Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt. Tumbijo: Perda Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan Wujud Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat
Sosialisasi Perda, Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt. Tumbijo Dorong Penguatan Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan di Agam
Banjir Bandang Lahar Dingin Terjang Agam, BPBD Agam Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Wabup Trinda Farhan Sembuh dari Covid-19
![]() |
| Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria. ist |
Agam, sumbarkini.com-Setelah melewati tes SWAB dua kali berturut-turut, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dinyatakan sembuh dari covid-19. Hal itu diperkuat oleh hasil Laboratorium Biomedik Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand pimpinan dr. Andani Eka Putra pada 20 September 2020 kemarin.
Trinda Farhan Satria pada Senin (21/9) menyambut dengan penuh syukur hasil labor Fakultas Kedokteran Unand. Setelah dinyatakan negatif dari covid-19, maka Trinda yang menjadi bakal calon Bupati Agam ini bisa beraktivitas seperti biasa, terutama melaksanakan tugas-tugas mendampingi Bupati Agam, Indra Catri.
Menurut Trinda, dirinya positif covid-19 dengan tanpa gejala. Karena itu, sampai tes SWAB terakhir menyatakan dirinya negatif, Trinda Farhan melakukan isolasi mandiri. "Alhamdulillah, hasil SWB dua kali berturut-turut menyatakan kita negatif," ujar Trinda Farhan.
Trinda Farhan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak selama menjalani masa isolasi. Berkat dukungan dan doa berbagai pihak, ia bisa menjalani isolasi dan pemulihan dengan baik.
Setelah dinyatakan bebas dari covid-19, Trinda Farhan mengaku sudah bisa menjalani aktivitas secara normal. "Sekarang kita sudah bisa beraktivitas dengan normal. menjalankan tugas-tugas sebagai wakil bupati," jelas Trinda Farhan.
Terkait dengan kasus positif covid-19 yang terus meningkat, Trinda Farhan mengingatkan masyarakat untuk sama-sama disiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. "Mari selalu disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Selalu pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, selalu mencuci tangan, dan menjaga pola hidup sehat untuk imunitas tubuh," ujar Tirnda Farhan. (arr)
KJA di Danau Maninjau Bakal Segera Diangkat
"Jumlah yang diangkat tentunya menyesuaikan dengan anggaran yang sudah disediakan oleh Pemkab Agam yakni 500 juta rupiah, dan untuk pelaksanaannya akan dibantu oleh TNI" terangnya.
Dengan anggaran yang tersedia tersebut, Wagub menjelaskan keramba yang dimiliki oleh pengusaha besar akan lebih diprioritaskan untuk diangkat terlebih dahulu, dan keramba milik perorangan belakangan.
"Saat ini pemprov dengan Pemkab Agam sedang mencarikan alternatif mata pencaharian yang lain bagi pemilik keramba perorangan. Hal tersebut akan kita sampaikan ke pusat, dan saat rapat LIPI siap membantu dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk sektor ekonomi lain, tinggal kita maunya disektor apa" terangnya.
Sebelumnya, Pemprov bersama Pemkab Agam dan LIPI juga sudah membahas hal yang sama pada Selasa (8/4/2019) di Kantor Bupati Agam.
Saat ini jumlah keramba yang ada di Danau Maninjau diperkirakan berjumlah 17.000. Sedangkan daya tampung hanya 6.000 keramba. (*/MAR)
Groundbreaking Rumah Gadang Keluarga Besar Wakajati Sumbar di Koto Gadang, Ternyata Ini Tujuannya
25 Rubuh di Alek Buru Babi Nusantara 2018
Panitia Pelaksana Alek Gadang Anak Nagari Buru Babi Nusantara yang juga Walinagari Koto Gadang M. Budi Zulfikar pun tak kalah gembira dengan pelaksanaan buru babi di nagarinya yang dipusatkan di salingka Bukit Taman Raya Park tersebut. Menurutnya, buru babi kali ini yang termeriah dan tempat pelaksanaan yang paling memberi keleluasaan kepada penggemar buru babi dan anjing-anjing pemburu mereka.Batarewai, Tradisi Koto Gadang Memakmurkan Nagari
Koto Gadang (sumbarkini.com) - Tiap daerah, masing-masing pemimpin punya kiatmemajukan daerahnya. Namun Koto Gadang punya nilai lebih.
