• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

    ‎Pemkab Dharmasraya Gelar Operasi Katarak Gratis, Dukung Program 100 Hari Bupati-Wabup Dharmasraya

    Dharmasraya (Sumbarkini.com) – Dalam rangka mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni, RSUD Sungai Dareh melaksanakan , Jumat (10/5/2025).

    ‎Dari total 42 yang lolos skrining, 41 hadir, dan sebanyak 37 orang dinilai siap menjalani operasi katarak.

    ‎Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, H. Adlisman. 

    ‎Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga medis maupun para sponsor dan mitra yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.

    ‎“Operasi katarak gratis ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil dan memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan,” ujar Adlisman.

    ‎Ketua pelaksana kegiatan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Yefrinaldi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, RSUD Sungai Dareh, serta sejumlah sponsor dan mitra kerja.

    ‎Pihak yang turut mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini antara lain Baznas Dharmasraya, Departemen Mata Universitas Andalas, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan Bank Nagari Cabang Pulau Punjung.

    ‎“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program 100 hari kerja, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi penderita katarak yang tergolong kurang mampu,” ujar Yefrinaldi.

    ‎Menurut Yefrinaldi, dari 42 peserta yang lolos skrining, satu orang tidak hadir, empat tidak memenuhi syarat untuk dilakukan tindakan, dan 37 orang berhasil menjalani operasi dengan lancar. Peserta berasal dari berbagai wilayah seperti Timpeh, Sungai Rumbai, Padang Laweh, dan Koto Besar.

    ‎Proses operasi dilakukan oleh tim dokter spesialis mata dari Perdami bersama tim medis RSUD Sungai Dareh. Kegiatan ini dilaksanakan dengan prosedur ketat dan standar pelayanan medis untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pasien.

    ‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, Kepala Dinas Sosppakb Dharmasraya, Martin Efendi, Kepala Dinas PMPTSP, Naldi, Kepala Dinas PMD, Hasto Kuncoro, Ketua Baznas Dharmasraya, Z. Lubis, dan sejumlah pejabat lain yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada para pasien serta tim pelaksana.

    ‎Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, setibanya di Dharmasraya pada sore harinya, langsung menyambangi RSUD Sungai Dareh. Di sana, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan operasi katarak gratis ini.

    ‎“Terima kasih kepada semua pihak, terutama tim medis dan para sponsor yang telah mewujudkan kegiatan ini. Ini bukan hanya tentang program 100 hari, tapi tentang kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Annisa.

    ‎(dodon).

    Rumah Sakit Adventist Penang Terapkan QRIS Sebagai Metode Pembayaran

    Penang (sumbarkini.com) – Rumah Sakit (RS) Adventist Penang, salah satu rumah sakit terbaik di Penang, Malaysia secara resmi menerapkan metode transaksi pembayaran dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Langkah ini bertujuan memberikan kemudahan bagi WNI dalam transaksi pembayaran yang melakukan pemeriksaan kesehatan atau pengobatan di RS Adventist Penang. Transaksi pembayaran dapat dilakuan secara nontunai hanya dengan memindai (scan) QRIS/DuitNow QR Code yang disediakan pihak rumah sakit, melalui rekening rupiah di aplikasi pembayaran masing-masing.


    Penerapan QRIS sebagai metode pembayaran tersebut diresmikan melalui Launching Ceremony yang dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih. Sementara dari internal RS Adventist, acara launching dipimpin oleh Mr. Albin Phuah, CEO RS Adventist Penang dan didampingi oleh Mr. Ronald Koh, Presiden Grup RS Adventist Penang (Group President of Penang Adventist Hospital (21/3). 


    Launching QRIS tersebut merupakan respon positif pihak manajemen RS Adventist Penang terhadap upaya Konsulat Jenderal RI (KJRI) Penang yang mendorong pemberlakuan QRIS di Wilayah Kerja KJRI Penang.  “Konsulat Jenderal RI Penang menyatakan tengah berupaya  mendorong para pemangku kepentingan seperti rumah-rumah sakit, apotek-apotek, pusat-pusat perbelanjaan dan, serta sektor usaha lainnya dapat menerapkan QRIS untuk memudahkan WNI dalam transaksi pembayaran”, ujar Wanton 


    Wanton Saragih menyatakan hal tersebut juga sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara bank sentral Indonesia dan Malaysia terkait transaksi pembayaran dengan mata uang lokal dalam kerangka Local Currency transaction (LCT), yang ditandatangani tahun 2018. “Penerapan QRIS diharapkan memudahkan transaksi pembayaran, memberikan rasa aman karena tidak perlu bawa uang tunai, mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika (USD), meminimalisir biaya penukaran uang di money changer dan meningkatkan pelayanan publik kepada warga Indonesia di wilayah kerja kami”, ujarnya. 


    Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih menyambut antusias terwujudnya penerimaan QRIS di Penang Adventist Hospital. “Hal ini merupakan bukti nyata penguatan kerja sama antara KJRI Penang dan para pemangku kepentingan yang mendukung transaksi pembayaran dengan mata uang rupiah melalui kerangka Local Currency transaction (LCT)”, ujarnya.


    Dalam sambutannya, CEO RS Adventist Penang, Albin Phuah mengatakan peluncuran QRIS ini merupakan bagian dari komitmen RS Adventist Penang dalam mendukung kemudahan transaksi pembayaran yang lebih nyaman, aman dan cepat “QRIS sebagai salah satu solusi pembayaran diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sehingga pasien WNI dapat fokus pada proses penyembuhan, serta memperkuat kemitraan kami dengan KJRI Penang dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan kepada kepada WNI”, tutupnya. 


    Berdasarkan data dari RS Adventist Penang lebih dari 60 ribu WNI melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di RS Adventist Penang sepanjang tahun 2024. (*) 

    Yayasan KATEDA Gelar Edukasi Toilet Bersih di Jambore Daerah X Kwarda Sumbar

    PADANG (sumbarkini.com) - Yayasan KATUA Tekno Daya (KATEDA) berkolaborasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumbar dalam melaksanakan Edukasi Kebersihan Toilet pada kegiatan Jambore Daerah X Kwarda Sumatera Barat di Bumi Perkemahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi, Selasa (20/8/2024). Kegiatan edukasi disampaikan oleh Dr. Wirdanengsih, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Pusat kearifan Lokal Universitas Negeri Padang.

    Edukasi yang diberikan Dr. Wirdanengsih diawali dengan menyampaikan pentingnya kesadaran untuk menjaga kebersihan toilet kepada peserta jambore. “Toilet adalah salah satu tempat  yang paling sering digunakan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan toilet agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ungkap Wirda.

    Perempuan yang juga merupakan Dewan Pakar KATEDA memaparkan beberapa masalah yang sering terjadi di toilet dan bagaimana langkah-langkah maupun perilaku yang baik dalam menjaga kebersihan toilet. Paparannya disertai dengan contoh. Bahkan di akhir sesi peserta Jambore diajak bermain games edukasi yang berkaitan dengan masalah kebersihan toilet. Peserta pun diminta menampilkan yel-yel keluar bersih toilet.

    Pada kegiatan tersebut KATEDA juga mesosialisasikan Gerakan Keluar Bersih. Gerakan ini digagas oleh KATEDA bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli menjaga kebersihan toilet setelah digunakan, baik itu toilet umum maupun toilet di rumah masing- masing. Sehingga memunculkan sebuah kebiasaan baru dari masuk kotor keluar kotor, menjadi masuk bersih keluar bersih.

    “Harapannya dengan adanya sosialisasi Gerakan Keluar Bersih ini semoga dapat menginisiasi perubahan perilaku menjaga kebersihan toilet pada peserta Jambore dan kader pramuka di Sumatera Barat, dimana sasaran dari Gerakan Keluar bersih ini termasuk siswa-siswi dan pelajar yang ada di Sumatera Barat,” tukas Wirda.

    Sementara itu, Nurheliza selaku penanggung jawab dari kegiatan  Jambore Daerah X Kwarda Sumatera Barat menyampaikan apresiasinya kepada KATEDA karena telah memberikan edukasi yang bermanfaat tentang kebersihan toilet kepada peserta jamboree.

