window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Betonisasi Jalan Padang Sarai Capai 98 Persen, Rp1,3 Miliar Untuk Akses Warga dan Evakuasi Bencana - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Betonisasi Jalan Padang Sarai Capai 98 Persen, Rp1,3 Miliar Untuk Akses Warga dan Evakuasi Bencana




    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Perbaikan jalan lingkungan bukan sekadar menghadirkan permukaan jalan yang lebih baik. Bagi masyarakat, jalan yang layak menjadi bagian penting dari kelancaran aktivitas sehari-hari, akses menuju permukiman, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

    Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Padang melalui pengerjaan betonisasi jalan lingkungan di kawasan jembatan Markas Komando Satuan (Makosat) Brimob Polda Sumatera Barat, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.

    Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung pengerjaan jalan tersebut pada Senin (26/10/2026). Pembangunan yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang itu merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Rancak, terutama dalam kegiatan perbaikan jalan dan drainase kota.

    “Perbaikan jalan yang kita lakukan, tidak hanya pada jalan-jalan utama, tetapi juga jalan lingkungan yang dibutuhkan masyarakat. Kita berharap pembangunan ini memberikan manfaat bagi warga Padang Sarai dan jajaran Brimob Polda Sumatera Barat, serta mendukung pengendalian banjir di kawasan tersebut,” kata Fadly.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur perlu menjangkau kawasan permukiman, bukan hanya ruas jalan utama. Bagi warga, akses lingkungan yang memadai dapat membantu memperlancar perjalanan, mendukung aktivitas ekonomi, serta memudahkan pergerakan ketika terjadi keadaan darurat.

    Jalan 454 Meter, Anggaran Rp1,3 Miliar

    Kepala Dinas Perkim Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan, jalan yang dibeton memiliki panjang 454 meter dan lebar 4 meter. Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp1,3 miliar.

    Hingga peninjauan dilakukan, progres pengerjaan telah mencapai 98 persen. Tahap yang masih perlu diselesaikan adalah pengisian bahu jalan menggunakan kerikil agar tampilan dan kondisi jalan lebih rapi serta nyaman dilalui.

    “Kita tinggal menyelesaikan pengisian bahu jalan dengan kerikil agar kondisi jalan lebih rapi dan nyaman dilalui. Kita targetkan dalam waktu dekat seluruh pekerjaan dapat diselesaikan, sehingga jalan ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Tri.

    Penyelesaian bagian bahu jalan menjadi tahapan penting agar hasil pekerjaan dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Setelah seluruh pekerjaan rampung, kondisi jalan diharapkan menunjang mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

    Memperkuat Akses dan Kesiapsiagaan Bencana

    Dari sisi pengguna jalan, keberadaan akses yang memadai juga memiliki arti penting bagi kawasan permukiman di sekitar Makosat Brimob.

    Dansat Brimob Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik menjelaskan, kawasan tersebut dikelilingi sejumlah perumahan dan berada beberapa ratus meter dari laut. Karena itu, jalan tersebut dibutuhkan untuk memperlancar akses masyarakat maupun mobilitas personel Brimob.

    “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Padang atas pembangunan jalan ini. Selain memperpendek akses masyarakat menuju luar, jalan tersebut juga mendukung mobilitas personel Brimob Polda Sumatera Barat dan jalur evakuasi bencana,” ungkap Lukman.

    Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa manfaat jalan lingkungan tidak berhenti pada kenyamanan perjalanan sehari-hari. Dalam situasi darurat, akses yang dapat dilalui dengan baik turut dibutuhkan untuk mendukung pergerakan masyarakat dan proses evakuasi.

    Meski demikian, efektivitas jalan sebagai jalur evakuasi tetap perlu ditunjang oleh kesiapan rute, informasi kebencanaan, serta koordinasi antarpihak terkait.

    Pembangunan Perlu Diikuti Pemeliharaan

    Betonisasi jalan sepanjang 454 meter ini menjadi salah satu bentuk peningkatan infrastruktur lingkungan di Padang Sarai. Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 98 persen, penyelesaian sesuai spesifikasi dan pemeliharaan setelah pembangunan menjadi hal penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Selain kualitas permukaan jalan, kondisi drainase dan aliran air di sekitarnya juga perlu mendapat perhatian. Infrastruktur jalan dan drainase yang berfungsi baik dapat saling mendukung dalam mengurangi persoalan genangan, meskipun penanganan banjir tetap memerlukan langkah yang lebih menyeluruh sesuai kondisi kawasan.

    Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya panjang jalan yang dibeton atau besarnya anggaran yang digunakan. Hal yang tidak kalah penting adalah apakah akses menjadi lebih mudah, keselamatan pengguna terjaga, dan fasilitas tersebut tetap berfungsi setelah pekerjaan selesai.

    Peninjauan Fadly Amran bersama Dansat Brimob Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, Kepala Dinas Perkim Tri Hadiyanto, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama menjadi bagian dari perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

    Tahap berikutnya adalah memastikan pekerjaan diselesaikan dengan baik dan jalan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sebab, jalan lingkungan yang layak bukan hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lain, tetapi juga membuka akses terhadap aktivitas, pelayanan, dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi keadaan darurat. (Arneldi)


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad