Header Ads

  • Breaking News

    Reses Ketua DPRD Padang Muharlion di Lubuk Buaya: Aspirasi Warga Mengalir, Harapan Pembangunan Mulai Dipetakan


    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Aspirasi masyarakat tidak selalu datang dalam bentuk tuntutan besar. Kadang, harapan itu sesederhana lampu jalan yang kembali menyala, toilet gedung yang layak digunakan, jalan lingkungan yang nyaman dilalui, hingga sebuah pos ronda untuk menjaga rasa aman warga.

    Namun, di balik setiap permintaan itu tersimpan satu hal yang jauh lebih besar: kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat. Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, S.Pd., M.M, bersama masyarakat Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.

    Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum menyampaikan daftar kebutuhan pembangunan. Lebih dari itu, reses berlangsung dalam suasana dialogis, ketika masyarakat dari berbagai unsur duduk bersama dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

    Mulai dari kebutuhan rehabilitasi gedung, penerangan jalan umum, gerbang kawasan, pos kamling, gedung serbaguna, hingga dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan, kelompok majelis taklim, kelompok yasinan, kelompok senam, Bundo Kanduang dan komunitas olahraga.

    OPEL: Kehadiran Ketua DPRD Menjadi Kebanggaan

    Ketua OPEL, Jamal, SH, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD Kota Padang di tengah warga.

    Menurutnya, momentum reses tersebut menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk belajar menyampaikan aspirasi secara terbuka dan membangun komunikasi langsung dengan wakil rakyat.

    “Atas nama OPEL, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPRD Kota Padang. Apa yang kita lihat dan lakukan bersama di gedung ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk berani mengemukakan aspirasi,” ujarnya.

    Jamal menilai kehadiran Muharlion merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat. Ia bahkan mengajak warga untuk tidak memandang pertemuan dengan wakil rakyat semata-mata sebagai kesempatan untuk meminta berbagai bantuan.

    “Jangan kita hanya meminta ini dan itu kepada beliau. Kita harus yakin bahwa beliau juga memikirkan bagaimana OPEL ini bisa berkembang ke depan,” katanya.

    Apresiasi juga disampaikan Ketua LPM, Agus Satria. Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dalam forum tersebut dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui jalur pembangunan yang tersedia.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Ketua DPRD Kota Padang. Semoga apa yang disampaikan masyarakat hari ini bisa diperjuangkan. Mari bersama-sama kita perjuangkan pembangunan Lubuk Buaya ke depan,” ujar Agus.

    Harapan tersebut menjadi penting mengingat Lubuk Buaya merupakan salah satu kawasan dengan dinamika pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.

    Camat Koto Tangah: Manfaatkan Reses untuk Menyampaikan Aspirasi

    Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, S..IP., M.M, yang baru menjalankan tugas di wilayah tersebut, juga memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan masyarakat dalam menjalankan amanah pemerintahan.

    Ia mengucapkan terima kasih kepada Muharlion yang memilih Kecamatan Koto Tangah sebagai lokasi pelaksanaan reses.

    “Terima kasih kepada Bapak Muharlion yang memilih Koto Tangah sebagai tempat pelaksanaan reses kali ini. Saya baru bertugas di sini, tentu saya mohon dukungan semua pihak agar dapat melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.

    Dio mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. “Silakan gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi. Peluang Bapak Ketua DPRD untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tentu lebih besar,” ujarnya.

    Aspirasi dari RW XVI: Gerbang hingga Gedung Serbaguna

    Dari RW XVI, Desril Tafrial menyampaikan kebutuhan pembangunan gerbang kompleks, pos kamling dan gedung serbaguna.

    Menanggapi hal tersebut, Muharlion meminta masyarakat menyiapkan perencanaan untuk pembangunan gerbang dan gedung serbaguna.

    Sementara untuk pos kamling, ia mendorong masyarakat agar dapat memulai melalui semangat swadaya dan gotong royong.

    “Untuk gerbang dan gedung serbaguna silakan dibuat perencanaannya. Kalau untuk pos kamling, bisa dimulai dengan swadaya. Saya yakin masyarakat di RT dan RW Pak Desril mampu melakukannya,” ujarnya.

    Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu pemerintah datang sepenuhnya.

    Partisipasi masyarakat tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan.

    Setelah 20 Tahun, Jalan Bagus Kini Dinikmati Warga

    Salah satu aspirasi yang paling menyentuh datang dari Ketua RT 2 RW IV, Lola Silvia Mayangsari.

    Ia menceritakan bagaimana masyarakat di wilayahnya akhirnya dapat menikmati jalan yang baik setelah menunggu sekitar dua dekade. “Alhamdulillah, setelah 20 tahun kami akhirnya bisa merasakan jalan yang bagus,” ungkapnya.

    Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Di kawasan Pinang Bungkuk dan Banda Labuah terdapat sekitar 11 titik tiang listrik. Dari jumlah tersebut, hanya enam Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilaporkan berfungsi. Akibatnya, sebagian kawasan masih gelap pada malam hari.

    Masyarakat berharap seluruh lampu penerangan dapat kembali diaktifkan sehingga jalan yang telah dibangun dengan baik tidak berubah menjadi kawasan yang rawan karena minim pencahayaan.

