GM PLN UID Sumbar Tegaskan Kolaborasi Penting untuk Energi Masa Depan
PADANG (SUMBARKINI.COM) - General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim menyampaikan tantangan dan masa depan energi di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Hal itu diungkapkannya saat orasi ilmiah pada Dies Natalis Fakultas Teknik Universitas Andalas ke-41 di Convention Hall Universitas Andalas, Selasa (19/5/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri akademisi, mahasiswa, praktisi energi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Ajrun mengatakan, sektor energi saat ini menghadapi tiga tantangan utama, yakni memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, menjaga keberlangsungan transisi energi, serta memastikan energi dapat dinikmati secara merata dan terjangkau oleh masyarakat.
“Energi tidak hanya soal teknologi, tetapi bagaimana listrik dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Sumatera Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya energi air. Kata dia, Sumbar memiliki tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yakni PLTA Singkarak, PLTA Maninjau, dan PLTA Batang Agam.
Juga ada sekitar 50 potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang masih dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan energi daerah. Ajrun menilai, transisi energi telah menjadi agenda penting dunia untuk menekan dampak pemanasan global dan perubahan iklim. Keberhasilan transisi energi membutuhkan kepemimpinan, teknologi, dan kebijakan yang mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri, pemerintah dan akademisi dalam menghadirkan inovasi serta solusi energi berkelanjutan di masa depan.
Selain pengembangan energi air dan PLTS, PLN UID Sumbar juga terus mengembangkan sistem kelistrikan berbasis digital dan energi bersih di wilayah kepulauan seperti Mentawai melalui pengembangan PLTS dan sistem kelistrikan terisolasi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan sektor ketenagalistrikan dalam mendukung ketahanan energi serta percepatan transisi energi nasional. (nelvi)
