• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Coca-Cola. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Coca-Cola. Tampilkan semua postingan

    CCEP Indonesia Bersama Forum Pendidik Sukanegara: Menjaga Ketahanan Pangan Berbasis Pendidikan

    Lampung - Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia bersama Sekolah Alam Lampung mendorong lembaga pendidikan sekolah di Desa Sukanegara, Lampung Selatan, menuju sekolah yang berwawasan lingkungan dalam kegiatan seri Coca-Cola Forest Fun Learning untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 5 Juni. Dalam kesempatan ini dilakukan diskusi tentang restorasi pemanfaatan ruang halaman sekolah dan pekarangan rumah menjadi lahan hijau produktif untuk mendukung program ketahan pangan. 

    Direktur Sekolah Alam Lampung, Hesti Kusumarini, mengatakan bahwa sekolah sudah sepatutnya berupaya memasukkan konsep sekolah hijau berwawasan lingkungandalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, sekolah mempunyai kontribusi membangun generasi masa depan yang mampu mengelola alam dengan baik. Selain itu, menyiapkan generasi penerus yang diharapkan menjadi pemimpin yang baik dan bermanfaat bagi alam semesta.

    “Mewujudkan keinginan sekolah hijau tidak sulit, bisa dilakukan di sekolah atau di mana saja. Namun, butuh kemauan dan kekuatan, mulai dari hal kecil seperti, pengelolaan sampah dan belajar dari alam sekitar kita,” kata Hesti kepada guru-guru yang tergabung dalam Forum Pendidik Sukanegara.

    Hesti menambahkansekolahhijaumenerapkanbeberapakonsepgo green, antara lain:green building, green energy, green lifestyle, green economy, dan green media.


    “Banyak sekali manfaat dari penerapan sekolah hijau. Sekolah Alam Lampung ini merupakan salah satu contoh komunitas hijau. Green lifestyle menjadi salah satu karakter yang ingin dibangun kepada para siswa kami,” tambahnya.

    Corporate Affair Regional Manager West Indonesia CCEP, Yayan Sopian, mengatakan kolaborasi dengan Sekolah Alam Lampung dapat menjadi penyemangat guru-guru untuk membangun sekolah yang ramah lingkungan di Desa Sukanegara.

    “Mudah-mudahan para dewan guru yang tergabung dalam forum pendidik dapat mengambil manfaat dari kolaborasi ini. Selanjutnya dapat mewujudkan generasi-generasi penerus yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan membangun ketahanan pangan di zona 1 melalui sekolah hijau,” ujarnya. (*)

    CCEP Luncurkan Aplikasi Klik Toko, Beri Kemudahan Bagi Mitra

    Jakarta - Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), sebagai salah satu perusahaan FMCG (barang konsumsi) terdepan di dunia, pada hari ini meluncurkan aplikasi progam loyalitas “Klik Toko” yang merupakan solusi digital terintegrasi bagi seluruh mitra Business-to-Business (B2B) di Indonesia. Aplikasi Klik Toko menghadirkan kemudahan komunikasi secara real time serta dapat diakses kapan saja melalui smartphone mereka.

    Menjawab tantangan bisnis pada era saat ini, hingga 80% dari pelaku B2B berencana melibatkan peranan digital dalam model bisnis mereka salah satunya agar tetap aman dan nyaman dalam menjangkau seluruh customer[1]. CCEP Indonesia juga turut mendukung dan melakukan perjalanan transformasi digital untuk sepenuhnya mendukung kegiatan bisnis sejak beberapa tahun terakhir.

    Kadir Gunduz, selaku Presiden Direktur Coca-Cola Europacific Partners Indonesia & PNG menyatakan, “CCEP Indonesia telah melakukan investasi pada sistem dan teknologi manufaktur yang terdepan, untuk mendukung operasional perusahaan di Indonesia. Kami juga telah mengembangkan solusi fungsi manufaktur secara mandiri yang dijadikan sebagai contoh baik serta membawa inspirasi bagi perusahaan pembotolan lainnya.”

    Kadir juga menambahkan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia sedang melebarkan sayapnya untuk menghadapi tantangan pada era disrupsi digital dengan mengembangkan strategi untuk menggunakan secara penuh semua platform online yang kami miliki, salah satunya melalui aplikasi yang kami luncurkan pada hari ini, yaitu Klik Toko.


    Melalui aplikasi tersebut, CCEP Indonesia memungkinkan para customer menjadi lebih nyaman untuk berperan serta dalam mengendalikan semua inisiatif pemasaran yang didorong oleh program loyalitas yang mereka ikuti.

    Customer kami merupakan bagian terpenting dan vital bagi bisnis, dan kami berkomitmen untuk selalu berupaya memberikan pelayanan yang cepat serta terbaik bagi mereka,” jelas Kadir lebih lanjut.

    Aplikasi Klik Toko dihadirkan untuk menjangkau customer B2B dari CCEP Indonesia di berbagai wilayah, yang sekaligus menjadi solusi akan kenyamanan dan keamanan berinteraksi yang kini sudah wajib menjadi perhatian bagi seluruh pelaku bisnis terhadap customer-nya. Aplikasi ini memberikan kemudahan komunikasi dalam menghadirkan informasi terbaru terkait CCEP Indonesia bagi seluruh customer B2B. 

    Selain itu, aplikasi program loyalitas ini menawarkan program menarik seperti pengumpulan poin yang dapat ditukar dengan beragam hadiah yang bermanfaat, di mana seluruh customer dapat melihat secara langsung poin yang sudah dikumpulkan, memilih langsung hadiah yang diinginkan, serta memantau proses pengiriman hadiah tersebut yang semuanya dapat dilakukan secara online dan real time.

    Lakshman Peiris, Direktur Marketing Coca-Cola Europacific Partners Indonesia mengeaskan bahwa aplikasi program loyalitas Klik Toko merupakan bentuk apresiasi kami terhadap lebih dari 400 ribu loyal customers  CCEP Indonesia yang selalu bersemangat untuk mendistribusikan produk-produk unggulan dari rangkaian brand Coca-Cola kepada consumer secara langsung.

    “Aplikasi ini juga memungkinkan kami untuk memperluas keunggulan kompetitif bisnis melalui pelayanan customer B2B yang menyeluruh, lengkap, serta mudah diakses baik bagi customer yang telah menjalin hubungan dengan baik maupun potensi customer ritel baru dalam menikmati ekosistem yang dipersembahkan oleh CCEP Indonesia. Kami harap aplikasi program loyalitas Klik Toko dapat memberikan kenyamanan bagi customer dalam mendapatkan informasi secara aktual, serta dapat menikmati manfaat dari value yang kami tawarkan,” tutup Lakshman.

    Aplikasi program loyalitas Klik Toko dapat diunduh oleh para mitra B2B pada platform Google Play Store dan Apple Store dan bisa langsung diakses dengan mudah setelah melakukan registrasi melalui scan kode QR yang diberikan oleh sales representative (SR) CCEP Indonesia. (r/elsi)

    Coca-Cola Europacific Partners, Nama Baru Perusahaan Hasil Akuisisi Coca-Cola Amatil dan Coca-Cola European Partners

    Jakarta - Coca-Cola Amatil (Amatil) resmi bergabung dengan Coca-Cola European Partners per tanggal 10 Mei 2021, dan menggunakan nama perusahaan yang baru,yaitu: Coca-Cola Europacific Partners (CCEP).

    Melalui proses akuisisi tersebut, Coca-Cola Europacific Partners akan menjadi perusahaan pembotolan Coca-Cola dan FMCG terbesar di dunia, dengan mempekerjakan lebih dari 33.000 tenaga kerja dan melayani lebih dari 2 juta pelanggan di 26 negara.

    Damian Gammell, selaku CEO Coca-Cola European Partners menyatakan, “Kami sangat senang bisa menyatukan dua perusahaan pembotolan terbaik dunia dengan nama baru, yaitu Coca-Cola Europacific Partners.

    Hal ini merupakan momen bersejarah bagi kedua belah pihak, dan nama baru tersebut merupakan cerminan jangkauan jejak geografis yang lebih luas dan seimbang, serta pengembangan kapabilitas dalam menjangkau konsumen di seluruh wilayah operasional kami. Sebagai satu perusahaan, kami dapat melangkah lebih jauh bersama-sama, mendorong pertumbuhan dan bergerak lebih cepat.

