Perumda Air Minum Kota Padang Lakukan Pengurasan Tangki, Distribusi Air Terhenti
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan, “Pembersihan rutin ini memastikan suplai air tetap sehat, mencegah kontaminasi, serta menjaga kinerja infrastruktur optimal selama penyaluran air bersih,” ujarnya Jumat (20/2).
Dikatakannya, pengurasan itu dilaksanakan untuk membuang endapan dasar tangki reservoair air. Tentu saja pengerjaan ini berdampak terhadap distribusi air untuk sementara waktu. Pelanggan terdampak meliputi Tabing, Linggarjati, Asrama Haji, Dadok Tungguh Hitam, Siteba, Lubukbuaya, RSUD, Rumah Sakit Baiturahmah, Padangsarai, Lp Anakair dan sekitarnya.
"Kita berharap pelanggan bisa memahami pentingnya pengurasan air ini. Perumda Air Minum hanya ingin memastikan kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan jernih, layak dikonsumsi serta sehat," ungkapnya.
Pelanggan diberi ahu lewat media social Perumda Air Minum Kota Padang. Pelanggan juga diedukasi untuk selalu menampung air sebagai cadangan agar aktivitas sehari-hari perti mandi, cuci, kakus tetap lancer. Meski distribusi air terganggu, apakah karena pengurasan rutin tersebut atau hal-hal lain di liuar perkiraan kita.
Ditegaskan Adhie, pekerjaan yang dilakukan oleh tim teknis mereka, kata Adhie, juga sekaligus dalam rangka perawatan rutin. Perumda Air Minum beruaya melakukan Tindakan pencegahan kerusakan instalasi yang pastinya berpotensi mengganggu distribusi air.
“Ini bentuk tanggung jawab PDAM dalam memberikan layanan air bersih yang bersih, aman, dan berkelanjutan kepada masyarakat. Pengurasan ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan fungsi penampungan air berjalan optimal,” ujarnya. (zul)
Pemko Akan Akselerasi Realisasi Visi Misi dan Progul
Padang - Kota Padang di bwah kepemimpinan Fadly Amran dan Maigus Nasir akan mepucayakan akselerasi visi misi dan program unggulan (Progul) mereka. Sisa empat tahun akan diupayakan semaksimal mungkin pencapaian itu. Hal itu disampaikan Fadly Amran dalam Rekleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang, Jumat 20 Februari 2026 di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan Padang.
Dikatakan Fadly, sejumlah program prioritas telah mulai direalisasikan sepanjang tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Maigus Nasir. Terlihat pada penguatan infrastruktur peningkatan mutu pelayanan publik serta mengembangan ekomomi masyarakat.
Selain itu, Pemko Padang juga harus fokus pada pemulihan pascabencana hidrometeorologi ang melanda kota pada akhir November 2025. Namun semua itu tidak akan melupakan upaya pembangunan menuju visi besar Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar yang berlandaskan nilai agama dan budaya.
"Setahun ini adalah fondasi awal, Kami berupaya menjalankan program prioritas secara bertahap dan terukur agar arah pembangunan semakin jelas dan berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Fadly juga meminta semua stakeholder di Kota Padang mengambil peran dalam memajukan kota ini. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci agar Padang semakin maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Mari kita tetap satu tujuan untuk kejayaan Kota Padang,” katanya.
Maigus Nasir, menyebut refleksi satu tahun kepemimpinan bukan hanya untuk memaparkan capaian, tetapi juga sebagai bahan evaluasi agar kinerja pemerintahan ke depan semakin optimal.
Ia menambahkan, dalam empat tahun sisa masa jabatan, pemerintah daerah akan terus mengakselerasi realisasi visi-misi serta sembilan Program Unggulan (Progul) sebagai instrumen percepatan pembangunan.
“Kami berkomitmen memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Padang,” tegas Maigus. (*)
Adu Argumen Soal Parkir Berujung Pelemparan Batu di Pantai Padang, Ketua DPRD Padang, Muharlion Minta Penertiban Juru Parkir
Padang- Insiden dugaan pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung terjadi di kawasan Pantai Padang, Jumat (20/2/2026). Peristiwa tersebut dipicu adu argumen antara seorang pengunjung dengan oknum juru parkir saat singgah di tepi pantai.
Pengunjung bernama Sisca (46) mengaku mobilnya dilempari batu berukuran cukup besar setelah terjadi perdebatan terkait penarikan retribusi parkir. Kejadian itu berlangsung tidak jauh dari posko (Satpol PP) di kawasan itu.
Sisca menuturkan, awalnya ia hanya berhenti sejenak di pinggir pantai untuk menikmati pemandangan laut bersama anaknya. Setelah turun sebentar, ia kembali masuk ke dalam mobil dan membalas pesan di telepon genggamnya.
“Saya hanya berhenti sebentar karena anak minta lihat laut, lalu membalas pesan di HP. Tiba-tiba didatangi juru parkir dan diminta bayar. Saya jelaskan cuma singgah sebentar, bukan parkir. Tapi terjadi adu argumen dan saya diminta segera pergi,” ujarnya.
Menurutnya, juru parkir berdalih bahwa pungutan tetap dilakukan karena ada kewajiban setor ke (Dishub). Setelah percakapan itu berakhir, Sisca mengaku tetap berada di dalam mobil untuk menyelesaikan aktivitasnya.
Tak lama kemudian, sebuah batu dilempar ke arah mobilnya. Ia mengaku terkejut, sementara anaknya mengalami ketakutan akibat insiden tersebut.
Merasa terancam, Sisca mendatangi posko Satpol PP terdekat untuk meminta bantuan. Salah seorang petugas Satpol PP di lokasi menyatakan bahwa alasan yang disampaikan oknum juru parkir tersebut tidak tepat dan mengada-ada.
Petugas juga menegaskan, kehadiran Satpol PP di kawasan wisata itu bertujuan menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Sisca menekankan bahwa dirinya tidak mempersoalkan kewajiban membayar parkir. Namun, ia menilai aturan harus disosialisasikan secara jelas tanpa disertai tindakan intimidatif.
“Saya bukan tidak mau bayar. Saya sering bayar parkir, bahkan kadang lebih. Tapi kalau hanya berhenti sebentar di dalam mobil untuk membalas pesan, apakah itu langsung dianggap parkir? Yang saya harapkan aturan jelas dan tidak ada kekerasan,” katanya.
Ia juga menyayangkan adanya ucapan bernada menyinggung yang dilontarkan oknum tersebut, serta aksi pelemparan batu yang dinilai mencederai rasa aman pengunjung kawasan wisata.