    "Saya mewakili panitia pelaksana jambore berterima kasih kepada KATEDA yang telah memberikan kegiatan edukasi yang menarik dan bermanfaat bagi peserta jambore mengenai kebersihan toilet " Ungkap Nurheliza.

    Nurheliza juga mengungkapkan selama kegiatan edukasi berlangsung peserta sangat antusias karena kegiatan edukasi dilakukan secara menarik dan diselingi dengan permainan games yang membuat peserta tidak bosan selama kegiatan berlangsung.

    "Harapan saya dengan adanya edukasi kebersihan toilet yang diadakan KATEDA semoga dapat menumbuhkan rasa kesadaran adik-adik peserta jambore dalam menjaga kebersihan toilet dimana saja, dan ilmu yang telah didapat kan bisa langsung dipraktikkan saat ini juga," ujarnya. (*)

    Diresmikan Bupati Benny, RSUD Sijunjung Berganti Nama Menjadi RSUD Ahmad Syafi'i Ma'arif

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir secara resmi mengabadikan nama mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Sijunjung pada Jumat, 12 Juli 2024. Penandatanganan prasasti RSUD Ahmad Syafi'i Ma'arif Kabupaten Sijunjung dilaksanakan di Kecamatan Kamang Baru disaksikan pejabat Kemenkes, pejabat RSCM Jakarta, pejabat RSUP M. Djamil Padang serta ratusan orang lainnya.

    Sebelumnya, RSUD Ahmad Syafi'i Maarif Kabupaten Sijunjung yang beralamat di Tanah Badantung itu adalah bernama RSUD Sijunjung. “Ini adalah bentuk penghargaan kepada tokoh nasional yang juga Guru Bangsa, sekaligus tokoh Muhammadiyah,” ujarnya Benny.

    Penandatanganan prasasti tersebut, dilakukan bersamaan dengan peresmian RSUD Pratama Sijunjung yang berlokasi di Jorong Batang Kariang, Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru.

    Dikatakan Benny, Ahmad Syafii Maarif (1935-2022), adalah tokoh nasional berjuluk Guru Bangsa yang berasal dari Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Pernah menjadi ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1997-2002), selain itu beliau juga dikenal sebagai cendekiawan, budayawan, wartawan dan penulis aktif serta pegiat anti korupsi.

    “Semoga nilai-nilai dan spirit yang ditinggalkannya menjadi pengingat bagi kita dalam rangka membangun bangsa,” tutup Benny.

    Hingga saat ini, Ahmad Syafii Maarif telah diabadikan jadi nama jalan, gedung, museum, pojok baca, convention hall, mushallah hingga pustaka. (AG)

    Atasi Stunting, Pemerintah Daerah Perkuat Mitra dengan Kemenag

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka penurunan angka stunting pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Perwakilan BKKBN melalui Balai Penyuluh KB serta Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana secara bersama melaksanakan Advokasi dan KIE program Bangga Kencana di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sijunjung Selasa 9 Juli 2024.

    Pada kegiatan ini menghadirkan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto serta seluruh Koordinator Balai Penyuluh KB se Kabupaten Sijunjung dan kota Sawahlunto sementara Nara sumber pada kegiatan ini adalah Kepala Dinas P3AP2KB provinsi Sumatera Barat dr. Herlin Sridiani,M.Kes yang disampaikan oleh Zulkarnaen ST,MM Kabid Pengendalian Penduduk dan KB, Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Sijunjung Roni Satria, SSTp MSi, Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat disampaikan oleh Syafarmat Kasi Pengulu serta Ketua MUI kabupaten Sijunjung Ustadz Syukri Rahmad, Lc  kegiatan ini dimoderatori oleh Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sijunjung Hendri Nurka,S.Sos,MSi.

    Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Sumatera Barat disampaikan oleh Kabid Pengendalian Penduduk Zulkarnaen ST MM dalam sambutan Pembukaan Mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat dalam urusan pernikahan 

    Tidak hanya melakukan pencatatan dan mengeluarkan surat nikah tapi yang lebih penting diperhatikan adalah kesejahteraan dan kualitas rumah tangga calon pengantin terutama tentang kualitas kesehatan dan perencanaan Pernikahannya. Lebih lanjut dikatakan Zulkarnaen,

    Layanan konkret yang dapat dilaksanakan adalah bekerjasama dengan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dengan mengadvokasi Catin masuk melalui aplikasi Elsimil (elektronik siap Nikah dan Hamil) dalam rangka memantau perkembangan catin dan Persiapan kehamilannya.

    Komitmen bersama dalam aplikasi elsimil merupakan dukungan terhadap penurunan dan mencegah stunting sejak dari hulu.

    Setiap catin yg mendaftar di KUA wajib mengunduh aplikasi elsimil sehingga memudahkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam melakukan tugasnya, pada akhirnya kita harapkan stunting di daerah kita mengalami penurunan.(HN)

    Bupati Benny Dwifa Kembali Buka Bimtek Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

    Bupati Benny Dwifa foto bersama dengan Wabup Iraddatillah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ny. Nedia Fitri Benny dan Ny. Donna Iraddatillah bersama peserta Bimtek Intervensi angkatan III. (Foto: Nofen)

    PADANG (Sumbarkini.com) - Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) kembali menggelar Bimtek Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. Peserrta Bimtek angkatan III ini diikuti Ketua PKK jorong se-Kecamatan Tanjung Gadang dan Kecamatan Kamang Baru di Rocky Hotel Padang selama tiga hari, yaitu dari Selasa sampai dengan Kamis (02-04 Juli 2024)

    Kegiatan tersebut dibuka Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir. Turut hadir Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, Ketua TP-PKK Sijunjung Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Ketua GOW Ny. Donna Iraddatillah, Kadis DPMN, Joni Antonius beserta jajaran.

    Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa mengatakan bahwa pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting ini dilakukan sebagai upaya kejar target mempercepat penurunan stunting. Sijunjung telah menetapkan target angka stunting dibawah 14 persen tahun 2024.

    Bupati juga menyampaikan bahwa Ketua PKK Jorong menjadi ujung tombak pelaksanaan program PKK di nagari diharapkan harus memiliki peran dalam mengawal pengentasan angka stunting di setiap nagari masing masing. "Mari kita bergerak bersama, menyatukan langkah, kita perlu mempunyai pemahaman yang sama dalam mengatasi stunting guna mewujudkan Generasi Emas pada tahun 2024," ajak Benny

    Kadis DPMN Joni Antonius selaku panitia pelaksana mengatakan bahwa selain dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dengan gerakan pengukuran dan intervensi pencegahan stunting secara serentak, tujuan dari kegitan ini juga untuk meningkatkan peran dan fungsi kelompok PKK, terutama sebagai Lembaga Kemasyarakatan Nagari dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui keluarga. 

    Bimtek Intervensi angkatan III ini lanjut Joni diikuti oleh 104 orang Ketua PKK jorong yang terdiri dari Kecamatan Tanjung Gadang 41 Orang, Kecamatan Kamang Baru 61. Juga hadir pendamping dari masing-masing kecamatan sebanyak 1 orang dari unsur TP PKK Kecamatan.

    "Kegiatan Pengukuran dan Intervensi Serentak ini dilakukan secara nasional di 38 provinsi, sehingga didapatkan data akurat by name by address yang nantinya sebagai dasar pemberian intervensi program yang semakin terarah dan tepat sasaran," tegas Joni yang berharap kegiatan ini dapat memberi penyemangat bagi PKK Jorong untuk mewujudkan jorong terbaik. (Andri)


    World Water Forum 2024, CCEP Indonesia Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Air dan Kesejahteraan Komunitas

    Bali – Di tengah krisis air global, lebih dari 2,4 miliar orang mengalami kekurangan air, sementara 2 miliar lainnya tidak memiliki akses ke air minum yang aman. Di Indonesia, lebih dari 25 juta orang hidup tanpa fasilitas sanitasi yang layak, memperburuk risiko kesehatan karena kualitas air yang buruk. Menanggapi tantangan ini, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengambil langkah proaktif dalam mengelola sumber daya air yang esensial—tidak hanya untuk keberlanjutan produksi tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.


    Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability, CCEP Indonesia, menyoroti langkah-langkah yang telah diambil oleh perusahaan untuk pengelolaan air dalam rangkaian sesi dialog di World Water Forum 2024 di Bali, Rabu (22/5). Karina menekankan, "Air adalah kebutuhan mendasar bagi lingkungan, masyarakat, dan proses produksi kami. Sebagai pengguna besar, kami bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya ini secara berkelanjutan, dan kami melakukannya dengan pendekatan holistik, termasuk manajemen operasional dan rantai pasokan, aksi kolektif, keterlibatan komunitas, kepatuhan terhadap regulasi, dan transparansi pelaporan."


    Inisiatif tata kelola air yang dilakukan telah menghasilkan penghematan signifikan melalui langkah-langkah efisiensi di fasilitas manufaktur. Pada tahun 2023, perusahaan mencatat penurunan Water Use Ratio (WUR) sebesar 25% dibandingkan tahun 2019, menunjukkan penggunaan air yang lebih efisien untuk setiap liter produk. Efisiensi ini dicapai melalui inovasi dan penerapan prinsip 3R—reduce, reuse, recycle—dalam proses manufaktur, termasuk optimalisasi proses Clean-In-Place yang mengurangi penggunaan air dan bahan kimia pembersih, serta pendaurulangan air. Sejalan dengan target global CCEP untuk tahun 2030, CCEP Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengurangi WUR sebesar 10% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2019.


    Selain meningkatkan efisiensi operasional, CCEP Indonesia juga mengutamakan upaya konservasi air dan sanitasi melalui program WASH. Program terbaru ini akan diresmikan pada 4 Juni 2024 di Desa Kutamaneuh, Kabupaten Karawang. Program ini menggunakan model WASH yang inovatif, menggabungkan intervensi di bidang air, sanitasi, kebersihan, pengelolaan limbah, dan ketahanan iklim komunitas dalam satu pendekatan terpadu. Langkah ini memungkinkan penggunaan kembali air limbah domestik yang telah diolah untuk kegiatan berkebun oleh komunitas lokal. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Hal ini sesuai dengan komitmen global CCEP untuk mencapai pengembalian air 100% setiap tahunnya, termasuk melalui inisiatif untuk komunitas.


    "Dengan meluncurkan program terbaru, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih
    besar dalam mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui kemitraan bersama pemangku kepentingan, kami berupaya mengatasi tantangan berkelanjutan secara holistik, terutama dalam penyediaan fasilitas sanitasi dan pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular " ungkap Karina.


    Sesi dialog di World Water Forum memberikan kesempatan bagi CCEP Indonesia untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap pengelolaan air yang berkelanjutan serta kontribusinya dalam membentuk masa depan yang lebih tangguh dan inklusif. CCEP Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk merangkul inovasi dan kemitraan demi melindungi sumber daya vital ini bagi generasi mendatang. (*/elsi)

    PMI Sijunjung suport penuh kegiatan pemeriksaan gigi dan mata gratis oleh BKIM dan PMI Prov Sumbar

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sijunjung mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PMI Provinsi Sumatera Barat yang telah mengadadakan Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mata secara Gratis untuk masyarakat di Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung

    "Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kolaborasi luar biasa pada kegiatan germas yang dilaksanakan di nagari padang laweh selatan ini, kolaborasi antara Dinkes, PMI, dan dukungan anggota DPRD serta animo masyarakat yang tinggi,"ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Dr. Zefnihan, AP. M.Si yang juga sekaligus Ketua PMI Kabupaten Sijunjung ini pada Saptu 3 Desember 2022 sore

    " Kedepan kita juga akan mengagendakan kegiatan seperti ini pada kegiatan PMI Sijunjung, untuk itu kami mohon dukungan dari PMI Provinsi Sumatera Barat,"harap Zefnihan

    Kepala Markas PMI Sijunjung, Rezky Fitra mengatakan, "atas nama PMI Kabupaten Sijunjung kita sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI Sumatera Barat yang telah mengadakan kegiatan ini di Sijunjung, "ujar Rezky

    Ia beraharap kolaborasi kegiatan ini dapat dilanjutkan dan diagendakan  kembali, agar dapat menyentuh ke tengah - tengah masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Sijunjung,  sehingga keberadaan PMI dapat diirasakan manfaatnya secara langsung dan tepat sasaran. 