    Bisnis kami dibangun oleh orang-orang dan layanan hebat, sertaminuman pilihan yang berkualitas – dan hal ini dilakukan secara berkelanjutan sehingga menciptakan nilai yang berarti bagi semua pemangku kepentingan. Dengan rasa bangga kami menyambut rekan-rekan Amatil,para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis kami."

    Proses akuisisi telah diumumkan oleh Coca-Cola Amatil pada bulan Oktober 2020 lalu, dan telah disetujui oleh pemegang saham Amatil pada tanggal 16 April 2021. Pada tanggal 10 Mei 2021, nama perusahaan yang baru, Coca-Cola Europacific Partners akan resmi digunakan. Di Indonesia sendiri nama perusahaan yang akan digunakan adalahCoca-Cola Europacific Partners Indonesia, dan akan tetap beroperasi dibawah entitas PT Coca-Cola Bottling Indonesia dan PT Coca-Cola Distribution Indonesia.

    Perusahaan akan terus terdaftar di Euronext Amsterdam, Bursa Efek New York, Bursa Efek London dan di Bursa EfekSpanyol, dan akan terus diperdagangkan di bawah simbol CCEP. (*)

    Virtual Plant Tour F-MIPA UNILA di Pabrik Coca Cola Amatil Indonesia

    Lampung Kuliah Kampus Merdeka F-MIPA UNILA  mengunjungi Pabrik Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) secara Virtual PADA 24 Maret 2021. Virtual Plant Tour UNILA ke Coca-Cola Amatil IndonsiaPabrik Lampung menghadirkan narasumber Corporate Affairs Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian, QA Manager CCAI Pabrik Lampung Yulismardi, dan Organization Development Analyst CCAI Dini Nur Larasati .

    Kegiatan ini dihadiri peserta dari program Bidik Misi F MIPA UNILA yang dalam waktu dekat akan segera terjun ke tengah-tengah masyarakat, Virtual Plant Tour adalah sebuah inisiatif program layanan informasi dari Coca-Cola Amatil Indonesia yang terbuka untuk umum darimana pun kini setiap diantara kita bisa melihat lebih dekat rahasia di balik kekuatan merek-merek minuman favorit di dunia.

    Sambutan pengantar Virtual Plan Tour hari  Rabu, 24 Maret 2021 di sampaikan oleh Dekan Fakultas MIPA UNILA Dr. Eng Suripto Dwi YuwonoS.Si, M.T dan Head of Corporate Affairs CCAI Dhedy Adi Nugroho

    Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Unila Dr. Eng Suripto Dwi YuwonoS.Si, M.T mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya virtual plant tour ini. Virtual plant tour ini merupakan salah satu kegiatan kunjungan industry mahasiswa secara virtual di tengah pandemi. Namun meskipun dilakukan secara virtual, tidak akan mengurangi makna kegiatan tersebut. 

    "Saya berharap, mahasiswa yang mengikuti virtual plant tour dapat termotivasi untuk terus semangat dalam menyelesaikan kuliahnya hingga lulus, dan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan lebih global," kata Suripto.

    Pabrik CCAI Lampung merupakan 1 diantara  8, yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti Medan, Cikedokan, Cikarang, Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali. Untuk pabrik CCAI di Lampung berlokasi di Jl. Ir. Sutami KM 13,5 Tanjung Bintang Lampung Selatan. Dini Nur Larasati - Organization Development Analyst CCAI dalam presentasi interaktifnya menyampaikan informasi seputar kegiatan Graduate Trainee Program (GTP) yang merupakan program pengembangan diri terstruktur dari Coca-Cola Amatil Indonesia diberikan kepada para lulusan baru guna dapat mengembangkan keahlian teknis dan juga perilaku mereka di dunia kerja. 

    Dini menambahkan dalam paparannya, “Pihak Manajemen memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap Graduate Trainee Program agar dapat menjadi karyawan baru yang nantinya dapat mendukung perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan bisnis yang sangat cepat, perubahan kondisi pasar, dan bahkan menjadi pemimpin di masa depan”

    Sementara dalam kesempatan yang sama Head of Corporate Affairs CCAI Dhedy Adi Nugroho dalam sambutannya berharap dengana danya virtual plant tour, mahasiswa dapat lebih siap dalam menghadapi dunia kerja. Sebab dari virtual plan tour mahasiswa dapat melihat bagaimana dunia kerja yang sebenarnya. 

    "Mahasiswa memang harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Salah satunya adalah mempersiapkan wawasan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja," kata Dhedy

    AMATIL X Berinvestasi Pada Start-Up Cloud Kitchen Yummy Corp

    Hari ini Coca-Cola Amatil mengumumkan investasi terbaru platform modal ventura Amatil X kepada start-up Indonesia, Yummy Corp sebagai bagian dari penggalangan modal Seri B senilai 12 juta dollar AS.

    Yummy Corp adalah perusahaan manajemen cloud kitchen terbesar di Indonesia. Perusahaan ini terus mengembangkan 70 jaringan dapurcloud kitchen dan telah melayani lebih dari 50 mitra merek makanan dan minuman di Jakarta, Bandung, dan Medan.

    Cloud kitchen, yang juga seringkali disebut sebagai ghost kitchen, adalah restoran yang tidak menyediakan layanan makan di tempat atautake away kepada pelanggan. Layanan utamanya diberikan secara virtual dan bergantung pada aplikasi pengiriman makanan, situs web, atau panggilan telepon dari pelanggan untuk menghasilkan penjualan.

    Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz mengatakan bahwa investasi Amatil X di Yummy Corp akan mendukung strategi bisnis Coca-Cola Amatil Indonesia yang lebih luas sebagai pemasok minuman terdepan di kanal pengiriman makanan yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

    “Kebiasaan konsumen telah berubah dengan cepat sejak tindakan darurat diterapkan pada pertengahan Maret untuk memperlambat penyebaran COVID-19, hal ini mendorong peritel untuk memperkenalkan cara baru berinteraksi dengan pelanggan.”

    “Saat ini konsumen semakin beralih kelayanan pengiriman makanan dan minuman di Indonesia, mendorong pertumbuhan yang cepat dalam pasar ini,” ujar Kadir Gunduz.

    Kadir Gunduz mengatakan dia pertama kali bertemu Yummy Corp pada Oktober tahun lalu dan terkesan dengan pertumbuhan perusahaan yang begitu cepat.

    “Kami senang dapat mendukung Yummy Corp dalam meningkatkan skala bisnisnya dengan memanfaatkan setiap peluang di pasar,” katanya. "Dengan lebih seringnya konsumen mengakses makanan dan minuman secara online, tim kami akan bekerjasama untuk menyediakan minuman yang tepat dengan pesanan makanan konsumen.”

    Yummy Corp merupakan investasi start-up ketiga dari Amatil X di Indonesia. Sebelumnya Amatil X telah melakukan investasi di pasar logistic pengiriman Indonesia Kargo Technologies, dan aplikasi B2B untuk 'warungmakan' Wahyoo.

    Kadir Gunduz mengatakan Coca-Cola Amatil Indonesia adalahperusahaanpenjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terkemuka yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1992. Perusahaan ini mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur dengan jaringan distribusi yang luas dan menjangkau seluruh pelosok negeri. Amatil Indonesia telah melakukan perjalanan transformasi digital sejak 2015, berinvestasi dalam sistem dan teknologi tercanggih untuk mendukung operasinya di seluruh negeri.

    “Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong perkembangan ekonomi digital. Start-up di Indonesia kini mengatur kecepatan inovasi, menjangkau populasi besar dan memasuki pasar baru. Kami percaya bekerja dengan mitra yang tepat akan membantu menciptakan banyak kemungkinan dan menangkap peluang pertumbuhan untuk masa depan,” ujar Kadir Gunduz.

    Mario Suntanu, Pendiri dan CEO Yummy Corp, mengatakan peluang bagi dapur satelit di Asia Tenggara sangat besarmengingatpopulasinya yang tinggi, PDB per kapita yang kianmeningkat, dan pasar pengirimanmakanan yang populer.

    “Indonesia adalah pasar pengiriman makanan terbesar di Asia Tenggara (lebihdari 50%) dan kini bertumbuh 35,2% setiap tahun. COVID telah mempercepat peningkatan bisnis cloud kitchen,  tumbuh 40% setiap bulannya,” katanya.

    “Dengan putaran pembiayaan ini, kami akan fokus pada misi kami untuk berperan aktif membantu industry makanan dan minuman mengembangkan bisnis pengirimannya, terutama pada saat pandemi. Kami mengundang seluruh pengusaha makanan dan minuman, baik besar maupun kecil, untuk bermitra dengan kami, sehingga bersama-sama kita tidak hanya bertahan tetapi juga dapat berkembang pesat di masa pandemiini.”

    “Kami berharap dapat bekerjasama dengan lebih erat dengan tim di Coca-Cola Amatil Indonesia dalam memperluas jasa kami ke seluruh Indonesia,” kata Suntanu. (*)

    Coca Cola Amatil Indonesia Resmikan Panel Surya Terbesar dalam Fasilitas Produksi di Asia Tenggara

    Cikarang Barat – Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) meresmikan pemasangan atap panel surya terbesar dalam fasilitas produksidi Asia Tenggara. Panel surya ini diletakkan di area atap fasilitas produksi Coca Cola Amatil Indonesia seluas72.000 meter persegi dengan nilai pemasangan atap panel surya sebesar USD5,8 juta (87 milyar rupiah).

    Turut hadir dalam acara peresmian instalasi atap panel surya Coca-Cola Amatil Indonesia, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia & PNG, Kadir Gunduz, dan secara virtual Managing Director Coca-Cola Amatil, Alison Watkins.

    Kadir Gunduz mengatakan bahwa panel ini dapat menghasilkan 9,6 juta kWh listrik per tahun, jumlah yang dibutuhkan untuk dapat mengurangi emisi karbon sebesar 8,9 juta kilogram per tahun. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Coca-Cola Amatil Indonesia dalam mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi dampak pemanasan global dan emisi dengan cara pemenuhan minimal 60 persen energi Perusahaan berasal dari sumber energy terbarukan dan rendah emisi.

    “Keberlanjutan (Sustainability) merupakan bagian inti model bisnis kami, dimulai dari cara kami mendapatkan bahan baku dan produk manufaktur, hingga ke cara kami berkomunikasi sebagai brand dan dalam mengelola karyawan kami,” ujar Kadir Gunduz. “Kami telah menetapkan target penggunaan energy terbarukan dan rendah karbon, serta intesitas emisi dari ‘minuman di tangan Anda’. Instalasi atap panel surya ini merupakan salah satu bentuk investasi terbaru kami.

    “Inisiatif ini mendukung ambisi pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas/GHG) sebanyak 29% atau setara dengan 314 juta ton karbondioksida hingga 2030, juga kontribusi kami terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

    “Kami percaya bahwa energy terbarukan merupakan salah satucara paling efektif dalam mengatasi perubahan iklim dan mencegah efek terburuk dari meningkatnya suhu bumi. Tentunya ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia saat ini.”

    “Dengan ini, kami akan dapat meninggalkan warisan positif dan memastikan dampak minimal terhadap lingkungan dan dunia yang kita tinggali,” kata Pak Gunduz.

    Managing Director Coca-Cola Amatil, Alison Watkins juga menyebutkan bahwa Coca-Cola Amatil semakin dekat dengan tujuan keberlanjutan tahun 2020 dan berharap pencapaian ini akan menjadi inspirasi bagi bisnis lain di Indonesia untuk melanjutkan, atau memulai, energy terbarukan dan tujuan efisiensi energy mereka sendiri.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi pembangunan atap panel surya tersebut, karena langkah Coca-Cola Amatil Indonesia ini mampu membantu upaya pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumahkaca, yang selaras dengan focus Amatil Indonesia dalam pengembangan energy baru terbarukan. “Penggunaan atap solar panel di fasilitas pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber energi terbarukan yang akan mendukung perwujudan komitmen Pemerintah yang telah dituangkan melalui Kebijakan Energi Nasional tersebut,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

    Pak Airlangga menjelaskan saat ini pemerintah memang sedang mendorong kontribusi energy baru terbarukan alias renewable energy menjadi sebesar 23% di tahun 2025, yang akan ditingkatkan setiap tahunnya. "Dan apa yang dilakukan di sini di mana bisa mengurangi emisi gas kaca sebesar 314 juta ton. Ini adalah sesuatu yang luarbiasa, seperti yang tadi disampaikan oleh Ibu Alison bahwa ini sama saja dengan penghematan 7.000 kendaraan yang dikendarai selama 1 tahun," ujarnya.

    Wakil GubernurJawa Barat UuRuzhanul Ulum menambahkan, “Kami berharap penggunaan solar panel sebagaimana yang dilakukan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia dapat diikuti oleh perusahaan lainnya di Jawa Barat.”

    Instalasi atap panel surya ini diawasi oleh penyedia jasa energy terbarukan LYS dan Alfa Services, di mana pemasangan dimulai sejak 2019. Kedua mitra juga menyampaikan rasa bangga atas keikutsertaan mereka dalam menghadirkanatap panel surya di fasilitas manufaktur yang terbesar di Asia Tenggara, kedua terbesar di Asia Pasifik, dan keempat terbesar di dunia bersama Amatil Indonesia.

    “Bersama dengan pencapaianini, kami berencana untuk mempeluas rencana pemasangan atap panel surya di fasilitas manufaktur lainnya. Energi terbarukan akan menjadi salah satu inisiatif Utama kami dalam melawan perubahan iklim,” ujar Kadir Gunduz.

     

    Proyek energy terbarukan lainnya yang didukung oleh Amatil Indonesia termasuk pengadaan 243,383 mesinpendinginhematenergi(cooler)kepadakonsumer kami, yang dapat menghemat hingga 178 juta kwh energi per tahun, instalasi LED sebagai alternative pencahayaan alternatif di seluruh pabrik, konversi konversi dari solar, gas alam dan gas alam terkonversi (LNG) untuk pemanas, pembangkit listrik dan forklift sejak tahun 2008.

    Dukung Penanganan Covid-19, Coca-Cola Serahkan Bantuan Satu Unit Ambulans Kepada PMI

    Jakarta (sumbarkini.com) – Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia (“Coca-Cola”) pada hari ini melakukan serah terima secara virtual untuk penyerahan satu (1) unit armada ambulans kepada Palang Merah Indonesia untuk penanganan pandemi COVID-19. Bantuan ini merupakan bagian dari realisasi donasi Coca-Cola bernilai Rp 10 Miliar yang telah disalurkan kepada Palang Merah Indonesia pada April 2020 lalu.

    Sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020, pandemi COVID-19 terus menyebar dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan jumlah kasus yang terus meningkat, semakin penting bagi setiap lapisan masyarakat Indonesia untuk turut mendukung upaya penanggulangan COVID-19.

    Penyerahan satu unit mobil ambulans dilakukan antara Presiden Direktur PT Coca-Cola Indonesia Diego Gonzalez danPresident DirekturCoca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz kepadaKetua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Bapak Jusuf Kalla pada hari ini di lokasi terpisah.

    Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz, menyampaikan bahwa Coca-Cola Amatil Indonesia terus mengamati perkembangan situasi dan kebutuhan dalam penanganan pandemi COVID-19, “Guna menghentikan laju penyebaran pandemi di Indonesia, seyogyanya semua pihak turut serta bergotong royong mengambil peran dalam penanganan Covid-19, salah satunya melalui upaya kegiatan kemanusiaan. Kami percaya bahwa partisipasi aktif dan sinergi positif dari berbagai pihak merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mengatasi pandemi. Melalui bantuan penyediaan fasilitas ambulans ini, kami berharap dapat mendukung mobilitas PMI dalam bertugas menangani COVID-19 di wilayah paling membutuhkan di Indonesia.”

