Adab Juga Mengatur Hubungan Sosial
Tema yang ingin kita renungkan pada kesempatan ini adalah "Adab Juga Mengatur Hubungan Sosial."
Sering kali kita memahami adab hanya sebatas sopan santun. Padahal dalam Islam, adab adalah pedoman hidup. Adab mengajarkan bagaimana kita menghormati Allah, memuliakan Rasul-Nya, menghargai orang tua, menghormati guru, menyayangi keluarga, menjaga tetangga, hingga memperlakukan orang yang berbeda dengan penuh kasih sayang.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan." (QS. An-Nahl ayat 90).
Ayat ini menunjukkan bahwa hubungan sosial seorang Muslim harus dibangun di atas keadilan, kasih sayang, dan kebaikan.
Rasulullah SAW diutus bukan hanya untuk mengajarkan ibadah, tetapi juga untuk menyempurnakan akhlak.
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad).
Karena itu, ukuran kemuliaan seseorang bukan hanya banyaknya salat dan puasanya, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan sesama manusia.
Hari ini kita hidup di tengah masyarakat yang mudah tersinggung, mudah mencela, mudah menghakimi, bahkan sering memutuskan silaturahmi hanya karena perbedaan pendapat. Padahal adab mengajarkan agar kita menjaga lisan sebelum menjaga pendapat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Di era media sosial, adab semakin diuji. Jari lebih cepat daripada hati. Banyak orang mudah menyebarkan berita tanpa tabayyun, mudah menghina tanpa berpikir, dan mudah membuka aib saudaranya. Padahal setiap kata yang kita tulis akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Orang yang beradab akan menjaga lisannya, menjaga pandangannya, menjaga sikapnya, dan menjaga perasaan orang lain. Ia tahu bahwa senyum adalah sedekah, memaafkan adalah kemuliaan, dan menghormati orang lain adalah cermin keimanan.
Imam Abdullah bin Mubarak pernah berkata:
"Kami lebih membutuhkan adab daripada banyak ilmu."
Karena ilmu tanpa adab dapat melahirkan kesombongan, sedangkan adab akan melahirkan keberkahan.
Mari kita mulai dari lingkungan terdekat. Hormati kedua orang tua, muliakan pasangan, sayangi anak-anak, santuni tetangga, hormati guru, dan jangan meremehkan siapa pun. Bisa jadi orang yang kita anggap biasa justru lebih mulia di sisi Allah daripada diri kita.
Semoga Allah SWT menghiasi hati kita dengan akhlak yang mulia, melembutkan lisan kita, memperindah pergaulan kita, serta menjadikan kita hamba yang dicintai-Nya karena adab yang baik.
Salam
LH
