Muliakan Orang Yang Membantu Kita
Oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said
Saudara-saudaramu adalah orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabmu. Berilah mereka makan seperti yang kamu makan dan pakaikanlah mereka seperti yang kamu pakai. Janganlah kalian membebani mereka dengan sesuatu yang memberatkan. Jika kalian membebani mereka, bantulah mereka."(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Betapa indahnya akhlak yang diajarkan Islam. Rasulullah ï·º diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Salah satu akhlak mulia itu adalah memperlakukan dengan baik orang-orang yang berada di bawah tanggung jawab kita, seperti karyawan, pembantu, pekerja, atau siapa pun yang membantu urusan kita. Rasulullah ï·º mengajarkan agar mereka diperlakukan seperti saudara sendiri, diberi makan sebagaimana kita makan, dan tidak dibebani di luar kemampuan mereka. Jika pekerjaan terasa berat, kita diperintahkan untuk ikut membantu.
Karena itu, jangan sampai ketika kita mengajak banyak orang makan, justru orang yang membantu kita dibiarkan menunggu di luar atau duduk sendiri tanpa ikut menikmati hidangan. Begitu pula ketika memesan makanan atau membeli sesuatu, biasakan menghitung orang yang membantu kita sebagai bagian dari keluarga yang berhak merasakan nikmat tersebut. Jika kita menikmati makanan yang baik, berikan pula kepada mereka. Itulah akhlak Islam yang penuh kasih sayang.
Akhlak seperti ini bukan hanya mendatangkan pahala di akhirat, tetapi juga menghadirkan keberkahan di dunia. Orang-orang yang kita perlakukan dengan baik akan tumbuh rasa hormat, simpati, dan kasih sayang kepada kita. Mereka akan bekerja dengan ikhlas, menjaga amanah, dan mendoakan kebaikan bagi kita. Bukankah itu sebuah keuntungan yang sangat besar?
Ya Allah, hiasilah hati kami dengan akhlak Rasulullah ï·º. Jadikan kami pemimpin yang penyayang, manusia yang adil, dan hamba-Mu yang memuliakan setiap orang yang membantu kami.
