Fadly Amran Tantang Dayung Sumbar Gelar Kejuaraan Internasional 2027
PADANG, SUMBARKINI.COM — Gemuruh persaingan di arena dayung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI 2026 bukan sekadar tentang siapa yang tercepat mencapai garis finis. Di balik setiap kayuhan, tersimpan kerja keras, disiplin, dan harapan atlet daerah untuk membawa nama kabupaten dan kota mereka menuju prestasi yang lebih tinggi.
Semangat itu terlihat saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyaksikan langsung pertandingan cabang olahraga (cabor) dayung di Banjir Kanal GOR H. Agus Salim, Minggu (11/10/2026). Pada kesempatan tersebut, Fadly juga menyerahkan medali kepada atlet dari kontingen kabupaten dan kota yang berhasil meraih prestasi.
Fadly mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang berkompetisi dalam Porprov Sumbar XVI, yang berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Baginya, setiap atlet yang turun ke arena telah menunjukkan keberanian untuk berjuang, menguji kemampuan, dan membawa kebanggaan bagi daerah masing-masing.
“Selamat kepada seluruh atlet kebanggaan Sumatera Barat yang telah berjuang di Porprov XVI. Bagi saya, kalian semua adalah juara,” ujar Fadly.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali. Proses latihan, ketekunan menghadapi persaingan, serta keberanian untuk terus berkembang merupakan bagian penting dari perjalanan seorang atlet.
Tantang Dayung Sumbar Tembus Panggung Internasional
Di tengah persaingan Porprov, Fadly juga mendorong olahraga dayung Sumbar melangkah lebih jauh. Ia menantang jajaran pengurus cabang olahraga dayung untuk menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional pada 2027.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan internasional dapat membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan olahraga dayung sekaligus memberi kesempatan kepada atlet daerah untuk menambah pengalaman menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai negara.
“Saya tantang pengurus cabor dayung untuk menggelar kegiatan bertaraf internasional pada 2027. Para atlet juga harus terus berlatih di daerah masing-masing agar semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya,” katanya.
Gagasan tersebut menempatkan Porprov bukan hanya sebagai ajang perebutan medali, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Namun, untuk mewujudkan kejuaraan internasional, diperlukan persiapan yang terencana. Mulai dari kesiapan penyelenggara, fasilitas pertandingan, pendanaan, dukungan pemerintah, hingga pembinaan atlet dan koordinasi dengan organisasi olahraga terkait.
Jika dipersiapkan dengan baik, kejuaraan tersebut berpotensi memperluas pengalaman bertanding atlet Sumbar sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk memperkenalkan potensi olahraga dan pariwisatanya kepada peserta maupun pengunjung dari luar negeri.
| Walikota Padang foto bersama atlet dayung. |
Sembilan Kontingen Bersaing dalam 36 Nomor Pertandingan
Ketua Panitia Cabor Dayung Porprov Sumbar XVI, Novrizal, menjelaskan bahwa pertandingan dayung tahun ini mempertandingkan 36 nomor dari berbagai kategori.
Kategori yang dipertandingkan meliputi rowing, dragon boat, canoe, kayak, slalom kayak, slalom canoe, indoor canoeing, dan paddle SUP.
Pertandingan berlangsung pada 8–14 Oktober 2026 dan diikuti sembilan kontingen kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Beragamnya nomor pertandingan menunjukkan bahwa pembinaan dayung membutuhkan kemampuan yang tidak seragam. Setiap kategori memiliki karakteristik, teknik, dan tuntutan fisik tersendiri sehingga atlet perlu menjalani latihan yang sesuai dengan nomor yang digeluti.
Bagi daerah peserta, keikutsertaan dalam kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan, mengevaluasi kemampuan atlet, dan memetakan potensi yang masih dapat dikembangkan.