Menanggapi kejadian itu, Ketua DPRD Kota Padang, , menegaskan bahwa tindakan kekerasan di kawasan wisata tidak dapat dibenarkan dan harus segera ditertibkan.
“Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Harus ada penertiban. Untuk biaya parkir memang ada penyetoran ke Dishub, tetapi ada aturan dalam memungut parkir,” tegasnya.
Muharlion menilai, tindakan anarkis seperti pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung sangat tidak etis dan berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Pantai Padang.
“Kalau sampai terjadi pelemparan batu, ini bisa membuat orang enggan datang. Citra kawasan wisata juga bisa terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Padang hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap aktivitas parkir di kawasan wisata diperketat agar keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga. (putra)
Satu Tahun Kepemimpinan Fadli-Maigus, Perkuat Sinergi di Acara Buka Bersama
Padang - Pemerintah Kota Padang gelar Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang di gedung Youth Centre Bagindo Aziz Chan, Jumat 20 Februai 2026. Ratusan orang hadiar dalam acara yang tutup dengan buka bersama itu.
Pj. Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan acara bertema Satu Tahun Kepemimpinan, Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang merupakan momentum untuk menguatkan komitmen dalam. "Ini adalah momentum untuk mewujudkan pembangunan Kota Padang yang unggul dan berkelanjutan," tegasnya.
Raju mengatakan acara itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Dalam kegiatan ini pemimpin Kota Padang ingin lebih dekat dengan warganya. Mereka ingin mendengarkan aspirasi masyarakat. Keduanya, Fadli dan Maigus berkesempatan memaparkan apa saja yang telah dilakukan sesuai visi dan misi pasangan tersebut. Masyarakat yang hadir diberi waktu untuk menyampaikan pendapat dan harapannya.
"Kita ingin acara ini menjadikan pertemuan ini hangat dengan diskusi membangun untuk kemajuan kota yang kita cintai. Makanya acara ini diselaraskan dengan buka bersama untuk menambah suasana kekeluargaan," pungkasnya. (zul)
Okupansi PT KAI Divre II Sumbar Tembus 99 Persen di Libur Imlek 2026
Padang (sumbarkini.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan penumpang yang signifikan selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Hingga Selasa (17/2/2026), tercatat sebanyak 30.896 tiket telah terjual, atau setara dengan 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Menyambut antusiasme masyarakat, KAI Divre II Sumbar tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga menghadirkan kemeriahan khas Imlek di lingkungan stasiun dan kereta api.
Selama periode 14–17 Februari 2026, suasana Stasiun Padang dan rangkaian kereta api tampak berbeda dengan dominasi ornamen merah dan emas. Selain dekorasi, para petugas baris terdepan (frontliner) juga mengenakan pakaian bertema Imlek guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan.Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa momentum ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan. Melalui pembagian souvenir dan dekorasi khusus, kami berharap pelanggan merasakan kegembiraan Imlek bersama KAI,” ujar Reza.
Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang ini, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal. Secara rata-rata, tersedia 7.792 kursi per hari untuk melayani berbagai rute di wilayah Sumatera Barat.
Melihat tingginya angka okupansi yang hampir menyentuh angka 100 persen, KAI terus mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
Bagi masyarakat yang masih ingin bepergian, KAI menyarankan pemesanan online menggunakan aplikasi access by KAI atau kanal resmi lainnya untuk efisiensi. Nanun PT KAI juga dapat dibeli langsung di loket stasiun mulai tiga jam sebelum keberangkatan. Tiket Go Show itu sangat bergantung pada sisa ketersediaan kursi.
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu di tengah tingginya volume penumpang pada musim libur ini. (*)
Gaspool KJI Sulsel Tancap Program Lima Tahun
“Usai pelantikan 14 Februari kemarin, agenda berikutnya adalah rapat kerja (Raker) setelah Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Edy Basri, Kamis, 19 Februari 2026.
Tidak ada euforia berkepanjangan. Tanpa fase bulan madu organisasi. Hanya ada konsolidasi cepat.
Menurut Edy, Raker nanti bukan sekadar formalitas tahunan. Itu akan menjadi peta jalan lima tahun kepengurusan KJI Sulsel periode 2026–2031.
“Struktur sudah terbentuk. Sekarang waktunya menyusun arah gerak. Kita tidak ingin organisasi ini hanya hidup saat pelantikan,” tegasnya.
Edy sadar, tantangan organisasi wartawan di era digital tidak ringan. Disrupsi media membuat lanskap berubah drastis. Kecepatan informasi sering mengalahkan akurasi. Monetisasi makin kompetitif. Trust publik naik turun.
Karena itu, Raker nanti akan difokuskan pada penguatan struktur kabupaten/kota, peningkatan kapasitas anggota, serta positioning KJI Sulsel sebagai organisasi yang adaptif dan relevan.
“Target kita jelas. Kepengurusan lima tahun ini harus meninggalkan legacy, bukan sekadar laporan kegiatan,” ujarnya.
Ia juga menyebut, momentum pasca-Lebaran dipilih agar seluruh pengurus bisa hadir dengan energi baru. Ramadan dijadikan ruang refleksi. Setelah itu, eksekusi. Bagi Edi KJI Sulsel ingin bergerak sistematis. Tidak sporadis. Tidak reaktif.
Dalam pandangan Edy, organisasi profesi hari ini harus punya roadmap. Tanpa itu, ia hanya akan jadi klub diskusi tanpa dampak.
Raker nanti juga akan membahas ekspansi kepengurusan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Targetnya, KJI Sulsel tidak berhenti sebagai struktur provinsi, tetapi benar-benar berakar di daerah.
Kepengurusan 2026–2031 ini, lanjut Edy, diharapkan menjadi fase akselerasi. Fase di mana KJI Sulsel naik kelas—bukan hanya dari sisi struktur, tapi juga kualitas program dan pengaruh kebijakan.
Dan semua itu akan dimulai dari satu meja Rapat Kerja—usai gema takbir Idul Fitri mereda. (*)
Suksesi di KI Sumbar, Idham Khalid Gantikan Musfi
Padang – Terjadi pergantian kepemimpinan di Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat. Komisioner KI Sumbar memilih Idham Khalid sebagai ketua untuk menggantukan Musfi Yendra. Pemilihan dilakukan dalam rapat pleno yang dilaksanakan di Kantor KI Sumbar, Rabu, 18 Februari 2026.
"Saya menghormati Perki 1/2024 tentang Tata Kelola dan Kelembagaan Informasi yang menyatakan bahwa masa jabatan ketua satu periode, tapi menghargai kesepakatan saat pleno pertama terpilih sebagai ketua KI pada 12 Februari 2024, bahwa setelah 2 tahun dilakukan rotasi komisioner, untuk itu saya mengundurkan diri sebagai ketua," ujar Musfi, Kamis 19 Februari 2026.
