• Breaking News

    Mencari Malam Seribu Bulan

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Di penghujung Ramadan ini, kita sedang berada pada malam-malam yang sangat istimewa. Malam-malam yang di dalamnya tersimpan sebuah malam yang sangat agung, yaitu Lailatul Qadr.

    Allah menyebutkan keagungan malam ini dalam Surah Al-Qadr di dalam Qur'an:
    Lailatul Qadri, khairum min alfi syahr.
    Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
    (QS. Al-Qadr ayat 3)

    Seribu bulan jika dihitung kira-kira lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam ibadah pada malam itu nilainya  lebih baik daripada ibadah selama seumur hidup manusia.
    Subhanallah...betapa luas rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad.

    Namun ada satu hal yang perlu kita renungkan. Malam Lailatul Qadar tidak diberitahu secara pasti kapan waktunya.

  • Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati
  • 10 Hari Kedua Ramadhan. Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati 
  • 10 Hari Terakhir Ramadhan Saatnya Mendekat Lebih Dekat kepada Allah

  •  

    Rasulullah hanya memberi petunjuk agar kita mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

    Mengapa Allah merahasiakannya?

    Para ulama mengatakan agar kita bersungguh-sungguh beribadah, bukan hanya satu malam saja.
    Kalau malam itu sudah diketahui secara pasti, mungkin kita hanya akan beribadah pada malam itu saja. Tetapi karena dirahasiakan, kita bersemangat untuk menghidupkan banyak malam dengan ibadah.

    Karena itu, ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah meningkatkan ibadahnya. Dalam hadis disebutkan bahwa beliau menhidupkan malam-malamnya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah. Ini menunjukan bahwa malam-malam terakhi Ramadan adalah puncak perjuangan seorang mukmin.

    Pertanyaannya sekarang adalah: sudahkah kita benar-benar mencari Lailatul Qadar?

    Kadang-kadang kita sibuk mempersiapkan akhir Ramadan dengan urusan dunia. Kita sibuk dengan belanja, persiapan hari raya, dan berbagai kesibukan lainnya. Padahal justru pada malam-malam inilah Allah membuka pintu rahmat yang sangat besar.

    Karena itu para ulama menganjurkan kita memperbanyak beberapa amalan pada malam-malam ini.

    Pertama, shalat malam atau qiyamul lail. Bangunlah di tengah malam, walaupun hanya dua rakaat, tetapi dengan hati yang khusyuk.

    Kedua, membaca Al-Qur'an. Karena pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur'an pertama kali diturunkan.

    Ketiga, memperbanyak  doa.
    Rasulullah mengajarkan doa kepada Aisyah radhiyallahu 'anha ketika mencari Lailatul Qadar:
    Allahumma innaka 'afuwwun 'afwa fa'fu 'anni.
    "Ya Allah, Engkau maha pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah Aku."


    Keempat, memperbanyak istighfar dan zikir.
    Memohon ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan.

    Bayangkan jika Ramadan berlalu begitu saja tanpa kita mendapat Lailatul Qadar. Padahal malam itu adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita di sisi Allah.

    Rasulullah pernah mengingatkan bahwa orang yang merugi adalah orang yang melewati Ramadan tetapi tidak mendapatkan ampunannya Allah. Maka jangan sampai kita termasuk orang yang merugi itu.

    Mari kita hidupkan malam-malam terakhir Ramadan ini dengan shalat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an. Siapa tahu pada salah satu malam itu Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, malam penuh rahmat dan ampunan.

    Salam
    LH.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Masukan dan informasinya sangat penting bagi pengembangan situs kita ini...

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2