    "Ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik Pemerintah ( eksekutif dan legislatif ) , BUMN dan BUMD maupun Swasta serta masyarakat sendiri. Sehingga ini akan membuat sebuah circle dari Masyarakat untuk masyarakat,"harap Rizky

    Setelah kegiatan pelayanan selesai, petugas Medis dan Paramedis dari BKIM Provinsi Sumatera Barat dan tim PMI Provinsi beserta relawan PMI Kabupaten Sijunjung bersama - sama menikmati keindahan alam muko - muko, ngalau basurek dan rest area di pasir putih Silokek. (Humasy PMI Sijunjung/Andri)

    Ini Aturan Medis Bagi Vaksin Anak Usia 6-11 Tahun

    Jakarta - Program vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun telah berjalan secara bertahap. Selain melindungi anak itu sendiri, vaksinasi anak juga turut mencegah penularan kepada anggota keluarga. Namun lebih dari itu, cakupan vaksinasi anak akan mendorong terciptanya herd immunity yang diharapkan bisa membentengi masyarakat dari transmisi virus dan akibat yang lebih buruk.

    Dokter spesialis anak sekaligus anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia KOMDA KIPI, Mei Neni Sitaresmi mengatakan, anak-anak perlu mendapatkan vaksinasi karena sampai saat ini tercatat 10-12 persen populasi yang terkena COVID-19 di rentang usia ini. Angka tersebut artinya, lebih dari setengah juta anak terinfeksi.

    “Dan kalau kita lihat jumlah kematiannya, sampai saat ini mencapai lebih dari 1.000. Itu bukan jumlah yang sedikit,” tegas Mei dalam Siaran Pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Jumat 24 Desember 2021.

    Masuknya varian Omicron yang sangat mudah menular di Indonesia, kata Mei, menjadikan semua pihak harus lebih berhati-hati. “Kita sangat khawatir karena anak-anak lebih rentan terhadap varianini,” imbuhnya.

    Mei juga mengingatkan, perlunya orang tua selalu mendampingi, karena hal ini bukan hanya masalah kesehatan fisik, namun juga dapat menimbulkan trauma bagi anak. Anak dikatakan Mei harus  endapatkan perlindungan, karena mereka memiliki hak untuk hidup dan bertumbuh kembang.

    Selain melindungi anak, vaksin tersebut juga memberikan perlindungan bagi orang-orang di sekitarnya. “Gejala pada anak memang ringan, tapi harus diingat bahwa mereka bisa menjadi sumber penularan bagi sekitarnya, terutama ya karena suatu sebab belum bisa divaksinasi,” tutur Mei. 

    Sebagai contoh, katanya, balita dan lansia dengan komorbid tidak stabil. Karena anak-anak lebih mudah dijangkau, ujarnya, diharapkan cakupan vaksinasinya dapat mendorong segera tercapainya herd immunity dan pencegahan penularan lebih optimal. “Cakupan vaksin yang tinggi juga akan menunda terjadinya mutasi pada virus,” tambah Mei.

    Terkait dimulainya PTM, Mei mengingatkan, bila diselenggarakan tanpa vaksinasi, dikhawatirkanakan terjadi klister di sekolah dan hal ini harus dicegah.  Berbeda dengan imunitas yang didapatkan dari infeksi alami, Mei menjelaskan bahwa vaksinasi lebih terukur dosisnya, jadwal pemberian dan sasarannya juga telah ditentukan. Sedangkan pada infeksi alami, ia katakan, virus tidak terkontrol dan tidak memilih target. “Gejala juga lebih bervariasi dan cukup banyak yang menyebabkan kematian.”