    Penyerahan bantuan kepada PMI hari ini merupakan realisasi bertahap dari kontribusi Coca-Cola yang telah disalurkan melalui Palang Merah Indonesia untuk mendukung upaya bantuan darurat dan kemanusiaan yang meliputi pemberian edukasi, pelatihan deteksi dini dan respon, untuk masyarakat yang paling terdampak oleh COVID-10 serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas kesehatan dan relawan dari Palang Merah Indonesia.

    “Coca-Cola telah hadir selama lebih dari 90 tahun di Indonesia dan kami menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa ini. Di masa yang sulit ini, kami merasakan keprihatinan yang sangat besar terhadap kondisi masyarakat Indonesia yang kini hidup di bawah ancaman pandemi COVID-19.” jelas Presiden Direktur PT Coca-Cola Indonesia Diego Gonzalez. “Salah satu fokus kami kini adalah terus memberikan dukungan dengan secara berkala meninjau kebutuhan dari masyarakat yang terdampak. Bantuan penyediaan fasilitas armada khusus yang diberikan kepada PMI akan digunakan untuk penanganan penyakit infeksius seperti COVID-19 agar dapat berjalan dengan optimal sekaligus memitigasi dampak dari pandemi yang tengah berlangsung.”

    Mobil ambulans ini rencananya akan diperuntukkan untuk beroperasi di kawasan Bali sebagai wilayah yang kini merupakan salah satu wilayah dengan kebutuhan ambulans yang tinggi.

     “Merupakan salah satu prioritas kami sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada penyediaan layanan vital bagi masyarakat yang terkena dampak dari wabah ini untuk terus berupaya sebaik-baiknya membantu mengurangi penyebaran dari pandemi COVID-19. Dana yang kami terima dari Coca-Cola telah dimanfaatkan untuk mendukung tugas tanggap darurat PMI di berbagai wilayah di Indonesia. Pada hari ini, kami dengan penuh rasa syukur menerima pemberian 1 (satu) unit ambulans yang rencananya akan diperuntukkan untuk mendukung layanan COVID-19 di PMI Bali.” imbuh Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI.

     Sebagai langkah pencegahan penyebaran wabah virus Corona, PMI juga telah menyalurkan bantuan yang diberikan oleh Coca-Cola melalui beberapa kegiatan diantaranya dengan melakukan distribusi paket Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) sebanyak 250.000 Kepala Keluarga (KK) di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, PMI juga telah memberikan layanan penyemprotan disinfektan dengan unit armada motor roda tiga, sampai dengan periode Mei 2020 telah menjangkau sejumlah 1.737.393 Kepala Keluarga (KK). Dimana spraying disinfektan ini secara rutin dilakukan dan berulang kali secara berkala untuk para penerima manfaat di wilayah Jakarta Pusat, Selatan dan Jakarta Timur serta Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

     “Selain itu, kami juga telah menyediakan 144 unit fasilitas cuci tangan (wastafel portable) yang didistribusikan di tiga Provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Fasilitas cuci tangan ini ditempatkan di sejumlah fasilitas umum terutama pasar serta puskesmas yang berada di 9 kota wilayah JaDeTaBek (Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi). Melalui penyediaan fasilitas ini, sebanyak 28.800 jiwa telah mendapatkan manfaat setiap harinya,” ujar Jusuf Kalla.

     Bantuan kemanusiaan Coca-Cola terhadap kegiatan pencegahan dan tanggap darurat penanganan COVID-19 dari PMI telah dilakukan secara bertahap sejak April 2020 dan akan berjalan sampai dengan November 2020. Dukungan yang diberikan oleh Coca-Cola merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong dalam usaha membantu pemerintah dan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus Corona di Indonesia. (*)

    Wahyoo Terima Pendanaan Seri A Sebesar $5 Juta

    JAKARTA, INDONESIA, 5 Agustus 2020 — Wahyoo, penyedia solusi bagi warung makan konvensional yang berbasis di Indonesia, hari ini mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri A senilai $ 5 juta yang dipimpin oleh Intudo Ventures dengan partisipasi dari Kinesys Group, Amatil X (Coca -Cola Amatil), Arkblu Capital, Indogen Capital, Selera Kapital, Gratyo Universal Indonesia dan Isenta Hioe. Wahyoo akan menggunakan hasil pendanaan ini untuk mempercepat ekspansi pasar dan menambah karyawan baru.

    Didirikan pada Agustus 2017, Wahyoo membangun ekosistem digital Indonesia yang berfokus pada digitalisasi dan meningkatkan operasi bisnis warung makan dengan skala kecil dan menengah yang melayani populasi kelas pekerja di Indonesia. Wahyoo membantu para pemilik warung makan konvensional untuk meningkatkan dan mendigitalkan operasional mereka, menawarkan layanan digital untuk menarik pelanggan, meningkatkan upaya pemasaran, menerapkan program loyalitas, memesan dan menerimabahan baku makanan, mengelola arus keuangan, memberikan pelatihan dan pendidikan melalui Akademi Wahyoo. Mitra warung makan ini juga dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui iklan dan kemitraan merek dengan Wahyoo.

    Wahyoo saat ini menjangkau Wilayah Jadetabek dengan lebih dari 13.500 warung makan yang terdaftar sebagai mitra warung makan Wahyoo. Wahyoo dipimpin oleh tim wirausaha berpengalaman, yang telah sukses membangun sejumlah perusahaan di Indonesia setelah menjalankan tugas profesional di Silicon Valley. Tim pendiri termasuk Peter Shearer sebagai Chief Executive Officer (CEO); Daniel Cahyadi sebagai Chief Operating Officer (COO); dan Michael Dihardja sebagai Chief Technology Officer (CTO).

    “Dengan pendanaan baru ini, kami berencana untuk memperluas operasi kami kekota-kota lain di luar Wilayah Jadetabek; dan menambah karyawan baru, terutama untuk unit teknologi dan produk kami. Kami akan terus menambahkan fitur dan layanan baru untuk lebih memenuhi kebutuhan pemilik warung makan, terutama meningkatkan sistem rantai pasokan dan produk keuangan, yang dirancang untuk membantu restoran meningkatkan margin dan mendapatkan akses kelayanan keuangan, "kata Peter Shearer, Pendiri dan CEO di Wahyoo. “Kami berterimakasih atas dukungan strategis dari para pendukung kami dan berharap dapat membantu mitra warung makan kami menciptakan dampak yang lebih besar bagi pemilik bisnis dan konsumen Indonesia.”

    “Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satumesinutamapertumbuhanekonomi di Indonesia dan sedang ditransformasi melalui bisnisi novatif baru seperti Wahyoo, yang membawa kemakmuran ekonomi yang lebih besar bagi pemilik usaha kecil di seluruh negeri. Dengan upaya digitalisasi, Wahyoo yang mempunyai segmen untuk para pemilik warung makan, kami percaya dapat menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi kelas pekerja Indonesia, "kata Patrick Yip, Mitra Pendiri di Intudo Ventures. 

    Menurut Patrick, dia sangat senang dapat mendukung timWahyoo dalam memenuhi kebutuhan restoran lokal dan konsumen Indonesia.

    Presiden Direktur, Coca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz mengatakan Coca-Cola Amatil telah beroperasi di Indonesia sejak 1992. "Kami bangga dengan warisan kami — dimulai sebagai bisnis keluarga lokal dan sekarang menjadi operasi multinasional dengan delapan fasilitas manufaktur dan jaringan distribusi yang menjangkau seluruh penjuru negeri. Kami telah melakukan perjalanan transformasi digital sejak 2015 — berinvestasi besar-besaran dalam sistem dan teknologi canggih untuk mendukung operasinasional kami," ungkapnya. 

    Ditegaskannya, "Kami ingin menjadi salah satu pemain top yang menggerakkan ekosistem digital di Indonesia. Kemitraan kami dengan Wahyoo akan membantu UKM mengatasi hambatan digital dan memacu pertumbuhan di industrie-commerce Indonesia. Kami bangga dapat bermitra dengan Wahyoo untuk membantu mendigitalkan pasar warung.

