• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label MTQ. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label MTQ. Tampilkan semua postingan

    Kafilah Sijunjung Tampil Hari Pertama MTQN ke-41 Sumbar di Bukittinggi


    Bukittinggi (Sumbarkini.com) —
    Kafilah Kabupaten Sijunjung tampil pada hari pertama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Kota Bukittinggi, Minggu 14 Desember 2025.

    Pada kesempatan ini, Kabupaten Sijunjung menurunkan peserta di berbagai cabang musabaqah.
    "Pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Kabupaten Sijunjung diwakili oleh Fikri Hambrullah yang tampil di MAN 2 Bukittinggi. Sementara itu, Hanifah Firjatullah mengikuti cabang Hafalan 100 Hadis dengan Sanad (Putri) bertempat di Masjid Tablighiyyah, "ujar Nori Humas Kontingen Kabupaten Sijunjung melalui WhatssAp nya, Minggu 14 Desember siang.

    Sementata itu lanjut Nori, pada Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia Putri diikuti oleh Eno Badriah yang tampil di Masjid Al-Falah Tembok. Pada cabang Hafiz Al-Qur’an 20 Juz Putra, Muhammad Farhan Maizar tampil di Masjid Jami’ Agung Tangah, dan di lokasi yang sama Ahsin Sabilal Huda mengikuti cabang Hafiz 10 Juz Putra.

    Selanjutnya, Syauqi Azumi Al Ghifari tampil pada cabang Hafiz 5 Juz Non Tilawah di Masjid Nurul Iman. Cabang Tilawah Remaja Putri diikuti oleh Asti Melani Putri yang berlangsung di Masjid Jami’ Birugo. Sedangkan pada cabang Qira’at Al-Qur’an Murattal Dewasa Putra, Ahlan Fairuz tampil di Masjid Tangah Jua.

    "Kehadiran peserta ini menjadi wujud kesiapan dan kesungguhan kafilah Kabupaten Sijunjung dalam mengikuti MTQN ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat, sekaligus diharapkan mampu meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah, " ujar Nori Lagi.


    Sebelumnya, MTQN ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat pada Sabtu (14/12) bertempat di Lapangan Kantin Bukittinggi. Pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir bersama Ny. Riri Benny Dwifa, serta sejumlah perangkat daerah Kabupaten Sijunjung, di antaranya, Setdakab Dr. Zefnihan, AP, M. Si, Asisten I, Kabag Kesra, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sijunjung. (Humas/Andri)

    Ditutup Wabup Iraddatillah, Kecamatan Sijunjung Raih Juara Umum MTQ Nasional ke-40 Tingkat Kabupaten Sijunjung

     

    Kafilah Kecamatan Sijunjung saat menerima Piala Juara Umum dan Piala Bergilir dari Wakil Bupati Sijunjung H. Iraddatillah, S.Pt

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Kecamatan Sijunjung berhasil meraih Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-40 Tingkat Kabupaten Sijunjung tahun 2022 yang dilaksanakan di Kecapatan Kupitan pada Sabtu hingga Selasa, 19 s/d 22 November 2022

    Penetapan juara umum tersebut disampaikan Ketua Koordinator Dewan Hakim, H. Hidayatullah, Lc.MA Nomor: 09/LPTQ-SJJ/11/2022 tentang penetapan terbaik I,II,III dan juara umum MTQ ke-40 Tingkat Kabupaten Sijunjung tahun 2022 setelah ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt di Masjid Al Furqon, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan pada Selasa 22  November 2022

    Kecamatan Sijunjung berhasil meraih juara umum dengan perolehan 9 kali Juara I, 5 kali Juara II, dan 11 kali juara III dengan jumlah poin 71. Kecamatan Sijunjung pada MTQ tahun 2022 ini berhasil menggeser Kecamatan Koto VII di posisi juara II Umum dengan perolehan 9 kali juara I, 7 kali juara II, dan 3 kali meraih juara III dengan poin 69. Sementara Kecamatan Kamang Baru berhasil meraih juara III Umum dengan perolehan 7 kali juara I, 6 kali juara II, dan 6 kali juara III dengan jumlah poin 59

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah saat menutup MTQ tersebut mengapresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah banyak berkontribusi, dalam penyelenggaraan (MTQ) Ke-40 Tingkat Kabupaten Sijunjung tahun 2022, sehingga dapat berjalan dengan baik, sukses dan lancar

