• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Kegiatan DPD RI. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Kegiatan DPD RI. Tampilkan semua postingan

    Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa Sambangi Nagari Sintuak, Tekankan Pentingnya Dukungan Terhadap Pembangunan Daerah


    Sintuak - Walinagari Sintuak, Desrial, S.Pd, menyambut hangat kedatangan Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH ke Nagari Sintuak. Dalam kesempatan ini, Desrial menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Leonardy yang dianggap sangat berarti bagi masyarakat setempat.

    "Pertemuan ini sangat penting bagi kami. Kehadiran Pak Leonardy memberikan semangat baru bagi masyarakat Nagari Sintuak, khususnya dalam upaya kami untuk terus memajukan daerah," ujar Desrial.

    Desrial juga mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan, kemasyarakatan, kepemudaan, serta berbagai iven olahraga di Sintuak masih membutuhkan dukungan lebih lanjut, baik dari pemerintah maupun tokoh-tokoh seperti Leonardy. Ia menekankan pentingnya peran Leonardy dalam mendukung pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan serta pemberdayaan yang ada di nagarinya.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Desrial adalah kondisi Surau Takapik yang saat ini kekurangan fasilitas dan daya tampung.

    "Sering kali kegiatan terpaksa dilaksanakan di luar atau halaman surau. Kami sangat berharap ada bantuan, baik dari Pak Leonardy maupun mitra kerja beliau, untuk perluasan dan penambahan sarana dan prasarana di surau kami," jelasnya.

    Menanggapi hal tersebut, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Walinagari, Ketua Bamus, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, Bundo Kanduang, dan pemuda Korong Simpang Tiga Sintuak. Leonardy kemudian menjelaskan tugas pokok dan fungsi Anggota DPD RI, serta bagaimana DPD RI bersinergi dengan mitra kerjanya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan kepentingan daerah.

    "Saya akan terus berupaya memperjuangkan aspirasi yang disampaikan oleh Walinagari, Ketua Bamus, tokoh masyarakat, dan semua pihak di Sintuak. Kedekatan saya dengan tokoh-tokoh di sini sudah terjalin sejak lama, dan saya berkomitmen untuk mendukung pembangunan di daerah ini," tegas Leonardy.

    Leonardy juga menekankan bahwa kunjungannya ke nagari-nagari atau desa-desa di Sumatera Barat adalah bagian dari upaya DPD RI dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan, sehingga Indonesia bisa maju dari daerah terpinggir. Semua informasi dan aspirasi yang didapat dari kunjungannya akan disampaikan kepada pemerintah pada kesempatan rapat kerja dengan Kementerian/Lembaga terkait, termasuk isu-isu mengenai pembangunan, pendanaan, dan kesejahteraan masyarakat nagari.

    Selain itu, Leonardy juga memberikan informasi mengenai dukungan DPD RI terhadap peningkatan status perangkat desa/nagari se-Indonesia, termasuk Walinagari dan Bamus, sebagai upaya untuk memperkuat pemerintahan di tingkat desa dan nagari.

    x

    Kunjungan ke Kerajaan Jambu Lipo, H. Leonardy Harmainy : Ketua DPD RI LaNyala Dapat Gelar Kehormatan Tuanku Palito Alam



    SIJUNJUNG – Senator Sumatera Barat H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa bersama Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan rombongan dalam agenda kunjungan ke Kerajaan Jambulipo, Sijunjung, Sumatera Barat, Sabtu (27/11/2021).

    Kata H. Leonardy Harmainy agenda ini membuat Ketua DPD RI LaNyalla senator dari Provinsi Jawa Timur ini, teringat kembali kepada perjuangan para pendiri bangsa yang menjelaskan Sumatera Barat telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

    “Alhamdulillah para rombongan terutama ketua DPD RI yang berasal dari Jawa Timur ini, bangga dan senang sekali berada di Sumatera Barat. Apalagi melihat situs budaya dan mendengarkan cerita sejarah minang dan kerajaan kerajaan, bahwa provinsi ini adalah gudangnya pahlawan nasional dan tokoh pendiri bangsa,” terang Leonardy

    H. Leonardy menjelaskan agenda ini, bertujuan untuk meresapi apakah hari ini cita-cita luhur semakin dapat kita rasakan atau semakin jauh dan hilang tertelan perubahan wajah Indonesia, dari negeri Pancasila menjadi negara kapitalis liberalis.