    Sebelum putaran ini, Wahyoo mengumpulkan pembiayaan yang tidak diungkapkan dari Agaeti Ventures, Chapter 1 Ventures, Kinesys Group, SMDV, East Ventures, dan Rentracks. (*)


    Coca Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Salurkan Bantuan Produk Minuman ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Indonenesi


    Lampung (sumbarkini.com) - Sebagai bentuk komitmen bantuan kemanusiaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia, Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia menyerahkan lebih dari 65.500 botol minuman ke berbagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di wilayah operasional perusahaan di Indonesia, sebagai bagian dari progam 1 juta minuman bagi mereka yang bertugas di garis depan dalam penanganan pelayanan dan perawatan COVID-19 di tanah air, termasuk: 7 diantaranya adalah R.S yang beroperasi di Lampung. a.l, RS. Advent Bandar Lampung, RS. Bhayangkara, RS. Urip Soemoardjo, RS. Abdul Moeluk, RS. Bintang Amin, RS. Graha Husada dan RS Bandar Negara Husada. Rumah Sakit lainnya adalah yang tersebar di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

    Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia, Lucia Karina menyatakan pentingnya peranan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19. “Kami ingin menyampaikan apresiasi kami yang terdalam bagi para tenagamedis dan pemerintah yang telah menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemic COVID-19. Melalui bantuan ini, kami juga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung dan menghasilkan inovasi untuk melindungi para pahlawan, yaitu teman-teman tenaga medis di seluruh Indonesia dalam menangani pandemi ini. Karena kami yakin, bersama kita dapat melawan COVID-19,” jelas Lucia Karina.

    Direktur Public Affairs and Communications PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, menyampaikan, menyampaikan “Ini adalah waktu yang sulit bagi kita semua, dan kami di Coca-Cola berkomitmen penuh untuk turut dapat membantu, karena kami juga adalah dari bagian masyarakat. Pemberian donasi produk adalah bagian dari Kampanye “Refresh Program” yang dilakukan di berbagai negara yang terdampak dari pandemi ini.”

    Bantuan produk minuman ini merupakan bagian dan dukungan Coca-Cola di Indonesia terkait dengan pandemic Covid 19 yang saat ini menimpa masyarakat Indonesia. Dukungan ini termasuk juga telah memberikan bantuan senilai Rp 10 miliar yang disalurkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) di bulan April 2020, dimana donasi untuk PMI tersebut disalurkan untuk bantuan darurat antara lain penyediaan Alat Pelindung Diri (PPE) untuk petugas kesehatan dan sukarelawan PMI, serta untuk mendukung program edukasi virus Corona, pelatihan deteksi dini dan respon, terutama di daerah yang menampung komunitas yang paling rentan.

    Coca-Cola Amatil Indonesia juga akan menyalurkan Alat Pelindung Diri, disinfektan yang diproduksi secara in-house di Pabrik Cibitung, serta alat kebutuhan medis lainnya ke berbagai Rumah Sakit rujukan penanganan COVID-19 di Indonesia. (*)

    CCAI dan Dynapack Bakal Bangun Fasilitas Daur Ulang Indonesia

    Jakarta (sumbarkini.com) - Pada hari ini Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) mengumumkan  bahwa telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian dasar kerjasama (Head of Agreement – HoA) dengan mitra kerja jangka panjang dalam bidang pengemasan, Dynapack Asia (Dynapack), untuk membangun fasilitas daur ulang tercanggih di dunia untuk menghasilkan Polyethylene Terephthalate (PET) di Indonesia.

    Amatil Indonesia dan Dynapack akan bekerjasama dalam setiap tahap pembuktian konsep, yang dimaksudkan guna mempertimbangkan kelayakan ekonomi, ukuran, skala dan lokasi pabrik potensial, persyaratan end-to-end hingga potensi berintegrasi ke dalam rantai nilai masing-masing perusahaan. Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, menjelaskan bahwa Amatil Indonesia dan Dynapack telah membentuk tim yang bersama-sama bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing perusahaan dalam proses produksi dan daur ulang, sebagai bagian kajian fasilitas ini.

    “Kerja sama dalam bentuk joint venture ini mewakili wujud langkah nyata kami terhadap kelestarian lingkungan hidup, melalui pendekatan yang lebih berkelanjutan terhadap plastik dan ekonomi sirkular dengan mengolah kembali limbah PET berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi, sesuai standar kemasan PET untuk produk makanan. Langkah ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi visi The Coca-Cola Company, yaitu 'World Without Waste',” jelas Kadir Gunduz

    "Langkah yang dilakukan ini merupakan langkah signifikan menuju kemandirian terhadap material plastik yang dipakai, memastikan terjadinya siklus tertutup (closed-loop) untuk kemasan plastik minuman di Indonesia," katanya.



    Kadir Gunduz juga menambahkan bahwa penggunaan plastik daur ulang dapat mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sebanyak 25.000 ton setiap tahun pada tahun 2022, sejalan dengan agenda prioritas nasional melalui kemitraan aksi plastik nasional (National Plastic Action Partnership/NPAP) dalam mengurangi sampah plastik hingga 70 persen di lautan, pada tahun 2025 mendatang.

    Sebagai perusahaan plastik rigid dan kemasan terbesar di Asia Tenggara dan Cina, Dynapack Asia bermaksud untuk berkolaborasi dengan para pelanggan mereka dalam meningkatkan penggunaan bahan baku daur ulang, memperkuat ekosistem daur ulang serta mendukung pencapaian sirkular ekonomi di Asia Tenggara dan Cina.

    "Sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap lingkungan, kami telah menandatangani komitmen global dengan Ellen McArthur Foundation untuk menggunakan setidaknya 25% bahan resin daur ulang dalam produk kemasan kita pada tahun 2025. Fasilitas daur ulang resin PET ini merupakan upaya kami dalam mencapai komitmen Perusahaan,” kata Tirtadjaja Hambali, Presiden Direktur Dynapack Asia.

    Setelah pembuktian tahap konsep dan formalisasi perjanjian telah terfinalisasi, Coca-Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asia akan menguraikan lebih lanjut program daur ulang PET tersebut.

    Selain pembangunan fasilitas daur ulang PET, kedua pihak telah mendukung banyak inisiatif komunitas untuk membantu mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan minuman, termasuk melalui insiatif Bali Beach Clean-Up dan beberapa program bersih-bersih lingkungan serupa lainnya. (*)

    Amatil Indonesia Dan Kementerian Ketenagakerjaan Tandatangani Kerjasama

    Padang (sumbarkini.com) - Pada tanggal 11 Maret 2020, Coca-Cola Amatil Indonesia melaksanakan upacara penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) CCAI yang terbaru untuk tahun 2020-2022. Proses pembaruan PKB tersebut merupakan bentuk komitmen CCAI untuk terus melindungi kesejahteraan karyawan dan mengedepankan hak asasi manusia melalui penyediaan pekerjaan, serta memberikan layanan kesehatan dan sosial yang memadai.

    Kegiatan penandatanganan juga turut disaksikan oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Peraturan Perusahaan (PP) dan PKB Kementerian Ketenagakerjaan RI, Wiwik Wisnu Murti yang menyambut baik implementasi hak asasi manusia di seluruh organisasi dan serikat sebagai bagian integrasi organisasi.

    “Kami tentunya mengapresiasi usaha Amatil Indonesia yang telah melibatkan karyawan dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama ini. Kami harap perjanjian tersebut dapat digunakan sebagai acuan bekerja sehari-hari. Kami harap inisiatif Amatil Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target PKB Industry 4.0 sebanyak 15.000 PKB yang tentunya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan meningkatkan produktivitas,” ujarnya dalam kata sambutan di upacara penandatanganan tersebut.

    Kadir Gunduz, Presiden Direktur CCAI, mengatakan bahwa Coca-Cola Amatil Indonesia telah beroperasi dan menciptakan sejarah yang luar biasa sejak 1992. "Bisnis kami tidak dapat terus tumbuh bersama dengan Indonesia tanpa dukungan, dedikasi, dan kerja keras dari karyawan kami - yang telah dan akan terus menjadi jantung dari kesuksesan Amatil Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir kami telah membangun berbagai akademi di bawah naungan CCAI Academy untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kepemimpinan dari tiap fungsi perusahaan. Kami telah mengembangkan suatu kerangka pembelajaran yang mudah untuk direplika dan berkelanjutan untuk pertumbuhan kami di hari ini dan masa depan,” jelasnya.

