Santri Al Falah Ukir Prestasi di UIN Imam Bonjol Padang Juara 1 MQK se-Sumbar, Wakapolda pun Puji Produk Santri
PADANG, SUMBARKINI.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan santri Pondok Pesantren Al-Falah dalam kegiatan Seribu Santri untuk Negeri yang digelar di UIN Imam Bonjol Padang, Jumat (30/10/2026).
Tidak sekadar membawa pulang penghargaan, santri dari ponodok yang berlokasi di Jalan Mekah, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat , Padang menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren, khususnya kajian kitab kuning, tetap hidup dan mampu melahirkan generasi muda berprestasi.
"Dalam ajang Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK), santri Al-Falah berhasil meraih Juara 1 tingkat Sumatera Barat pada cabang pembacaan dan pemahaman Kitab Fathul Mu'in," ujar Dr. Syamsul Akmal Ketua Yayasan Shine Al Falah, 31 Oktober 2026.
Disebutkan Syamsul Akmal, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih kompetisi ini diikuti peserta dari 24 pondok pesantren se-Sumatera Barat. Santri Al-Falah berhasil melewati tahapan perlombaan hingga tampil sebagai peraih posisi tertinggi pada cabang yang diikutinya.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga tradisi pembelajaran kitab kuning di tengah perkembangan zaman. Di pesantren, kitab kuning bukan sekadar bahan bacaan, melainkan salah satu fondasi pembentukan pengetahuan keislaman, kedisiplinan belajar, serta pemahaman terhadap khazanah keilmuan para ulama.
Namun, prestasi Al-Falah di ajang tersebut tidak berhenti pada kompetisi MQK.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan capaian lain yang menunjukkan potensi pesantren dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian.
Al-Falah berhasil meraih Juara 2 lomba video kreatif. Sementara itu, stand Kemandirian Pesantren Al-Falah memperoleh Juara 3.
Stand tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh yang hadir. Rektor UIN Imam Bonjol Padang menyempatkan diri mengunjungi stand sekaligus membeli salah satu produk yang dipamerkan. Kunjungan Wakapolda Sumatera Barat, Solihin, turut menjadi bagian dari perhatian terhadap produk dan aktivitas kewirausahaan pesantren.
![]() |
| Wakapolda mengunjungi stand santri Al Falah |
Baik Rektor maupun Wakapolda berdialog dengan para santri yang menjaga stand yang menampilkan tempe olahan pondok, madu, sabun dan lain-lain yang menjadi andalan Sekolah Perkampungan Minangkabau itu. Kedua tokoh itu mengobrol cukup lama dengan santri Al Falah sembari melontarkan pujian dan beberapa motivasi.
Kehadiran stand kemandirian pesantren ini memperlihatkan bahwa lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan produktif, kreativitas, dan kegiatan ekonomi yang dapat mendukung keberlangsungan pendidikan.
Bagi santri, pengalaman seperti ini memberikan pelajaran bahwa menuntut ilmu tidak harus berhenti di ruang kelas atau halaqah pengajian. Pengetahuan juga perlu diterjemahkan menjadi keterampilan, karya, dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.
Prestasi yang Lahir dari Doa dan Kebersamaan
Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses pendidikan, pembinaan, doa, serta dukungan banyak pihak.
Ketua Bidang Ekonomi Yayasan Shine Al-Falah, Aulia Rahman ME menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, perhatian, dan dukungan, termasuk para donatur Panti Al-Falah.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan para santri. Sebab, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kemauan belajar, tetapi juga lingkungan pendidikan yang mendukung dan kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan pesantren.
"Dukungan donatur dan berbagai pihak nantinya bisa menjadikan usaha kreatif para santri yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pesantren ini bisa juga dilempar ke masyarakat luas nantinya," ujar Aulia optimis.
Harapan besar pun disematkan kepada para santri agar prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memperdalam ilmu dan menjaga konsistensi dalam mempelajari warisan keilmuan Islam.
Doa syarat makna juga disampaikan keluarga besar Al-Falah, semoga Allah memberkahi ilmu para santri, menguatkan istiqamah mereka dalam merawat tradisi kitab kuning, serta membimbing mereka menjadi ulama yang membawa pencerahan bagi masyarakat dan peradaban.
Prestasi di UIN Imam Bonjol Padang ini menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya tempat menempa pengetahuan agama. Pesantren juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, dan penyiapan generasi yang kelak dapat memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
Dari lembaran kitab kuning hingga karya kemandirian, santri Al-Falah menunjukkan bahwa ilmu, kreativitas, dan pengabdian dapat tumbuh bersama. (Zul/DaAn)