    "Terima kasih dan penghargaan
    kepada seluruh stakeholder dan semua lapisan masyarakat kabupaten Sijunjung, Khususnya masyarakat Kecamatan Kupitan yang telah membantu secara bersama-sama mulai dari tahap persiapan, selama proses kegiatan, sampai kepada kegiatan penutupan saat ini baik yang terlibat secara langsung maupun yang berperan secara tidak langsung untuk menyukseskan MTQ Nasional ke-40 tingkat Kabupaten Sijunjung ini,"ujarnya

    Wabup Iraddatillah mengatakan, "bagi yang sudah berhasil jangan terlalu bangga dan busungkan dada tetapi tetap rendah hati dan terus meningkatkan kualitasnya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ajang MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat. Sebaliknya bagi yang belum berhasil agar tidak berputus asa dan jadikan hasil ini sebagai cemeti untuk masa yang akan datang,"pesannya

    Wabup Iraddatillah saat menyerahkan hadiah juara I Tartil menengah kepada Adib Arja Pratama Kafilah Kecamatan Sijunjung

    Camat Sijunjung, Khairudin, SE didampingi Sekretaris Camat, Novdel Pendri Melva Putra, S.STP, M.M setelah menerima piala tersebut mengucapkan terima kasih dan syukur atas prestasi dan raihan yang telah diperoleh Kontingen Kecamatan Sijunjung pada MTQ Nasional Tingkat Kabupaten Sijunjung ke - 40 tahun 2022 ini

    "Kami sangat bersyukur sekali atas prestasi yang dihasilkan oleh adik adik kafilah Kecamatan Sijunjung. Ini adalah hasil dari kerja keras kita semua, dimulai dari pelatih, pendamping, ofisial dan seluruh yang terlibat dalam keberhasilan ini,"ujar nya

    Untuk itu kata Khairudin, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak, dimulai dari unsur forkopincam, KUA, Tokoh Masyarakat, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Pemuda, dan seluruh masyarakat Kecamatan Sijunjung yang telah mensuport, memberikan dukungan dan doa sehingga Kecamatan Sijunjung bisa meraih juara Umum pada MTQ Nasional Tingkat Kabupaten Sijunjung ke 40 tahun ini

    "Kita berharap dan berdoa agar pada MTQ Nasional Tingkat Kabupaten Sijunjung ke-41 tahun 2024 yang rencananya dilaksanakan di Kecamatan Kamang Baru nanti, Kafilah Kecamatan Sijunjung bisa mempertahankan juara 1 umum ini hendaknya,"harap Khairudin yang di amini KUA, Sekcam dan seluruh kafilah Kecamatan Sijunjung.

    Penutupan MTQ Nasional ke -40 tahun 2022 Tingkat Kabupaten Sijunjung ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Syofian Hendri bersama Anggota DPRD lainnya, Yusnidarti dan Delfirman, Sekdakab, Zefnihan, Unsur Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kemenag, Syamsul Arifin beserta KUA Kecamatan, Kepala BUMN/BUMD, Camat se Kabupaten Sijunjung dan undangan lainnya. (Andri)

    MTQ Nasional ke-40 Tingkat Kabupaten Sijunjung Resmi Dimulai, Bupati Benny Dwifa: Jangan Hanya Sekedar Lomba

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-40 tingkat Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) resmi dimulai, Sabtu (19/11/2022). 

    Mulainya MTQ Nasional ke-40 tingkat Kabupaten Sijunjung ini, ditandai dengan pemukulan gendang tambur oleh Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung beserta kepala instansi lainnya. 

    Diketahui, Kecamatan Kupitan bertindak sebagai tuan rumah pada pergelaran ini. 

    MTQ Nasional ke-40 tingkat Kabupaten Sijunjung ini akan berlangsung selama 4 hari, mulai hari ini hingga Selasa (22/11/2022). 

    "Pergelaran ini hendaknya tidak kita jadikan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi evaluasi bagi taman baca Alquran yang ada di seluruh daerah di Sijunjung," ungkap Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir. 

    Selain itu, Bupati Sijunjung juga menghimbau kepada seluruh tenaga pengajar Tilawah Quran agar terus membimbing generasi muda. 

    "Kami dari pemerintah daerah akan terus memberi dukungan baik moral maupun materi untuk kegiatan-kegiatan seperti ini," ujarnya. 

    Benny berharap, pergelaran MTQ ini bisa menjadikan generasi penerus di kabupaten Sijunjung sebagai generasi yang religius. 

    "Salah satu putra daerah Sijunjung, Dasrizal beberapa waktu lalu telah berhasil menjadi juara pada MTQ Internasional, semoga akan ada lagi kafilah-kafilah lain uang akan berpretasi serupa," tuturnya. 

    Sementara, Ketua LPTQ Sijunjung sekaligus Wabup Sijunjung Iraddatillah menyebut kegiatan ini merupakan persiapan untuk perlombaan MTQ tingkat Provinsi. 

    "Perlombaan kali ini juga merupakan persiapan kita untuk mengikuti ajang serupa pada tingkat Provinsi Sumbar," ucap Iraddatillah. 

    MTQ Nasional ke-40 tingkat Kabupaten Sijunjung diikuti oleh 546 orang yang terdiri 337 kafilah dan 209 official.(hafiz/Andri)

    MTQ ke-XXVIII Nasional di Sumbar 2020 Dilaksanakan Dengan Protokol Kesehatan

    PADANG (sumbarkini.com) - Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan pada 12 hingga 21 November 2020. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumbar melakukan rapat di Aula Kantor Gubernur,  Senin 20 Juli 2020.

    Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dihadiri Wagub Sumbar Nasrul Abit, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Asisten III Setda Sumbar, Kepala Biro Bintal dan Kesra, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Sumbar, Ketua LPTQ Sumbar, kepala OPD Sumbar dan para panitia pelaksana MTQ lainnya. Pembahasan persiapan pelaksanaan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 di Sumbar dengan penerapan Protokol Kesehatan Aman Covid-19.

    Gubernur Irwan Prayitno, mengatakan bahwa Sumbar siap menggelar kegiatan MTQ tersebut, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, karena peserta akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

    “Kita lakukan protokol kesehatan secara ketat, setiap kafilah yang datang tetap kita lakukan pemeriksaan yang mengacu pada protokol Covid-19, seperti pemeriksaan swab test ataupun rapid test. Semua ini kita lakukan untuk antisipasi agar virus corona tidak menyebar di Sumbar," ungkapnya.

    Terkait rencana tersebut, Irwan Prayitno menyampaikan agar setiap instansi, lembaga dan semua yang terkait, bisa bekerjasama dalam mengsukseskan MTQ dan termasuk mengatasi protokol kesehatan bagi pata kafilah yang datang.

    "Ini menyangkut nama daerah kita, kembalikan kejayaan Sumbar dulu. Islami sangat kuat disini, kita harus bisa menjaga itu. Selain itu saya juga mengingatkan, kasus Covid-19 sudah mulai melandai di Sumbar. Sudah banyak daerah yang masuk kategori zona hijau. Jangan sampai ada kasus baru akibat MTQ ini," ingat Irwan Prayitno.

    Gubernur Irwan Prayitno berharap pembukaan pelaksanaan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 tetap diadakan di Man Stadium Padang Pariaman. Untuk penonton akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan. Sementara untuk acara pawai dan pameran perlu pertimbangan dari semua pihak.

    "Pada pembukaan  acara pawai dan pameran perlu pertimbangan, kalau saya menyarankan tidak perlu dilaksanakan," ucap gubernur.

    Terkait dengan kedatangan tamu, gubernur Sumbar mengatakan, setiap tamu harus membuktikan bukti hasil PCR swab, termasuk semua yang terlibat untuk MTQ harus ikut swab test juga.

    "Jangan gara-gara MTQ terjadi Covid-19 di Sumbar, ini tantangan bagi kita, mari kita jaga bersama," ajaknya.

    Selain itu gubernur juga mengingatkan kemungkinan pelaksanaan dalam masa penanganan Covid, maka para panitia wajib melaksanakan protokol kesehatan, seperti pembatasan penonton, jaga jarak, pakai masker, thermogun dan menyediakan hand sanitizer serta tempat cuci tangan di lokasi kegiatan.

    "Yang jelas, Sumbar sudah siap menjadi tuan rumah MTQ sesuai dengan tanggal yang telah disepakati. Bentuk acara harus meriah tapi tidak perlu banyak penonton. Ini berperluang untuk Sumbar ber inovasi dalam iven tingkat nasional," imbuhnya.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyebutkan, bahwa diperkirakan MTQ Nasional akan diikuti sekitar 1.924 orang peserta dari berbagai provinsi, hal ini telah dilaporkan oleh gubernur Sumbar beberapa waktu lalu di Kemenag.