Selanjutnya Musfi mengatakan dia memberi kesempatan kepada komisioner lain untuk sisa 2 tahun masa jabatan. Keputusan ini untuk menjaga agar semua komisioner tetap solid dalam menjalankan tugas hingga sisa masa jabatan.
“Dengan terpilihnya saudara Idham Fadhli, Insya Allah apa yang sudah saya lakukan dua tahun ini sebagai Ketua KI Sumbar, saya yakin akan dilanjutkan dan disempurnakan, karena 2 tahun ini beliau juga selalu mendampingi saya dalam melakukan berbagai inovasi untuk kemajuan KI Sumbar,” ujar Musfi.
Selain pemilihan ketua, juga dilakukan pemilihan wakil ketua dan jabatan ketua-ketua bidang. Mona Sisca terpilih sebagai wakil ketua. Kemudian Musfi Yendra sebagai Ketua Bidang PSI, Riswandy Ketua Bidang ESA dan Tanti Endang Lestari Ketua Bidang Kelembagaan. (zul)
Ketika Seragam Cokelat Bersentuhan Ayat Suci: Polres Pasaman Barat Meluncurkan Program Polisi Mengaji
Pasaman Barat - Masjid Agung Baitul Ilmi di Simpang Empat, Pasaman Barat, Rabu (18/2), seolah menyimpan cerita baru. Tampak seragam cokelat kebanggaan Korps Bhayangkara. Bukan untuk pengamanan rutin, melainkan untuk sebuah misi spiritual yang mendalam: mendekatkan diri pada Al-Qur’an. Polres Pasaman Barat baru saja meluncurkan program 'One Day One Khatam' atau lebih dikenal sebagai 'Polisi Mengaji', sebuah ikhtiar merajut integritas dari balik lembaran-lembaran kitab suci.
Inisiasi mulia ini bukan tanpa alasan. Program ‘Polisi Mengaji’ merupakan implementasi nyata dari arahan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Sang Kapolda memang mendorong seluruh jajaran Polda Sumbar untuk meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an. Baginya, kitab suci itu adalah kompas moral dan etika, penuntun jalan bagi setiap personel dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum dan pelayanan masyarakat.
Peluncuran program ini digelar khidmat, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menjadi nakhoda acara, didampingi Kabag Ops Kompol Muzhendra dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasbar. Dari lingkar pemerintah daerah, tampak Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muharram, Kepala Badan Kesbangpol Yosmar Divia, Kabag Kesra Getri Ardenis, serta KTU Kemenag Suharjo Lubis dan para pemangku kepentingan lainnya.
AKBP Agung Tribawanto, dengan sorot mata penuh harap, menjelaskan esensi program ini. “Membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga sarana memperkuat mental dan integritas personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” tegasnya. Sebuah pernyataan yang menohok, menggambarkan visi kepolisian yang tak hanya kuat di lapangan, tapi juga kokoh di batin.
Secara teknis, program 'One Day One Khatam' ini dirancang dengan sangat terstruktur. “Program dilaksanakan dengan sistem pembagian juz kepada setiap personel dan satuan fungsi. Melalui pembacaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari, Polres Pasaman Barat menargetkan satu kali khataman Al-Qur’an per hari selama Ramadan,” terang Kapolres. Sebuah target ambisius, namun menunjukkan keseriusan penuh.
Harapan besar pun digantungkan pada program ini. AKBP Agung Tribawanto berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih religius dan harmonis di internal kepolisian. Lebih dari itu, ia melihat ini sebagai jembatan untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Muaranya jelas: mewujudkan Pasaman Barat yang aman, religius, dan sejahtera. Sebuah cita-cita yang hanya bisa terwujud jika semua lini bergerak seirama, dengan hati yang bersih.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menyambut baik inisiatif ini. “Pemerintah daerah memandang pendekatan spiritual sebagai bagian penting dalam pembinaan mental aparatur. Dengan integritas yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin profesional dan humanis,” ujarnya, menggarisbawahi bahwa integritas bukan hanya soal pencegahan korupsi, melainkan juga tentang empati dan profesionalisme dalam melayani.
Kegiatan peluncuran ditutup dengan doa, sebuah penanda dimulainya babak baru bagi Polres Pasaman Barat, tempat seragam cokelat dan ayat suci berpadu, membentuk barisan penjaga keamanan dengan tagline "Polisi Mengaji". (Jimi)
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Resmikan Samsat Drive Thru Pertama di Kabupaten Sijunjung.
SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah meresmikan layanan Samsat Drive Thru Lansek Manih yang berlokasi di Kompleks Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung, pada Rabu, 18 Februari 2026. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-77 Kabupaten Sijunjung.
Dikesempatan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan rasa syukur karena pada momentum hari jadi daerah, masyarakat Sijunjung mendapatkan tambahan layanan publik yang memudahkan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Ia menyebut kehadiran Samsat Drive Thru Lansek Manih sebagai langkah nyata pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Gubernur mengapresiasi dukungan Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung yang telah menyediakan lokasi strategis di tepi Jalan Lintas Sumatera, dekat Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Melalui layanan drive thru ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan tanpa harus turun dari kendaraan. Wajib pajak cukup membawa STNK dan KTP dengan nama yang sama sesuai dengan kepemilikan kendaraan, " ujarnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi menjelaskan proses pembayaran di Samsat Drive Thru Lansek Manih dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari lima menit. Efisiensi tersebut diharapkan dapat mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu.
Ia juga menegaskan bahwa kesesuaian nama pada KTP dan STNK menjadi syarat utama dalam layanan ini guna memastikan administrasi berjalan tertib dan akurat.
Sementara itu, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir didampingi Wakil Bupati, H. Iraddatillah dan unsur forkopimda lainnya menyampaikan apresiasi dan bangga atas diresmikannya layanan Samsat Drive Thru Lansek Manih sebagai inovasi pelayanan publik pertama di tingkat kabupaten di Sumatera Barat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas hadirnya layanan Samsat Drive Thru di Kabupaten Sijunjung. Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berpihak kepada masyarakat," ujar Benny.
Ia menegaskan, kehadiran layanan tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan sistem drive thru, masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama. Prosesnya cepat, praktis, dan nyaman. Ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat,” tambahnya.
Bupati berharap, keberadaan Samsat Drive Thru Lansek Manih dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah.