    “Ketua DPD RI terus berkeliling mendatangi satu per satu Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai bagian dari komitmen DPD RI sebagai wakil daerah. Dan Alhamdulillah hari ini, Ketua DPD RI LaNyalla bisa sampai di Kerajaan Jambulipo, Sumatera Barat,” tuturnya.

    Ia menambahkan bahwa kedatangan Ketua DPD RI ini, menggugah kesadaran berbangsa. Bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar, karena bangsa ini dilahirkan oleh sebuah peradaban yang unggul dan tercatat dalam sejarah dunia, yaitu peradaban Kerajaan dan Kesultanan Nusantara.

    “Inilah yang kerap ia sampaikan di beberapa kesempatan. Bahwa kita terlahir dari bangsa yang besar yang tercatat dalam peradaban dunia yakni Kesulatanan Nusantara” papar Ketua Badan Kehormatan DPD RI itu.

    Senada dengan itu pula, Raja Jambulipo, Yang Mulia Tuanku Rajo Godang Firman Bagindo Tan Ameh Rajo Alam Jambulipo mengaku amat sangat berkesan dengan kehadiran Ketua DPD RI. Kata dia, ini sejarah terukir pertama kali ada seorang pejabat level tinggi nasional datang ke kerajaannya. Oleh karena itu, Ketua DPD RI LaNyalla mendapatkan gelar kehormatan dari Kerajaan Jambulipo Yang Mulia Tuanku Rajo Godang Firman Bagindo Tan Ameh Rajo Alam dengan gelar “Tuanku Palito Alam”

    “Terima kasih dan kami sangat terharu. Ini tanda-tanda bahwa akan membawa manfaat untuk kami dan juga manfaat untuk Ketua DPD di karir politik di kancah nasional,” ujarnya.

    Ketua DPD RI dan rombongan disambut tuan rumah Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dan Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah. Dari pihak kerajaan ada Yang Mulia Tuanku Rajo Godang Firman Bagindo Tan Ameh Rajo Alam Jambulipo, Yang Mulia Tuanku Rajo Godang Sultani Bagindo Maharajo indo Rajo Ibadat Jambulipo dan Yang Mulia Tuanku Rajo Godang Bangindo Tan Putih Rajo Adat Jambulipo dan kerabatnya.

    Selain itu, dalam kunjungan kerja di Sumatera Barat, LaNyalla didampingi sejumlah senator, yaitu Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, (Sumatera Barat/Ketua Badan Kehormatan DPD RI), Emma Yohanna (Sumatera Barat), Alirman Sori (Sumatera Barat/Wakil Ketua Kelompok DPD RI di MPR), Muslim Yatim (Sumatera Barat), Bustami Zainudin (Lampung), Ahmad Bastian (Lampung), Bambang Sutrisno (Jawa Tengah), Evi Apita Maya (NTB), Bambang Santoso (Bali). (*)

    BK Bukan Untuk Meng-OTT Anggota DPD RI

    Jakarta (sumbarkini.com) - Keberadaan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI harus menunjang kinerja Anggota DPD RI. Bukan menghambat gerak dan langkah anggota DPD RI.

     BK bakal terus mengupayakan agar semua anggota mengembangkan tata beracara, taat aturan sebagai pedoman dalam berperilaku agar memberikan hasil terbaik dalam menjalankan amanah masyarakat dan daerah.

    Hal itu ditegaskan Ketua Badan Kehormatan DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S.IP., MH usai rapat pleno pertama BK, Selasa 8 Oktober 2019.

    "Sebagai Ketua Badan Kehormatan DPD RI yang baru, saya bersama tiga wakil ketua yaitu Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Fernando Sinaga dan Husain Alting Sjah akan memimpin Badan Kehormatan secara kolektif kolegial dan menggerakkannya bersama-sama anggota BK," ujar H. Leonardy Harmainy saat rapat pleno pertama BK DPD RI.

    Kebersamaan usai rapat pleno pertama Badan Kehormatan DPD RI.

    Leonardy menegaskan BK bakal meluruskan pemahaman/anggapan masyarakat tentang fungsi dan peran BK. Saat ini berkembang anggapan BK itu ibarat inspektorat di pemerintahan. Bahkan ada yang ingin BK mengawasi anggota lalu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) jika diperlukan. "Ini perlu kita luruskan," tegas Senator

    BK tugasnya itu pertama adalah menjalankan operasional secara utuh sesuai tata tertib DPD RI. Kedua menjaga kode etik artinya menjaga harkat, martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas anggota dan lembaga DPD RI.