"Alhamdulillah, kita baru saja mengikuti acara yang telah menjadi tradisi sejak Nagari Koto Gadang ada. Dari tradisi ini, dapat dipetik kebersamaan niniak mamak, walinagari dan perangkatnya, alim ulama, cadiak pandai alim ulama, bundo kanduang, pengantin baru, nan mudo serta masyarakat Koto Gadang umumnya," ujar Ketua KAN Koto Gadang, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, di Balai Adat Nagari Koto Gadang, 19 Juni 2018.Leonardy membanggakan tradisi di kampung halamannya itu. Batarewai memungkinkan semua elemen di masyarakat bisa bersuara tentang kebaikan bagi nagari mereka. Batarewai pun ajang melatih anak nagari mengorganisasikan bagaimana suatu iven terlaksana sesuai harapan dan semeriah mungkin.
Sebagai contoh perkembangan terbaru terjadi pada pelaksanaan Batarewai itu sendiri. Biasanya Batarewai dilakukan pada tanggal 1 Syawal dan pada tanggal 5 Syawal dilakukan karnaval Penutupan Perayaan Idul Fitri. "Kali ini Batarewai dilaksanakan bersamaan dengan karnaval. Anak-anak TK Dirgahayu pun ambil bagian dalam pelaksanaan acara untuk memperkenalkan kepada mereka tradisi baik di nagarinya. Anak-anak TK pun naik ke Balai Adat dan mereka bisa belajar dari hal itu. Ini terobosan bagus yang dilakukan panitia dan harus diapresiasi," ujarnya Tokoh Masyarakat Koto Gadang yang kini menjadi Anggota Komite Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Dikatakan Leonardy, para peserta Batarewai berkeliling nagari untuk melihat kondisi terkini. Dari peninjauan ini dapat dilihat perkembangan pembangunan di nagari, perbaikan yang diperlukan, dan hal-hal prioritas yang bakal dilakukan untuk kemajuan nagari ke depannya.
Sepanjang jalan, seringkali Ketua KAN dan walinagari terlibat pembicaraan serius sambil menunjuk ke arah tertentu, apakah itu kekurangan atau keunggulan yang terlihat. Tokoh masyarakat pun terkadang membisikkan perkembangan yang diperlukan. Semua itu menjadi bahasan dalam rapat anak nagari di Balai Adat Koto Gadang seusai Batarewai.
Uniknya, sepanjang jalan yang dilalui rombongan Batarewai ini di sapa penghuni rumah di sepanjang jalan mereka dilewati. Orang asli Koto Gadang selalu menyapa, "Singgah dulu Inyik Datuak dan singgah dulu nyiak wali." Sapaan itu pun disampaikan dengan penuh takzim sebagai penghormatan terhadap pemimpin.
Batarewai yang diawali dari rumah Ketua KAN Koto Gadang itupun berakhir di Balai Adat Nagari Koto Gadang. Semua peserta naik ke Balai Adat. Rehat dan dimulailah rapat anak nagari.
Berbagai masukan diusulkan oleh anak nagari. Aneka aspirasi yang masuk itu dibahas bersama. Semua komponen diberi kesempatan bicara blak-blakan asalkan itu untuk kemajuan nagari. (*)
Motivasi Generasi Muda agar Juara Umum MTQ 2020
agar generasi muda nagari itu dekat dengan alquran. MTQ jadi ajang untuk memotivasi mereka.
Lewat keikutsertaan di MTQ, anak-anak, remaja dan dewasa diharapkan semangat untuk dekat dengan agama. Ke-17 mata lomba di MTQ intinya senantiasa mendekatkan mereka dengan kitab suci agama Islam tersebut.
"Kita harus terus mendorong anak-anak dan remaja di nagari kita untuk dekat dengan alquran. Mendorong mereka dengan memperbanyak latihan dan ikut perlombaan. Kita pun beri penghargaan buat upaya mereka," ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa yang juga tokoh masyarakat Koto Gadang itu dalam sambutannya dalam Safari Ramadhan ke Masjid Tapi Nurul Iman di kampungnya itu.
Leonardy yang juga Ketua KAN Koto Gadang itu sangat mengapresiasi upaya walinagari, pengurus masjid, tuanku dan LPTQ nagari untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Koto Gadang di arena MTQ Kecamatan VII Koto Mei lalu. Koto Gadang bisa meraih juara II dan hanya terpaut 1 angka dari juara umum Guguak Tabek Sarojo.
Ditegaskannya, hal itu menjadi bukti anak nagari Koto Gadang mampu bersaing dengan nagari lain yang ada pesantrennya. Bukan tak mungkin dengan latihan dan memperbanyak lomba di tingkat nagari makin mendorong peningkatan prestasi kafilah mereka di MTQ kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Leonardy mengingatkan kesepakatan mereka di acara didikan Subuh di masjid itu Maret lalu. Ada reward khusus bagi mereka yang menang lomba MTQ di Masjid Nurul Iman dari Leonardy.
Untuk juara I kategori Tilawah quran anak-anak dan remaja baik putra maupun putri diberi hadiah uang Rp250.000. Juara II Rp 200.000 dan juara III berhak atas hadiah uang senilai Rp150.000.
