• Breaking News

    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Agam. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Agam. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

    PMI Salurkan Bantuan Non-Tunai untuk 858 Keluarga Penyintas Bencana di Sumatera Barat.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Selain Huntara, Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyalurkan Bantuan Non-Tunai (BNT) untuk masyarakat yang terdampak Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera Barat. Jum'at (13/3) PMI Provinsi Sumatera Barat menyalurkan secara serentak Bantuan Non-Tunai masyarakat terdampak di dua wilayah yang terdampak cukup parah, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Padang.

    Senilai 858 Juta dana disalurkan untuk 858 Keluarga penyintas bencana di dua wilayah tersebut. “Masing-masing keluarga mendapatkan BNT senilai 1 juta rupiah” ucap Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar pada saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan BNT untuk warga kota Padang di Palanta Walikota Padang."Sebanyak 544 KK di Kabupaten Agam dan 314 KK di Kota Padang" Terang Aristo. 

    Penyerahan Bantuan Non-Tunai ini, lanjut Aristo, telah melalui proses yang cukup panjang. Dilakukan melalui penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, kecamatan, PMI, serta IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid. Mulai dari assessment dampak bencana terhadap calon penerima manfaat, hingga verifikasi data pemerintah daerah melalui KTP dan Kartu Keluarga, imbuhnya. 

    Beberapa kriteria juga harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, sambungnya adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor. PMI juga memastikan rumah tersebut merupakan rumah milik pribadi calon penerima manfaat. 

    Selain itu, calon penerima BNT adalah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan Hunian Sementara atau Hunian Tetap dari pemerintah. Terakhir, Tidak bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Pejabat Pemerintah, Polisi maupun militer. 

    "Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini. Seperti Lansia, Ibu Hamil, Anak-anak, Disabilitas, dan Perempuan yang sebagai kepala keluarga" Tambah Aristo. Dalam penyaluran bantuan ini, PMI bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia

    Walikota Padang, Fadly Amran, yang turut hadir dalam seremonial penyerahan BNT di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, juga menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi atas dukungan yang diberikan oleh PMI. Kehadiran PMI saat ini telah meringankan beban ekonomi masyarakat, "apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H" Ujar Fadly. 

    Bantuan PMI, diakui Fadly sudah dirasakan sejak awal kejadian bencana November tahun lalu. "Mulai dari sembako, kebutuhan rumah lainnya, hingga dukungan membersihkan rumah. Bahkan sampai saat ini bantuan air bersih untuk masyarakat dari PMI juga masih berjalan" Pungkas Fadly

    Ia juga menyampaikan Terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi bersama PMI selama ini. 

    Rasa haru dan syukur juga disampaikan oleh Widya (45) warga Tabiang Banda Gadang, salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah di Kota Padang. Bantuan yang ia terima hari ini, bagi Widya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan menyambut  lebaran juga membayar sewa rumah yang ia tempati sementara ini. 

    "Sekarang masih ngontrak, karna rumahnya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah bisa nambah bayar uang sewanya" Tutur Widya. 

    (Humas PMI Sumbar) 

    Naajiya Fokus Pada Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Bandang Palembayan

    Agam (sumbarkini.com) - Di hunian sementara (huntara), kebutuhannya bukan lagi sekadar nasi bungkus atau selimut kering yang dibutuhkan penyintas bencana di Palembayan. Mereka butuh berdiri di atas kaki sendiri guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Setelah ladang, sawah, toko, warung atau bengkel mereka hanyut ditelan galodo (banjir bandang), modal untuk menata hidup kembali adalah segalanya. Hal ini didasarkan hasil asesmen relawan tim Naajiya Peduli di lapangan. Makanya, pada Sabtu (31/1/2026) Yayasan An Naajiya, melalui program "Naajiya Peduli", memberikan bantuan berupa uang tunai sebanyak 150 paket. Ini satu bentuk suntikan semangat yang sangat dinanti penyintas.

    DR. Desman, MA, Ketua Yayasan An Naajiya, menjelaskan bahwa keputusan menyalurkan bantuan galodo Palembayan dalam bentuk uang tunai ini diambil setelah asesmen mendalam. Uang tunai dianggap lebih fleksibel, terutama untuk kebutuhan operasional sehari-hari dan biaya kontrol kesehatan.

    “Ini adalah titipan dari donatur untuk penyintas bencana galodo. Semoga bisa sedikit membantu untuk membeli kebutuhan dan bagi penyintas di rumah singgah bisa untuk biaya perawatan dan kontrol kesehatan,” ujar Desman.

    Dikatakan Desman bahwa bantuan ini adalah jembatan menuju pemulihan. Bagi penghuni huntara, bantuan ini ibarat memberikan oksigen agar penyintas bisa sedikit bernafas lega. 

    Menyambut penyampan itu, Tomas Libra, salah seorang perwakilan warga huntara, mengakui bantuan pangan dan papan memang sudah cukup. Namun, untuk bangkit, mereka butuh lebih dari itu. Mereka butuh modal untuk memulai lagi.

    “Kami tidak mungkin selamanya seperti ini. Kami butuh suppor untuk bisa menata kehidupan dan usaha,” kata Tomas dengan suara tercekat. 

    Ia pun mengungkapkan kenyataan pahit, sekitar 80 persen penghuni huntara kehilangan rumah sekaligus lahan usaha. Sawah, ladang, bengkel—semua hanyut. "Hilang sudah semua," ujarnya terbata.

    Di lain kesempatan, tepatnya di Rumah Singgah Lubuk Basung, fokus pemulihan sedikit berbeda. Aryati, Pengelola rumah singgah, mengatakan bahwa selain kebutuhan fisik, penyintas menghadapi pertarungan batin. Sebagian masih menjalani rawat jalan, tetapi trauma psikologis jauh lebih mengancam.

    “Sebagian penyintas masih banyak yang mengalami trauma. Mengenai kebutuhan bantuan pangan, alhamdulillah sudah cukup memadai, tapi yang lebih penting adalah bagaimana membantu mereka dalam hal mental dan trauma, begitu juga untuk kelanjutan kehidupan mereka karena rumah dan sawah mereka kebanyakan hanyut dibawa galodo,” tutur Aryati.

    Dia sangat mengharapkan dukungan mental dan ekonomi berkelanjutan dari pemerintah atau lembaga lainnya. Naajiya Peduli menyadari betul bahwa rekonstruksi pasca-bencana adalah maraton, bukan lari cepat. Bantuan uang tunai ini diharapkan menjadi momentum bagi para penyintas untuk menguatkan mental, membiayai pengobatan, dan perlahan menanam benih harapan baru di tengah puing-puing sisa bencana galodo Palembayan. (Jimi)

    Perdana di 2026, BIM Salurkan Bantuan Kaki Palsu, Kaca Mata dan 3000 Bibit Pohon

    Ketaping, Padang Pariaman - Mengawali tahun 2026 Bandara Internasional Minangkabau (BIM) salurkan bantuan sosial ramah difabel melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan TJSL perdana dalam program InJourney Ramah Difabel.

    General Manager BIM, Dony Subardono, mengatakan program tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk komitmen perusahaan. “Melalui program ini, kami menyalurkan bantuan kaki palsu, kacamata baca, serta buku Braille bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud komitmen BIM dalam menghadirkan bandara yang inklusif dan peduli,” ujar Dony.

    Dony mengatakan pada kegiatan tersebut disalurkan 42 kaki palsu kepada warga di Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, dan Agam. Selain itu, BIM juga melakukan pemeriksaan mata terhadap 674 siswa di sejumlah SD di Padang dan sekitarnya. Sebanyak 197 diantaranya menerima kacamata baca.


    Disalurkan juga 52 buku braille kepada siswa SLB dan anak-anak panti asuhan di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Sementara di bidang lingkungan, BIM menebar 3.000 bibit pohon untuk ditanam di sejumlah wilayah di Sumbar.

    Founding Father Kick Andy yang turut hadir dalam acara itu, Ali Sadikin, menyebut program InJourney Ramah Difabel telah berjalan konsisten selama enam tahun. “Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun keenam kami bersama InJourney menjalankan program Ramah Difabel dan terus kami laksanakan setiap tahun,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, mengapresiasi program tersebut. Program itu dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat terutama mereka yang berkebutuhan khusus.

    “Bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik, tapi juga meningkatkan semangat hidup dan produktivitas warga. Untuk itu kami mewakili pemerintah dan penerima bantuan, mengucapkan terimakasih atas kepedulian BIM dan InJourney,” ujarnya.

    Yayasan Jaya Perkasa  Peduli yang digandeng BIM untuk menyaring difabel pemerlu bantuan kaki palsu, menyatakan program ini sangat menggembirakan para difabel. Terutama mereka yang belum pernah menerima bantuan kaki palsu, atau kaki palsu yang pernah mereka miliki sudah harus diganti.

    "Kami turut dipercaya BIM dalam penyaluran kaki palsu ini. Kami mendata para difabel di kota dan kabupaten di Sumbar yang sangat memerlukan bantuan kaki palsu ini. Kami menyeleksi agar penerima benar-benar tepat sasaran," ujar Nelvi, Sekretaris Yayasan itu. (*)

      

     

    Aksi Bersih PMI Akan Terus Berlanjut, Targetkan Sebelum Ramadhan Rumah Warga Terdampak Sudah Bersih

    PADANG (Sumbarkini.com) -Menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah pada tahun ini, Palang Merah Indonesia (PMI) terus lakukan aksi bersih rumah dan lingkungan warga yang terdampak bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat. 

    Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar, mengatakan sebagaimana arahan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, PMI telah berkomitmen akan terus berasa disisi masyarakat yang terdampak bencana. Pada masa pemulihan ini, jelas Aristo, giat PMI berfokus pada Aksi Bersih.

    "Kita fokus pada pembersihan Masjid dan rumah warga yang rusak ringan yang masih bisa dihuni. Agar warga bisa melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman dirumah masing-masing." Tambah Aristo.

    Seperti halnya giat PMI hari ini (21/1) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Sebanyak 8 orang personil PMI Kabupaten Agam membersihkan dua unit rumah dari sisa lumpur dan material banjir bandang.

    Heru, Kepala Divisi PB PMI Kabupaten Agam yang ikut bertugas, mengatakan aksi bersih ini juga dibantu warga setempat dan relawan kemanusiaan disekitar Jorong Kayu Pasak. "Kita usahakan dua rumah ini dapat dibersihkan secara keseluruhan, jadi besok kita bisa lanjut giat di rumah lain." Ucap Heru. 

    Ia juga mengatakan masih banyak warga yang mengeluhkan kondisi rumah yang masih dipenuhi lumpur dan sangat sulit dibersihkan sendiri. "Apalagi sekarang cuaca sudah mulai panas, sisa lumpur mulai mengering dan keras." Terang Heru. 

    Heru berharap aksi bersih lingkungan ini dapat meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana. "Kita siap membantu warga untuk kembali pulih." Tutupnya

    (Humas PMI Sumbar) 

    Pemkab Sijunjung Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Agam.


    AGAM (Sumbarkini.com) - Pemerintah Daerah Bersama Baznas Sijunjung serahkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Agam. Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si. Sutan Gumilang kepada Bupati Agam Benni Warlis di Posko Utama bencana alam kabupaten Agam di Lubuk Basung pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 2025.

    Dikesempatan itu, Bupati Benny didampingi Wakil Ketua DPRD, Kepri Daus dan Sahril Samra, Sekdakab, DR. Zefnihan, AP, M. Si, Ketua TP PKK sekaligus Ketua PMI, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Pimpinan Baznas Waka II Syahril Syahda, SH, dan beberapa kepala OPD lainnya, sementara itu Bupati Agam juga hadir bersama Wakil Bupati Mohamad Iqbal dan sejumlah pejabat terkait lainya. 

    Bupati Sijunjung Benni Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si ikut berbelasungkawa atas terjadinya musibah banjir bandang yang telah melanda sejumlah wilayah Kabupaten Agam, yang tidak hanya menelan koban harta benda juga menelan korban nyawa manusia yang banyak jumlahnya. 

    "Kehadiran Pemda Kabupaten Sijunjung pada hari ini adalah dalam rangka menyampaikan bantuan dari Pemda dan masyarakat Kabupaten Sijunjung  yang ikut berusaha membantu meringankan beban para korban bencana di daerah ini, dan kamipun mendo'akan agar keadaan ini akan dapat segera dipulihkan dengan usaha bersama menghadapi kondisi yang diakibat bencana alam ini, "ujar Benny. 

    Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menyambut baik kehadirian rombongan Bupati beserta Pimpinan DPRD Kabupaten Sijunjung yang telah berusaha menghibur kedukaan kami akaibat bencana alam ini , dan sekaligus menyerahkan bantuan dari Pemda dan dari masyarakat Kabupaten Sijunjung.

    "Kami do'akan kirannya bantuan ini akan menjadi amal soleh disisi Allah SWT, dan segera dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik bagi para donator bantuan, " Ujarnya. 

    Bantuan dari Pemda Kabupaten Sijunjung, DPRD, PMI, Dinsos, dan BPBD yang diserahkan kepada Pemda Agam tersebut berupa Uang tunai sejumlah 30 juta, Beras, sembako, pakaian, alat tidur dan lain lainnya dan dari Baznas sejumlah uang Rp. 5 juta untuk memenui kebutuhan sehari hari para korban bencana tersebut. (Rilis).

    Peduli Bencana, Keluarga Besar SDIT Alam Talago Salurkan Donasi ke Maninjau Kabupaten Agam.


    Sawahluto (Sumbarkini.com) - Keluarga Besar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Alam Talago, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, pada Rabu (10/12/2025) menyalurkan Donasi Bantuan Korban Bencana Alam untuk warga Jorong Labuah, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Bantuan kemanusiaan yang berasal dari keluarga besar SDIT Alam Talago (majelis Guru, walimurid dan para donasi-red) itu diberangkat pada Rabu (10/12/2025) menuju Jorong Labuah, Maninjau, Kabupaten Agam.

    "Menggunakan mobil L-300, pada hari ini (Rabu, 10/12/2025-red) diantar ke Jorong Labuah, Maninjau, Kabupaten Agam untuk disalurkan pada saudara -saudara kita disana yang terdampak bencana,"kata Kepala SDIT Alam Talago, Delvia Sepniwati,S.Pd.,kepada awak media saat keberangkatan.

    Bantuan tersebut langsung diantar salah seorang guru, Hazli dan didampingi salah seorang walimurid.

    "Insyaallah, bantuan itu segera tiba dilokasi sesuai waktu tanpa ada rintangan,"tambahnya.

    Ditambahkannya, selain sembako, bantuan itu ada juga pakaian dan lainnya.

    "Kami ucapkan terimakasih pada para donasi yang telah menitipkan pada SDIT Alam Talago Peduli untuk didistribusikan pada korban terdampak bencana. Semoga bantuan tersebut dapat membantu keluarga kita disana dan semoga saudara saudara kita tabah dalam menghadapi bencana dan moga musibah cepat berlalu, amin yra,"imbuhnya.* (Sapta) 

    BPBD Sumbar: Korban Banjir dan Longsor Jadi 21 Orang


    Padang
    - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan jumlah korban. meninggal akibat bencana banjir bandang  serta longsor mencapai 21 orang

    Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan, hasil rekapitulasi data bencana banjir dan longsor di Sumbar sampai Kamis malam telah menyebabkan 21 korban jiwa meninggal. 

    "Ini data total selama bencana banjir dan longsor melanda Sumbar sejak beberapa hari terakhir," ujarnya Jumat (28/11/2025).

    llham merinci, 9 korban meninggal di Kabupaten Agam, 5 orang meninggal di Kota Padang, 6 Orang meninggal di Padang Panjang, dan 1 korban meninggal di Pasaman Barat.

    "Ini data sementara, ada kemungkinan bisa bertambah. Namun kita semua tidak mengharapkan hal tersebut," ulasnya. (Nel) 

    Hadang Derasnya Banjir, Relawan PMI Evakuasi Warga yang Terjebak Di Rumahnya.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Hujan deras dengan intensitas tinggi hingga hari ini Kamis (27/11) menyebabkan berapa sungai di Sumatera Barat makin meluap. Sebanyak 13 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat kini terendam Banjir. Beberapa wilayah bahkan dihantam Banjir Bandang dan Longsor. 

    Ketua Bidang PB dan Logistik PMI Sumbar, Hidayatul Irwan melaporkan hingga malam ini pihaknya telah mengumpulkan data daerah terdampak. Dari data tersebut sebanyak 8 wilayah kini terdampak Banjir Bandang dan Longsor diantaranya Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman Barat serta Kabupaten Pesisir Selatan.

    Setelah ditetapkan status Tanggap Darurat Bencana oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat 25 November hingga 8 Desember mendatang. Dalam komando penanganan bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) akan membuka layanan operasi, evakuasi, layanan kesehatan, distribusi air bersih, distribusi logistik serta layanan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan masyarakat. 

    "Sejak kejadian Relawan PMI sudah di lokasi bencana di daerah masing-masing. Kita ikut membantu proses evakuasi warga yang terjebak dirumahnya bersama BPBD, Basarnas, Damkar dan Stakeholder lainnya" Ucap Hidayat

    Namun yang dikhawatirkan, terpantau hingga malam ini hujan deras masih mengguyur seluruh wilayah di Sumatera Barat. "Kalau intensitas hujan terus meningkat, debit air makin tinggi dan proses evakuasi warga akan semakin sulit" Ujarnya. 

    Salah satunya di Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok tambah Kepala Markas PMI Sumbar, Nuzlan Huda. Banjir Bandang yang menghantam daerah tersebut sudah mencapai dada orang dewasa atau setinggi kurang lebih 1 meter. "Aliran airnya juga deras dan kemungkinan debit air akan semakin meningkat karena masih hujan" Terangnya.

    Disampaikan Nuzlan bahwa masih banyak warga yang terjebak dirumahnya. "Kita masih mengupayakan untuk mengevakuasi seluruh warga ketempat yang lebih aman menggunakan perahu" Jelas Nuzlan. Ia menghimbau agar warga yang masih terjebak tetap bersabar menunggu bantuan evakuasi. 

    Ujang (60) salah satu warga Kelurahan Aro IV Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah yang berhasil di evakuasi oleh Tim PMI Kota Solok mengaku baru pertama kali mengalami Banjir se dahsyat ini. "Selama saya tinggal disini, baru kali ini daerah ini terkena Banjir dan langsung sebesar ini" Tutur Ujang dengan tubuh yang sudah menggigil kedinginan. 

    Diatas perahu Ujang yang hanya tinggal berdua dengan istrinya tersebut  pasrah terhadap musibah yang dihadapinya. "Kami sudah ikhlas sama apa yang terjadi dengan rumah kami, yang penting kami masih bisa selamat. Terimakasih banyak PMI sudah mau menjemput kami " Tutup Ujang. 

    (Humas PMI Sumbar) 

    Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt. Tumbijo: Perda Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan Wujud Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat


    Sumbarkini.com- Salah satu bentuk nyata kehadiran Pemerintah Daerah di tengah masyarakat adalah melalui lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan. Perda ini bertujuan mengatur tata kelola komoditas unggulan perkebunan secara terstruktur dan berkelanjutan, meningkatkan daya saing komoditas daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor perkebunan.

    Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan Dt. Tumbijo, saat melaksanakan Sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2023 di Jorong Padang Tongga, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Minggu (26/10/2025).

    Menurut Ridwan, sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan petani, khususnya para pelaku usaha di sektor perkebunan seperti sawit, kakao, gambir, dan karet.

    “Melalui Perda ini, pemerintah provinsi dapat memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada para petani agar mampu meningkatkan hasil serta nilai tambah dari komoditas unggulan yang mereka kelola,” ujar Ridwan Dt. Tumbijo.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir Perwakilan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Dwi Purwanto, yang juga memberikan penjelasan mengenai substansi dan manfaat Perda tersebut.

    “Kami berharap, dengan adanya Perda Nomor 3 Tahun 2023 ini, masyarakat dapat memahami pentingnya pengelolaan komoditas unggulan secara baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ungkap Dwi Purwanto.

    Ia menambahkan, Perda ini berfokus pada penguatan dan perlindungan komoditas unggulan perkebunan agar produk lokal Sumatera Barat memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional.

    Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Walinagari Manggopoh, para ninik mamak, kelompok tani, serta masyarakat.(*)

    Sosialisasi Perda, Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt. Tumbijo Dorong Penguatan Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan di Agam

    Agam(Sumbarkini.com)– Ratusan warga memadati Balai Nagari Kampuang Tangah, Kabupaten Agam, untuk mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan, yang digelar Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan Dt. Tumbijo, Sabtu (25/10/25).

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Nagari Kampuang Tangah, Ketua Bamus, serta ninik mamak dan tokoh masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi terkait penerapan Perda tersebut di lapangan. Bertindak sebagai narasumber yaitu Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Afniwirman.

    Dalam sambutannya, Ridwan Dt. Tumbijo menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dari hulu hingga hilir agar potensi besar sektor perkebunan di daerah tidak hanya menghasilkan keuntungan sesaat.

    “Tanpa tata kelola yang terarah, potensi besar perkebunan hanya akan memberi manfaat jangka pendek tanpa nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Ridwan.

    Menurutnya, Perda Nomor 3 Tahun 2023 ini lahir untuk menjawab berbagai persoalan mendasar di sektor perkebunan, mulai dari rendahnya produktivitas, lemahnya kelembagaan petani, hingga terbatasnya akses terhadap pembiayaan dan pasar.

    “Selama ini banyak petani hanya berfokus pada produksi, padahal aspek pengolahan dan pemasaran jauh lebih menentukan nilai ekonomi. Perda ini hadir agar tata kelola perkebunan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Ridwan mencontohkan, sejumlah komoditas unggulan seperti gambir, kopi, dan kelapa memiliki potensi besar di Kabupaten Agam. Namun, nilai jual masih rendah karena belum adanya sistem tata kelola yang terintegrasi, terutama dalam hal rantai pasok dan hilirisasi produk.

    Ia berharap, implementasi Perda ini dapat memperkuat peran pemerintah daerah dan nagari dalam mendorong petani menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan kompetitif.

    “Kunci keberhasilan ada pada sinergi. Petani, pemerintah, dan lembaga keuangan harus berada dalam satu sistem tata kelola yang saling mendukung,” tambahnya.

    Sementara itu, Afniwirman menyampaikan bahwa Perda ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan hasil, tetapi juga untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Sumbar di tingkat nasional dan global.

    “Penguatan tata kelola bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekonomi di tingkat nagari,” ujarnya.

    Menutup kegiatan, Ridwan Dt. Tumbijo mengajak seluruh pihak menjadikan sosialisasi ini sebagai momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

    “Perkebunan adalah urat nadi ekonomi nagari. Kalau tata kelolanya kuat, ekonomi rakyat juga akan tumbuh kuat,” pungkasnya.

    Penguatan tata kelola sektor perkebunan menjadi isu strategis yang terus didorong DPRD Provinsi Sumatera Barat, guna memastikan sektor ini benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani di daerah.(putra)

    128 Badan Publik Sumbar Ikuti Tahapan Presentasi Monev Keterbukaan Informasi: Bukti Komitmen Transparansi Pemerintahan



    Padang — Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi memasuki tahapan presentasi dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025. Sebanyak 128 badan publik dijadwalkan mengikuti tahapan ini di Kantor Komisi Informasi Sumbar mulai Selasa, 7 Oktober hingga 16 Oktober 2025.

    Ketua Monev KI Sumbar, Mona Sisca, menjelaskan bahwa tahap presentasi diikuti oleh badan publik yang berhasil masuk 10 besar di masing-masing kategori, atau yang meraih nilai di atas 70 poin pada penilaian sebelumnya. Setiap pimpinan badan publik melakukan presentasi langsung di hadapan para panelis yang terdiri dari Komisioner KI Sumbar — Musfi Yendra, Idham Fadhli, dan Mona Sisca — serta perwakilan eksternal, H.M. Nurnas.

    “Hari ini presentasi untuk kategori pemerintah kabupaten dan kota yang dilakukan langsung oleh bupati serta wali kota. Terdapat 10 daerah yang lolos ke tahap ini, yaitu Kota Padang, Padangpanjang, Bukittinggi, Solok, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, Solok Selatan, dan Dharmasraya,” ungkap Mona Sisca.

    Ia menambahkan, pada hari pertama pelaksanaan Monev, sembilan kepala daerah hadir langsung untuk memaparkan capaian keterbukaan informasi di daerahnya. Total terdapat 16 badan publik yang menjalani sesi presentasi hari itu.

    “Panelis sangat mengapresiasi antusiasme pimpinan badan publik yang hadir. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen terhadap keterbukaan informasi publik,” jelas Mona.

    Selain kategori pemerintah daerah, Monev KI Sumbar juga melibatkan beragam kategori lain, seperti nagari, BUMD, instansi vertikal (Bawaslu, KPU, BPS, Kanwil Kemenag, Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan, Kanwil BPN, Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan Agama), serta kategori OPD Pemprov, rumah sakit, DPRD Sumbar, dan lembaga pendidikan baik perguruan tinggi maupun sekolah.

    Hasil akhir Monev Keterbukaan Informasi Publik ini nantinya akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.(*)

    Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, Wujud Dukungan untuk Indonesia Cerdas 2045

    Kabupaten Lima Puluh Kota(Sumbarkini.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui kegiatan sosialisasi di berbagai daerah. Kali ini, sosialisasi MBG bersama mitra kerja bertempat di Kantor Kerapatan Adat Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Rabu, (10/9/25).

    Kegiatan sosialisasi program MBG ini menghadirkan para narasumber di antaranya Ade Rezki Pratama, Teguh Suparngadi, serta dimoderatori oleh Widya Astuti. Sosialisasi ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi dan mengurangi stunting.

    Dalam sambutannya, Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, Presiden menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi masyarakat.

    “Program ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan Indonesia Cerdas 2045. Pembangunan bangsa tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga membangun anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” ujar Ade.

    Sementara itu, Teguh Suparngadi menjelaskan bahwa sasaran utama MBG adalah anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan pemenuhan gizi sejak dini, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus mencetak generasi emas bangsa.

    Lebih lanjut, Teguh menekankan bahwa dapur MBG atau SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gizi) tidak hanya berfungsi sebagai tempat memasak, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM lokal dilibatkan secara aktif mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan.

    “MBG bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang kesejahteraan. Program ini membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk berpartisipasi sebagai mitra BGN melalui portal resmi www.mitra.bgn.go.id. Pendaftaran sepenuhnya gratis, tanpa pungutan biaya apa pun, sehingga masyarakat diminta berhati-hati terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami dan mendukung implementasi program MBG demi tercapainya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.(**)

    Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera Barat, Dorong Partisipasi Masyarakat

    Kabupaten Agam(Sumbarkini.com)- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang digelar di Kantor Kerapatan Adat Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam Selasa (9/9/25). 

    Kegiatan sosialisasi program MBG menghadirkan narasumber Ade Rezki Pratama, Teguh Suparngadi, Widya Astuti serta tokoh masyarakat setempat. Program MBG resmi diluncurkan pemerintah pada 6 Januari 2025 lalu dan akan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

    Dalam kesempatan tersebut, Ade Rezki Pratama menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mewujudkan Indonesia Cerdas 2045.

    “Pak Presiden tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Program MBG ini hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” ujar Ade Rezki.

    Sementara itu, Teguh Suparngadi menjelaskan bahwa sasaran utama program MBG adalah anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang membutuhkan perhatian gizi lebih. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi sejak dini menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka stunting dan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

    Selain memberikan manfaat kesehatan, Teguh juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG. Melalui Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM, dilibatkan sebagai penyedia bahan baku, tenaga pengolah makanan, hingga pekerja. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menyehatkan anak bangsa, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.

    Pemerintah mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi sebagai mitra BGN melalui pendaftaran resmi di portal www.mitra.bgn.go.id. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap pihak tidak bertanggung jawab, karena seluruh proses pendaftaran dilakukan tanpa biaya melalui kanal resmi BGN.
    Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Sumatera Barat semakin memahami pentingnya program MBG serta berperan aktif dalam menyukseskannya demi tercapainya visi Indonesia sehat, cerdas, dan sejahtera menuju 2045.(**)

    Melalui Forum APKESMI, Drg. DEBY PURI PERTA Komandoi 13 Pimpinan Puskesmas Se - Kab. Sijunjung Periode 2025-2030.

    KALIMANTAN (Sumbarkini.com) - Semiloka Nasional ke-V Akselerasi Puskesmas Indonesia ( APKESMI ) Lantik drg. Deby Puri Perta Kepala Puskesmas Tanjung Gadang sebagai Ketua APKESMI Kabupaten Sijunjung-Sumbar periode 2025-2030 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan Kaltim 

    Balikpapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Semiloka Nasional ke-V Asosiasi Puskesmas Indonesia (APKESMI)  wadah konsolidasi nasional untuk menyatukan arah dan strategi penguatan layanan primer kesehatan seluruh Indonesia. Forum ini merupakan tempat berbagi pengalaman terhadap tantangan Puskesmas kedepan,” kata Ketua Umum APKESMI, Kusnadi, di Balikpapan, Kamis (24/7).

    Puskesmas memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan masyarakat, sehingga perlu diperkuat secara strategis melalui integrasi layanan primer dan implementasi program Quick Win Presiden Prabowo Subianto, selain itu juga mendorong sistem pembiayaan kapitasi berbasis kinerja agar puskesmas mampu berkembang lebih cepat dan melesat.

    Dalam kesempatan itu Dewan Pakar APKESMI Ede Surya Darmawan juga turut menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan nasional, Ia menyebutkan sistem kesehatan Indonesia stagnan dalam dua dekade terakhir, bahkan kalah jauh dibanding negara-negara tetangga.

    Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mewakili Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud  dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengapresiasi atas dipilihnya Balikpapan sebagai tuan rumah. Semiloka ini selaras dengan visi transformasi layanan primer yang kini tengah dijalankan pemerintah pusat maupun daerah dan acara ini bukan hanya ajang konsolidasi keilmuan, tetapi juga tonggak komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih merata, dan lebih manusiawi, Ia juga menyebut salah satu isu mendesak adalah "Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Dokter Spesialis", yang diharapkan menjadi bagian dari rekomendasi semiloka untuk disampaikan ke Kementerian Kesehatan, "katanya 

    Ketua panitia semiloka, dr Farida menuturkan kegiatan tersebut diikuti oleh 541 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain seminar dan workshop, juga dilakukan senam bersama, fun run, dan kunjungan edukatif ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)," Farida mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan, sponsor, serta pelaku UMKM yang turut meramaikan Semiloka Expo 2025.

    Tiga kabupaten kota, Kota Padang, Kab. Agam, dan Kab. Sijunjung mewakili sumatera barat pada ajang Semiloka APKESMI-V Ini, kabupaten Sijunjung termasuk APKESMI yang aktif dalam kegiatan koordinasi antar Puskesmas sehingga APKESMI Kabupaten Sijunjung termasuk yang di perhitungkan keberadaannya, kedepan APKESMI Kab Sijunjung yang di Ketuai oleh drg. DEBY PURI PERTA ini di harapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah daerah khususnya di bidang kesehatan agar bisa membantu mewujudkan Visi Misi Bupati Sijunjung dalam bidang kesehatan yaitu Sijunjung sehat dan Sejahtera, sementara itu Kadinkes Kab. Sijunjung Harry Oscar SSTP. MS.i yang turut hadir dalam acara itu juga sangat mensupport APKESMI ini guna mempermudah koordinasi antara Puskesmas dengan Dinkes Kab. Sijunjung demi memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan kepada seluruh masyarakat kab. Sijunjung tanpa terkecuali ( HB )

    WABUP IRADDATILLAH LETAKAN BATU PERTAMA PRLH DARI BAZNAS UNTUK KORBAN BENCANA BANJIR BANDANG DI SUMPUR KUDUS

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung Propinsi Sumatera Barat H. Iradatillah, S. Pt  pada hari Selasa tanggal 22 April 2025 di Nagari Manganti Kecamatan Sumpur Kudus rmelakukan peletakan batu pertama pertanda dimulainya pelaksanaan  Pembagunan Rumah Layak Huni ( PRLH) untuk Nurmaini korban bencana banjir Bandang dan tanah longsor di Sumpur Kudus  11 Nopember tahun 2024 yang lalu.

    Dalam sambutannya Wabup Iradatillah menyampaikan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Layak Huni yang merupakan bantuan dari Baznas Kabupaten Sijunjung untuk korban bencana alam Banjir Bandang dan Tanah longsor di tahun 2024 senilai 30 Juta rupiah ini diharapkan harus dapat dilaksanakan dalam waktu sebulan setengah sehingga segera dapat dihuni oleh pemiliknya.

    Kehadiran Pemeritah daerah Kabupaten Sijunjung ke daerah ini adalah dalam rangka meringan beban para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di bulan Nopember tahun 2024 yang lalu, sehingga diharapkan agar para korban bencana alam segera bangkit dari segera berusaha  kembali melaksanakan kegiatan rutin seperti sedia kala dan jangan biarkan pikiran hanyut dalam kerusuhan hatinya akibat terimpa bencana.