    "Jadi kita harus ekstra ketat mengikuti protokol kesehatan dalam penyambutan tamu-tamu kita. Karena pada saat ini kita masih dalam masa pandemi covid-19," ucap Nasrul Abit.

    "Sebelumnya kita sudah menjadwalkan serangkaian kegiatan, namun berhubung dengan situasi kita seperti ini maka kegiatan yang bersifat rentan mengundang banyak orang seperti pawai taaruf dan pameran kami berharap ditiadakan. Kalaupun untuk malam taaruf tetap dilaksanakan, namun dengan catatan mengurangi jumlah peserta yang hadir," kata Nasrul Abit.

    Pelaksanaan MTQ tahun ini tentunya akan sangat berbeda karena adanya pandemi virus corona, untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak perlu diatur sesuai protokol kesehatan. Oleh katena itu jika rangkaian kegiatan yang mengumpulkan orang yang banyak kemungkinan di tiadakan.

    "Selanjutnya untuk teknis pelaksanaan MTQ ini kita tetap dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI terkait bagaimana pelaksanaan kegiatan yang aman sesuai dengan protokol covid. Sementara ini kita harus mencocokan anggaran kita, semua alternatif harus kita siapkan dalam menghadapi situasi ini.

    "Mari kita berdo'a bersama, agar kegiatan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 bisa berjalan dengan sukses, dan bebas dari penyebaran Covid-19," ujarnya.

    Leonardy Beri Bonus untuk Kafilah MTQ Kurao Pagang


    Padang - Masyarakat Kurao Pagang, khususnya Kafilah MTQ ke-39 Kurao Pagang sangat gembira. Mereka dilepas oleh Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Apalagi kedatangan Leonardy bukan hanya sekadar membuka. Senator Sumbar ini juga memberikan bonus buat anggota Kafilah Kurao Pagang yang mendapat juara I pada MTQ Nasional ke-39 Tingkat Kecamatan Nanggalo yang bakal dihelat pada akhir Maret ini.

    "Sebagai motivasi dan dukungan pula, saya serahkan uang bonus untuk para juara 1 saja. Juara dua dan tiga silakan panitia yang berusaha mencari dukungan dari yang lainnya," ungkap Leonardy.

    Leonardy menyatakan harapannya agar Kurao Pagang bisa lebih berprestasi lebih baik dari MTQ sebelumnya yaitu di posisi empat. Dia pun berharap agar pelaksanaan MTQ ke-39 Tingkat Kecamatan Nanggalo sukses pula seperti empat kecamatan yang sudah terlebih dahulu melaksanakannya. Kalau perlu lebih baik lagi.

    Leonardy mengingatkan agar kafilah Kurao Pagang harus meningkat prestasinya. Caranya dengan mengisi seluruh cabang yang dipertanggungkan dan meraih juara di cabang itu. "Jika perlu kafilah-kafilah Kurao Pagang mampu meraih juara I," ulasnya.

    Foto bersama dengan Kafilah MTQ ke-39 Kurao Pagang.

    Terlepas dari semua itu, Leonardy mengingatkan bahwa tahapan terpenting saat memasukkan anak ke Taman Pendidikan Qurna (TPQ) atau TQA adalah proses yang dijalani anak-anak kita. Mari bantu mereka menjadi generasi penerus yang berkarakter baik dan bisa menjadi pemimpin di masa depan.

    Tak lupa Leonardy mengucapkan terima kasih kepada para orang tua kafilah MTQ ke-39 Kurao Pagang. Terima kasih telah melepas anaknya belajar mengaji di Masjid Arafah dan masjid lainnya di Kurao Pagang. Dukungan orang tualah yang membuat anak-anak kita ini mau menggali potensi untuk berprestasi.
    Leonardy berpesan Kepada Lurah Kurao Pagang, Masril, kegiatan melepas dan memberi motivasi terhadap para kafilah yang akan bertanding ini sangat baik. Jika perlu setelah mereka meraih prestasi bagus dibuat pula kegiatan untuk menyambut mereka.

    “Kita beri penghargaan sebaik-baiknya. Bonus juara I diserahkan saat penyambutan itu. Sebab selama ini penghargaan bagi pemenang lomba keagamaan memang belum seperti jikaklub sepakbola meraih juara I,” ungkapnya.