Hadiah bakal ditingkatkan, nomor pertandingan setiap lomba juga ditambah. "Ini untuk memompa semangat mereka. Agar mereka berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya. Targetnya 2020 Koto Gadang harus juara umum," tegasnya.
Dia mengajak semua untuk meniatkannya sebagai ibadah. "Ini saja yang kita harapkan. Buahnya, kita tidak meninggalkan generasi yang lemah baik dari sisi keduniaan maupun akhirat," ungkapnya. (*)
100 Paket Sembako Dibagikan Nevi Zuairina di Agam
Rutinitas LKKS sebagai mitra pemerintah untuk mengkoordinasikan kegiatan pensejahteraan sosial di Sumbar tahunan ini membuat banyak pihak mempercayakan kegiatan amal mereka ke lembaga yang dipimpin istri Gubernur Sumbar, Nevi Zuairina.
"Alhamdulillah kita makin dipercaya berbagai perusahaan untuk menyalurkan sebentuk kepedulian mereka kepada masyarakat kurang mampu di Sumbar. Ini tak lepas dari ketepatan sasaran penerima bantuan sembako yang menjadi prioritas dan dapat kita pertahankan," ujar Nevi Zuairina Minggu 27 Mei 2018.
Istri Gubernur Irwan Prayitno ini dengan bangga memberitahukan bahwa organisasi tersebut nyaris selalu bisa di atas 95 persen dalam hal ketepatan pemberian bantuan. Bahkan untuk bantuan jamban beberapa waktu lalu bisa 100 persen.
DijelaskanDijelaskanansi atau lembaga yang ikut ambil bagian dalam gerakan berbagi sembako di berbagai daerah di Sumbar ini meliputi: Pemprov Sumbar, Hotel Emersia, Semen Padang, Bank Nagari, Rumah Siti Hawa, Wardah, Elzatta, Baiturrahmah, Martha Tilaar dan perseorangan yang tak bisa disebut satu per satu.
"Saya berupaya meluangkan waktu lebih banyak untuk turut mengantarkan amanah para dermawan ini kepada bapak dan ibu yang berhak menerimanya. Letih berganti bahagia saat melihat wajah ceria mereka," ujar wanita yang getol memberdayakan perempuan di Sumbar ini.
Nevi yang didampingi Ketua Harian LKKS Sumbar Parlagutan Nasution, tak lupa mengapresiasi para dermawan dan mengharapkan agar bantuan sembako sekadarnya bisa menggembirakan para penerima. Dia pun mengajak penerima bantuan mendoakan para dermawan agar sehat selalu dan usahanya makin lancar. Begitu pula dengan mereka yang telah memfasilitasi kegiatan itu seperti Pemerintah Kabupaten Agam dan jajarannya, LKS Agam, PKK Agam, Dekranasda Agam, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pekerja sosial masyarakat (PSM). (*)
Keluarga Harus Berperan Tingkatkan MInat Baca Anak
![]() |
| Bupati Indra Catri membacakan buku untuk murid-murid SD di Agam. |
![]() |
| Memukul tambua tanda dicanangkannya Gernas Baku dan Gemarlis di Agam. |
Simulasi: Gempa 8,9 SR Mengguncang Sungai Pua
Petugas dari BPBD, PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari, petugas kesehatan dan Palang Merah Ramaja PMR) terlihat sigap. Mereka sibuk membantu menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban bencana. Mobil ambulance dari Puskesmas dan PMI Agam pun hilir mudik mengevakuasi dan membantu masyarakat dan siswa yang menjadi korban.
Mereka yang selamat, diarahkan menuju titik evakuasi. Titik evakuasi terdapat pada dua tempat yaitu, lapangan sepakbola Batu Palano dan halaman Kantor Camat Sungai Pua.
Peristiwa mengejutkan itu disimulasikan usai upacara memperingati Agam yang dipusatkan di lapangan sepakbola depan SDN Batu Palano dengan inspektur upacara Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah.
Bupati Indra Catri gembira melihat simulasi usai upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kabupaten menunjukkan kesiapan masyarakat dan para relawan kebencanaan. Dia mengatakan, "Dalam penanggulangan resiko bencana ada tiga hal pokok yang perlu diketahui masyarakat yaitu, pertama pengetahuan dan keterampilan pribadi. Kedua, kesigaaan atau kerjasama dan kekompakan antar keluarga. Dan ketiga teman tetangga. Selama ini masyarakat apabila terjadi bencana sering menyalahkan pihak lain atau eksternal, yaitu pemerintah, tanggap dadurat yang terlambat datang."