    Setelah meresmikan beberapa investasi infrastruktur selama beberapa tahun terakhir, seperti lini produksi dan mega distribution center, Amatil Indonesia juga berinvestasi dalam berbagai pengembangan kapabilitas karyawan melalui CCAI Academy. Dikembangkan dengan visi membawa manfaat positif bagi masyarakat, CCAI Academy terdiri dari program pengembangan kapabilitas yang komprehensif untuk memperlengkapi ribuan karyawan Amatil Indonesia dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat bagi pengembangan karir mereka saat ini dan di masa depan.

    CCAI Academy dibangun berlandaskan Safety and Governance (Keamanan dan Tata Kelola) yang membawahi tiga pilar kapabilitas, yaitu: 1) Fungsional dan Teknis – meliputi Occupational Health & Safety, Sales General Trade, Sales Modern Trade, Manufaktur, Logistik, Cold Drink Equipment and Services, Human Resource, Finance, Public Affairs-Communications and Information-Technology; 2) Kepemimpinan – ditujukan bagi supervisor, junior manager, manajerial level menengah dan program kepemimpinan bagi karyawan perempuan; dan 3) Talenta – pilar ini ditujukan untuk mempersiapkan para lulusan pascasarjana dan karyawan yang berperforma tinggi menjadi calon pemimpin masa depan di organisasi CCAI.

    Melalui berbagai metode pelatihan termasuk pelatihan di dalam kelas dan online, hingga tahun 2020 Amatil Indonesia berhasil mencapai lebih dari 76.000 hari pelatihan, dua kali lipat jumlah yang dicapai perusahaan pada tahun 2017.

    “Melalui 11 Akademi di bawah naungan CCAI Academy, kami berharap bahwa program pelatihan komprehensif ini dapat memberikan manfaat yang baik tidak hanya untuk karyawan tetapi juga bagi masyarakat,” tutur Bapak Kadir Gunduz menutup kata sambutannya. (*)

    Tutup Tahun 2019, CCAI Gali Potensi Pemain dan Pleatih Muda di Sumbar

    Kasang — Menutup tahun 2019, Coke Kicks
    kembali mengunjungi 8 kota di Indonesia untuk lakukan pelatihan sepak bola profesional bagi 256 pelatih daerah serta 1.792 pemain muda. Di tahun ke-9 penyelenggaraannya, Coke Kicks akan berfokus dalam pengembangan keterampilan, pembangunan kapasitas sekolah dan komunitas, serta mendukung kesetaraan gender dengan keikutsertaan pelatih dan pemain perempuan untuk pertama kalinya dalam program pelatihan tersebut. Pemerintahan Walinagari Kasang dan pihak pemrakarsa program yaitu Asian Soccer Academy serta Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) turut menghadiri dengan acara pelatihan Coke Kicks 2019 yang bertempat di Lapangan Tanjung Nagari Kasang Padang Pariaman sebagai kota ke-pertama di Sumatera

    “Kami selalu menyambut baik inisiatif-inisiatif positif untuk pengembangan masyarakat, seperti yang dijalankan Coca-Cola Amatil Indonesia dan ASA Foundation melalui program Coke Kicks. Kami percaya bahwa inisiatif seperti ini sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, kuat, dan mandiri,” ujar Walinagari Kasang, Damanhuri dalam kata sambutannya.



    Sejak tahun 2011 Coke Kicks telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 18.000 anak dan 1.500 pelatih di 900 titik di seluruh Indonesia. Program pelatihan tersebut telah melahirkan banyak pelatih dan pemain muda yang memberikan kontribusi penting bagi komunitas dan masyarakat. “Kami harap Coke Kicks dapat terus membawa manfaat positif bagi masyarakat daerah tempat kami beroperasi, mendorong para pelatih serta pemain muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan turur serta dalam pertandingan-pertandingan dalam skala lokal, regional, dan internasional,” ujar Yayan Sopian CA Regional Manager Coca-Cola Amatil Indonesia – West Indonesia


    Melalui program Coke Kicks, para pelatih muda tidak hanya menerima pemahaman teori pelatihan sepak bola usia dini, tetapi juga mendapatkan kesempatan praktik dari teori yang telah diajarkan. Dalam praktik di luar ruangan, para pelatih juga diminta untuk menjelaskan pelajaran-pelajaran positif yang didapatkan dari setiap rangkaian praktik yang telah dilakukan. Seluruh teori dan praktik yang diajarkan kepada pelatih nantinya akan dipraktikkan kembali untuk melatih 224 pemain pada klinik pelatihan di hari ke-2 (dua).

    Coach Yono dari ASA Foundation, pelatih kegiatan Coke Kicks Padang menyampaikan pendapatnya tentang peran penting pelatih lokal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang positif dan terus berkembang.

     “Melalui sesi train the trainers, pelatih lokal diberikan pembekalan metode pelatihan yang komprehensif, terutama tentang pembinaan mental positif tim sehingga siap meraih berbagai kesempatan di masa depan,” ujar Coach Yono.

    Dari Coke Kicks di Padang Pariaman didapatkan best Player : 1. Joulian, 2. Rahul, 3. Alfi. Best of the Best Player:
    M. Yusuf. Top skor diraih Joulian. Sementara itu best Coach diraih Jasrizul. (elsi)

    Coca-Cola Amatil Indonesia Dukung Semangat Kepahlawanan Generasi Muda Melalui Lingkungan

    Kasang, Padang Pariaman -
    Momen Hari Pahlawan, dimanfaatkan Komunitas Lasuang dari Nagari Kasang untuk menularkan semangat kepahlawanan, membangkitkan semangat juang warga nagari itu untuk membuat Kasang lebih baik ke depannya.

    Lewat Green Fun Walk, anak-anak, remaja, pemuda-pemudi dan tokoh masyarakat diajak menanam pohon di setiap halaman rumah dan kebun di sepanjang jalan dijadikan rute lintasan peserta.

    Mailisna, Ketua Komunitas Lasuang menyebutkan kegiatan yang dia lakukan bersama warga sekitarnya ini mendapat dukungan penuh dari Coca-Cola Amatil Indonesia lewat gerakan Ayo Tanam Pohon. Berbekal dukungan ratusan bibit pohon Durian  Musangking dan buah buahan lainnya di sepanjang jalur menuju Bukit Kasang dan fasilitas wisata masyarakat  nagari  mulai dari Kolam DPR hingga Kolam Bidadari.

    “Hari ini, di peringatan Hari Pahlawan kita ingin melahirkan generasi muda yang mau peduli dan berjuang untuk lingkungan dan perubahan sosial di daerah Kasang ini. Kita ajak mereka menanam pohon,” ujarnya.

    Mailisna mengungkapkan kegembiraannya, betapa warga di sepanjang jalan yang dilalui rombongan Green Funwalk bersemangat menyiapkan lobang dan menanaminya dengan bibit durian yang dibawa.

    Menurut Mailisna, sambutan seperti itu bagus untuk rencana jangka panjang Komunitas Lasuang untuk menghadirkan sentra durian di sana. Sentra durian bisa saling dukung dengan potensi wisata alam yang terus tumbuh dan berkembang saat ini.

    “Alhamdulilah kegiatan jalan
    sambil menanami pohon dan diakhiri dengan penyerahan beasiswa bersama Coca-Cola Amatil Indonesia ini berjalan sukses dan lancar. Yang membahagiakan, kegiatan itu 'ditumbuk' di Komunitas Lasuang,” ujarnya bahagia.

    Hamardian, tokoh muda Kasang yang kini dipercaya duduk di Komisi 4 DPRD Kabupaten Padang Pariaman sangat gembira dengan kepedulian Coca Cola Amatil Indonesia terhadap nagarinya melalui Komunitas Lasuang dan lainnya. Dia pun mendukung pertumbuhan pariwisata Kasang yang disertai dengan menghidupkan sektor ekonomi masyarakat di Kasang, adalah hal yang sangat diimpikannya.

    “Pariwisata ini ke depannya harus menyumbangkan peningkatan PAD Padang Pariaman. Pariwisata Kasang yang jadi penopangnya. Secara tak langsung ini bakal memajukan nagari saya ini dan bisa pula jadi percontohan bagi nagari lainnya di Padang Pariaman, bahkan Sumbar. Sentra Durian salah satu pilihan tepat untuk mendukung sektor pariwisata nantinya,” tegas pria yang akrab dipanggil Edi ini.