“Kami berharap layanan ini mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, karena selain memudahkan, juga memberikan rasa nyaman dan efisiensi. Pajak yang dibayarkan masyarakat inilah yang nantinya akan kembali untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sijunjung,” tutupnya. (Diko/Andri)
Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka HJK Sijunjung ke-77 Dihadiri Menteri PPPA RI, Arifatul Fauzi dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.
SIJUNJUNG ( Sumbarkini. Com) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sijunjung menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke- 77 Kabupaten Sijunjung pada Rabu, 18 Februari 2026 bertempat di Aula Gedung DPRD Kabupaten Sijunjung.
Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Rengga Wana Putra, S. M didampingi Wakil Ketua, Drs. H. Syahril Syamra dan Kepridaus. S. Ag yang hadir bersama anggota DPRD lainnya.
Teristimewa hadir pada rapat paripurna tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah S. P. MM beserta unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat, dan Kepala OPD Prov Sumbar, Mantan Anggota DPR RI, Guspardi Gaus, Bupati Solok, Dr (HC) Jon Firman Pandu, SH beserta perwakilan Bupati dan Walikota se Sumatera Barat.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M. Si dan H. Iraddatillah, S. Pt, Unsur Forkopimda, Pj. Sekdakab Sijunjung, Jaheri M. Si beserta asisten, Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Sijunjung, Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, Ketua TP PKK, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Ketua GOW, Ny. Donna Iraddatillah beserta ketua organisasi wanita lainnya, tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang dan undangan lainnya.
Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Rengga Wana Putra dalam sambutannya mangatakan, melalui peringatan hari jadi kabupaten Sijunjung ini, menambah semangat kita dalam memajukan Kabupaten Sijunjung sesuai dengan tema hari jadi yaitu " Berkolaborasi membangun, mewujutkan Sijunjung idaman".
"Diharapkan melalui peringatan hari jadi ini, tidak hanya sekedar retrorika belaka dan slogan tanpa makna, namun tema ini merupakan ajakan serta tekat yang kuat untuk berbuat dan beraksi secara nyata agar dapat mewujutkan masyarakat yang adil dan makmur, maju sejahtera lahir dan batin, dan bagi jajaran birokrasi pemerintah Kabupaten Sijunjung tema ini tentunya menjadi pendorong dalam terwujutnya pemerintahan yang efektif, "ujarnya.
Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri PPPa, Ibu Arifa Fauzi bersama Anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sijunjung yang ke 77 tahun 2026 ini.
Ia juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Unsur Forkopimda, Anggota DPRD serta masyarakat Kabupaten Sijunjung yang selalu solit dan kompak dalam membangun Kabupaten Sijunjung sehingga sampai saat ini berjalan dengan damai dan tentram.
Dikatakan Benny bahwa Peringatan hari jadi ke-77 ini bertema "berkolaborasi membangun, wujudkan sijunjung idaman (inovatif, berdaya saing dan mandiri)". momentum ini merupakan refleksi untuk memberikan yang terbaik dan bekerja sama mencapai visi misi daerah. semangat kebersamaan dan inovasi menjadi kunci pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan selamat kepada Kabupaten Sijunjung yang saat ini berulang tahun yang ke 77..
"Kami berharap diusia yang ke 77 tahun ini, Kabupaten Sijunjung bisa menjadi jati diri yang lebih baik lagi dan menjadi Kabupaten Percontohan bagi daerah lainnya.
" Kami akui, Kabupaten Sijunjung sangat kaya dengan kearifan lokalnya, kaya dengan geoparknya. Apalagi sangat kaya dengan sektor perkebunan dan pertanian. Kalau ini bisa dikelola dan dijaga dengan baik, nanti akan sangat meningkatkan jati dirinya, "ujar Gubernur Mahyeldi.
Tokoh Masyarakat Kabupaten Sijunjung yang juga selaku Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mengawali sambutannya juga mengucapkan selamat memperingati hari jadi ke 77 bagi Kabupaten Sijunjung.
" Di usia ke 77 tahun ini, kita berharap akan lebih maju dan berkembang lagi dibawah Kepemimpinan Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir bersama Wakil Bupati, H. Iraddatillah yang selalu kompak sampai dua periode. Kekompakan Inilah yang bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya, "ujar Andre.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi juga mengucapkan selamat hari jadi ke-77 Kepada Kabupaten Sijunjung.
" Semoga selalu bersemangat dalam mempromosikan daerah terutama Geopark Silokeknya,"ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung bersama Anggota DPRD dan Unsur Forkopimda nya yang selalu kompak sehingga roda pemerintahan bisa berjalam dengan baik dan sukses. (Andri) .
Leonardy Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan, Jadikan Perbedaan sebagai Rahmat Allah
Padang - Anggota DPD RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah. Dia mengajak umat Islam di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya untuk memanfaatkan momen Ramadhan tahun ini sebagai ladang amal terbaik kita selama ini.
"Mari manfaatkan Ramadhan tahun ini untuk melaksanakan amalan-amalan yang mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Bisa meraih derajat taqwa, menjadi orang yang bersyukur dan kembali fitrah," ujar politisi senior yang akrab di sapa Bang Leo ini.
Dikatakan oleh Leonardy, guru-guru kita telah sering menyampaikan pesan-pesan Al-quran bahwa Allah itu dekat dan ketika Allah dekat, maka Allah akan mengabulkan doa-doa kita.
- Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati
- 10 Hari Kedua Ramadhan. Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati
- Indahnya Ramadhan
Untuk itu Leonardy mengajak, "Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui taubat dan memperbaiki shalat. Lalu perbaiki dan perbanyak zikir. Di bulan puasa inilah kekuatan untuk beribadah itu semakin tinggi. Makanya manfaatkan momen ini sebaik-baiknya."
Banyak yang menanti Ramadhan datang menjelang, Bahkan menjadi jeritan rindu orang yang beriman. Mereka tidak akan pernah menyambutnya dengan biasa-biasa saja. Akan ditunggunya bagai orang yang kehausan menunggu air, bagaikan jiwa yang letih menunggu pelukan.
Leonardy mengingatkan, Ramadhan datang setiap tahun. Tapi kita belum tentu selalu ada. Betapa banyak yang tahun lalu puasa bersama kita, kini namanya tinggal di doa. "Kalau tahun ini kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan, maka sejatinya ia membawa pesan yang sangat halus namun mendalam, Jika Allah masih memanggilmu ke Ramadhan, berarti Allah masih menginginkanmu. Ramadhan adalah undangan untuk pulang," ungkapnya.
Terkait perbedaan yang terjadi akibat penggunaan metode hilal dan rukyat dalam penentuan awal puasa, Leonardy mengajak semua elemen untuk menahan diri, tidak memperuncing keadaan dengan memperbanyak perdebatan di media sosial atau ruang publik lainnya.
