window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Belajar Dari Seeokor Semut - Sumbarkini
  • Breaking News

    Belajar Dari Seeokor Semut

    Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said


    Allah berfirman:

    أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

    “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (QS. At-Takatsur: 1, Juz 30)

    Saudaraku, ada sebuah kisah tentang seekor semut yang menemukan bongkahan madu.

    Awalnya, semut itu hanya menikmati madu dari bagian tepinya. Semut itu bisa merasakan manisnya madu dan tetap selamat.

    Namun, karena tidak puas, semut itu melangkah semakin jauh ke tengah.

    Akhirnya, semut itu terjebak dan tenggelam dalam madu yang begitu disukainya.

    Semut itu bukan celaka karena tidak mendapatkan nikmat, tetapi karena tidak mampu membatasi keinginannya.

    Begitulah kehidupan manusia.

    Kita sudah memiliki rezeki, tetapi terkadang masih merasa kurang. Kita sudah menikmati banyak nikmat, tetapi terus mengejar tambahan tanpa memikirkan akibatnya.

    Bahkan, demi mendapatkan lebih banyak, ada yang rela mengabaikan salat, melupakan keluarga, dan melanggar ketentuan Allah.

    Jangan sampai sesuatu yang awalnya menjadi nikmat justru berubah menjadi sebab kebinasaan.

    Kita mungkin menganggap semut itu bodoh karena tidak tahu kapan harus berhenti.

    Namun, sudahkah kita memeriksa diri sendiri?

    Jangan-jangan kita pun sedang tenggelam dalam sesuatu yang sangat kita cintai.

    Mencari rezeki itu baik. Menikmati karunia Allah juga tidak dilarang.

    Tetapi jangan sampai keinginan yang tidak terkendali membuat kita lupa kepada Allah.

    Belajarlah merasa cukup, bersyukur atas nikmat, dan mengetahui kapan harus berhenti.

    Sebab, tidak semua yang bisa kita dapatkan harus kita miliki, dan tidak semua yang kita inginkan membawa kebaikan.

    Ya Allah, jauhkan kami dari sifat tamak, jadikan kami hamba yang pandai bersyukur, merasa cukup dengan rezeki yang halal, dan tidak terlena oleh kenikmatan dunia hingga melupakan akhirat. Āmīn. (*)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad