Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Sumbar Ingatkan: Keselamatan di Jalan Dimulai dari Kepedulian Bersama
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Jalan raya mempertemukan banyak kepentingan. Ada orang yang berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, membawa barang, mencari nafkah, hingga sekadar pulang ke rumah setelah menjalani aktivitas seharian. Di ruang bersama itulah keselamatan menjadi kebutuhan yang tidak mengenal batas profesi maupun status sosial.
Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian lalu lintas bukan semata mengatur kendaraan dan menegakkan aturan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari ucapan Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. HM Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., S.H., M.H., dalam momentum peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara.
Dalam kesempatan ini, Reza menyampaikan harapan agar Polisi Lalu Lintas semakin Presisi, profesional, humanis, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Peringatan tahun ini bertepatan dengan perjalanan panjang Korps Lalu Lintas sejak 22 September 1955 hingga 22 September 2026, yang memasuki usia ke-71.
Bagi masyarakat, kehadiran Polisi Lalu Lintas sering kali terlihat ketika terjadi kepadatan, kecelakaan, pengaturan arus kendaraan, pemeriksaan kendaraan, maupun kegiatan pelayanan administrasi. Namun di balik itu terdapat tanggung jawab yang lebih luas: bagaimana menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar dan mampu memberikan perlindungan kepada seluruh pengguna jalan.
Korlantas Polri dalam rangkaian peringatan HUT ke-71 juga menekankan pentingnya meneruskan nilai pengabdian para pendahulu melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan humanis serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pesan itu sejalan dengan pandangan mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol. (Purn.) Aan Suhanan yang menekankan bahwa tantangan lalu lintas ke depan semakin kompleks sehingga personel Polantas perlu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi agar mampu memenuhi harapan masyarakat.
Dari Jalan Raya, Pelayanan Harus Terasa
Di Sumatera Barat, kebutuhan terhadap pelayanan lalu lintas juga bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karakter wilayah yang memiliki jalur perbukitan, kawasan wisata, pusat ekonomi, permukiman padat, hingga jalur antarkota membuat keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Salah satu persoalan yang terus menjadi perhatian adalah perilaku berkendara yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Ditlantas Polda Sumbar senantiasa berupaya mengingatkan bahaya praktik over dimension over loading (ODOL) karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan memperbesar dampak ketika kecelakaan terjadi. Edukasi dan pendekatan preventif juga terus dilakukan kepada pengemudi dan pelaku usaha angkutan.
Karena itu, pesan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tidak berhenti pada institusi kepolisian. Ada bagian yang harus dilakukan masyarakat: menggunakan helm, mengenakan sabuk keselamatan, tidak menggunakan telepon saat berkendara, mematuhi rambu dan marka, menjaga kecepatan, memastikan kendaraan layak jalan, serta menghormati pengguna jalan lainnya.
Sederhana, tetapi menyangkut keselamatan manusia.
Apresiasi untuk Personel yang Bekerja di Tengah Jalan
Dalam momentum ini, apresiasi juga patut diberikan kepada seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas di Sumatera Barat yang menjalankan tugas di tengah dinamika jalan raya.
Ada personel yang berdiri di bawah panas matahari, menghadapi hujan, mengurai kemacetan, membantu korban kecelakaan, melakukan pengamanan perjalanan masyarakat, memberikan edukasi kepada pengguna jalan, hingga hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Kerja tersebut tidak selalu menjadi berita. Namun bagi seseorang yang akhirnya dapat tiba di rumah dengan selamat, pelayanan di jalan dapat memiliki arti yang sangat besar.
Karena itu, ucapan selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang disampaikan Ditlantas Polda Sumbar juga menjadi bentuk penghargaan kepada seluruh jajaran yang terus melayani, mengayomi dan menjaga keselamatan masyarakat di jalan raya.
Harapan ke Depan
Memasuki usia ke-71, harapannya Polisi Lalu Lintas semakin dekat dengan masyarakat. Bukan hanya hadir ketika aturan harus ditegakkan, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi, membantu, mendengar dan mencari solusi terhadap persoalan lalu lintas yang dihadapi masyarakat.
Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Keselamatan tidak dapat dibebankan hanya kepada polisi.
Polisi mengatur dan melindungi. Pemerintah menyediakan infrastruktur dan kebijakan. Pengguna jalan menjalankan disiplin. Semua pihak memiliki tanggung jawab.
Sebab, satu keputusan kecil di jalan—memperlambat kendaraan, menggunakan helm, memberi kesempatan kepada pejalan kaki, tidak menerobos lampu merah, atau tidak memaksakan diri ketika mengantuk—dapat menentukan apakah seseorang sampai di rumah dengan selamat.
Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. (Zul)