Dijelaskannya hal itulah yang menjadi tujuan utama digelarnya simulasi evakuasi bencana di puncak peringatan HKB Agam tahun ini. Menurut dia Pemerintah Kabupaten Agam terus beruaya memperbanyak pelaksanakan simulasi tersebut kepada masyarakat, siswa, pegawai dan lainnya untuk memnimalkan resiko bencana, karena Agam berada di daerah rawan bencana.
Indra Catri menyentil masyarakat sering menyalahkan tim SAR, dan terlambatnya bantuan datang. Padahal mereka itu hanya bersifat mengevakuasi. Dia mengingatkan bahwa diri sendirilah yang harus mampu menyelamatkan diri terlebih dahulu.
"Saya menganggap simulasi atau pelatihan yang dilaksanakan BPBD Agam sangat penting. Semakin banyak BPBD melakukan pelatihan kepada masyarakat, terutama daerah-daerah yang sudah dipetakan sebagai lokasi rawan bencana, makin baik karena masyarakat makin paham bagaimana menyelamatkan diri saat bencana terjadi," ujarnya.
Melalui HKB pemerintah Kabupaten Agam sudah mengeluarkan edaran agar dilakukan simulasi evakuasi mandiri pada setiap OPD yang ada, sekolah dan masyarakat di kecamatan, nagari dan jorong.
Ketua pelaksana HKB 2018, M. Lutfhi dalam laporannya mengatakan, HKB diawali dengan latihan simulasi gempa bumi di beberapa kantor pemerintah. Latihan simulasi gempa bumi terhadap 100 sekolah di Kabupaten Agam. Dan melaksanakan simulasi letusan gunung api dan gempa bumi di Kecamatan Sungai Pua dengan titik evakuasi yaitu, lapangan sepakbola Batu
“Upacara HKB tingkat Kabupaten Agam diikuti oleh untur TNI, POLRI, seluruh OPD Kabupaten Agam, Satgas BPBD Agam, camat dan walinagari, KSB, PMI, PMR, Tagana, TKSK, pendamping PKH, Senkom Mitra POLRI se-Kabupaten Agam serta tokoh masyarakat dan siswa di Kecamatan Sungai Pua,”katanya. (wir)
Alumni SDN 09 Hilia Lamo Serahkan Mushalla Untuk Sekolah
Bupati Agam Meresmikan 6 Unit IPAL Komunal
Bangun Karakter Anak Didik Melalui Lomba
Lomba tentunya juga secara tidak langsung sudah melatih peserta didik bagaimana mengorganisir suatu kegiatan. Siswa yang terlibat dalam penyelenggaraannya akan paham bagaimana mengorganisir kegiatan supaya berjalan dengan sukses dan lancar.
Hal itu diungkapkan Bupati Agam diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Mulyadi, SH saat membuka secara resmi lomba keagamaan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Agam wilayah Timur, Kamis (22/2).
“Bagi sekolah yang ikut berperan aktif mengirim siswanya supaya dapat menjadikan lomba itu sebagai bahan evaluasi dari kegiaan yang sudah dilakukan. Melalui berbagai kegiatan kita ingin meahirkan SDM yang kompetitif pada tingkat yang lebih tinggi, dan memunculkan generasi yang mampu membawa negara ini pada kondisi terhomat, yaitu masyarakat yang sejahtera, aman dan damai,” ungkap Mulyadi di lokasi lomba, SMPN 2 Ampek Angkek
Kepala SMPN 2 Ampek Angkek, Dra. Zulfamiarti, M. Pd menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Agam, Disdikbud Agam, Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek, komite sekolah, guru dan tenaga kependidikan, orangtua siswa serta sekolah yang telah turut aktif mengirim siswanya mengikuti lomba.
“Lomba yang dilaksanakan tentang keagamaan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah kegiatan pertama dilaksanakan tahun lalu. Belajar dari kegiatan lomba pertama, untuk lomba yang kedua ini selain pesertanya dari siswa SD, panitia menambah peserta untuk tingkat SMP,” ujarnya.
Lomba mempertandingkan asmaul husna, tahfizh dan puisi untuk tingkat SD dan SMP dengan anggota dewan juri didtangkan dari luar. Untuk tingkat SD tahun ini baru bisa melibatkan sekolah yang berada di Kecamatan Ampek Angkek dan Canduang. Sementara untuk tingkat SMP berasal dari SMP yang berada di Kabupaen Agam wilayah Timur.
SMPN 2 Ampek Angkek menggelar lomba keagamaan ini sebagai wujud ikut mensukseskan visi misi Kabupaten Agam, Gerakan Nagari Madani serta Gerakan Literasi Sekolah Madani. (wir)










Social Media Icons