    "Jadi BK bukan mencari-cari kesalahan anggota. Bukan mengawasi, mengintai, menghakimi apalagi melakukan OTT. BK hanya menjaga anggota dan lembaga DPD RI," tegas Leonardy.

    Foto bersama usai pemilihan Ketua Badan Kehormatan DPD RI.

    Untuk itu BK bekerja berdasarkan data dan fakta. Ada datanya dan terbukti dengan faktanya. Kalaupun ada anggota yang mulai melenceng dari kode etik, BK lebih mengedepankan sisi persuasif. Dilakukan pendekatan terhadap anggota dan diberikan pemahaman terlebih dahulu.

    Untuk tujuan itu, kata pria yang akrab disapa Bang Leo itu, jika Panitia Musyawarah (Panmus) DPD RI telah menyelesaikan tugasnya, dan berdasarkan jadwal dari Panmus maka BK akan menyusun program satu tahun ke depan. Dengan dukungan wakil ketua dan anggota, diharapkan BK dapat menghasilkan program yang mampu meningkatkan integritas, kepatutan dan tanggung jawab seluruh Anggota DPD RI. (Dani)

    OSO dan Anwar Ibrahim Bahas Perlindungan Tenaga Migran Indonesia

    Kualalumpur - Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) menemui Ahli Parlemen Port Dickson Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim di Gedung Parlemen Malaysia, Rabu 5 Desember. OSO ingin membahas perlindungan pekerja migran Indonesia di negara jiran itu.

    "Saya ucapkan terima kasih kepada Parlemen Malaysia karena memang harus ada solusi bagi perlindungan pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia," katanya.

    Dia mengatakan saat ini ada sekitar 2 juta tenaga kerja serta 13.000 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia di Malaysia. OSO berharap hubungan Anwar Ibrahim dengan Indonesia yang  sudah sangat dalam saat ini tinggal membuat terobosan-terobosan baru ke depannya.

    "Hubungan Dato' Anwar Ibrahim dengan Indonesia sudah sangat dalam, kita tinggal buat kreasi baru ke depannya, jadi harus sabar," ujarnya.

    Menanggapi pernyataan OSO, Anwar Ibrahim pun menyatakan kesediaannya membantu pemerintah Indonesia dalam penanganan dan perlindungan tenaga migran Indonesia di Malaysia. Dia mengakui tenaga migran Indonesia dicambuk di dalam penjara Malaysia, padahal mereka tidak berbuat kriminal.


    "Saya bicara keras di parlemen Malaysia agar tidak terjadi lagi," ujarnya.

    Dia pun sudah menyampaikan tindakan tidak manusiawi tersebut kepada menteri terkait di Malaysia untuk segera diambil kebijakan.

    Bahkan Anwar yang ternyata juga peduli terhadap anak-anak tenaga migran Indonesia berencana membuka lahan di Johor untuk membangun sekolah bagi anak-anak tenaga migran. (*)



    DPD RI Lakukan Kunjungan Balasan ke Dewan Rakyat Malaysia

    Kualalumpur – Ketua DPD RI Dr. H. Oesman Sapta Odang beserta rombongan melakukan kunjungan balasan ke Dewan Rakyat Malaysia. Mereka pun menggunakan kesempatan pertemuan dengan Juru Bicara Dewan Rakyat, Dato Mohamad Ariff bin MD Yusof meningkatkan hubungan bilateral dengan Malaysia.

    “Ini awal yang baik bagi kedua negara bertetangga, Indonesia dan Malaysia. Saya yakin hubungan antara keduanya semakin meningkat. Apalagi parlemen Indonesia dan dewan rakyat Malaysia mendorong implementasi kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk memakmurkan rakyat serta menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara,” tegasnya kepada Mohammad Ariff, Rabu 5 Desember 2018.

    Pria yang akrab dipanggil OSO ini memaparkan seputar tantangan-tantangan yang masih menggantung dalam hubungan negara serumpun itu. Termasuk permasalahan perbatasan.
    OSO berupaya meyakinkan dewan rakyat bahwa semua permasalahan pasti bisa kita selesaikan dengan baik. Asalkan kedua belah pihak mampu mengisi dengan kerjasama-kerjasama yang saling menguntungkan.