"Masing-masing pihak pasti memiliki dasar, dalil atau hujjah yang kuat untuk menentukan awal Ramadhan 1447 H. Perbedaan itu terjadi bukan hanya saat ini, sejak dulu. Jangan sampai kita merusak kesucian hati, merusak silaturahmi," tegasnya.
Ditegaskan Leonardy, baik Pemerintah, Muhammadiyah, NU, Syattariyah, Naqsabandiyah sering berbeda memulai puasa. Namun jangan sampai itu yang dipermasalahkan. "Permasalahkanlah apakah puasa kita sudah sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya. Apakah puasa kita membawa dampak signifikan pada diri kita? Apakah puasa kita diterima?" ujarnya.
Leonardy juga mengingatkan pentingnya saling memafkan sebelum memasuki Ramadhan. "Marhaban yaa Ramadhan. Saya, Leonardy Harmainy Datuak Bandaro Basa mengucapkan selamat meunnaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin," pungkasnya. (zul)
Angin Cinta dari Timur, Andarizal Optimis KJI Semakin di Hati
Sidrap (Sulsel) - Pengurus Kolaborasi Jurnalistik Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) sengaja memilih 14 Februari 2026 sebagai hari pelantikan mereka. Tanggal 14 Februari yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang itu mewujudkan Kasih Sayang yang terbentuk antara para jurnalis di Sulawesi Selatan dengan KJI.
Dimotori oleh Edi Basri, jurnalis yang sudah banyak memimpin organisasi wartawan di Negeri Angin Mamiri itu memutuskan bergabung dengan KJI.
Ketua KJI Sulsel, Edi Basri pun tancap gas. Dia menyatakan, "Kita konsolidasi secepatnya. Rapat kerja kita agendakan usai Lebaran sekaligus penguatan struktur daerah. Pokoknya gaspol, tapi tetap terukur. Kita memulai dengan Bismillah,"
Edi Basri pun mengungkapkan meski tak hadir dikarenakan agenda penting yang tak bisa diwakilkan, Dandim 1420/Sidrap, Andi Zulhakim tetap mengirim pesan moral. KJI dan TNI, khususnya Kodim 1420/Sidrap harus lebih bersinergi lagi. Senada, Kapolres Sidrap, Dr. Fantry Taherong, dan Kapolres Parepare, Indra Waspada Yuda, juga memberi dukungan penuh. Keduanya bahkan mengirim karangan bunga berukuran jumbo untuk KJI Sulsel.
Ditegaskannya, kontribusi Dandim dan dua Kapolres ini tidak perlu diteriakkan. Tapi terasa. Mereka menjaga ruang publik tetap kondusif. Mereka memastikan organisasi seperti KJI bisa tumbuh tanpa beban psikologis. "Itu modal besar kami, KJI Sulsel," tegasnya.
Tentus saja hal ini membanggakan. Ketua Umum KJI Andarizal dan Ketua KJI Nasional Nurfandri jelas bahagia melihat gegap gempitanya dukungan terhadap KJI di Sulsel. Dalam pelantikan itu hadir unsur Kejari Sidrap, Ketua Kadin Sidrap Andi Muh
Yusuf Ruby, Owner Puncak Bila Ahmad Shalihin Halim, pimpinan PWI, JMSI,
HIPSI, KWRI, SMSI, KNPI dan ormas.
"KJI Sulsel lahir bukan dalam ruang hampa. Ia lahir di tengah ekosistem. Tak banyak kata, tak banyak drama mereka membuktikan tekadnya untuk membesarkan KJI di Sulawesi Selatan. Terbukti hanya selang dua bulan, mereka melaksanakan pengukuhan pengurus tanda mereka resmi mengusung nama KJI," ungkap Ketua Umum KJI, Andarizal, usai pelantikan.
Betapa Andarizal tak berbunga-bunga, perjuangan berat mewujudkan organisasi wartawan yang lahir di Ranah Minangkabau akhirnya berbuah manis.
Andarizal, ingin organisasi lahir di tempat kelahiran tokoh pers terkemuka Indonesia: ADINEGORO. tak hanya lahir di Sumatera Barat, organisasi itu harus berkembang, mengepakkan sayapnya ke seantero nusantara.
Dan di tahun kedua KJI hadir, KJI mulai resmi dikukuhkan sebagaimana layaknya sebuah organisasi. "Kami ingin kebangggaan para jurnalis terhadap organisasi wartawan yang lebih dulu hadir, membuncah pula untuk KJI. Sulawesi Selatan telah memulainya," ungkap Andarizal.
Andarizal pantas bangga, sepanjang tahun 2026 ini, akan beruturut-turut provinsi lainnya minta dikukuhkan pula kepengurusannya. Bulan depan direncanakan KJI Medan akan dikukuhkan, "Jabar, Bali dan sejumlah lainnya terlah mengonfirmasi untuk dikukuhkan pula. Semoga angin cinta dan penuh sayang dari Sulawesi Selatan ini, dari Timur ini, menjadikan KJI sebagai organisasi wartawan yang punya marwah, punya harkat dan martabat namun dibungkus dengan etika," tegasnya. (zul)
Libur Imlek, PT KAI Divre II Siapkan 31.168 Tempat Duduk
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa ketersediaan tempat duduk tersebut setara dengan rata-rata 7.792 kursi per hari. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas masyarakat dan wisatawan di Sumatera Barat tetap lancar selama long weekend.
KAI menyiagakan tiga layanan kereta api lokal yang menjadi favorit masyarakat untuk bepergian maupun berwisata. KA Pariaman Ekspres yang melayani Pauh Lima – Naras beroperasi 10 perjalanan sehari dengan tarif terjangkau Rp5.000. Kereta ini menjadi andalan wisatawan yang hendak menuju objek wisata Pantai Gandoriah, Pariaman.
KA Minangkabau Ekspres yang melayani rute Pulau Aie – BIM beroperaso 12 perjalanan sehari dengan tarif Rp10.000. Selain akses ke bandara, layanan ini mendukung wisata edukasi melalui program tiket rombongan.
Sementara KA Lembah Anai yang beroperasi pada rute Kayutanam – Padang melayani 6 perjalanan sehari. Untuk rute ini ditawarkan pengalaman perjalanan dengan pemandangan alam asri khas Sumatera Barat.
"Kehadiran ketiga layanan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal Minangkabau," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2).
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Tiket kereta api lokal dapat dipesan secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan.