    Ketua Panitia Penyelenggara MTQ ke-39 Tingkat Keluarahan Kurao Pagang, Nofia Hendri menyebutkan pemilihan untuk tingkat kelurahan telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Kafilah diambilkan dari bibit-bibit berpotensi dari Kurao Pagang.

    "Kami berterima kasih atas kedatangan Bapak Leonardy Harmainy yang mau meluangkan waktunya untuk melepas Kafilah MTQ ke-39 dari Kurao Pagang. Kafilah terdiri dari 32 orang yang ikut di lima cabang lomba," ujar Ketua Panitia Penyelenggara MTQ ke-39 Tingkat Kurao Pagang, Nofia Hendri, SE.

    Ketua RW IV Kelurahan Kurao Pagang, Firdaus Ardianto, SIQ menyebutkan kegembiraannya dengan dukungan Leonardy terhadap anak-anak yang ikut MTQ. Motivasi yang diberikan Leonardy diharapkannya dapat memacu prestasi Kafilah Kurao Pagang.

    Dia juga minta dukungan terhadap kegiatan kepemudaan di wilayahnya. Dia mengemukakan rencana bersama warga untuk membentuk masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat. Ada pusat kegiatan olahraga, disertai taman literasi.

    "Ini diupayakan agar generasi muda di daerah ini punya kegiatan yang positif. Daripada mereka berkeliaran dan turut dalam kenakalan remaja. Kami harap dukungan bapak dalam hal ini," ujarnya. (*)

    Jadikan MTQ ke-47, Momentum Kukuhkan Padang Pariaman Kabupaten Santri

    Kayu Tanam (sumbarkini.com) - MTQ Nasional ke-47 Tingkat Kabupaten Padang Pariaman telah dibuka oleh Bupati Drs. Ali Mukhni, Jumat 30 Agustus 2019. Lapangan depan Kantor Camat 2x11 Kayu Tanam jadi saksi betapa berbagai pihak menyuarakan agar ajang lomba bidang keagamaan yang mempertandingkan 11 cabang itu selain syiar agama juga dapat mempercepat pembangunan di daerah itu dalam segala bidang.

    Oleh Anggota DPD RI H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH, keinginan itu dijadikan satu dengan menjadikan Padang Pariaman sebagai kabupaten santri. "Di Padang Pariaman banyak pondok pesantren. Dari pondok-pondok itulah umumnya peserta berbagai cabang lomba di MTQ. Perkuat saja pesantrennya, hargai ulama pimpinan pondok dan santrinya," ujar Leonardy.

     Memperkuat pesantren berarti menambah kuat semangat santri untuk belajar Alquran, membacanya dengan Tartil atau tilawah, mensyarahnya hingga menghafal Qur'an. Begitu juga dengan keterampilan kaligrafi, berpidato, berkhutbah dan lainnya yang tak lain cabang lomba di MTQ. Memperkuat pondok sekaligus menbah minat generasi muda yang dikenal dengan generasi milenial untuk memilih pondok untuk kelanjutan pendidikan mereka.

    Foto bersama usai pembukaan.

    Hal ini perlu jadi perhatian bersama karena pada tahun 2020 nanti di MTQ Nasional ke-28, Sumbar jadi tuan rumah dan pembukaannya direncanakan di Main Stadion Padang Pariaman. "Untuk itu, momen MTQ di Kayu Tanam ini sangat bagus untuk mencari bibit-bibit yang akan membawa daerah ini juara di Tingkat Sumbar. Bahkan besar kemungkinan mewakili Sumbar pada 2020 nanti," tegasnya.

    Leonardy juga berharap banyak pada dewan hakim dan panitera agar mampu mendedikasikan dirinya dalam memutuskan peserta yang benar-benar berhak jadi juara, benar-benar berhak mendapat pelatihan atau pengembangan kemampuan dirinya selanjutnya. Dengan cara ini, Sumbar dengan kepala tegak nantinya saat jadi tuan rumah MTQ Nasional ke-28 itu.

    Terkait penghargaan terhadap ulama di ajang MTQ, Leonardy melihat buktinya di pembukaan tersebut. Dia mendorong agar hal ini dibiasakan dalam kegiatan resmi keagamaan di Padang Pariaman.

    "Baru di Kayu Tanam, umara dan ulama bergandengan tangan dengan harmonis. Ulamanya pun tampil dengan sorbannya dan ditempatkan dengan baik di acara resmi," ungkap Leonardy usai pembukaan MTQ Nasional ke-47 Tingkat Kabupaten Padang Pariaman.

