Dibuka Wabup Iraddatillah, 65 Pengurus LPTQ Sijunjung Ikuti Bimtek, Fokus Perkuat Pembinaan Qari dan Qariah
SIJUNJUNG ( Sumbarkini. Com) — Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sijunjung periode 2026–2030 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sijunjung sekaligus Ketua LPTQ Kabupaten Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt. M. M di Balairung Lansek Manih, Rabu 30 September 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, H. Jhon Indrawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Jaheri, S. Sos. M. Si, Kakan Kemenag, H. Okto Verisman, S. Ag, MA, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Hendri Nurka, S. Sos. M. Si, dan jajaran serta seluruh pengurus LPTQ Kabupaten Sijunjung.
Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam memperkuat kapasitas dan pemahaman para pengurus LPTQ dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi serta membangun kesaman persepsi selurıh pengurus LPTQ, tersusunnya langkah konkrit pembinan dan kaderisasi Qori dan Qoriah yang akan memperkuat Kabupaten sijunjung di ajang MTQ.
Bimtek ini juga untuk membuktikan bahwa mengurus alquran bukan sekedar tugas organisasi melainkan bagian dari pengabdian kepada agama, Masyarakat dan daerah yang kita cintai demi syiarnya alquran ditengah Tengah Masyarakat
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sijunjung,H. Iraddatillah menyampaikan bahwa LPTQ memiliki peran strategis dalam meningkatkan pembinaan dan pengembangan Tilawatil Qur’an di daerah. Keberadaan LPTQ tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Pengurus LPTQ memiliki amanah yang besar dalam melakukan pembinaan generasi Qur’ani. Karena itu, diperlukan komitmen, kerja sama dan koordinasi yang baik dari seluruh pengurus agar program-program LPTQ dapat berjalan secara maksimal,” ujar Wakil Bupati.
Wakil Bupati juga berharap kepengurusan LPTQ periode 2026–2030 dapat menghadirkan program pembinaan yang terencana, berkelanjutan dan mampu menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Sijunjung.
Sementara itu Kabag Kesra, Hendri Nurka dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengurus LPTQ dalam melaksanakan tugas organisasi.
Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa kegiatan Bimtek diikuti oleh pengurus LPTQ Kabupaten Sijunjung periode 2026–2030 yang berjumlah 65 orang terdiri dari sekretariat, Bidang pembinaan, bidang perhakiman, bidang penelitian dan pengembangan, bidang Usaha dan pendanaan, bidang Pendidikan dan Latihan serta bidang publikasi dan Humas.
Sementara itu, Nara Sumber dan Materi lanjut Hendri adalah Wakil Bupati Sjunjung/Ketua Umum LPTQ Kab Sijunjung, H Iradatillah selaku Keynote speaker, Prof, H. Ichwan Matondang M.Ag selaku Ketua Harian LPTQ Provinsi Sumbar (Wakil Rektor UIN), dan H. Asrizal MA Kepala Kantor Kemenhalji dan Umroh (Ketua Harian LPTQ Kabupaten Sijunjung).
"Materi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengurus dalam menyusun dan melaksanakan program kerja, khususnya terkait pembinaan qari dan qariah serta pengembangan kegiatan Al-Qur’an di Kabupaten Sijunjung, " Harap Kabag Kesra, Hendri Nurka.
Kabag Kesra juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sijunjung, LPTQ, Kantor Kementerian Agama, para ulama, pembina, pelatih, serta pihak terkait lainnya dalam menciptakan pembinaan yang terarah dan berkesinambungan.
"Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan LPTQ serta pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Sijunjung. Melalui Bimtek ini, para pengurus diharapkan dapat memahami tugas dan fungsi masing-masing serta mampu bekerja secara profesional, solid dan bertanggung jawab. Dengan terbentuknya kepengurusan yang semakin kuat dan didukung program pembinaan yang terarah, LPTQ Kabupaten Sijunjung diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi dalam bidang Tilawatil Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari."harap Hendri. (Andri)
