(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Tidak terasa, perjalanan Ramadan kita telah sampai pada 10 hari terakhir. Hari-hari ini adalah bahagian paling istimewa dari bulan Ramadan. Jika di awal Ramadan Allah menurunkan rahmat-Nya, di pertengahan Allah membuka pintu ampunan-Nya, maka di 10 hari terakhir Allah menjanjikan pembebasan dari api neraka.
Karena itu, Rasulullah memberikan perhatian yang sangat besar pada hari-hari ini. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
"Apabila sudah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Ini menunjukkan bahwa 10 hari terakhir adalah puncak ibadah di bulan Ramadan.
- Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati
- 10 Hari Kedua Ramadhan. Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati
- Indahnya Ramadhan
Di antara keistimewaan 10 hari terakhir Ramadan adalah adanya Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Lailatul qadar khairun min alfi syahr."
Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Seribu bulan sama dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, jika seseorang beribadah padBaca Jugaa malam Lailatul Qadar, maka pahalanya seakan-akan ia beribadah salama lebih dari 83 tahun.
Masya Allah, ini adalah kesempatan luar bisa yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad. Karena itu, para ulama mengatakan: orang yang rugi adalah orang yang melewati Lailatul Qadar tanpa mendapatkan ampunan Allah.
Ada beberapa amalan yang perlu kita perbanyak di 10 hari terakhir Ramadan.
Pertama, memperbanyak qiyamul lail atau ibadah malam.
Jangan biarkan malam-malam terakhir Ramadan berlalu begitu saja. Isilah dengan shalat malam, membaca Al-Qur'an, dzikir, dan doa. Walaupun beberapa rakaat, tetapi dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh harap kepada Allah.
Kedua, memperbanyak istighfar dan taubat.
Setiap manusia pasti memiliki dosa. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati dari dosa-dosa tersebut.
Rasulullah mengajarkan sebuah doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar.
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."
Artinya: Ya Allah, Engkau maha pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
Doa ini pendek, tetapi mengandung harapan besar agar Allah menghapus dosa-dosa kita.
Ketiga, memperbanyak sedekah dan amal kebaikan.
Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadan. Memberi makanan berbuka, membantu orang lain, atau bersedekah kepada yang membutuhkan adalah amalan yang sangat dicintai Allah.
Mari kita renungkan sejenak.
Ramadan tahun lalu mungkin kita masih bersama banyak orang: keluarga, sahabat, atau tetangga. Namun hari ini sebahagian dari mereka sudah kembali kepada Allah. Itu berarti tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu Ramadan berikutnya.
Karena itu, jangan sampai Ramadan yang tinggal beberapa hari ini berlalu tanpa kita manfaatkan dengan baik. Jika di awal Ramadan kita belum maksimal, jika di pertengahan Ramadan kita masih banyak lalai, maka 10 hari terakhir adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki semuanya.
Perbanyak membaca Al-Qur'an.
Perbanyak doa.
Perbanyak istighfar.
Dan dekatkan hati kita kepada Allah.
Salam
LH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...