Agam dan Kota Solok Juara Bersama Esport Porprov XVI Sumbar, Targetkan Dua Emas di PON 2028
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Persaingan sengit di arena esport Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 berakhir dengan catatan membanggakan. Kabupaten Agam dan Kota Solok tampil sebagai juara bersama setelah sama-sama mengoleksi dua medali emas dan satu medali perak.
Hasil ini menjadi penanda penting bagi perkembangan esport di Sumatera Barat. Untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Porprov Sumbar, cabang olahraga berbasis kompetisi digital tersebut langsung memperlihatkan persaingan antardaerah sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial untuk membawa nama Sumbar ke tingkat nasional.
Pertandingan berlangsung pada 10–13 Oktober 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Centre, Padang. Sebanyak lima kategori dipertandingkan, yakni E-Football Console, E-Football Mobile, Free Fire, Mobile Legends (MLBB), dan PUBG Mobile.
Ketua Harian Pengurus Provinsi Esports Indonesia (Pengprov ESI) Sumbar, Robby Febriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menyukseskan pelaksanaan pertandingan. Mulai dari atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang, wasit hingga panitia dinilai telah berkontribusi menjaga jalannya kompetisi dengan semangat sportivitas.
Menurut Robby, rangkaian pertandingan yang mencakup 20 stage di lima kategori dapat diselesaikan dengan baik. Berbagai kendala selama kompetisi juga dapat ditangani sehingga pertandingan berlangsung hingga penutupan.
"Kita berhasil menunjukkan esport bukan hanya sekadar bermain game. Ini cabang kompetisi olahraga. Selamat kepada Agam dan Kota Solok yang meraih juara umum bersama," ujarnya.
Dari arena Porprov menuju panggung nasional
Bagi ESI Sumbar, hasil Porprov bukan sekadar persoalan siapa yang membawa pulang medali. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet, membangun pengalaman bertanding, serta mempersiapkan regenerasi atlet esport Sumatera Barat.
Robby berharap para atlet menjadikan Porprov sebagai pijakan awal untuk meningkatkan kualitas permainan dan mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Pada PON Aceh-Sumut sebelumnya, esport Sumbar berhasil menyumbangkan satu medali emas. Capaian tersebut menjadi modal untuk memasang target lebih tinggi pada pesta olahraga nasional mendatang.
"Jika sebelumnya di PON Aceh-Sumut, esport berhasil menyumbangkan satu medali emas, semoga di PON NTB-NTT nanti kita minimal menyumbangkan dua medali emas. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin," harap Robby, didampingi Bendahara Umum ESI Sumbar, Oldsan B. Pradipta.
Target tersebut tentu membutuhkan persiapan yang terukur. Konsistensi latihan, evaluasi performa, pembinaan berkelanjutan, serta kesempatan mengikuti kompetisi berkualitas menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet menuju level nasional.
Lima kategori, persaingan antardaerah
Pada acara penutupan, panitia pelaksana, Mohammad Afif, menyampaikan laporan pelaksanaan pertandingan yang berlangsung selama empat hari di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Centre.
Persaingan di lima kategori melahirkan sejumlah juara dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Payakumbuh juga berhasil meraih medali dalam sejumlah nomor pertandingan.
Berikut hasil lengkap lima kategori esport Porprov XVI Sumbar 2026:
E-Football Console: Emas Kota Solok, perak Kabupaten Agam, perunggu Kota Padang.
E-Football Mobile: Emas Kabupaten Agam, perak Kota Padang, perunggu Kota Bukittinggi.
Free Fire: Emas Kota Solok, perak Kota Bukittinggi, perunggu Kota Padang.
Mobile Legends (MLBB): Emas Kota Padang, perak Kota Solok, perunggu Kabupaten Pesisir Selatan.
PUBG Mobile: Emas Kabupaten Agam, perak Kota Padang, perunggu Kota Payakumbuh.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa persaingan tidak terpusat pada satu daerah saja. Setiap kategori menghadirkan peluang berbeda, sekaligus menunjukkan pentingnya pembinaan atlet yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing nomor pertandingan.
Pengakuan atas potensi olahraga digital
Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, secara resmi menutup rangkaian pertandingan esport. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi, termasuk dukungan fasilitas di venue yang dinilai nyaman dan memadai bagi para atlet.
"Cabang ini memiliki disiplin dan konsistensi," kata Editiawarman.
Ia juga menilai esport memiliki potensi untuk kembali berkontribusi terhadap perolehan medali Sumatera Barat pada PON mendatang. Pengalaman meraih emas pada PON Aceh-Sumut menjadi salah satu modal yang perlu dijaga melalui pembinaan dan persiapan yang lebih matang.
Berakhirnya esport di Porprov XVI Sumbar sekaligus membuka babak baru bagi olahraga digital di daerah. Kehadiran cabang ini dalam ajang olahraga provinsi memberikan ruang kompetisi yang lebih terstruktur bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Ke depan, tantangannya bukan hanya mempertahankan prestasi di tingkat provinsi, melainkan memastikan para atlet mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Dari arena Youth Centre Padang, Agam dan Kota Solok membawa pulang kebanggaan sebagai juara bersama. Namun, harapan yang lebih besar kini tertuju pada perjalanan berikutnya: mengubah prestasi Porprov menjadi modal untuk memperkuat posisi Sumatera Barat di panggung esport nasional pada 2028. (Zul/Daan)