    Kepada Mohammad Arif, OSO juga mengungkapkan seputar terbukanya peluang investasi Rp120
    triliun untuk korporasi Malaysia. Mereka bisa masuk ke bidang petrokimia, infrastruktur, property, konstruksi, industri makanan, perkebunan, energi, transportasi dan perbankan.

    Tawaran ini dalam format kerjasama dengan BUMN dan swasta di Indonesia. Dimana untuk BUMN saja, nilai peluang investasi berkisar Rp65,5 triliun.

    OSO juga mencatat bahwa investasi dari Malaysia mencapai US$1,1 miliar atau Rp14,84 triliun pada tahun 2017. Artinya masih terbuka peluang besar bagi korporasi-korporasi Malaysia untuk masuk ke bidang petrokimia, infrastruktur dan lainnya.

    OSO juga menyatakan optimismenya tentang Era Solidaritas Baru yang dicanangkan Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohammad. Sikap optimis OSO ini didasarkan atas pernyataan Dr. Mahathir saat berkunjung ke Jakarta. Dimana saat ini Mahathir menyatakan harus menerima Indonesia dan Malaysia bekerjasama sebagaimana Malaysia bekerjasama dengan Thailand.”

    Menurut OSO, DPD di bawah kepemimpinannya menyambut baik tekad pemerintah Malaysia untuk menghidupkan kembali proyek-proyek yang pernah ditangguhkan kedua negara. Misalnya memproduksi Mobil ASEAN yang gagal terwujud setelah melalui perdebatan sengit di tahun 2015. Apalagi Presiden Jokowi telah pula melakukan test drive ketika diundang Dr. Mahathir ke Proton Holdings.

     “Untuk itu, parlemen kedua negara perlu terus mendorong para pelaku usaha dan memfasilitasi mereka sesuai kapasitas masing-masing agar Era Solidaritas Baru yang dicanangkan Dr. Mahathir Mohammad dapat dimulai implementasinya di bidang ekonomi,” harapnya.

    Untuk memperkuat pernyataannya, OSO mengingatkan bagaimana pun Malaysia dan Indonesia akan tetap serumpun, bertetangga dan tetap bersaudara. Pastinya peningkatan hubungan bilateral berdampak positif terhadap tingkat kemakmuran dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Khususnya bagi negara-negara yang tergabung dalam Asean Economic Community. (*)



    DPD RI Perkuat Kerjasama dengan Parlemen Malaysia

    Ketua DPD RI menandatangani kesepakatan kerjasama.

     Kualalumpur – Ketua DPD RI Dr. H. Oesman Sapta Odang dan rombongan berupaya memanfaatkan kunjungan ke Parlimen Malaysia sebaik-baiknya. Kesempatan berpidato di hadapan Yang Berhormat Senator Dato Seri Haji Abdul Halim bin Haji Abdul Somad dan anggota Parlimen Malaysia itu digunakan pria yang akrab dipanggil OSO itu memperkuat kerjasama antara Malaysia dan Indonesia. Maka lahirlah kesepakatan kerjasama antara kedua parlemen.

    “Saya yakin hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia akan semakin meningkat. Bahkan makin diperluas apabila parlemen kedua negara mendorong implementasi kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk memakmurkan rakyat serta menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara,” tegasnya di hadapan Anggota Parlimen Malaysia, Rabu 5 Desember 2018.

    Dikatakannya tantangan-tantangan lama yang masih menggantung termasuk masalah perbatasan, pasti bisa kita selesaikan dengan baik. Syaratnya kita mampu mengisi apa yang diistilahkan Dr. Mahathir Mohammad sebagai Era Solidaritas Baru dengan kerjasama-kerjasama yang saling menguntungkan.

    Keyakinan OSO didasarkan atas pernyataan Dr. Mahathir saat kunjungannya beberapa waktu lalu ke Jakarta. “Saat itu beliau katakan kami telah memulai pendekatan dan kami harus menerima Indonesia dan Malaysia harus bekerjasama sebagaimana Malaysia bekerjasama dengan Thailand.”

    Malaysia dan Thailand memiliki area pengembangan bersama, makanya DPD menyambut baik tekad pemerintah Malaysia untuk menghidupkan kembali proyek-proyek yang pernah ditangguhkan kedua negara. Misalnya memproduksi Mobil ASEAN yang gagal terwujud setelah melalui perdebatan sengit di tahun 2015. Apalagi Presiden Jokowi telah pula melakukan test drive ketika diundang Dr. Mahathir ke Proton Holdings.