    Menanggapi persoalan itu, Muharlion meminta masyarakat membuat laporan secara rinci. “Bukan hanya di wilayah Buk Lola saja. Untuk PJU yang mati, silakan dibuat laporannya, difoto, dan diinformasikan siapa yang bisa dihubungi di lapangan oleh petugas nantinya,” katanya.

    Baginya, data yang jelas akan memudahkan pemerintah dan pihak terkait dalam melakukan tindak lanjut.

    Komunitas Olahraga hingga Bundo Kanduang Turut Menyampaikan Harapan

    Reses tersebut juga menjadi ruang bagi berbagai kelompok masyarakat. Aldi, salah seorang pencinta sepak bola, turut meminta dukungan terhadap kegiatan olahraga masyarakat.

    Selain itu, aspirasi juga datang dari majelis taklim, kelompok yasinan, kelompok senam dan Bundo Kanduang.

    Muharlion menyarankan kelompok-kelompok masyarakat tersebut untuk menyiapkan legalitas dan administrasi organisasi melalui kelurahan. Dengan administrasi yang jelas, kelompok masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan program pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

    Banyak Pokir Dialokasikan untuk Lubuk Buaya

    Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat, Muharlion menyampaikan bahwa Kelurahan Lubuk Buaya pada tahun ini mendapatkan cukup banyak alokasi melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).

    Sejumlah program pembangunan telah diarahkan ke berbagai titik. Di antaranya perbaikan gedung dan pembangunan jalan di Lubuk Gading I dan pengembangan Lubuk Gading, pembangunan jalan di kawasan Pinang Bungkuk, serta perbaikan drainase di kawasan Monang dan lainnya.

    Menurut Muharlion, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang benar-benar terukur. Karena itu, forum reses memiliki peran penting sebagai pintu awal dalam proses memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    “Untuk memasukkan Pokir, semuanya berawal dari reses seperti ini. Aspirasi harus diperjuangkan sejak awal. Ketika nanti dimasukkan ke dalam sistem, tentu harus dilengkapi dengan persyaratan yang dibutuhkan,” jelasnya.

    Ia mengingatkan masyarakat bahwa aspirasi yang baik tidak cukup hanya disampaikan secara lisan. Perencanaan, administrasi, proposal dan persyaratan teknis menjadi bagian penting agar sebuah kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam sistem perencanaan pembangunan.

    Gedung OPEL Diusulkan Direhabilitasi dan Ditinggikan

    Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah kondisi Gedung OPEL yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat. Gedung tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena digunakan untuk berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan.

    Muharlion menyebut rehabilitasi gedung perlu dipertimbangkan agar bangunan tersebut menjadi lebih representatif, nyaman dan membanggakan masyarakat.

    Usulan yang muncul cukup beragam, mulai dari perbaikan toilet, plafon bagian dalam dan luar, lampu, kursi, lemari, bangku plastik, satu set komputer, sound system hingga gorden. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penataan bangunan secara menyeluruh.

    Gedung diharapkan dapat ditinggikan agar tidak lagi terdampak banjir. Perbaikan kuda-kuda bangunan, pembangunan WC, penggantian sebagian atap dan penyediaan ruang ganti juga menjadi bagian dari kebutuhan yang disampaikan.

    Foto bersama usai kegiatan.


    Muharlion meminta agar kebutuhan tersebut segera dibuatkan perencanaan yang jelas.

    “Gedung OPEL ini harus diprioritaskan. Buat dulu planning kebutuhan dan perencanaannya. Gedung perlu ditinggikan agar tidak banjir, kuda-kuda diganti, WC dibuat, sebagian atap diperbaiki dan termasuk ruang ganti. Insya Allah tahun 2027 akan kita perjuangkan,” katanya.

    “Jangan Takut Bertemu Masyarakat”

    Di hadapan warga, Muharlion menegaskan bahwa banyaknya aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak seharusnya membuat seorang wakil rakyat enggan turun ke lapangan.

    Sebaliknya, semakin banyak aspirasi menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki harapan kepada pemerintah dan wakilnya.

    “Banyaknya aspirasi jangan membuat kita takut bertemu masyarakat. Memang anggaran kita terbatas, tetapi kita akan mencoba memperjuangkannya secara maksimal,” tegasnya.

    Ia memahami mengapa Lubuk Buaya memiliki begitu banyak kebutuhan pembangunan. Menurutnya, jumlah penduduk yang besar membuat persoalan dan kebutuhan masyarakat juga semakin kompleks.

    “Penduduknya termasuk yang terbanyak di Kota Padang. Jadi wajar kalau aspirasi masyarakat juga banyak. Semua kita tampung, kemudian kita perjuangkan,” ujarnya.

    Menjaga Kepercayaan Lebih Berat daripada Mendapatkannya

    Di akhir dialog, Muharlion menyampaikan sebuah pesan yang menjadi inti dari pertemuan tersebut. Menurutnya, perjuangan seorang wakil rakyat bukan hanya soal membawa proposal atau memasukkan program pembangunan ke dalam anggaran.

    Ada tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni menjaga kepercayaan masyarakat. “Sangat berat membuat masyarakat percaya bahwa kita bisa memperjuangkan aspirasinya. Tetapi lebih berat lagi adalah menjaga kepercayaan itu,” ungkap Muharlion. (Zul/DaAn)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad