• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Agam. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Agam. Tampilkan semua postingan

    Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt. Tumbijo: Perda Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan Wujud Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat


    Sumbarkini.com- Salah satu bentuk nyata kehadiran Pemerintah Daerah di tengah masyarakat adalah melalui lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan. Perda ini bertujuan mengatur tata kelola komoditas unggulan perkebunan secara terstruktur dan berkelanjutan, meningkatkan daya saing komoditas daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor perkebunan.

    Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan Dt. Tumbijo, saat melaksanakan Sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2023 di Jorong Padang Tongga, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Minggu (26/10/2025).

    Menurut Ridwan, sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan petani, khususnya para pelaku usaha di sektor perkebunan seperti sawit, kakao, gambir, dan karet.

    “Melalui Perda ini, pemerintah provinsi dapat memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada para petani agar mampu meningkatkan hasil serta nilai tambah dari komoditas unggulan yang mereka kelola,” ujar Ridwan Dt. Tumbijo.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir Perwakilan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Dwi Purwanto, yang juga memberikan penjelasan mengenai substansi dan manfaat Perda tersebut.

    “Kami berharap, dengan adanya Perda Nomor 3 Tahun 2023 ini, masyarakat dapat memahami pentingnya pengelolaan komoditas unggulan secara baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ungkap Dwi Purwanto.

    Ia menambahkan, Perda ini berfokus pada penguatan dan perlindungan komoditas unggulan perkebunan agar produk lokal Sumatera Barat memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional.

    Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Walinagari Manggopoh, para ninik mamak, kelompok tani, serta masyarakat.(*)

    Sosialisasi Perda, Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt. Tumbijo Dorong Penguatan Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan di Agam

    Agam(Sumbarkini.com)– Ratusan warga memadati Balai Nagari Kampuang Tangah, Kabupaten Agam, untuk mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan, yang digelar Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan Dt. Tumbijo, Sabtu (25/10/25).

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Nagari Kampuang Tangah, Ketua Bamus, serta ninik mamak dan tokoh masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi terkait penerapan Perda tersebut di lapangan. Bertindak sebagai narasumber yaitu Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Afniwirman.

    Dalam sambutannya, Ridwan Dt. Tumbijo menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dari hulu hingga hilir agar potensi besar sektor perkebunan di daerah tidak hanya menghasilkan keuntungan sesaat.

    “Tanpa tata kelola yang terarah, potensi besar perkebunan hanya akan memberi manfaat jangka pendek tanpa nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Ridwan.

    Menurutnya, Perda Nomor 3 Tahun 2023 ini lahir untuk menjawab berbagai persoalan mendasar di sektor perkebunan, mulai dari rendahnya produktivitas, lemahnya kelembagaan petani, hingga terbatasnya akses terhadap pembiayaan dan pasar.

    “Selama ini banyak petani hanya berfokus pada produksi, padahal aspek pengolahan dan pemasaran jauh lebih menentukan nilai ekonomi. Perda ini hadir agar tata kelola perkebunan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Ridwan mencontohkan, sejumlah komoditas unggulan seperti gambir, kopi, dan kelapa memiliki potensi besar di Kabupaten Agam. Namun, nilai jual masih rendah karena belum adanya sistem tata kelola yang terintegrasi, terutama dalam hal rantai pasok dan hilirisasi produk.

    Ia berharap, implementasi Perda ini dapat memperkuat peran pemerintah daerah dan nagari dalam mendorong petani menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan kompetitif.

    “Kunci keberhasilan ada pada sinergi. Petani, pemerintah, dan lembaga keuangan harus berada dalam satu sistem tata kelola yang saling mendukung,” tambahnya.

    Sementara itu, Afniwirman menyampaikan bahwa Perda ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan hasil, tetapi juga untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Sumbar di tingkat nasional dan global.

    “Penguatan tata kelola bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekonomi di tingkat nagari,” ujarnya.

    Menutup kegiatan, Ridwan Dt. Tumbijo mengajak seluruh pihak menjadikan sosialisasi ini sebagai momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

    “Perkebunan adalah urat nadi ekonomi nagari. Kalau tata kelolanya kuat, ekonomi rakyat juga akan tumbuh kuat,” pungkasnya.

    Penguatan tata kelola sektor perkebunan menjadi isu strategis yang terus didorong DPRD Provinsi Sumatera Barat, guna memastikan sektor ini benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani di daerah.(putra)

    Banjir Bandang Lahar Dingin Terjang Agam, BPBD Agam Bergerak Cepat

    BPBD Agam,Budi Prawiranegara tinjau ke lokasi banjir bandang di kecamatan canduang dan Kecamatan sungai pua(f/pemkab)



    Agam(sumbarkini.com)- Pada Jumat, 5 April 2024, pukul 16.30 WIB, Kabupaten Agam diguncang oleh banjir bandang lahar dingin yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Menurut laporan dari Kalaksa BPBD Agam, Budi Prawiranegara, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua.

    Banjir bandang ini menyebabkan sejumlah dampak, termasuk terputusnya jalan pertanian dan terjebaknya sebuah unit mobil di lokasi pertanian. Rumah warga, kendaraan, dan akses jalan di beberapa nagari juga terdampak oleh banjir bandang ini.

    Puluhan warga harus dievakuasi ke tempat aman oleh personel TNI-Polri bersama Tim SAR Gabungan BPBD Agam yang bergerak cepat ke lokasi kejadian. Bupati Agam, H Andri Warman, turut meninjau lokasi bersama aparat terkait untuk memantau kondisi langsung di lapangan dan memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak.

    BPBD Kabupaten Agam juga telah melakukan upaya penanggulangan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Nagari dan Kecamatan, melakukan assessment dan pendataan, serta memberikan bantuan langsung di lokasi kejadian untuk membantu penanggulangan bencana ini.(*)

    Alhamdulillah, Wabup Trinda Farhan Sembuh dari Covid-19

    Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria. ist


    Agam, sumbarkini.com-Setelah melewati tes SWAB dua kali berturut-turut, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dinyatakan sembuh dari covid-19. Hal itu diperkuat oleh hasil Laboratorium Biomedik Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand pimpinan dr. Andani Eka Putra pada 20 September 2020 kemarin.


    Trinda Farhan Satria pada Senin (21/9) menyambut dengan penuh syukur hasil labor Fakultas Kedokteran Unand. Setelah dinyatakan negatif dari covid-19, maka Trinda yang menjadi bakal calon Bupati Agam ini bisa beraktivitas seperti biasa, terutama melaksanakan tugas-tugas mendampingi Bupati Agam, Indra Catri.


    Menurut Trinda, dirinya positif covid-19 dengan tanpa gejala. Karena itu, sampai tes SWAB terakhir menyatakan dirinya negatif, Trinda Farhan melakukan isolasi mandiri. "Alhamdulillah, hasil SWB dua kali berturut-turut menyatakan kita negatif," ujar Trinda Farhan.


    Trinda Farhan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak selama menjalani masa isolasi. Berkat dukungan dan doa berbagai pihak, ia bisa menjalani isolasi dan pemulihan dengan baik.


    Setelah dinyatakan bebas dari covid-19, Trinda Farhan mengaku sudah bisa menjalani aktivitas secara normal. "Sekarang kita sudah bisa beraktivitas dengan normal. menjalankan tugas-tugas sebagai wakil bupati," jelas Trinda Farhan.


    Terkait dengan kasus positif covid-19 yang terus meningkat, Trinda Farhan mengingatkan masyarakat untuk sama-sama disiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. "Mari selalu disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Selalu pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, selalu mencuci tangan, dan menjaga pola hidup sehat untuk imunitas tubuh," ujar Tirnda Farhan. (arr)


    KJA di Danau Maninjau Bakal Segera Diangkat

    Padang (sumbarkinicom) -Pengangkatan keramba jala apung (KJA) di Danau Maninjau, Kabupaten Agam akan dimulai September tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2020. hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul saat wawancara usai membahas hal tersebut bersama Pemprov Sumbar, Pemkab Agam dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di ruang rapat kantor Gubernur Sumbar, Kamis 22 Agustus 2019.

    "Jumlah yang diangkat tentunya menyesuaikan dengan anggaran yang sudah disediakan oleh Pemkab Agam yakni 500 juta rupiah, dan untuk pelaksanaannya akan dibantu oleh TNI" terangnya.

    Dengan anggaran yang tersedia tersebut, Wagub menjelaskan keramba yang dimiliki oleh pengusaha besar akan lebih diprioritaskan untuk diangkat terlebih dahulu, dan keramba milik perorangan belakangan.

    "Saat ini pemprov dengan Pemkab Agam sedang mencarikan alternatif mata pencaharian yang lain bagi pemilik keramba perorangan. Hal tersebut akan kita sampaikan ke pusat, dan saat rapat LIPI siap membantu dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk sektor ekonomi lain, tinggal kita maunya disektor apa" terangnya.

    Sebelumnya, Pemprov bersama Pemkab Agam dan LIPI juga sudah membahas hal yang sama pada Selasa (8/4/2019) di Kantor Bupati Agam.

    Saat ini jumlah keramba yang ada di Danau Maninjau diperkirakan berjumlah 17.000. Sedangkan daya tampung hanya 6.000 keramba. (*/MAR)

    Groundbreaking Rumah Gadang Keluarga Besar Wakajati Sumbar di Koto Gadang, Ternyata Ini Tujuannya

    Kotogadang (sumbarkini.com) - Suku Koto di bawah payuang Datuak Mudo di Koto Gadang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah gadang Uwo Fatimah. Ikut serta dalam peletakan itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Priyanto SH, MH, Ketua KAN Koto Gadang H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, SIP, MH, Walinagari Koto Gadang Budi Zulfikar dan perwakilan keluarga Uwo Fatimah.

    "Kami mengapresiasi atas berdirinya bangunan rumah gadang Suku Koto keponakan Datuk Mudo. Pasti banyak hal yang bisa dirumuskan di sana," ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Priyanto SH, MH.

    Priyanto berharap, groundbreaking segera dilanjutkan dengan pembangunan rumah gadangnya. Tak perlu menunggu lama karena pasti sudah punya perencanaan matang. 

    Rumah gadang di sini unik. "Saya pikir pakai gonjong sebagaimana rumah adat Minangkabau lainnya. Kok seperti rumah peninggalan Belanda ya?" ulasnya. 

    Dengan keunikan ini, kata Priyanto, rumah gadang keluarga besar Wakajati Sumbar bisa jadi tujuan wisata baru di daerah Koto Gadang. Keluarga dan warga sekitar bisa menikmati efek ekonominya.

    Ketua KAN Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH mengapresiasi keinginan pihak keluarga besar Uwo Fatimah untuk membangun rumah gadang. Apalagi pembangunan dilakukan para cucu yang ingin membahagiakan Ucu mereka, satu-satunya anak Uwo Fatimah yang masih hidup.

    Dia berharap pula rumah gadang ini siap dalam tahun ini. Kepada anak perempuan Uwo Fatimah yang masih hidup dan ikut meletakkan batu pertama, Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 berujar rumah gadang bisa diselesaikan pada Desember nanti.

    "Hari ini kita meletakkan batu pertama rumah gadang Uwo Fatimah, Suku Koto dalam payung panji Datuk Mudo. Semoga Desember, insyaallah saat rapat nagari nanti kita bisa makan bersama di atas rumah gadang ini," ujarnya kepada pihak keluarga saat meletakkan batu pondasi rumah gadang.

    Soal keunikan rumah gadang di Koto Gadang, Leonardy menjelaskan secara arsitektur memang tidak punya gonjong. Ada nuansa rumah pembesar Belanda jaman dulu.

    Anggota DPD RI 2014-2019 ini pun setuju jika rumah gadang di Koto Gadang dikembangkan jadi destinasi wisata. Bisa dipakai homestay bagi wisatawan. Hal ini mungkin lebih baik dampaknya terhadap nagari dibandingkan dibiarkan kosong, hanya hari raya yang berpenghuni.

    Bundo Kanduang di rumah gadang Uwo Fatimah, Meli Panai menyebutkan pembangunan rumah gadang bertujuan untuk mempererat silaturahim. Mengumpulkan nan taserak dari keluarga mereka.

    "Ini merupakan keinginan yang lama terpendam di keluarga kami untuk meletakkan batu pertama pembangunan kembali rumah Gadang Uwo Fatimah ini," kata perempuan yang mengaku besar di perantauan ini.

    Dia mengatakan suksesnya acara keluarga besarnya adalah berkat bantuan dan dukungan banyak pihak, Dia menyatakan terimakasih yang sebesar-besarnya. (*)

    25 Rubuh di Alek Buru Babi Nusantara 2018

     Koto Gadang, Agam (sumbarkini.com) - Para penggemar olahraga berburu babi di Sumatera, Jawa dan Kalimantan ikut meramaikan Alek Gadang Anak Nagari Buru Babi Nusantara yang dilaksanakan Bukit Taman Raya Park di Koto Gadang Kecamatan IV Koto Agam. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dibuka Bupati Agam yang diwakili Sekda Drs. H. Masriyanto Dt. Maruhun, Minggu pagi tanggal 8 Juli 2018. 

    "Sebanyak 25 babi hutan rubuh, 11 anjing peburu tewas dan puluhan lainnya luka-luka," ujar Ketua Persatuan Olah Raga Buru Babi Indonesia (PORBBI) Kecamatan IV Koto, Andimar usai acara.

    Andimar mengatakan gembira melihat hasil buru babi kali ini. Apalagi dari segi jumlah peminat yang jauh meningkat. Saking antusiasnya, para pehobi buru babi sudah hadir satu hari di lokasi acara. Bahkan kemeriahan acara yang disusun bisa dinikmati peserta dan pengunjung. Berbagai pihak terlihat berupaya menyukseskan alek anak nagari tersebut.

    Panitia Pelaksana Alek Gadang Anak Nagari Buru Babi Nusantara yang juga Walinagari Koto Gadang M. Budi Zulfikar pun tak kalah gembira dengan pelaksanaan buru babi di nagarinya yang dipusatkan di salingka Bukit Taman Raya Park tersebut. Menurutnya, buru babi kali ini yang termeriah dan tempat pelaksanaan yang paling memberi keleluasaan kepada penggemar buru babi dan anjing-anjing pemburu mereka.

    Dikatakannya, melihat antusiasme peserta yang sudah berdatangan sejak Sabtu 7 Juli begitu membahagiakan panitia. Mereka berdatangan dari tempat yang jauh. Ada yang dari Kepri, Riau, Jambi Bengkulu, Banten, Jateng. Malah ada yang dari Kalimantan.

    "Tak sia-sia rasanya kami melaksanakan acara bertajuk Buru Babi Nusantara. Banyak provinsi yang berpartisipasi. Acara penyambutan hingga penutupan sepertinya berhasil mencapai tujuan, meningkatkan silaturahmi sambil berolahraga dan bisa mempertahankan tradisi," ungkapnya.

    Sekda Agam pun demi melihat keriuhan suasana buru babi di Bukit Taman Raya Park Kecamatan IV Koto Agam tak banyak berkata. Dia gembira dan memberikan dukungan jika alek buru babi rutin diadakan di lokasi yang sama.

    Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa sangat mendukung acara yang dipusatkan di Sawahan, Nagari Koto Gadang itu. Sebagai Ketua KAN Koto Gadang dia sangat mengapresiasi kegiatan yang dihelat oleh Persatuan Olah Raga Buru Babi Indonesia Kecamatan IV Koto.

    Leonardy mengatakan alek nagari itu bermanfaat meningkatkan silaturahim antar penggemar olah raga buru babi tersebut. Tak kalah pentingnya, kegiatan di minggu pagi 8 Juli 2018 ini merupakan upaya mempertahankan tradisi. Ini kearifan lokal dalam mengendalikan hama babi. Apalagi hingga kini buru babi itu satu-satunya cara untuk membasmi hama yang mengganggu lahan pertanian tersebut.



    Selain itu berburu babi bisa menjadi iven wisata yang menarik jika dikemas dengan baik. Keunggulan Koto Gadang bisa ditonjolkan. Makanan khas dan kerajinan anak nagari bisa disajikan. Makanan khas itiak lado hijau harus ditampilkan. Bazar pun diatur sehingga benar-benar menjadi alek gadang anak nagari

    Leonardy mengusulkan agar buru babi dilaksanakan tiap habis panen atau dua kali setahun. Lokasinya tetap di tempat pelaksanaan sekarang dan dipersiapkan lebih baik.

    "Tempatnya lapang dan bisa merepresentasikan alam Koto Gadang. Dukungan akan kita berikan dari tingkat nagari hingga lingkup nasional," pungkasnya. (zul)

    Batarewai, Tradisi Koto Gadang Memakmurkan Nagari




    Koto Gadang (sumbarkini.com) - Tiap daerah, masing-masing pemimpin punya kiatmemajukan daerahnya. Namun Koto Gadang punya nilai lebih. 

    Koto Gadang punya tradisi tersendiri untuk memajukan nagari mereka dan itu dilakukan sejak Koto Gadang ada. Artinya ada tradisi yang terus dipertahankan sebagai kearifan lokal untuk memberi percepatan bagi pembangunan daerah tersebut.

    "Alhamdulillah, kita baru saja mengikuti acara yang telah menjadi tradisi sejak Nagari Koto Gadang ada. Dari tradisi ini, dapat dipetik kebersamaan niniak mamak, walinagari dan perangkatnya, alim ulama, cadiak pandai alim ulama, bundo kanduang, pengantin baru, nan mudo serta masyarakat Koto Gadang umumnya," ujar Ketua KAN Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, di Balai Adat Nagari Koto Gadang, 19 Juni 2018.

    Leonardy membanggakan tradisi di kampung halamannya itu. Batarewai memungkinkan semua elemen di masyarakat bisa bersuara tentang kebaikan bagi nagari mereka. Batarewai pun ajang melatih anak nagari mengorganisasikan bagaimana suatu iven terlaksana sesuai harapan dan semeriah mungkin.

    Sebagai contoh perkembangan terbaru terjadi pada pelaksanaan Batarewai itu sendiri. Biasanya Batarewai dilakukan pada tanggal 1 Syawal dan pada tanggal 5 Syawal dilakukan karnaval Penutupan Perayaan Idul Fitri. 

    "Kali ini Batarewai dilaksanakan bersamaan dengan karnaval. Anak-anak TK Dirgahayu pun ambil bagian dalam pelaksanaan acara untuk memperkenalkan kepada mereka tradisi baik di nagarinya. Anak-anak TK pun naik ke Balai Adat dan mereka bisa belajar dari hal itu. Ini terobosan bagus yang dilakukan panitia dan harus diapresiasi," ujarnya Tokoh Masyarakat Koto Gadang yang kini menjadi Anggota Komite Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

    Dikatakan Leonardy, para peserta Batarewai berkeliling nagari untuk melihat kondisi terkini. Dari peninjauan ini dapat dilihat perkembangan pembangunan di nagari, perbaikan yang diperlukan, dan hal-hal prioritas yang bakal dilakukan untuk kemajuan nagari ke depannya.

    Sepanjang jalan, seringkali Ketua KAN dan walinagari terlibat pembicaraan serius sambil menunjuk ke arah tertentu, apakah itu kekurangan atau keunggulan yang terlihat. Tokoh masyarakat pun terkadang membisikkan perkembangan yang diperlukan. Semua itu menjadi bahasan dalam rapat anak nagari di Balai Adat Koto Gadang seusai Batarewai.


    Video Tradisi Batarewai di Koto Gadang-Agam, Selasa 19 Juni 2018.

    Uniknya, sepanjang jalan yang dilalui rombongan Batarewai ini di sapa penghuni rumah di sepanjang jalan mereka dilewati. Orang asli Koto Gadang selalu menyapa, "Singgah dulu Inyik Datuak dan singgah dulu nyiak wali." Sapaan itu pun disampaikan dengan penuh takzim sebagai penghormatan terhadap pemimpin.

    Batarewai yang diawali dari rumah Ketua KAN Koto Gadang itupun berakhir di Balai Adat Nagari Koto Gadang. Semua peserta naik ke Balai Adat. Rehat dan dimulailah rapat anak nagari.

    Berbagai masukan diusulkan oleh anak nagari. Aneka aspirasi yang masuk itu dibahas bersama. Semua komponen diberi kesempatan bicara blak-blakan asalkan itu untuk kemajuan nagari. (*)

    Motivasi Generasi Muda agar Juara Umum MTQ 2020

    Koto Gadang (sumbarkini.com) - Perantau dan tokoh masyarakat Koto Gadang ingin
    agar generasi muda nagari itu dekat dengan alquran. MTQ jadi ajang untuk memotivasi mereka.

    Lewat keikutsertaan di MTQ, anak-anak, remaja dan dewasa diharapkan semangat untuk dekat dengan agama. Ke-17 mata lomba di MTQ intinya senantiasa mendekatkan mereka dengan kitab suci agama Islam tersebut.

    "Kita harus terus mendorong anak-anak dan remaja di nagari kita untuk dekat dengan alquran. Mendorong mereka dengan memperbanyak latihan dan ikut perlombaan. Kita pun beri penghargaan buat upaya mereka," ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa yang juga tokoh masyarakat Koto Gadang itu dalam sambutannya dalam Safari Ramadhan ke Masjid Tapi Nurul Iman di kampungnya itu.

    Leonardy yang juga Ketua KAN Koto Gadang itu sangat mengapresiasi upaya walinagari, pengurus masjid, tuanku dan LPTQ nagari untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Koto Gadang di arena MTQ Kecamatan VII Koto Mei lalu. Koto Gadang bisa meraih juara II dan hanya terpaut 1 angka dari juara umum Guguak Tabek Sarojo.


    Ditegaskannya, hal itu menjadi bukti anak nagari Koto Gadang mampu bersaing dengan nagari lain yang ada pesantrennya. Bukan tak mungkin dengan latihan dan memperbanyak lomba di tingkat nagari makin mendorong peningkatan prestasi kafilah mereka di MTQ kecamatan.

    Dalam kesempatan itu, Leonardy mengingatkan kesepakatan mereka di acara didikan Subuh di masjid itu Maret lalu. Ada reward khusus bagi mereka yang menang lomba MTQ di Masjid Nurul Iman dari Leonardy.

    Untuk juara I kategori Tilawah quran anak-anak dan remaja baik putra maupun putri diberi hadiah uang Rp250.000. Juara II Rp 200.000 dan juara III berhak atas hadiah uang senilai Rp150.000.

    Hadiah bakal ditingkatkan, nomor pertandingan setiap lomba juga ditambah. "Ini untuk memompa semangat mereka. Agar mereka berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya. Targetnya 2020 Koto Gadang harus juara umum," tegasnya.

    Dia mengajak semua untuk meniatkannya sebagai ibadah. "Ini saja yang kita harapkan. Buahnya, kita tidak meninggalkan generasi yang lemah baik dari sisi keduniaan maupun akhirat," ungkapnya. (*)

    100 Paket Sembako Dibagikan Nevi Zuairina di Agam

    Tanjung Mutiara (sumbarkini.com) - Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar sebagaimana biasa memanfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga kurang mampu. Berbagai lembaga, perusahaan dan pekerja sosial di daerah turut ambil bagian dalam membantu sesama guna menghadapi bulan puasa dan persiapan lebaran 1439 Hijriah.

    Rutinitas LKKS sebagai mitra pemerintah untuk mengkoordinasikan kegiatan pensejahteraan sosial di Sumbar tahunan ini membuat banyak pihak mempercayakan kegiatan amal mereka ke lembaga yang dipimpin istri Gubernur Sumbar, Nevi Zuairina.

    "Alhamdulillah kita makin dipercaya berbagai perusahaan untuk menyalurkan sebentuk kepedulian mereka kepada masyarakat kurang mampu di Sumbar. Ini tak lepas dari ketepatan sasaran penerima bantuan sembako yang menjadi prioritas dan dapat kita pertahankan," ujar Nevi Zuairina Minggu 27 Mei 2018.

    Istri Gubernur Irwan Prayitno ini dengan bangga memberitahukan bahwa organisasi tersebut nyaris selalu bisa di atas 95 persen dalam hal ketepatan pemberian bantuan. Bahkan untuk bantuan jamban beberapa waktu lalu bisa 100 persen.

    Karena ketepatan antara data dan  fakta di lapangan itulah LKKS bisa salurkan sembako ke warga kurang mampu ke daerah-daerah secara langsung.  "Ini keunggulan kita dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hari ini, bersama Ny. Vita Indra Catri dan Ny Trinda Farhan kita  bisa membagikan 100 paket sembako pada warga kurang mampu dalam lingkungan posdaya," ujar perempuan yang sukses memimpin sejumlah organisasi wanita di Sumbar ini.

     



    DijelaskanDijelaskanansi atau lembaga yang ikut ambil bagian dalam gerakan berbagi sembako di berbagai daerah di Sumbar ini meliputi: Pemprov Sumbar, Hotel Emersia, Semen Padang, Bank Nagari, Rumah Siti Hawa, Wardah, Elzatta, Baiturrahmah, Martha Tilaar dan perseorangan yang tak bisa disebut satu per satu.

    "Saya berupaya meluangkan waktu lebih banyak untuk turut mengantarkan amanah para dermawan ini kepada bapak dan ibu yang berhak menerimanya. Letih berganti bahagia saat melihat wajah ceria mereka," ujar wanita yang getol memberdayakan perempuan di Sumbar ini.


    Nevi yang didampingi Ketua Harian LKKS Sumbar Parlagutan Nasution, tak lupa mengapresiasi para dermawan dan mengharapkan agar bantuan sembako sekadarnya bisa menggembirakan para penerima. Dia pun mengajak penerima bantuan mendoakan para dermawan agar sehat selalu dan usahanya makin lancar. Begitu pula dengan mereka yang telah memfasilitasi kegiatan itu seperti Pemerintah Kabupaten Agam dan jajarannya, LKS Agam, PKK Agam, Dekranasda Agam, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan  (TKSK) dan pekerja sosial masyarakat (PSM).  (*)

    Keluarga Harus Berperan Tingkatkan MInat Baca Anak

    Bupati Indra Catri membacakan buku untuk murid-murid SD di Agam.
    AGAM (sumbarkini.com) – Pemerintah Kabupaten Agam dukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pemkab membuat gebrakan yang mereka namakan (Gernas Baku).

    Gernas Baku atau Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku dicanangkan Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah bertepatan dengan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional,  2 Mei 2018. Pada Sabtu 5 Mei 2018, langsung diimplementasi Pemkab Agam. 

    Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bertempat di GOR Rang Agam Lubuk Basung , Bupati bersama Bunda PAUD Agam, Ny. Vita Indra Catri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Drs. Isra, M. Pd, Ketua GOW Agam, Ny. Candra Trinda Farhan Satria, Kepala OPD, pelaku pendidikan, orangtua, anak usia dini mendaulat Bupati untuk membacakan buku bagi murid-murid SD di daerah itu.

    "Pencanangan GERNAS BAKU bertujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, satuan PAUD dan masyarakat. Harus kita dukung bersama," tegas Indra Catri.

    Dikatakannya, selain menumbuhkembangkan minat baca bagi anak usia dini, Gernas Baku juga berfungsi sebagai perekat hubungan sosial dan emosional antara anak dengan orang tuanya. Kebiasaan orang tua membacakan buku untuk anak-anaknya akan tercipta transfer of knowledge yang bernuansa keteladanan dan kekeluargaan.

    Indra Catri menilai gerakan ini menjadi salah satu solusi bersama untuk meningkatkan minat baca anak. Sekolah dan masyarakat dituntut menciptakan kondisi yang menyenangkan serta mendukung kebiasaan membaca ini. 

    Diingatkannya, kegiatan membaca berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Artinya makin banyak seseorang membaca, maka akan semakin luas wawasan dan pengetahuan, sehingga menjadi referensi. Dia tak bakalan kehabisan ide untuk menulis.

    Memukul tambua tanda dicanangkannya Gernas Baku dan Gemarlis di Agam.
    Terkait ini, Pemkab Agam melakukan inovasi. Pemkab mengkolaborasikan Gernas baku dengan Gerakan Gemar Menulis (GEMARLIS) bagi guru dan siswa. "Keuntungan yang bisa diperoleh melalui kegiatan menulis antara lain, sarana untuk self expression, ajang untuk personal branding, membangun self confident, sebagagaiagent of change, sharing ide, hidup menjadi lebih sehat, sarana untuk berdakwah dan profil making,ungkap Indra Catri.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Drs. Isra, M. Pd dalam laporannya mengatakan Gernas Baku baru dilaksanakan serentak di Indonesia pada 5 Mei 2018. Adapun Bupati Agam sudah mengawalinya saat upacara Hardiknas, 2 Mei 2018.

    "Gernas Baku di Agam disandingkan dengan program Gerakan Gemar Menulis (GEMARLIS) bagi guru dan siswa. Sebagai bentuk kongrit dari program GEMARLIS, Disdikbud Agam akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) menulis bagi guru PAUD, SD dan SMP se-Agam," urainya

    Bimtek, kata Isra akan dilaksanakan dua hari. Dia mengharapkan akan lahir penulis handal dari kalangan guru di Agam. "Kita berupaya meningkatkan motivasi menulis di kalangan guru dan siswa. Diharapkan masing-masing guru mampu melahirkan satu buku melalui tulisannya sendiri,”tutup Isra. (wir)

    Simulasi: Gempa 8,9 SR Mengguncang Sungai Pua

    AGAM (sumbarkini.com) - Masyarakat Sungai Puar, Agam berhamburan menyelamatkan diri begitu terjadi gempa bumi berkekuatan 8,9 SR pada Kamis April 2018. Suasana hiruk pikuk, teriakan ditingkah bunyi sirine yang meraung-raung begitu gempa menghoyak. Masyarakat yang terlihat panik itu berupaya mencari tempat berlindung guna menyelamatkan diri.

    Petugas dari BPBD, PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari, petugas kesehatan  dan Palang Merah Ramaja PMR) terlihat sigap. Mereka sibuk membantu menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban bencana. Mobil ambulance dari Puskesmas dan PMI Agam pun hilir mudik mengevakuasi dan membantu masyarakat dan siswa yang menjadi korban.

    Mereka yang selamat, diarahkan menuju titik evakuasi. Titik evakuasi terdapat pada dua tempat yaitu, lapangan sepakbola Batu Palano dan halaman Kantor Camat Sungai Pua.

    Peristiwa mengejutkan itu disimulasikan usai upacara memperingati Agam yang dipusatkan di lapangan sepakbola depan SDN Batu Palano dengan inspektur upacara Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah.

    Bupati Indra Catri gembira melihat simulasi usai upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kabupaten menunjukkan kesiapan masyarakat dan para relawan kebencanaan. Dia mengatakan, "Dalam penanggulangan resiko bencana ada tiga hal pokok yang perlu diketahui masyarakat yaitu, pertama pengetahuan dan keterampilan pribadi. Kedua, kesigaaan atau kerjasama dan kekompakan antar keluarga. Dan ketiga teman tetangga. Selama ini masyarakat apabila terjadi bencana sering menyalahkan pihak lain atau eksternal, yaitu pemerintah, tanggap dadurat yang terlambat datang."

    Dijelaskannya hal itulah yang menjadi tujuan utama digelarnya simulasi evakuasi bencana di puncak peringatan HKB Agam tahun ini. Menurut dia Pemerintah Kabupaten Agam terus beruaya memperbanyak pelaksanakan simulasi tersebut kepada masyarakat, siswa, pegawai dan lainnya untuk memnimalkan resiko bencana, karena Agam berada di daerah rawan bencana.

    Indra Catri menyentil masyarakat sering menyalahkan tim SAR, dan terlambatnya bantuan datang. Padahal mereka itu hanya bersifat mengevakuasi. Dia mengingatkan bahwa diri sendirilah yang harus mampu menyelamatkan diri terlebih dahulu.

    "Saya menganggap simulasi atau pelatihan yang dilaksanakan BPBD Agam sangat penting. Semakin banyak BPBD melakukan pelatihan kepada masyarakat, terutama daerah-daerah yang sudah dipetakan sebagai lokasi rawan bencana, makin baik karena masyarakat makin paham bagaimana menyelamatkan diri saat bencana terjadi," ujarnya.

    Melalui HKB pemerintah Kabupaten Agam sudah mengeluarkan edaran agar dilakukan simulasi evakuasi mandiri pada setiap OPD yang ada, sekolah dan masyarakat di kecamatan, nagari dan jorong.

    Ketua pelaksana HKB 2018, M. Lutfhi dalam laporannya mengatakan, HKB diawali dengan latihan simulasi gempa bumi di beberapa kantor pemerintah. Latihan simulasi gempa bumi terhadap 100 sekolah di Kabupaten Agam. Dan melaksanakan simulasi letusan gunung api dan gempa bumi di Kecamatan Sungai Pua dengan titik evakuasi yaitu, lapangan sepakbola Batu

    “Upacara HKB tingkat Kabupaten Agam diikuti oleh untur TNI, POLRI, seluruh OPD Kabupaten Agam, Satgas BPBD Agam, camat dan walinagari, KSB, PMI, PMR, Tagana, TKSK, pendamping PKH, Senkom Mitra POLRI se-Kabupaten Agam serta tokoh masyarakat dan siswa di Kecamatan Sungai Pua,”katanya. (wir)

    Alumni SDN 09 Hilia Lamo Serahkan Mushalla Untuk Sekolah

    KAMANG MAGEK - SDN 09 Hilia Lamo, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek,  Kabupaten Agam menyampaikan kegembiraannya karena memperoleh satu unit mushalla dilengkapi seluruh peralatan seperti, tikar shalat, sound sistem dan lainnya hasil swadaya alumni sekolah tersebut dari beberapa angkatan.

    Mushalla berukuran 10 x 10 meter tersebut berdiri megah di lokasi sekolah yang diberi nama “Mushalla Alumni Raudhatus Shalihin”. 

    Mushalla tersebut dimulai pembangunannya pada tahun 2013 dengan memanfaatkan dana infak dan sumbangan alumni dari berbagai angkatan serta sumbangan donatur yang tidak mengikat.

    "Alhamdulillah saat ini mushalla tersebut sudah rampung pembangunannya, dan hari ini kami serahkan sepenuhnya kepada sekolah melalui Kepala SDN 09 Hilia Lamo, Drs. Adri, bertepatan dengan rapat paripurna pengurus komite sekolah bersama orangtua murid, Walinagari, Wali Jorong, tokoh masyarakat, pemuda dan pemerhati pendidikan lainnya," ujar Penasehat Alumni SDN 09 Hilia Lamo, Mastur St. Majo Lelo usai penyerahan kunci mushalla kepada kepala sekolah.

    Sekretaris Alumni SDN 09 Hilia Lamo, Gusmissari menambahkan, atas nama seluruh alumni baik yang berada di kampung maupun di rantau ingin mengabdikan diri kepada almamater dengan memberikan sumbangan yang dapat dimanfaatkan keluarga besar sekolah.

    “Disamping membangun mushalla, alumni juga sudah membangun pagar sekolah permanen, sehingga lokasi sekolah aman dari gangguan hewan ternak dan lainnya," ujarnya. 

    Alumni pun tiap akhir semester memberikan bantuan alat-alat perlengkapan sekolah kepada murid dari keluarga kurang mampu. Diberikan juga beasiswa kepada mereka yang berhasil sebagai juara kelas.

    Bendahara alumni, Aisyah menambahkan, pembangunan mushalla menghabiskan biaya sekitar Rp102.355.000 yang dihimpun dari alumni dan donatur. Pengerjaan pembangunan mshalla dilakukan secara swadaya dan gotong oyong oleh alumni bersama orangtua murid dan masyarakat. Namun bagian yang tidak mungkin dikerjakan secara gotongroyong, dicarikan tukang yang punya keahlian. Selain membangun mushalla, alumni juga melakukan rehab ruang UKS,”katanya.

    Kepala SDN 09 Hilia Lamo, Drs. Adri menyampaikan terima kasih kepada alumni dan dnatur yang sudah membanguan satu unit mushalla dan sarana lainnya. “Mushalla sangat besar manfaatnya bagi warga sekolah dalam melaksanakan kegiatan keagamaan, shalat berjamah dan kegiatan lainnya.
           
    Pagi sampai siang mushalla dimanfaatkan oleh murid, sedangkan sorenya dimanfaatkan oleh anak didik yang belajar di MDA Plus SDN 09 Hilia Lamo. Karena SDN 09 Hilia Lamo merupakan salah satu SD di Kabupaten Agam yang sudah ditetapkan sebagai sekolah MDA Plus yang dibina oleh lima orang guru.

    "Kami akan manfaatkan mushalla sebagai tempat pelaksanakan shalat dhuha, shalat Zuhur berjamaah serta kegiatan keagamaan lainnya pada saat memperingati Hari Besar Agama Islam,”ungkap Adri. (wir)

    Bupati Agam Meresmikan 6 Unit IPAL Komunal

    AGAM - Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah meresmikan enam unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kecamatan Banuhampu, Rabu 28 Februari. Kegiatan itu dipusatkan di Nagari Pakan Sinayan. 

    Keenam unit IPAL Komunal tersebut tersebar pada beberapa lokasi yaitu, Nagari Cingkariang, Kubang Putiah, Pakan Sinayan dan Nagari Padang Lua.

    “Sistem layanan air limbah komunal berbasis masyarakat (SANIMAS) merupakan salah satu pogram pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sanitasi. Bantuan langsung diberikan kepada masyarakat untuk membangun infrastruktur sanitasi berdasarkan kebutuhan dan perencanaan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok. Sarana air limbah komunal dibiayai melalu APBN, DAK maupun pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB).

    Untuk Agam, program Sanimas-IDB mulai dijalankan tahun 2014. Hingga 2017 sudah dibangun 10 titik lokasi IPAL Komunal. Program ini telah melayani 440 sambungan rumah atau 2.114 jiwa.

    “Program pembangunan IPAL Komunal merupaan program berkelanjutan, untuk tahun 2018 akan dibangun IPAL pada 12 titik lokasi dan diharapkan tahun 2019 dapat dibangun 21 titik lokasi lagi. Target yang ingin dicapai dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun harus memperhatikan kualitas perencanaan, pelaksanaan dan perlu dipastikan adanya ksinambungan pada saat pasca program ditingkat masyarakat.

    Dalam konteks kepedulian, kita lakukan pencanagan tahun 2018 sebagai “Tahun Peduli” di Kabupatn Agam. "Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, tunjukkan kepedulian dalam semua aspek sosial kemasyarakatan. Tunjukkan bahwa masyarakat Agam mempunyai social concerns dan social participations yang tinggi di tengah kehidupan masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

    Pada kesempatan itu Tim RPMC Sumatera Barat juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menafaatkan sarana IPAL Komunal yang berbasis masyarakat tersebut dengan baik.

    “IPAL ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Mari sama-sama kita jaga dan rawat serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. SANIMAS ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), supaya kita terhindar dari berbagai penyakit akibat limbah,”katanya.
         
    Ketua Panitia, H.S Dt. Kayo Nan Kuniang yang juga selaku Walinagari Pakan Sinayan dalam laporannya mengatakan, semua proyek IPAL Komunal maupun SANIMAS-IDB sudah selesai dilaksanakan, dan hari ini diresmikan Bupati Agam.

    Dikatakannya IPAL Komunal dan SANIMAS tujuannya merupakan kampanye agar kepedulian masyarakat terhadap bahaya air limbah rumahtangga jika tidak dikelola dengan baik. Tersosialisasikannya program pemerintah universal akses 100-0-100 yaiu, terpenuhinya 100 persen kebutuhan air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen masyarakat memiliki sanitasi yang layak bagi masyarakat di akhit 2019. 

    Dan terjadinya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terutama dari penyakit yang dimunculkan oleh air limbah rumahtangga serta meningkatnya wwasan masyarakat, bahwaair limbah bukanlah sesuatu yang harus dijauhi dan dihindarkan, melainkan sesuatu yang harus dikelola sehingga bisa dimanfaatkan,” katanya. (wir)

    Bangun Karakter Anak Didik Melalui Lomba

    Ampek Angkek - Perlombaan yang diadakan antara siswa SMP di Agam hendaknya dijadikan sebagai sarana membangun karakter anak didik menjadi insan yang memiliki kecerdasan emosional dan spritual. Upayakan agar kegiatan itu bukan sekadar seremonial. 