Reza juga menekankan agar calon penumpang hanya melakukan transaksi melalui aplikasi resmi Access by KAI. Hal ini penting untuk menjamin keamanan transaksi dan menghindari potensi penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan layanan, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kenyamanan, guna menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi pada momen libur panjang ini," pungkasnya. (*/nelvi)
Bukan Sekadar Sawit, Ada 12 Miliar Ton Batu Kapur: Sumbar Serius Garap Percepatan Pembangunan Pasbar
Pasaman Barat - Usai meresmikan jembatan Bungo Tanjung–Teluk Tapang, Air Bangis, Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, langsung memimpin Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Pemkab Pasaman Barat (Pasbar) di Auditorium Kantor Bupati Pasbar pada Jumat (13/2). Agenda tunggalnya jelas: mendobrak stagnasi dan menggencarkan "Percepatan Pembangunan Pasbar" melalui optimalisasi potensi logistik dan sumber daya alam yang melimpah. Pelabuhan Teluk Tapang menjadi sorotan utama, diproyeksikan sebagai urat nadi konektivitas baru wilayah utara Sumatera.
Raker yang dihadiri perangkat daerah terkait, termasuk Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan, ini menjadi momentum strategis. Fokusnya tak hanya pada infrastruktur jalan, tapi juga pada harta karun alam yang selama ini terpendam. Mahyeldi menekankan perlunya tindak lanjut cepat terhadap sejumlah agenda vital.
Salah satu bahasan yang paling menarik perhatian adalah Potensi Batu Kapur Gunung Tuleh yang diperkirakan mencapai 12 miliar ton—sebuah angka fantastis yang bisa mengubah peta ekonomi daerah. Selain itu, Raker juga membahas rencana pengembangan Bandara Laban agar statusnya dapat dikelola oleh Kementerian Perhubungan, serta upaya perluasan jaringan kereta api menuju Pasbar. Tak ketinggalan, isu percepatan penurunan status lahan seluas 168,2 hektare dan pengembangan peternakan di lahan ADP Air Runding turut dibahas, termasuk penataan skema distribusi BBM lokal.
Mahyeldi menegaskan bahwa Pasbar menyimpan potensi yang luar biasa. “Potensi Pasbar sangat melimpah, terutama sawit dan air permukaan, kualitas pasir besinya sangat baik,” ujar Gubernur. Ia menambahkan, pembangunan trase baru Jalan Talu Pasbar sangat mendesak. Komitmen pendanaan pusat untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor Pasbar beberapa bulan lalu juga menjadi angin segar bagi daerah.
Pengembangan akses menuju Teluk Tapang, menurut Gubernur, adalah langkah mutlak yang akan memperkuat konektivitas dan menunjang pertumbuhan ekonomi Pasbar. Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis untuk distribusi komoditas dari wilayah utara, termasuk Kepulauan Mentawai, menuju Pasbar dan Sumatera Utara. “Distribusi hasil perkebunan, pertambangan, dan perikanan pun diharapkan menjadi lebih efisien,” tambahnya, melukiskan visi efisiensi logistik.
Menyambut dukungan tersebut, Bupati Pasbar Yulianto menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar. Ia menegaskan bahwa Percepatan Pembangunan Pasbar sangat membutuhkan sinergi kuat dengan pemerintah provinsi guna mengoptimalkan potensi daerah. Menurut Yulianto, Pelabuhan Teluk Tapang memiliki posisi sentral dalam mendukung konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.(Jimi)
Edi Basri Resmi Nakhodai KJI Sulsel, Lawan Tsunami Hoaks dengan Kolaborasi
Sidrap - Pengurus Kolaborasi Jurnalis Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) masa bakti 2026-2031 resmi dilantik. Acara yang berlangsung di kawasan wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidrap, Sabtu (14/2) ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, Ketua KJI Nasional, jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Sidrap, tokoh pers, serta sejumlah jurnalis senior. Mereka hadir menyaksikan Edi Basri secara resmi menakhodai organisasi ini bersama jajaran pengurus baru.
Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, menegaskan bahwa KJI hadir bukan sebagai kelompok eksklusif, melainkan sebagai wadah perjuangan untuk masyarakat. "Hari ini bukan sekadar seremoni pelantikan atau memakai atribut baru. Hari ini adalah Ikrar. Sebuah janji bahwa KJI hadir bukan untuk menjadi 'menara gading' yang eksklusif, melainkan menjadi jembatan informasi yang kokoh bagi masyarakat," tegasnya.
Andarizal juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini yang harus berhadapan dengan "tsunami" informasi dan maraknya hoaks. Ia menekankan pentingnya nama "KOLABORASI" dalam organisasi ini sebagai kunci profesionalisme.
Ia menitipkan tiga misi utama bagi pengurus KJI Sulsel. Pertama, mencerdaskan masyarakat. Kedua menyuarakan kebenaran. Ketiga menjaga etika jurnalistik.
"Khusus untuk pengurus yang dilantik, jaga marwah organisasi ini. Ingat, kartu pers yang rekan-rekan pegang adalah amanah besar. Gunakan untuk membuka kebenaran, bukan untuk kepentingan pribadi. Makassar adalah kota pejuang, maka berjuanglah lewat pena dan karya," pesannya dengan tegas.
Andarizal pun erharap agar para pengurus menghormati sumpah dan janji pengurus yang diucapkan saa dilantik. Patuhi kepemimpinan Edi Basri. Pengurus hendaknya komitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, patuh terhadap AD/ART organisasi, serta menjaga marwah profesi dan kode etik jurnalistik.
KJI Sulsel juga dimintanya untuk berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan pers dan membangun kolaborasi yang sehat demi kemajuan informasi di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara luas. Dengan pelantikan ini, KJI Sulsel diharapkan segera bergerak menjalankan program kerja yang inovatif dan berdampak positif bagi dunia pers di wilayah Sulawesi Selatan. (KJI/Elsi)
Lisda Hendrajoni Kecam Kemensos dan BPJS Main-main dengan Nyawa Manusia
Padang - Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni geram. Kegeraman Lisda disebabkan penonaktifan 11 juta penerima manfaat BPJS PBI oleh pemerintah pusat pada awal Februari lalu.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Kenapa pemerintah mensimulasikan seperti uji coba atau main-main. Berapa banyak masyarakat kita yang terpaksa terhenti berobat, atau tidak mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa penonaktifan,” ujar Lisda pada salah satu program televisi.
Lisda menjelaskan PBI bukanlah bantuan biasa, PBI adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai amanah undang-undang.
Ditegaskan Srikandi Partai Nasdem itu, penonaktifan 11 juta yang dinonaktifkan secara tiba-tiba ini bukan hanya sekedar administrasi. Tapi ini mengenai hak dasar warga negara untuk sehat dan juga pelayanan kesehatan, yang tidak tercapai,” jelas Lisda.
