LLI Sumbar Didorong Jadi Mitra Strategis Dinkes: Dari Stunting hingga Mewujudkan Lansia Berdaya
PADANG (SUMBARKIN.COM) – Usia boleh bertambah, tetapi pengalaman dan pengabdian tidak seharusnya berhenti.
Semangat itulah yang mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, dengan jajaran pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026).
Bagi Dinas Kesehatan Sumbar, keberadaan para purnabakti yang tergabung dalam LLI bukan sekadar organisasi bagi warga lanjut usia. Lebih dari itu, mereka dipandang sebagai kekuatan sosial yang memiliki pengalaman, pengaruh, serta kedekatan dengan masyarakat.
"LLI bisa menjadi wadah bagi para pensiunan yang selama ini aktif tetap produktif berkegiatan positif di tengah masyarakat. Dan biasanya mereka lebih didengar pendapatnya," ujar dr. Aklima saat menerima kunjungan pengurus LLI Sumbar.
Pandangan tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan kelompok lanjut usia. Di tengah berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, pengalaman generasi senior dinilai masih memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, motivasi, hingga pendampingan sosial.
Dr. Aklima menilai LLI memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan Sumatera Barat.
Kolaborasi itu dapat menyentuh berbagai persoalan penting, mulai dari penanganan stunting, pengembangan diri anak dan remaja, persoalan emosional remaja, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Menurutnya, pengalaman hidup dan kemampuan komunikasi para anggota LLI dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk menjangkau masyarakat.
"Para senior ini memiliki pengalaman panjang. Mereka bisa menjadi motivator, pendamping, bahkan tempat masyarakat mendapatkan arahan," demikian semangat yang ingin dibangun melalui kolaborasi tersebut.
LLI Bisa Ambil Peran di Posyandu Siklus Hidup
Salah satu peluang konkret yang ditawarkan Dinas Kesehatan Sumbar adalah keterlibatan LLI dalam program Posyandu Siklus Hidup.
Konsep ini menyatukan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih terintegrasi, tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia tertentu, tetapi mencakup seluruh tahapan kehidupan.
Mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.
Dalam kegiatan tersebut, LLI diharapkan dapat mengambil peran aktif sebagai tutor, motivator, maupun pemberi edukasi kepada masyarakat.
Para pengurus LLI dapat memberikan arahan dan motivasi kepada kelompok-kelompok masyarakat yang hadir di Posyandu Siklus Hidup, termasuk ibu hamil, ibu yang memiliki balita, remaja, hingga kelompok lanjut usia.
Dengan demikian, posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini hingga usia lanjut.
Lansia Tidak Boleh Terputus dari Layanan Kesehatan
Perhatian terhadap lansia menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut.
Dr. Aklima berharap LLI dapat ikut membantu memastikan masyarakat lanjut usia di Sumatera Barat tidak mengalami hambatan dalam mengakses fasilitas dan pelayanan kesehatan.
"Mari bersama kita membuat lansia berdaya dan sejahtera," harapnya.
Menurut dr. Aklima, persoalan kesehatan lansia tidak bisa dipandang sederhana. Banyak penyakit tidak menular yang kerap dialami kelompok usia lanjut, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol dan berbagai penyakit lainnya.
Di sisi lain, ancaman penyakit menular juga tetap harus menjadi perhatian.
Karena itu, lansia dan keluarga perlu memiliki kesadaran serta kemudahan untuk mengakses layanan kesehatan secara rutin.
Deteksi dini, pemeriksaan berkala dan pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
![]() |
| Pengurus LLI foto bersama dengan Kadinkes Sumbar |
Pengalaman Generasi Senior untuk Generasi Masa Depan
Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Sumbar dan LLI sesungguhnya menghadirkan sebuah pesan yang lebih besar: pembangunan kesehatan bukan hanya tugas tenaga medis dan pemerintah.
Masyarakat memiliki peran penting, termasuk generasi senior yang telah melewati berbagai pengalaman kehidupan.
Di tengah perubahan sosial yang cepat, keberadaan para lansia yang aktif justru dapat menjadi sumber kebijaksanaan bagi generasi yang lebih muda.
Mereka tidak hanya membutuhkan perhatian, tetapi juga perlu diberi ruang untuk tetap berkontribusi.
LLI Sumatera Barat di bawah pimpinan mantan pamong senior Sumbar, Dr. H. Ali Asmar diharapkan menjadi wadah yang mampu membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian.
Ali dan pengurus LLI pun mengatakan umumnya pengurus LLI Sumbar adalah mereka yang pernah berkecimpung di masyarakat. Dia berharap pengalaman panjang yang dimiliki dapat menjadi energi sosial untuk membantu keluarga, masyarakat dan pemerintah membangun Sumatera Barat yang lebih sehat.
Karena lansia yang sehat bukan sekadar mereka yang panjang umur.
Lebih dari itu, lansia yang sehat adalah mereka yang tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, didengar, dihargai, dan merasa bahwa dirinya masih berarti bagi masyarakat.
Mari jadikan usia senja bukan sebagai masa untuk berhenti, tetapi fase kehidupan untuk tetap berdaya dan memberi makna. (Zul)