    Lomba tentunya juga secara tidak langsung sudah melatih peserta didik bagaimana mengorganisir suatu kegiatan. Siswa yang terlibat dalam penyelenggaraannya akan paham bagaimana mengorganisir kegiatan supaya berjalan dengan sukses dan lancar.

    Hal itu diungkapkan Bupati Agam diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Mulyadi, SH saat membuka secara resmi lomba keagamaan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Agam wilayah Timur, Kamis (22/2).

    “Bagi sekolah yang ikut berperan aktif mengirim siswanya supaya dapat menjadikan lomba itu sebagai bahan evaluasi dari kegiaan yang sudah dilakukan. Melalui berbagai kegiatan kita ingin meahirkan SDM yang kompetitif pada tingkat yang lebih tinggi, dan memunculkan generasi yang mampu membawa negara ini pada kondisi terhomat, yaitu masyarakat yang sejahtera, aman dan damai,” ungkap Mulyadi di lokasi lomba, SMPN 2 Ampek Angkek

    Kepala SMPN 2 Ampek Angkek, Dra. Zulfamiarti, M. Pd menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Agam, Disdikbud Agam, Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek, komite sekolah, guru dan tenaga kependidikan, orangtua siswa serta sekolah yang telah turut aktif mengirim siswanya mengikuti lomba.

    “Lomba yang dilaksanakan tentang keagamaan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah kegiatan pertama dilaksanakan tahun lalu. Belajar dari kegiatan lomba pertama, untuk lomba yang kedua ini selain pesertanya dari siswa SD, panitia menambah peserta untuk tingkat SMP,” ujarnya.

    Lomba mempertandingkan asmaul husna, tahfizh dan puisi untuk tingkat SD dan SMP dengan anggota dewan juri didtangkan dari luar. Untuk tingkat SD tahun ini baru bisa melibatkan sekolah yang berada di Kecamatan Ampek Angkek dan Canduang. Sementara untuk tingkat SMP berasal dari SMP yang berada di Kabupaen Agam wilayah Timur.

    SMPN 2 Ampek Angkek menggelar lomba keagamaan ini sebagai wujud ikut mensukseskan visi misi Kabupaten Agam, Gerakan Nagari Madani serta Gerakan Literasi Sekolah Madani. (wir)

    Pemkab Agam Bantu Reklamasi Kolam

    IV Angkek - Pemerintah Kabupaten Agam membuktikan janjinya untuk mereklamasi kolam ikan masyarakat. Melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah dilakukan reklamasi kolam ikan milik masyarakat di Kecamatan Ampek Angkek.

    "Ada tiga lokasi yang kami lakukan reklamasi kolam ikannya. Pertama kolam ikan milik masjid di Balai Bagamba Jorong Biaro, Nagari Biaro Gadang, kolam ikan di Jorong Tigo Jorong, Nagari Batu Taba dan tabek di Jorong Surau Lauik Nagari Panampuang," Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto, Minggu 18 Februari 2018.

    Dia mengungkapkan reklamasi perdana ini difokuskan dulu ke kolam masyarakat atau kolam masjid yang dapat dilalui truk besar. Hal ini diimaksudkan agar memudahkan membawa bibit dan pakan ikan ke lokasi tersebut.
           
    Menurut Ermanto, reklamasi dilatarbelakangi manfaat yang telah dirasakan masyarakat Agam dari kolam yang dimilikinya. Kolam dimanfaatkan untuk memelihara ikan sebagai sumber gizi bagi mereka.

    Bahkan kolam pada hakekatnya menjadi tempat persediaan air. Kolam-kolam bisa menjadi embung bagi daerah itu. 

    "Karena sangat membantu dan banyak manfaatnya, maka pemerintah membantu untuk mereklamasinya agar manfaat kolam lebih dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.

    Alat berat didatangkan agar pekerjaan cepat selesainya. Dengan cara ini, kolam lebih cepat kembali produktif. (wir)

    Walinagari Harus Mampu Membuat Terobosan

    Agam - Walinagari merupakan ujung tombak pemerintah kabupaten yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dapat. Tugasnya cukup berat untuk merangkum semua aspirasi dari masyarakat untuk dijadikan bahan musyawarah dengan perangkat nagari beserta Bamus.

    Sulit bagi Walinagari akan berhasil membuat terobosan untuk kesejahteraan anak nagari tanpa mempunyai program dan kegiatan yang jelas dan transparan. 

    "Seorang Walinagari harus berani bermimpi. Dia harus mampu membuat mimpinya jadi kenyataan dengan cara memikirkan dan menciptakan berbagai terobosan dan program kerja yang jelas. Buat inovasi dan strategi yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, Jumat 16 Februari 2018.

    Bupati mengingatkan agar setiap Walinagari senantiasa menjalin kekompakan, bekerjasama, jangan menakut-nakuti masyarakat. Berikan bimbingan dan motivasi kepada masyarakat agar mereka gigih bekerja sesuai kontribusi yang bisa mereka berikan.

    Dikatakan Indra Catri, tiap nagari di Agam pasti memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Baik di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, kerajinan maupun sektor ekonomi kreaitf lainnya. 

    "Ciptakan suatu yang spesifik di nagari. Jangan biarkan ada lahan tidur, anjurkan masyarakat agar mengolah dengan tepat. Kolam ikan milik masyarakat yang belum produktif agar diolah atau direklamasi. Pemkab Agam siap memberikan bibit ikan," ujarnya. 

    Bupati juga mewanti-wanti agar masyarakat memanfaatkan lahan kosong mereka. Olah lahan tersebut agar produktif. Tanam berbagai buah-buah dan sayuran. Kalaupun masyarakat terkendala dengan bibit silahkan ajukan permohonan kepada OPD terkait agar bisa dibantu pengadaan bibit.(wir)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2