Lisda juga menegaskan, perihal validasi data yang dilakukan Kemensos dan BPS hingga saat ini masih belum terdapat keakuratan.
“Kalaulah validasi data yang menjadi alasan untuk penonaktifan kemarin, buktinya sampai saat ini masih juga terdapat ketidak akuratan data. Masih ada penerima yang harusnya mendapatkan manfaat tapi malah tidak menerima, begitu juga sebaliknya. Lalu apa urgensifnya penonaktifan tersebut,” ungkap Lisda.
Srikandi Partai Nasdem ini juga menyebut, berdasarkan fakta di lapangan, data DTKS yang dipakai oleh pemerintah untuk penonaktifan BPJS juga dinilai sangat tidak akurat.
Lisda menggambarkan, ada masyarakat yang tinggal di suatu rumah namun dihuni oleh 3-4 keluarga, biasanya ini rumah warisan turun temurun. Ternyata ada diantara mereka yang masih belum memiliki pekerjaan atau dalam keadaan sakit sehingga dapat dikategorikan tidak mampu.
Linda mencontohkan di daerahnya. Mereka tiba-tiba dinonaktifkan, dengan alasan sudah memiliki rumah sendiri, tentu ini kita pertanyakan keakuratan datanya.
Lisda juga meminta agar ini segera di evaluasi, agar validitasi data itu terpenuhi sesuai dengan amanah undang-undang.
“Validasi data itu merupakan salah satu tugas dari Kementrian Sosial. Saya berharap kedepan ini betul-betul akurat dengan turun langsung ke masyarakat, melihat masyarakat. Petugas jangan mudah percaya dengan kondisi yang dilaporkan tanpa melihat langsung. Bila perlu berikan sanksi kepada petugas yang terbukti bermain-main dengan data,” pungkas Lisda. (*)
Pelantikan KJI Sulsel Melawan Pakem, Menjemput Semangat Jurnalisme dari Daerah
SIDRAP - Ada yang berbeda dengan konstelasi organisasi pers di Sulawesi Selatan tahun ini. Jika biasanya pelantikan pengurus tingkat provinsi selalu identik dengan kemegahan hotel berbintang di Makassar, Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel justru memilih jalan "melawan arus".
KJI Sulsel secara resmi menjadwalkan prosesi pelantikan pengurus periode 2026-2029 di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Sabtu siang, 14 Februari 2026.
Keputusan untuk memusatkan acara di Sidrap, daerah yang akrab dijuluki sebagai "Kota Beras" bukan tanpa pertimbangan matang. Ketua KJI Sulsel terpilih, Edy Basri, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap akar sejarah dan upaya mendesentralisasi energi organisasi.
Edy, yang akan memimpin KJI Sulsel bersama Muh Tohir (Sekretaris) dan Ersan (Bendahara), menyebut momen ini sebagai ajang "pulang kampung" untuk menjemput semangat jurnalisme dari daerah.
"Alhamdulillah, Pak Ketum DPP dan Pak Ketua KJI Nasional sudah mendarat. Besok siang keduanya langsung ke Puncak Bila dijemput oleh panitia pelantikan," ujar Edy Basri, Kamis (12/2/2026) malam.
Tak sekadar seremoni ketuk palu, panitia juga telah menyiapkan sesi talkshow sebagai pembuka. Dengan mengusung tema "Jurnalisme Kolaboratif untuk Sulsel yang Transparan dan Berkemajuan", KJI Sulsel ingin menegaskan bahwa di tengah fragmentasi media saat ini, kolaborasi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, persiapan di lokasi acara dilaporkan telah mencapai 90 persen. Pilihan lokasi di Puncak Bila Sidrap seolah mengirimkan pesan kuat kepada publik pers di Sulawesi Selatan, bahwa pusat perubahan tidak selalu harus bermuara di ibu kota.
Dengan memilih Sidrap, KJI Sulsel sedang mencoba menanam benih kolaborasi di daerah lumbung pangan, dengan harapan hasil dari pemikiran jurnalisme ini nantinya dapat memberi kontribusi bagi kemajuan seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Acara ini dipastikan berbobot dengan kehadiran pucuk pimpinan pusat. Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, dijadwalkan melantik langsung kepengurusan KJI Sulsel. Turut hadir Ketua KJI Nasional, Nurfandri. (*/elsi)
Hadapi Lebaran 1447 H, PT KAI dan DJKA Lakukan Inspeksi Keselamatan
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan langkah preventif ini merupakan komitmen perusahaan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi. "Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sumatera Barat yang akan melakukan perjalanan mudik. Inspeksi ini memastikan seluruh aspek layanan berada dalam kondisi optimal sesuai regulasi," ujar Reza dalam keterangan resminya, Kamis (12/2).
Pelaksanaan inspeksi ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015. Tim gabungan melakukan penyisiran mulai dari kelaikan prasarana hingga fasilitas penunjang bagi penumpang di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.
Inspeksi meliputi: fasilitas penumpang di stasiun yang terdiri dari pemeriksaan kesiagaan alat pemadam api (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan (P3K & kursi roda), fungsi CCTV, hingga kebersihan area publik seperti toilet dan musala. Daalm hal kelaikan kereta, pemeriksaan ditujukan pada rem darurat berfungsi normal, ketersediaan alat pemecah kaca, suhu pendingin ruangan (AC) yang stabil, serta fasilitas ramah disabilitas.
Sementara itu kesiapan prasarana & SDM, meliputi validitas sertifikasi kompetensi petugas, kondisi fisik rel, wesel, bantalan, jembatan, serta sistem drainase untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Inspeksi ini juga mencakup diskusi teknis terkait prosedur operasional darurat. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis mengingat adanya potensi peningkatan volume penumpang yang signifikan pada periode Lebaran mendatang.
Reza menegaskan bahwa keselamatan adalah fondasi utama. KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjaga keandalan layanan agar tradisi mudik masyarakat tahun ini berjalan lancar.
"Melalui verifikasi ketat ini, kami berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, selamat, tertib, dan andal, sejalan dengan semangat kami, Semakin Melayani," pungkasnya. (Elsi)
Perumda Air Minum Bebaskan Tagihan Air Rumah Ibadah selama Tahun 2026
Padang - Perumda Air Minum Kota Padang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat pascabencana. Sebelumnya, perusahaan milik Pemerintah Kota Padang itu menggratiskan tagihan air bagi pelanggan terdampak yang belum teraliri air pada Bulan Januari 2025. Lalu Petrumda tetap menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki bagi masyarakat non pelanggan.