    Sebelumnya Pimpinan Baznas Kabupaten Sijunjung Waka I H. Darmawan, SH. menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para Muzaki yang telah menyerahkan zakatnya untuk membantu pembangunan rumah layak huni untuk para korban bencana alam bencana banjir bandang dan tanah longsor tahun 2024 ini.

    Lebih lanjut Waka I Darmawan menjelaskan bahwa bantuan berupa dana yang kami terima untuk korban bencana alam ini terdiri dari Baznas Kota Bukit Tinggi, Baznas Kabupaten Tanah Datar, Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota, Baznas Kabupaten Dharmasraya, Baznas Kota Padang Panjang, Baznas Kabupaten Agam, Baznas Kabupaten Solok Selatan, Baznas Kota Sawahlunto,  Da'i Tanah Datar, RSUD Syafei Ma'arif, KNPI Kabupaten Sijunjung.

    Dengan adanya bantuan dana dari berbagai pihak itu dapat dibangunkan 3 buah rumah layak huni untuk korban bencana di Sumpur Kudus ini masing -masing Pertama untuk Nurmaini warga jorong Balai Lamo di Nagari Mangganti ini, kedua Rumah untuk Avia Rienti warga jorong Tombang Nagari Sumpur Kudus, dan ketiga untuk Deti Marlina warga jorong Lubuak Batapuak Nagari Unggan dengan nilai bantuan ketiganya sejumlah  90 juta rupiah  tambah Waka Darmawan.

    Wali Nagari Darul Fauzi pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada Pemda dan Baznas Kabupaten Sijunjung yang telah mengusahakan bantuan untuk warga Nagari Manganti, dan diharapkan juga agar bantuan terus dapat ditambah terutama untuk membantu masyarakat yang lahan pertaniannya terdampak dari bencana banjir bandang di tahun 2024 tersebut.

    Nurmaini warga jorong Balai Lamo Nagari Manganti yang dilakukan peletakan batu pertama  bantuan pembangunan rumahnya  menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemda dan Baznas Kabupaten Sijunjung yang membantunya membangunkan kembali rumahnya yang dihanyutkan Banjir Bandang dan tanah longsor tahun 2024 tersebut, seraya mendoakan agar para Muzaki aman dan tentram hidupnya dan selelu bertambah rezkinya, serta mendoakan agar Pemda dan Baznas Kabupaten Sijunjung akan terus maju dan makin banyak membantu masyarakat yang terdampak bencana di daerah ini.

    Wabup Iradatillah yang dalam acara ini di dampingi oleh  Waka I  Baznas H. Darmawan, SH, Sekretaris PU Ramadhan Fitri, Ka. UPTD Perlindungan anak Dinas Sosial Hadisyam Kudus, Kasubag Keuangan Camat Sumpur Kudus, Wali Nagari Manganti Darul Fauzi dan Wali Nagari Sumpur Kudus Andrizal  itu Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni untuk korban bencana alam itu Wabup sekaligus menyerahkan secara simbolis bantunan dana  zakat sebesar 30 juta rupiah untuk menyelesaikan PRLH tersebut kepada Nurmaini yang di saksikan oleh Tokoh masyarakat dan masyarakat nagari Manganti. (Syahril Syahda/Baznas)

    PKS Sumbar Luncurkan 11 Posko Mudik, Berikan Beragam Fasilitas untuk Pemudik

    Ketua DPW PKS Sumbar, Buya Mahyeldi diwakili Waketum PKS Sumbar, Ustad Ulyadi bersama Ketua DPD PKS Padang, Muharlion, Kepala Bidang Humas DPW PKS, Mulyadi Muslim dan pengurus lainnya meresmikan Posko Mudik 2025 PKS.


    Padang, fajarsumbar.com-Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2025, DPW PKS Sumatera Barat resmi meluncurkan 11 posko mudik di berbagai daerah untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung. Peresmian posko mudik ini dilaporkan langsung kepada DPP PKS melalui telekonferensi Zoom pada Jumat (28/3).


    ‎Ketua DPW PKS Sumbar, Mahyeldi, SP, yang diwakili oleh Wakil Ketua DPW PKS Sumbar, Ulyadi, Lc, menyampaikan bahwa keberadaan posko ini bertujuan untuk memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi para pemudik.


    ‎"Alhamdulillah, kami dari Sumatera Barat melaporkan ada 11 posko mudik yang dibuka di beberapa titik untuk melayani masyarakat dalam aktivitas mudik. Posko ini menyediakan berbagai fasilitas, seperti toilet, ambulans, isi angin kendaraan, hingga layanan pijat. Fasilitas ini disesuaikan dengan kondisi di DPD PKS masing-masing daerah," ujar Ulyadi.


    ‎Saat peresmian posko mudik di Kota Padang, turut dihadiri oleh Ketua DPD PKS Kota Padang yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd, serta anggota DPRD Kota Padang yang juga Kepala Bidang Humas DPW PKS Sumbar,  Mulyadi Muslim, Lc, MA. serta sejumlah pengurus DPW dan DPD PKS Kota Padang.


    ‎Ketua DPD PKS Padang, Muharlion dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan posko mudik ini merupakan bentuk kepedulian PKS terhadap masyarakat, sesuai dengan instruksi dari Majelis Syuro dan Presiden PKS, setra instruksi  PKS Sumbar.


    ‎"Insya Allah, kami akan melayani pemudik dengan berbagai fasilitas, mulai dari tempat istirahat, toilet, hingga kebutuhan lainnya. Posko ini akan dioperasikan oleh sekitar 40 personel yang bertugas secara bergantian selama delapan hari," ujar Muharlion.


    ‎ Muharlion juga menekankan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan oleh PKS setiap tahunnya, baik saat ada maupun tidak ada perhelatan Pemilu.


    ‎" Ini bukti cinta PKS terhadap masyarakat,  baik ada tidak ada event pemilu. Kita motonya selalu melayani masyarakat," ujar Muharlion lagi.


    ‎Sementara itu, Kepala Bidang Humas DPW PKS Sumbar, Mulyadi Muslim menambahkan bahwa seluruh personel yang bertugas di posko mudik PKS diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik agar pemudik merasa nyaman dan aman. Mulyadi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, terutama bagi mereka yang mengalami kelelahan di perjalanan.


    ‎Sebelas posko mudik PKS di Sumatera Barat tersebar di berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kota Padang, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan Kota Pariaman. PKS berharap kehadiran posko ini dapat membantu para pemudik agar tetap selamat dan nyaman dalam perjalanan menuju kampung halaman. (Zal)

    Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPRD Kab. Agam ke Banggar DPRD Sumbar

    Padang- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Agam melakukan kunjungan kerja ke Banggar DPRD Provinsi Sumatera Barat. Rombongan DPRD Kabupaten Agam dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, beserta dua wakilnya, Hendrizal dan Enderia Sp. MM.