    Vaksin COVID-19 yang digunakan untuk anak 6-11 tahun saat ini yakni Sinovac, dia tegaskan aman dan terbukti bisa mencegah sakit berat. Vaksin ini sudah melalui uji klinis, direkomendasikan oleh BPOM, ITAGI, IDAI, serta dinyatakan halal oleh MUI. (*)




    Vaksin Sinovac untuk anak 6-11 tahun bisa diberikan di sekolah atau di Fasilitas Pelayanan

    Kesehatan (Fasyankes). Karena sejumlah daerah sedang melakukan Bulan Imunisasi Anak Sekolah

    (BIAS), kata Mei, perlu diperhatian untuk berikan jarak minimal 14 hari antara pemberian vaksin

    COVID-19 dan vaksin lain.




    Terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Mei menyebutkan bahwa yang akan dirasakan

    cenderung ringan seperti halnya imunisasi anak yang lain. Seperti bengkak di lokasi suntikan, nyeri

    otot, anak mungkin juga merasa lemah. Ia menyarankan anak untuk istirahat dan minum yang

    cukup, serta diberikan paracetamol bila diperlukan. Namun ia mengingatkan untuk tidak

    memberikan obat sebelum penyuntikan vaksinasi. Hal ini karena tidak semua anak menjadi demam,

    serta ada kemungkinan obat mengurangi efikasi vaksin.




    Mei juga menjelaskan, tidak semua KIPI adalah reaksi vaksin. Terdapat kemungkinan muncul reaksi

    karena anak ketakutan atau stress karena disuntik. “Jadi penting sekali orang tua untuk

    mempersiapkan. Jangan ditakut-takuti,” tuturnya.




    Kepada orang tua, Mei juga meminta untuk menjawab jujur pada saat skrining kesehatan anak.

    “Kalau ragu-ragu, konsul dulu kepada dokter. Anak dengan kondisi khusus justru risiko lebih tinggi

    saat terinfeksi,” ujarnya.




    Memastikan anak dalam kondisi sehat sebelum divaksin juga penting. “Bila anak habis kontak erat

    (dengan kasus COVID-19), isolasi dulu 14 hari,” tegas Mei seraya menambahkan untuk memberikan

    waktu tunggu 15 menit setelah disuntik vaksin, untuk memantau kondisi anak.




    Tak lupa, dokter spesialis anak ini mengingatkan agar masyarakat mencari sumber informasi

    terpercaya atau dari organisasi resmi. “Bapak Ibu yang punya anak-anak, jangan hanya vaksinasi

    COVID-19, tapi vaksinasi dasar lengkap perlu diberikan untuk anak, apalagi saat ini ada wabah

    difteri. Mari kita dukung pemberian vaksinasi pada anak yang sudah memenuhi syarat,”

    pungkasnya. (*)

    Gerakan Keluar Bersih Dilaunching, Mari Biasakan Meninggalkan Toilet Dalam Keadaan Bersih

    Bukittinggi – Bersih lingkungan jangan hanya karena ada perlombaan. Tetapi perilaku hidup bersih harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari, seperti Gerakan Keluar Bersih yang digagas oleh Kateda Sumbar.

    Hal tersebut ditegaskan oleh Staf Ahli Gubernur Sumbar, Muhammad Yani ketika melaunching Gerakan Keluar Bersih, lomba penerapan CHSE, penilaian DTWU Sumbar dan kompetensi pelayanan prima yang dilaksanakan Kateda Sumbar bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar di Istana Bung Hatta, Rabu (17/11).

    "Kita berikan apresiasi kepada Bapak Surya Tri Harto,Ketua Dewan Pembina Kateda Sumbar yang telah melaunching Gerakan Keluar Bersih. Artinya, apabila kita meninggalkan toilet dalam keaadaan bersih, sehingga jika ada orang lain masuk toilet setelah kita, keadaannya telah bersih," kata M. Yani.

    Walaupun yang disampaikan Kateda itu sangat sederhana, jelasnya, namun berdampak positif bagi masyarakat Sumbar dan dunia pariwisata. Untuk memulai gerakan itu harus dimulai dari diri sendiri.