    Hamardian juga menginformasikan bahwa ada pula tokoh dan lembaga lainnya yang tengah berupaya masuk ke Kasang. Mereka juga ingin menjadikan daerah Kasang sentra durian Musangking dan Bawor. Semakin bagus karena makin banyak lembaga yang terlibat akan mempercepat  terwujudnya sentra durian di Kasang.

    Bahkan Isfeldi Dt. Majo Basa, niniak mamak setempat, dengan berapi-api mengungkapkan betapa Kasang terbantu oleh bangkitnya beberapa anak nagari yang mau berbuat untuk Kasang. Ada peran Coca-Cola Amatil Indonesia yang mendukung kegiatan anak nagari, melahirkan komunitas yang digerakkan untuk memajukan Kasang.

    “Kami berharap kepedulian  ini terus berlanjut. Semoga ini menarik minat perusahaan lain untuk berbuat hal yang sama di Kasang ini,” ujarnya dengan nada bahagia.

    Terkait beasiswa yang diberikan oleh Coca Cola kepada anak nagari Kasang yang tengah memperjuangkan pendidikannya dari tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi, Hamardian dan Isfeldi tampak menunjukkan apresiasi yang tinggi. Pendidikan mereka yakini sebagai upaya untuk mendongkrak kehidupan keluarga mereka dan kemaujuan Kasang ke depannya.

    CA Regional Manager Coca Cola Amatil Indonesia, Yayan Sopian  menyatakan Lewat Ayo Tanam Pohon kita tularkan virus bersahabat dan dekat dengan alam sehingga mereka menjadi pejuang  (warriors) bagi lingkungan sekitarnya dan mampu menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.
    Menurut Yayan, Nagari Kasang punya potensi wisata budaya, kuliner, agro, kriya yang beragam, potensi alam  seperti kolam rendam, jalur adventure bagi pejalan kaki bahkan jalur  adventure sepeda dimana setiap spotnya menghadirkan pesona alam yang pasti membuat orang yang datang ke sana merasakan keindahan alam dan dapat menikmati suasana nyaman di Puncak Kasang yang menyuguhkan pemandangan alam yang berbeda. (elsi)

    Coca-Cola Amatil Indonesia Dukung Semangat Kepahlawanan Generasi Muda Melalui Lingkungan

    Kasang, Padang Pariaman -
    Momen Hari Pahlawan, dimanfaatkan Komunitas Lasuang dari Nagari Kasang untuk menularkan semangat kepahlawanan, membangkitkan semangat juang warga nagari itu untuk membuat Kasang lebih baik ke depannya.

    Lewat Green Fun Walk, anak-anak, remaja, pemuda-pemudi dan tokoh masyarakat diajak menanam pohon di setiap halaman rumah dan kebun di sepanjang jalan dijadikan rute lintasan peserta.

    Mailisna, Ketua Komunitas Lasuang menyebutkan kegiatan yang dia lakukan bersama warga sekitarnya ini mendapat dukungan penuh dari Coca-Cola Amatil Indonesia lewat gerakan Ayo Tanam Pohon. Berbekal dukungan ratusan bibit pohon Durian  Musangking dan buah buahan lainnya di sepanjang jalur menuju Bukit Kasang dan fasilitas wisata masyarakat  nagari  mulai dari Kolam DPR hingga Kolam Bidadari.

    “Hari ini, di peringatan Hari Pahlawan kita ingin melahirkan generasi muda yang mau peduli dan berjuang untuk lingkungan dan perubahan sosial di daerah Kasang ini. Kita ajak mereka menanam pohon,” ujarnya.

    Mailisna mengungkapkan kegembiraannya, betapa warga di sepanjang jalan yang dilalui rombongan Green Funwalk bersemangat menyiapkan lobang dan menanaminya dengan bibit durian yang dibawa.

    Menurut Mailisna, sambutan seperti itu bagus untuk rencana jangka panjang Komunitas Lasuang untuk menghadirkan sentra durian di sana. Sentra durian bisa saling dukung dengan potensi wisata alam yang terus tumbuh dan berkembang saat ini.

    “Alhamdulilah kegiatan jalan sambil menanami pohon dan diakhiri dengan penyerahan beasiswa bersama Coca-Cola Amatil Indonesia ini berjalan sukses dan lancar. Yang membahagiakan, kegiatan itu 'ditumbuk' di Komunitas Lasuang,” ujarnya bahagia.

    Hamardian, tokoh muda Kasang yang kini dipercaya duduk di Komisi 4 DPRD Kabupaten Padang Pariaman sangat gembira dengan kepedulian Coca Cola Amatil Indonesia terhadap nagarinya melalui Komunitas Lasuang dan lainnya. Dia pun mendukung pertumbuhan pariwisata Kasang yang disertai dengan menghidupkan sektor ekonomi masyarakat di Kasang, adalah hal yang sangat diimpikannya.

    “Pariwisata ini ke depannya harus menyumbangkan peningkatan PAD Padang Pariaman. Pariwisata Kasang yang jadi penopangnya. Secara tak langsung ini bakal memajukan nagari saya ini dan bisa pula jadi percontohan bagi nagari lainnya di Padang Pariaman, bahkan Sumbar. Sentra Durian salah satu pilihan tepat untuk mendukung sektor pariwisata nantinya,” tegas pria yang akrab dipanggil Edi ini.

    Hamardian juga menginformasikan bahwa ada pula tokoh dan lembaga lainnya yang tengah berupaya masuk ke Kasang. Mereka juga ingin menjadikan daerah Kasang sentra durian Musangking dan Bawor. Semakin bagus karena makin banyak lembaga yang terlibat akan mempercepat  terwujudnya sentra durian di Kasang.

    Bahkan Isfeldi Dt. Majo Basa, niniak mamak setempat, dengan berapi-api mengungkapkan betapa Kasang terbantu oleh bangkitnya beberapa anak nagari yang mau berbuat untuk Kasang. Ada peran Coca-Cola Amatil Indonesia yang mendukung kegiatan anak nagari, melahirkan komunitas yang digerakkan untuk memajukan Kasang.

    “Kami berharap kepedulian  ini terus berlanjut. Semoga ini menarik minat perusahaan lain untuk berbuat hal yang sama di Kasang ini,” ujarnya dengan nada bahagia.

    Terkait beasiswa yang diberikan oleh Coca Cola kepada anak nagari Kasang yang tengah memperjuangkan pendidikannya dari tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi, Hamardian dan Isfeldi tampak menunjukkan apresiasi yang tinggi. Pendidikan mereka yakini sebagai upaya untuk mendongkrak kehidupan keluarga mereka dan kemaujuan Kasang ke depannya.

    CA Regional Manager Coca Cola Amatil Indonesia, Yayan Sopian  menyatakan Lewat Ayo Tanam Pohon kita tularkan virus bersahabat dan dekat dengan alam sehingga mereka menjadi pejuang  (warriors) bagi lingkungan sekitarnya dan mampu menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.
    Menurut Yayan, Nagari Kasang punya potensi wisata budaya, kuliner, agro, kriya yang beragam, potensi alam  seperti kolam rendam, jalur adventure bagi pejalan kaki bahkan jalur  adventure sepeda dimana setiap spotnya menghadirkan pesona alam yang pasti membuat orang yang datang ke sana merasakan keindahan alam dan dapat menikmati suasana nyaman di Puncak Kasang yang menyuguhkan pemandangan alam yang berbeda. (*)

    CCAI Sukses Gelar Seleksi Beasiswa Pendidikan Sepanjang Oktober


    Lampung (sumbarkini.com) - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) bekerjasama dengan berbagai stakeholder di setiap wilayah operasinya, telah sukses menggelar seleksi calon penerima beasiswa zone 1 tahun 2019. Di Medan telah dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober, Padang, 16 Oktober dan Lampung 28 Oktober 2019.