    “Ini suatu awal yang baik dan perlu didorong untuk segera direalisasikan dengan penandatanganan kerjasama antara Parlimen Malaysia dan Parlemen Indonesia,” ujarnya.

    OSO juga mengungkapkan seputar terbukanya peluang investasi Rp120 triliun untuk korporasi Malaysia. Mereka bisa masuk ke bidang petrokimia, infrastruktur, property, konstruksi, industri makanan, perkebunan, energi, transportasi dan perbankan.
    Tawaran ini dalam format kerjasama dengan BUMN dan swasta di Indonesia. Dimana untuk BUMN saja, nilai peluang investasi berkisar Rp65,5 triliun.

    OSO juga mencatat bahwa investasi dari Malaysia mencapai US$1,1 miliar atau Rp14,84 triliun pada tahun 2017. Artinya masih terbuka peluang besar bagi korporasi-korporasi Malaysia untuk masuk ke bidang petrokimia, infrastruktur dan lainnya.

    “Untuk itu, parlemen kedua negara perlu terus mendorong para pelaku usaha dan memfasilitasi mereka sesuai kapasitas masing-masing agar Era Solidaritas Baru yang dicanangkan Dr. Mahathir Mohammad dapat dimulai implementasinya di bidang ekonomi,” harapnya.

    Parlemen Indonesia foto bersama Dato Seri Anwar Ibrahim..
    Anak dari pasangan Odang (asal Palopo, Sulawesi Selatan) dan Asnah Hamid (asal Sulit Air, Solok, Sumatera Barat) ini pun mengingatkan bahwa penguatan dan perluasan hubungan antara Indonesia dan Malaysia ini berdampak positif terhadap tingkat kemakmuran dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Khususnya bagi negara-negara yang tergabung dalam Asean Economic Community.

    Hubungan bilateral meningkat jika kedua negara bijak menyikapi berbagai aspek dalam hubungan antara dua negara serumpun dan bertetangga ini. “Ingatlah, sampai selama-lamanya Malaysia dan Indonesia akan tetap serumpun, bertetanga dan tetap bersaudara,” pungkasnya. (*)


    Pagi Ini, OSO akan Berpidato di Parlimen Malaysia

    Kuala Lumpur - Pagi ini, Rabu 5 Desember 2019, Ketua DPD RI DR. H. Oesman Sapta Odang berbicara di depan Anggota Parlimen Malaysia. Pria yang akrab dipanggiol OSO itu bakal memaparkan perlunya kedua negara bertetangga melihat lebih ke dalam.

    “Dengan melihat ke dalam, kita bisa membenahi berbagai aspek hubungan dua negara bertetangga dan serumpun ini,” ujarnya.

    OSO menegaskan banyak hal-hal kecil yang perlu disikapi secara bijak karena sampai selama-lamanya Malaysia dan Indonesia akan tetap serumpun, tetap bertetangga dan tetap bersaudara.

    OSO juga akan memaparkan pandangannya tentang Era Solidaritas Baru unutuk keberlangsungan hubungan antara kedua negara. Menurutnya istilah yang dimunculkan Perdana Menteri Malaysia 
    Dato Seri Dr. Mahathir Mohammad merupakan kesempatan bagi Malaysia dan Indonesia untuk mengedepankan kepentingan bersama ke depannya.

    Dia pun bakal mengajak Parlimen Malaysia untuk bersama-sama dengan Parlemen Indonesia mendorong pemerintah kedua negara untuk merumuskan skema-skema kerjasama yang saling menguntungkan.

    Indonesia pun menyambut baik keinginan Dr. Mahathir Mohammad saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. “Kami menyambut baik tekat Pemerintah Malaysia untuk menghidupkan kembali proyek yang ditangguhkan antara kedua negara untuk memproduksi Mobil ASEAN yang gagal terwujud setelah perdebatan di tahun 2015 lalu,” pungkasnya.


    Ikut bersama OSO 16 Anggota DPD RI. Mereka adalah Ghazali Abbas Adan, Dedi Iskandar Batubara, Parlindung Purba, Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, Abdul Gafar Usman, Rosti Uli Purba, Daryati Uteng S, Abu Bakar Jamalia, Siska Marleni, Ahmad Kanedi, A. Hudarni Rani, Hardi Selamat Hood, Djasarmen Purba, I Kadek Arimbawa, Mervin Sadipun Komber. (zul)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2