti pada mengatur kendaraan, menegakkan aturan, atau memastikan arus lalu lintas tetap bergerak. Di balik seragam dan kewenangan tersebut, ada tanggung jawab untuk menghadirkan rasa aman, kepedulian dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Semangat itulah yang terlihat dalam rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 yang digelar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat.
Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari bakti sosial, donor darah dan bakti kesehatan, edukasi keselamatan melalui Polisi Cilik (Pocil), hingga kegiatan keagamaan dan doa bersama.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan lalu lintas dibangun melalui banyak pintu: penegakan aturan, pendidikan, pelayanan, kepedulian sosial, sekaligus keteladanan.
Menyapa Mereka yang Setiap Hari Berada di Jalan
Salah satu kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat adalah penyaluran bantuan sosial kepada kelompok yang membutuhkan, termasuk pengemudi ojek online, pekerja kebersihan atau penyapu jalan, korban kecelakaan lalu lintas, serta warga di sekitar lingkungan Ditlantas Polda Sumbar.
Bantuan berupa kebutuhan pokok sehari-hari itu diserahkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus apresiasi terhadap masyarakat yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan aktivitas jalan raya.
Melalui program “Polantas Sumbar Berbagi”, Ditlantas Polda Sumbar juga menyasar pengemudi ojek online. Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan kepada para pengemudi yang bekerja mencari nafkah sekaligus beraktivitas di tengah lalu lintas Kota Padang.
“Kegiatan Polantas Sumbar Berbagi ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kami terhadap rekan-rekan pengemudi ojek online yang telah berjuang mencari nafkah sekaligus turut menjaga kelancaran lalu lintas di Kota Padang,” ujar Reza.
Kalimat tersebut menggambarkan satu hal penting: masyarakat pengguna jalan bukan hanya objek pelayanan, tetapi juga bagian dari ekosistem keselamatan lalu lintas.
Bagi pengemudi ojol, pekerja kebersihan dan masyarakat yang setiap hari menggantungkan penghidupan pada aktivitas di ruang publik, perhatian sederhana dapat memiliki arti yang lebih luas—bahwa kerja mereka dilihat, dihargai dan menjadi bagian dari kehidupan kota.
Setetes Darah, Sejuta Harapan
Kepedulian itu juga diwujudkan melalui kegiatan bakti kesehatan dan donor darah yang dilaksanakan di Ruang Hoegeng Lantai IV Mapolda Sumbar.
Kegiatan tersebut melibatkan personel kepolisian dan masyarakat. Dirlantas Polda Sumbar turut berpartisipasi mendonorkan darah bersama personel Ditlantas.
Tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan” menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia tidak selalu diwujudkan melalui tugas di jalan raya. Dalam kondisi tertentu, satu kantong darah dapat menjadi bagian penting dari perjuangan seseorang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Pesannya sederhana, tetapi kuat: pengabdian kepada masyarakat dapat hadir dalam bentuk yang sangat dekat dengan kebutuhan manusia.
![]() |
| Sapa peserta sunatan massal. |
Menanamkan Keselamatan dari Bangku Sekolah
Jika bantuan sosial menyentuh kebutuhan hari ini, edukasi kepada anak-anak berbicara tentang masa depan.
Pada Rabu, 16 September 2026, Ditlantas Polda Sumbar menggelar Lomba Polisi Cilik se-Sumatera Barat di Transmart Padang.
Para pelajar sekolah dasar menunjukkan kemampuan baris-berbaris, kekompakan, konsentrasi dan kedisiplinan. Namun, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari siapa yang tampil paling baik.
Lebih jauh, Pocil menjadi sarana memperkenalkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Anak-anak diajak memahami pentingnya mematuhi aturan, menjaga keselamatan diri dan menghormati pengguna jalan lainnya.
Reza menegaskan bahwa pembentukan kesadaran keselamatan tidak seharusnya menunggu seseorang menjadi dewasa.
“Anak-anak kita berikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri, serta menghargai pengguna jalan lainnya,” katanya.
Ia juga berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan generasi yang bukan hanya memahami aturan, tetapi mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Pemahaman mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas harus kita tanamkan sejak sekarang. Diharapkan ketika mereka dewasa nanti, mereka mampu menjadi pelopor keselamatan lalu lintas yang baik di jalan raya,” tutur Reza.
Prestasi Harus Menjadi Energi untuk Terus Berbenah
Di tengah rangkaian kegiatan sosial dan edukatif tersebut, apresiasi terhadap kinerja personel juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja.
Pada Agustus 2026, Dirlantas Polda Sumbar memberikan penghargaan kepada personel berprestasi yang dinilai menunjukkan dedikasi dan kinerja dalam mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar capaian yang telah diraih tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan, melainkan menjadi energi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Sebelumnya, sejumlah Satlantas jajaran Polda Sumbar juga tercatat memperoleh penghargaan dalam Rakernis Lantas 2025. Capaian tersebut menunjukkan adanya upaya dan kinerja di tingkat jajaran yang patut dipelihara, sekaligus dikembangkan melalui inovasi dan kerja sama lintas sektor.
Reza menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras bersama. Saya berharap seluruh personel terus meningkatkan profesionalisme, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Pesan tersebut penting karena tantangan lalu lintas tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan penindakan. Dibutuhkan personel yang profesional, edukasi yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, koordinasi dengan berbagai pihak dan yang tidak kalah penting, partisipasi masyarakat.
Polantas dan Masyarakat, Dua Sisi dari Keselamatan
Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pada akhirnya bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial.
Bantuan sosial berbicara tentang kepedulian. Donor darah berbicara tentang kemanusiaan. Polisi Cilik berbicara tentang pendidikan dan masa depan. Penghargaan personel berbicara tentang penghormatan terhadap pengabdian.
Semuanya bermuara pada satu kebutuhan: bagaimana keselamatan dan ketertiban lalu lintas benar-benar menjadi budaya bersama.
Untuk itu, jajaran lalu lintas perlu terus menjaga profesionalisme, mengedepankan pelayanan yang humanis, memperkuat edukasi, serta tidak berhenti melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di jalan raya.
Kepada masyarakat, pesan keselamatan juga tidak kalah penting.
Kepatuhan menggunakan helm, menaati rambu dan marka, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara, tidak berkendara dalam kondisi yang membahayakan, serta menghormati pengguna jalan lainnya bukan semata-mata untuk menghindari sanksi.
Lebih dari itu, setiap kepatuhan adalah bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Reza sebelumnya juga menegaskan pentingnya pelayanan yang humanis dan profesional serta mengajak masyarakat ikut mendukung terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib. Sebab, keselamatan di jalan tidak mungkin hanya dibebankan kepada polisi.
Polantas dapat mengatur, mengawasi, mengedukasi dan menegakkan hukum. Namun, keputusan untuk tertib berada di tangan setiap pengguna jalan.
Di sanalah makna terdalam Hari Lalu Lintas Bhayangkara: bukan hanya tentang bagaimana polisi menjaga jalan tetap tertib, tetapi bagaimana seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kehidupan yang berlangsung di atasnya. (Zul)