    "Jika toilet umum bersih, maka akan berdampak positif  terhadap pariwisata di Sumbar. Saya yakin Pemda dan masyarakat menjadi yang terbaik sehingga pariwisata menjadi andalan kita," ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Kateda, Surya Tri Harto mengatakan, Gerakan Keluar Bersih (pastikan anda meninggalkan toilet dalam keadaan bersih) mendapat dukungan dari Gubernur Sumbar. Dalam pelaksanaanya, Kateda menggandeng Dinas Pariwisata Sumbar.

    "Apakah kita meninggalkan toilet dalam keadaan kotor setelah buang hajat. Kemudian orang lain yang masuk toilet membersihkan kotoran kita. Tentu itu, tidak kita inginkan. Mari kita biasakan sebelum keluar, toiletnya dibersihkan terlebih dulu," katanya.

    Menurutnya, perilaku pengguna dalam kebersihan menjadi pemahaman penting dan didukung fasilitas yang bagus dan bersih yang digagas oleh aktivis kebersihan Sumbar.

    "Ada ide ada gagasan dan inisiasi dari komunikasi aktivis sosial yang dilembagakan dalam Kateda, kemudian berkomunikasi dengan pemerintah untuk proses sosialisasi seluas-luasnya, tahap awal kita kampanyekan melalui Dinas Pariwisata. Ini merupakan program jangka panjang demi kesadaran kebersihan masyarakat," jelasnya.


    Dalam kesempatan itu, diserahkan penghargaan kepada kepala bupati dan walikota untuk kategori toilet bersih di Destinasi kawasan DTWU diraih oleh Kawasan Geopark Harau Kabupaten 50 Kota, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi serta Pulau Belibis, Kota Solok

    Kategori tollet bersih di masjid pada kawasan DTWU oleh Rumah makan Old Town Kota Padang, Rumah Makan Sederhana Kota Bukittinggi, Rumah Makan Pak Datuk Kota Padang Panjang.

    Kategori toilet bersih di masjid pada kawasan DTWU diraih oleh Masjid Al Hakim Kota Padang, Masjid Samudra illahi Kabupaten Pesisir Selatan serta Masjid Nurul Huda Kota Padang Panjang. (*)

    Berkat Kerja Bersama, Sumbar Tidak ada Penambahan Kasus Covid-19

    Padang - Sumatera Barat mencatat tak ada penambahan kasus baru positif Covid-19, pada Senin (15/11/2021). Jumlah kesembuhan pun dilaporkan kembali bertambah dengan adanya 4 pasien yang dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia.

    "Ini merupakan pertama kalinya setelah lebih 20 bulan atau sejak pertama kali kasus konfirmasi Positif COVID-19 ditemukan di Sumbar 26 Maret 2020 silam"

    Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi disela-sela kesibukannya hari ini , Selasa, 16 November 2021.

    Gubernur Sumbar mengapresiasi capaian baik ini,  Ia menyebut ini merupakan berkat kerja bersama semua pihak yang telah bekerja keras.

    "Saya mengucapkan terimakasih pada semua pihak terkait penanganan Covid-19 di Sumbar. Kepada TNI Polri, Forkopimda, tenaga medis, tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Sumbar sehingga kita bisa mencapai pada titik zero penambahan kasus positif," ujar gubernur.

    Lebih lanjut gubernur mengajak semua pihak untuk terus mendorong optimalisasi vaksinasi melalui gerakan Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) agar capaian vaksinasi bisa terus meningkat sehingga herd immunity bisa tercapai.

    "Jangan lupa untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Jangan kendor. Sebab pandemi ini belum hilang. Dan jangan lupa vaksin bagi yang belum," tambah Buya Mahyeldi.

    Data terakhir pembaharuan dan rincian perkembangan COVID-19 di Sumbar, Senin, (15/11/2021) menerangkan dari 196 sampel diperiksa (Padang 89 sampel, SPH 107 sampel), tidak ada terkonfirmasi positif. Kesembuhan pasien COVID-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 4 orang.

    Menurut laporan Dinas Kesehatan Sumbar per tanggal 15 November pukul 20.00 WIB vaksinasi dosis 1 Sumbar sudah mencapai 2.066.578 suntikan atau mencapai 46,88 persen dari 4.408.509 sasaran vaksin. (*)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2