Terbaru, melalui Surat Keputusan Direksi Nomor 2 Tahun 2026, Perumda Air Minum Kota Padang membebaskan tagihan air bagi rumah ibadah selama periode Januari hingga Desember 2026. Hal ini dikatakan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, Rabu 11 Fbbruari 2026.
Diungkapkannya, kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. “Perumda Air Minum hadir bukan sekadar penyedia air minum, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kota Padang,” ujarnya.
Hendra Pebrizal menyatakan air memiliki peran penting dalam menunjang kebersihan serta kekhusyukan beribadah. Karena itu, dukungan terhadap rumah ibadah dinilai sebagai langkah strategis yang bernilai sosial dan keagamaan.
“Kami ingin membantu meringankan beban operasional rumah ibadah agar pengurus lebih fokus pada pelayanan dan pembinaan umat,” ungkapnya.
Program pembebasan rekening air hingga Deseber 2026 diberlakukan untuk masjid, mushala, gereja, vihara, pura, dan klenteng dengan batas pemakaian maksimal 250 meter kubik per bulan. Khusus mushala, pembebasan diberikan dengan batas maksimal 200 meter kubik per bulan.
"Kebijakan tersebut tetap mengedepankan prinsip keadilan dalam penggunaan air. Jika pemakaian melebihi batas yang ditetapkan, maka kelebihan itu saja yang yang dibayarkan, tegasya.
Dia juga mengimbau rumah ibadah yang masih memiliki tunggakan atau berstatus nonaktif agar segera menyelesaikan kewajibannya supaya dapat menikmati program pembebasan rekening air tersebut. (nelvi)
Plt. Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah Resmikan Sumur Bor Bantuan Dari Baznas RI di Nagari Guguak.
SIJUNJUNG ( Sumbarkini. Com) - Plt Bupati Sijunjung H. Iraddatillah, S.Pt meresmikan pemakaian Sumur Bor Bantuan Baznas RI di Jorong Padang Lalang Nagari Guguak Kecamatan Koto VII, pada Kamis 12 Februari 2026. Peresmian sumur bor sumber air bersih ini ditandai dengan pengguntingan pita menara sumur bor oleh Plt Bupati Sijunjung yang didampingi tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya Plt Bupati, H. Iraddatillah menyampaikan bahwa penempatan Sumur Bor yang merupakan Bantuan Baznas RI yang berasal dari CSR My Bank Pinancd ini merupakan hadiah kepada nagari Gugak yang telah menjadi The Best pengumpulan zakat dari 61 Nagari dan 1 desa yang ada di Kabupaten Sijunjung.
"Ditempatkannya Sumur Bor ini, karena selama ini Nagari Guguak telah menunjukan komitmennya dalam menggumpulkan zakat dan menyalurkannya kepada Baznas Kabupaten Sijunjung, " ujarnya.
Di nagari Guguak Zakat yang dikumpulkan bukan hanya dari pegawai Kantor Wali Nagari saja, tapi juga bearasl dari hasil panen padi dan komoditi lainnya dari masyarakat yang di kumpulkan ole UPZ Nagari Guguak, sehingga jumlah pengumplannya menunjukan angka yang cukup menggembirakan.
"Kami berharap UPZ Nagari Guguak menjadi Row Model bagi nagari lainnya dalam hal pengumpulan zakat dari masyarakat, sehingga akan meningatkan angka pengumpulan zakat yang pada akhirnya dapat banyak memberikan manfaat kepada masyarakat yang sangat membutukannya," harap Plt Bupati Iradatillah.
Kepada Baznas Kabupaten Sijunjung, Baznas Propinsi Sumatera Barat, Baznas RI serta My Bank Finaced, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, Iraddatillah mengaturkan banyak terima kasi dan penghargaan karena telah memberikan dukungan kepada Pemda Kabupaten Sijunjung dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah masyarakat, termasuk pengadaan air bersih seperti yang di resmikan saat ini.
Sebelumnya Ketua Baznas Kabupaten Sijunjung H.Hidayatullah, Lc. MA. dalam laporan menyampaikan bahwa Sumur Bor sumber air bersih bagi 115 orang warga jorong Padang Lalang Nagari Guguak ini adalah merupakan Bantuan dari Baznas RI sebesar Rp. 37.000.000,-yang berasal dari CSR PT. My Bank Finance.
"Dengan adanya Sumur Bor ini diharapkan akan dapat memenuhi kebutuan air bersih bagi warga masyarakat di daerah ini, karena memang di daerah ini mengalami kekurangan adanya air bersih, " ujar Hidayatullah.
Sementara itu, Branch Manager PT My. Bank Finance Cabang Padang, Khairul Arifin menyampaikan bahwa bantuan Sumur Bor tersebut merupakan bentuk kerjasama PT My Bank dengan Baznas melalui CSR.
Wali Nagari Gugak Zainal, S.Pd juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas, PT My Bank dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung yang telah menempatkan Sumur Bor tersebut di Nagari Guguak.
"Keberadaan Sumur Bor ini sangat membantu sekali bagi masyarakat kami, karena sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan aur sungai untuk kehidupan sehari-hari, " ujar Zainal.
Dikesempatan itu juga diserahkan secara simbolis Zakat masyarakat Nagari Guguak senilai Rp.30. 431.000,- dari Wali Nagari Guguak Zainal, S.Pd. kepada Ketua Baznas Kabupaten Sijunjung H. Hidayatullah,Lc.MA. bantuan satu unit mesin jahit dari Waka IV Baznas Propinsi Sumatera Barat H. Drs. Nurman Agus kepada pemilih lahan sumur bor Ulfa Desriani, dan bantuan pembangunan sumur bor senilai Rp. 37 Juta dari Branc Manager PT. My. Bank Finance Khairul Arifin kepad Wali Nagari Guguak Zanal, S.Pd.
Peresmian sumur bor ini turut hadir Wakil Ketua Baznas, Darmawan, SH. dan Syahril Syahda, SH, Kementrian Agama, Yoni Hendra, S.Ag. M.Pd. Asisten I, Afrizal, S.Sos.M.Si, Kadinsos, Yofritas, ST.MT. Sekretaris Dinas PU, Ramadhan, Sekretaris Dinas PolPP dan Damkar, Yasran Fuadi, SE, MM, dari BPBD, Kepala Pelaksana Baznas, Meri Muliadi, S.Pd, Camat Koto VII, Erik Sadenov, SSTP beserta unsur forkopincam, wali nagari se Kecamatan Koto VII dan masyarakat Nagari Guguak. (Andri)





























Social Media Icons