    Dalam setiap seleksinya CCAI menghimpun anak-anak berprestasi dan memiliki semangat untuk terus belajar, mengikuti kesempatan meraih Beasiswa Pendidikan Prestasi dari Amatil Indonesia. Peserta kegiatan ini adalah anak-anak warga zone 1 yang tinggal di sekitar pabrik Amatil Indonesia, dan telah dinyatakan lolos dalam seleksi tahap pertama untuk selanjutnya berhak mengikuti tes tahap kedua. Total peserta lolos seleksi tahap kedua tercatat175 orang dari 3 wilayah operasi yang terdiri dari peserta untuk kategori SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi.

    Kegiatan Tes Seleksi Beasiswa Zone 1 dibuka oleh Plant Operation Manager Pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia, Iwan Sulistyantoro. Dihadiri oleh Corporate Affairs Regional Manager Amatil Indonesia Yayan Sopian, Lurah Besar Martubung Tengku Robby, Ketua dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Medan Labuhan, Perwakilan tokoh masyarakat dan seluruh peserta.

    Lurah Besar Martubung Tengku Robby,  dalam sambutannya sangat mengapresiasi kolaborasi yang baik antara Karang Taruna dengan Coca-Cola Amatil Indonesia di Medan.  Dalam sambutannya berharap kegiatan yang diselenggarakan ini akan bermanfaat dan mendorong semangat anak-anak kita untuk terus belajar dan lebih berprestasi. 


    Menurutnya dalam pendidikan, sikap dan moral yang baik harus ditanamkan dalam diri setiap siswa maupun mahasiswa sejak dini agar ketika mereka turun dan mengabdi kepada masyarakat, mereka mampu menjadi teladan yang baik, dan yang pasti menjadi generasi muda yang bertanggung jawab serta mampu ikut memajukan daerah kita ini.


    Beasiswa Pendidikan Prestasi Coca-Cola Amatil Indonesia akan memilih 3 peserta terbaik untuk setiap kategorinya di masing-masing wilayah operasi untuk mendapatkan bantuan Pendidikan dengan total Rp 24.000.000. Ahmad Nasoha CA Executive Amatil Indonesia, menjelaskan bahwa bertumbuh bersama masyarakat merupakan salah satu pilar bisnis Coca-Cola Amatil Indonesia sejak awal beroperasi di tahun 1992, salah satunya melalui bantuan Pendidikan.

    Kami bersyukur dapat mendukung masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan pendidikan bagi siswa-siswa berprestasi. Kami harap melalui dukungan ini, generasi muda di wilayah operasional kami dapat mempersiapkan dirinya menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus meningkat seiring kemajuan zaman. Semoga kami dapat terus memperkuat tali silaturahmi dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami, baik area pabrik maupun sales office Amatil Indonesia.” (*)

    Padang Cleanup Day 2019 Ajang Kolaborasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

    Padang (sumbarkini.com) - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) bersama dengan Sea Turtle Camp Pantai Pasir Jambak, Politeknik Negeri Padang, CSR Forum Kesos Sumbar, HIPMI BPC Padang dan Komunitas Lasuang mengadakan Padang Cleanup Day 2019 di sekitar
    Pantai Muaro Anai Pasir Jambak. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 250 peserta.

    Padang Cleanup Day dimulai pukul 09.00 dengan diskusi lingkungan bersama Pati
    Haryose, Inisiator Konservasi Sea Turtle Camp Pasir Jambak dan Nova Dilastri SE, MM selaku Dosen Politeknik Negeri Padang.

    Pati Haryose dalam diskusi kali ini menyampaikan tentang pentingnya kolaborasi dalam
    mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kembali sampah plastik dalam mencegah sampah-sampah tersebut bermuara ke laut dan merusak ekosistem yang ada di dalamnya.

    Dia juga menyatakan bahwa melalui pelatihan Eco Brick yang mengajarkan proses pembuatan barang-barang yang dapat digunakan sehari-hari atau dijual kembali dari sampah-sampah plastik maka setiap orang dapat menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan lingkungannya.

    Dalam kesempatan yang sama Nova Dilastri. SE, MM menyampaikan pentingnya membangun kesadaran dan pola pikir masyarakat untuk mengolah sampah plastik dengan lebih bijaksana.

    Melalui kegiatan seperti hari ini, masyarakat diajarkan tentang pentingnya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga lingkungan dan bahwa sampah plastik juga bisa menjadi materi yang memberikan nilai ekonomi. Setelah kegiatan diskusi acara kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon cemara dan bersih-bersih pantai.

    Yayan Sopian, Corporate Affairs Regional Manager Amatil Indonesia yang hadir sebagai
    moderator dalam kegiatan diskusi menyampaikan apresiasinya terhadap semua ide dan inisiatif yang disampaikan oleh tiap peserta dalam rangka mendorong lingkungan yang lebih bersih.

    “Isu tentang sampah merupakan suatu masalah yang harus dipecahkan bersama, oleh karena itu kami bangga dapat menjadi bagian dari program hari ini yang dapat mendorong dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kinerja pengelolaan sampah yang
    berkelanjutan,” lanjutnya.
    Dukungan Amatil Indonesia terhadap Lingkungan
    Keberlanjutan di CCAI diatur dalam empat pilar terintegrasi, yaitu: People, Wellbeing,
    Environment dan Community, CCAI telah menjalankan berbagai inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai berikut: program Water Stewardship untuk mengembalikan jumlah air yang terpakai dalam proses produksi kembali ke alam dan masyarakat, Coke Kicks, City Clean-ups (termasuk kegiatan Bali Beach Clean Up yang sering mendapatkan
    penghargaan), dan Coca-Cola Forest. Program Coca-Cola Forest menggabungkan kegiatan penanaman pohon dengan pelayanan pendidikan, dan program pemberdayaan masyarakat.

    Inisiatif tersebut pertama kali berjalan di Lampung pada tahun 2014, disusul dengan wilayah Jawa Barat pada tahun 2015, dan Jawa Tengah pada tahun 2017. Melalui program Coca-Cola Forest, CCAI telah menanam lebih dari 6.200 pohon dan menyumbangkan lebih dari 300.000 pohon pada masyarakat.

    CCAI dan HIPMI BPC Padang Berbagi Semangat di UNP

    Padang (sumbarkini.com) - Kolaborasi Coca-Cola Amatil Indonesia dengan HIPMI BPC Padang hadir di Universitas Negeri Padang (UNP) keduanya hadir dalam satu semangat mendorong generasi muda lebih siap menghadapi tantangan perubahan di Era Revolusi Industri 4.0

    Hadir sebagai pembicara Mohammad Roxas Ketua HIPMI BPC Padang, Hendri Maizoni Learning and Development Manager CCAI didampingi Asmaranur HR Manager CCAI.

    Dalam presentasinya Henri Maizoni memaparkan pentingnya anak muda memiliki sikap yang tangguh , berani menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah.
    Kompetisi kedepan menurutnya akan semakin berat era revolusi industri 4.0 telah datang kita dituntut lebih kreatif karena selalu ada peluang untuk menang..

    Sementara itu Roxas Ketua HIPMI BPC Padang berbagi kisah ketika awal mula memutuskan untuk mengawali usahanya dengan tuntutan  bekerja ektra keras yang dibarengi kesabaran hasilnya, alhamdulillah kini bisa menghidupi lebih dari 37 karyawannya dalam rentang waktu 7 tahun.

    Kedua nara sumber masing masing memberikan pilihan untuk peserta bahwa banyak cara untuk menjadi sukses jadi karyawan atau berwirausaha. Jadi tidak ada alasan lagi tantantangan revolusi 4.0 kita menyerah...kepentingan kita bersama hari ini, kita bisa mengantarkan generasi muda sukses dimulai dengan keberanian menentukan goalnya ungkap Asmaranur mengakhiri Mobile Coke Tour dihadapan mahasiswa Universitas Negeri Padang.

    Mobile Coke Tour di UNP di buka langsung oleh Dr. Yulhendri S.Pd, M.Si  Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Univeraitas Negeri Padang dan  akan terus  digelar hingga akhir Desember khususnya di Padang mengunjungi kampus dan sekolah pilihan sekedar berbagi inspirasi dan semangat untuk mendorong kemajuan generasi muda Indonesia yang lebih percaya diri. (*/yan)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2