    Kunjungan ini diterima dengan hangat oleh Kasubag Humas Protokol dan Perpustakaan DPRD Sumbar, Dahrul Idris, bersama rekannya Rio yang keduanya berasal dari Kabupaten Agam, Rabu(12/2/25) di Ruang Khusus I DPRD Sumbar.

    Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, menyampaikan keluhan mengenai anggaran yang semakin terbatas di daerahnya, sehingga menyulitkan mereka dalam melakukan penilaian terkait dana pokok pikiran (pokir).

    "Karena proyek pokir tidak berjalan akibat keterbatasan dana, kami merasa kesulitan untuk mengetahui kemana dana tersebut dialokasikan," ujarnya.


    Menanggapi hal tersebut, Dahrul Idris menyatakan bahwa masalah berkurangnya APBD bukan hanya terjadi di Kabupaten Agam, melainkan juga di banyak daerah lain di Indonesia, termasuk di DPRD Provinsi Sumatera Barat.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam, Enderia, juga menambahkan bahwa pihaknya berencana untuk kembali mengunjungi DPRD Sumbar, namun kali ini dalam bentuk audiensi dengan Banggar DPRD Sumbar.

    Rio dari DPRD Sumbar menyampaikan , segera ajukan permohonan surat audiensi tersebut agar dapat dilaksanakan sebelum rapat Badan Musyawarah (Bamus).

    Kunjungan kerja tersebut berlangsung dalam suasana yang akrab, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara kedua lembaga legislatif.

    Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempererat koordinasi antara DPRD Kabupaten Agam dan DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam menyelesaikan permasalahan anggaran dan pembangunan daerah.(putra)

    IBL GoPay 2025 Jelang Harapan Besar di Musim Baru

    Jakarta - Klub-klub peserta Kompetisi IBL GoPay 2025 terlihat sangat serius mempersiapkan diri. Salah satu indikasinya bisa dilihat dengan upaya mereka mencari dan mendatangkan heritage players atau pemain asing keturunan Indonesia.

    Musim lalu hanya tercatat satu nama heritage players yaitu Devon Doekele Van Ostrum yang memperkuat Rans Simba Bogor. Musim depan, Devon masih bersama Rans, tetapi dia bukan lagi satu satunya pemain heritage di kompetisi IBL.

    IBL lovers akan bisa menyaksikan penampilan heritage players yang kini berjumlah lima orang. Mereka adalah Devon, Reo Sakai (Bali United), Anthony Melten (Kesatria Bengawan Solo), Frank Victor Johnson (Pacific Caesar), dan Xavier Ford (Borneo Hornbills).

    Jumlah pemain naturalisasi pun bertambah. Jika musim lalu muncul nama Lester Prosper, Jamarr Andre Johnson, Anthony Beane Jr. dan Dame Diagne, musim depan akan bertambah dengan tampilnya Serigne Modou Kane (Satya Wacana Salatiga) dan Ebrahim "Biboy" Enguio Lopez (Tangerang Hawks).

    "Kompetisi IBL Gopay 2025 akan seru. Semua berusaha mencari pemain-pemain terbaik dari pemain asing, naturalisasi dan heritage players," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah .

    Perpindahan pemain juga membuat kompetisi 2025 yang akan dimulai 11 Januari 2025 juga semakin menarik.

    Arki Dikania Wisnu yang sebelumnya menjadi ikon Satria Muda Pertamina berganti jersey Dewa United. Abraham Renoldi Wenas yang musim lalu menjadi point guard andalan Bali United hijrah ke Kesatria Bengawan Solo.

    Sementara itu, Ponsianus Nyoman "Komink" Indrawan menggantikan posisi Kelly Purwanto sebagai pemain tertua yang berlaga dalam liga. Musim lalu, Kelly berusia 40 tahun, dan Komink masih tetap bermain pada usia 39 tahun. Sementara pemain termuda akan dipegang oleh I Gusti Ngurah Kade Adi Putrawan (Bali United) yang berusia 18 tahun 5 bulan dan 15 hari. Musim lalu usia termuda menjadi milik Dame Diagne (Satria Muda) dengan usia 18 tahun 5 bulan dan 3 hari.

    Brandon Lee McCoy, rekrutan asing Borneo Hornbills dengan postur 213 cm menjadi pemain tertinggi. Musim lalu, pemain impor Tangerang Hawks Nemanja Besovic menjadi yang terjangkung dengan tinggi 221 cm. Sedangkan Agam Subastian (165 cm) tak lagi menjadi pemain terpendek karena akan ada Alexandro Manuel dengan tinggi 163 cm. (*) 

    Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Panen Bawang Merah di Mundam Sakti.

    Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Panen Bawang Merah di Mundam Sakti

    SIJUNJUNG  (Sumbarkini.com) -
    Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M.Si Sutan Gumilang melakukan panen bawang merah pada Minggu, 15 September 2024 di Kelompok tani Sikoramie, Nagari Mundam Sakti, Kecamatan IV Nagari.  

    Bupati yang hadir bersama Anggota DPRD Syasmi Ultriadi, Kadis Pertanian Ir. Ronaldi, Kepala DPMPTSP Jaheri, M.Si serta Direktur PDAM Doni Novriedi, SH tampak senang dengan panen tersebut. 

    "Selama ini kita mengetahui, bawang berasal dari daerah dingin seperti Solok, Tanah Datar dan Agam, ternyata di Sijunjung juga bisa tumbuh subur," ujar Bupati Benny memberi sambutan. 

    "Terimakasih atas kehadiran bersama bapak wakil rakyat serta bapak kepala dinas yang tidak ada hari liburnya, sehingga terlaksana panen hari ini," lanjut Bupati Benny.

    Hadir saat panen itu, Camat IV Nagari Ayu Bony Dwi Fitha, SSTP, M.Si, Wali Nagari Dayusmar, Ketua BPN Robet Arisandi, Ketua KAN, Asbar, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

    Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir

    "Sekarang kita mempunyai potensi sumber ekonomi baru, yaitu bawang merah," tutup Bupati Benny yang disambut antusias warga dengan Talempong Pacik. 

    Anggota DPRD Syasmi Ultriadi pada kesempatan itu turut berterimakasih atas kehadiran bupati Sijunjung. 

    "Sejak awal beliau diberi amanah, hari-hari Pak Bupati adalah disibukan dengan mewujudkan pembangunan," ujar Syasmi. (AG)

    Akademisi dan Tokoh Masyarakat Sumbar: Beri Ruang Leonardy Harmainy untuk Menuntaskan Pengabdiannya

    PADANG --- Akademisi dan tokoh masyarakat Sumbar dari berbagai latar belakang mengimbau masyarakat Sumbar untuk memilih H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, SIP, MH di Pemilihan Suara Ulang (PSU) DPD RI Dapil Sumbar, pada 13 Juli 2024 ini.

    Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, Pd yang merupakan Rektor Universitas Eka Sakti (Unes) Padang, memandang Leonardy itu seorang tokoh yang memiliki 4 dimensi, yakni; sebagai pengusaha, aktivis, politisi, dan ninik mamak.

    "Pak Leonardy itu merupakan pengusaha yang pernah menjabat Ketua Gapensi Sumbar. Sebagai aktivis, ia menjadi pengurus di berbagai organisasi, dan selalu membawa sukses," ujar Prof Sufyarma Marsidin, di sela-sela acara Kupas Biografi: Pengabdian Tak Bertepi Seorang Leonardy Harmainy, yang digelar oleh Kapas (Komunitas Pemerhati Sumbar), di Hotel Daima Padang, Rabu (10/7/2024).

    Prof Sufyarma menegaskan, Leonardy itu merupakan politisi kawakan, dimana pernah menjadi Anggota MPR RI pada tahun 1999, kemudian Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumbar, di saat ia menjabat Ketua Golkar Sumbar. Sekarang menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI.

    Ditambahkan Prof Sufyarma, bahwa Leonardy itu merupakan sosok yang mengerti adat, karena seorang ninik mamak dengan gelar Dt Bandaro Basa dari Koto Gadang Kabupaten Agam. “Semua itu membuktikan, Leonardy memiliki keseriusan dan komitmen yang kuat dalam setiap pekerjaannya, maupun organisasi yang digelutinya. Dan masyarakat Sumbar layak memberikan ruang bagi Leonardy untuk tetap berkiprah di kancah nasional,” ungkap Ketua PD Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumbar ini.

    Saidal Masfiyuddin, SH, politisi senior Partai Golkar Sumbar, menyebutkan Leonardy itu ikut sebagai peletak dasar-dasar pembangunan Sumbar, yang tertuang dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah).

    "Di masa Pak Leonardy menjadi pimpinan DPRD Sumbar, beberapa infrastruktur strategis mulai dibangun, seperti embarkasi haji, jalan Malalak, jalan Padang-Solok, Masjid Raya Sumbar, bendungan dan lainnya," ujar Saidal, yang pernah 4 periode di DPRD Sumbar, dan 2 periode di DPRD Pesisir Selatan.

    Drs. Tarma Sartima, MSi, PhD, Dekan Fisipol Unes mengungkapkan bahwa, Kuliah Sabtu Minggu yang ada di Universitas Ekasakti (Unes) merupakan ide Leonardy.

    Kemudian juga perubahan dan penyempurnaan gelar sarjana yang ada di Unes. Misalnya S.Sos berganti dengan sarjana ilmu pemerintahan (S.IP) dan sarjana administrasi pemerintahan (S.AP).

    “Itu beberapa gagasan yang diwujudkan Leonardy sebagai salah seorang alumni Unes. Sekarang kuliah Sabtu-Minggu itu kita majukan menjadi Kuliah Jumat-Sabtu, yang digunakan oleh mahasiswa untuk percepatan perkuliahannya,” tutur Tarma.

    Syarifuddin Arifin, seorang Penyair Senior, mengungkapkan bahwa Leonardy sosok yang peduli pada seniman. Hal itu ditandai ketika mencuatnya masalah alih fungsi pembangunan Zona C Gedung Kebudayaan Sumbar, Leonardy lah yang mau mendengar aspirasi seniman.

    "Pak Leonardy bertemu dengan puluhan seniman untuk mendengar aspirasi mengenai permasalahan pembangunan Taman Budaya Sumbar," kata Syarifuddin.

    Saat itu, kata penyair kaliber ASEAN ini, Leonardy mengatakan lucu kalau Sumbar tidak mempunyai Taman Budaya. Leonardy dinisbahkannya sebagai pendekar seni dan budaya (kebudayaan) Minangkabau.


    Sementara itu, Drs. Firdaus Ilyas, MM mengungkapkan bahwa Leonardy itu selalu total di dalam mengurus organisasi dimana ia menjadi pengurus. Begitu juga di bidang olahraga, khususnya karate.

    "Bang Leo (panggilan akrab, red) banyak jasanya untuk pengembangan olahraga karate di Sumbar," ujar Firdaus, yang merupakan karateka Dan VII, dan saat ini menjabat Wakil Ketua Umum PB (Pengurus Besar) Lemkari.

    Untuk menggenjot prestasi karateka Sumbar di Pekan Olahraga Nasional (PON), sebut Firdaus, Leonardy tak segan-segan mendatangkan pelatih dari luar negeri seperti Harry Palagan dari Malaysia, maupun pelatih nasional seperti Saleh Al Habsyi yang juga juara dunia. Bahkan Saleh diminta Leonardy untuk berdiri di pinggir lapangan, sementara Leonardy memperkuat dengan doa dari deretan bangku penonton. Hasilnya, atlet karate Sumbar meraih medali emas pertama bagi Sumbar sepanjang sejarah mengikuti PON.

    Dan hasilnya, berbagai prestasi diraih karateka Sumbar, baik di arena PON, maupun di kejuaraan-kejuaraan internasional dengan membawa nama negara. Baru-baru ini pun, atlet Lemkari di bawah kepemimpinan Leonardy menyumbangkan medali emas dan perak di kejuaraan ASEAN. Selanjutnya akan memperkuat atlet karate Indonesia yang akan bertanding di kancah Asia.

    Nisfan Jumadil, SH, Wakil Ketua 1  Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumbar menyampaikan bahwa sosok Leonardy itu panutan bagi pengurus dan kader Pemuda Pancasila Sumbar, karena ketegasan dan disiplin yang diterapkan pada organisasi.

    "Bang Leo itu pernah menjabat Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumbar selama 3 periode. Dan di saat kepemimpinan Bang Leo itulah, Pemuda Pancasila tertib dan lebih santun hingga berkembang pesat di Sumbar, termasuk MPC-MPC di kabupaten/kota," terang pengacara (lawyer), yang merupakan mantan Ketua KNPI Padang ini. 

    Dan pada Pemilu/PSU ini, ungkap Nisfan, Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila mengeluarkan surat resmi, dengan menginstruksikan kepada MPW Sumbar untuk menyukseskan Leonardy kembali menjadi Anggota DPD RI. 

    Penulis handal buku bermutu, Fajar Rusvan menyebutkan Leonardy punya ciri-ciri sebagai orang besar. Dia dibesarkan oleh mertuanya Bupati Padang Pariaman yang legendaris (Kol. H. Anas Malik). Dia mampu membuat dirinya besar dan mau membuat orang-orang sekelilingnya menjadi besar pula. 

    "Saya mengenalnya sebagai pribadi yang baik dan unik. Uniknya lagi orang mengupas biografi biasanya setelah bukunya terbit. Namun bagi Leonardy, Kapas mengupasnya sebelum buku itu diterbitkan," ujarnya sambil tersenyum. (Rel)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2