    Menurut Leonardy, pemandangan seperti ini hendaklah lebih sering dilihat oleh masyarakat. Lebih sering tampil di kegiatan resmi pemerintah. Ini wujud memuliakan ulama. Pesan umara akan lebih cepat sampai jika ulama menggunakan mimbar mereka untuk menyuarakan hal-hal positif dalam pembangunan yang dilakukan.

    Leonardy pun mendukung tekad Bupati Padang Pariaman Drs. Ali Mukhni yang ingin agar Padang Pariaman bisa juara tiga lagi di MTQ Nasional tingkat Sumbar. Bahkan kalau bisa tembus dua besar.

    Menurut Leonardy, impian Bupati menjadikan l-Qur'an jadi bacaan wajib bahkan kebutuhan bagi warga Piaman hendaknya didukung pula. Juga harapannya agar MTQ 2020 nanti dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan Padang Pariaman. Tentu dengan menjalankan arahan gubernur pada sambutannya yang dibacakan Kabiro Bintal Pemprov Sumbar, Jumadi.

    "Telah 60 tahun umur saya, pembukaan MTQ selain di ibukota provinsi baru kali ini. Padang Pariaman dipilih untuk pembukaan saat Sumbar sebagi tuan rumah," ujarnya.

    Semangat menyukseskan MTQ ke-47.

    MTQ Nasional ke-28 ini pasti membawa berkah. Main stadion yang digadang-gadang sebagai yang termegah di Asia Tenggara cepat selesai. Sarana dan prasarana pendukung tentu harus disiapkan pula.

    Sebagaimana informasi dari Kepala Kemenag Sumbar yang diwakil Drs. Maswar M.Ag, tentu MTQ tingkat kabupaten nasional harus menegaskan penggunaan data yang valid bagi tiap peserta. Sistem e-mtq yang dilaksanakan sejak MTQ di Mataram Nusa Tenggara Barat, tentu menutup kemungkinan memainkan data peserta karena tervalidasi dengan data kependudukan dan catatan sipil.

    Camat 2x11 Kayu Tanam, Syamsunar Dt. Majo, BA menginformasikan, MTQ ke-47 itu diikuti 17 Kecamatan. Peserta berjumlah 771 orang dengan jumlah official sebanyak 159 orang. Tim pengadil (dewan hakim) dan panitera 77 orang dan panitia 200 orang. (*)

    Tekadkan Lima Besar, Leonardy Berikan Dukungan

    Batang Anai (sumbarkini.com)
    - Kecamatan Batang Anai berencana mengirim 42 anggota kafilah untuk mengikuti MTQ Nasional ke-47 tingkat Kabupaten Padang Pariaman. Mereka bakal mengikuti 14 cabang yang dilombakan.

    Untuk menyemangati, Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH berkunjung ke kecamatan itu. Senator asal Sumbar itu ingin mengetahui dari dekat kesiapan Batang Anai untuk menghadapi MTQ itu.

    "Saya datang bersilaturahmi ke Batang Anai. Saya titip bantuan untuk kafilah kita yang akan bertanding. Semoga semua semangat dan menunjukkan prestasi terbaiknya," ujar Leonardy kepada Camat Suhardi, S.Sos, MM yang didampingi Kepala KUA Kecamatan Batang Anai, Drs. Hendri dan tokoh masyarakat Batang Anai Syafril Anis (Ajo Buyuang), Kamis 29 Agustus 2019.

    Serahkan bantuan untuk kafilah Batang Anai.

    Dikatakan Leonardy, kehadirannya tak lepas dari silaturahmi yang terjalin erat selama ini. Sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat Batang Anai terhadap dirinya untuk menyuarakan aspirasi mereka sampai sekarang.

    Leonardy menyebutkan target Batang Anai untuk menjadi lima besar harus didukung. Apalagi capaian tahun sebelumnya sudah cukup bagus. Urutan delapan dari 17 kecamatan yang ada di Padang Pariaman.

    Leonardy memberikan dorongan seperti ini lantaran melihat semangat Camat, KUA dan tokoh masyarakat setempat dalam mempersiapkan kafilah mereka. Terlebih, Kepala KUA Drs. Hendri yang belum berapa lama bertugas dinilai banyak pihak di Batang Anai memperlihatkan kesungguhan dalam mempersiapkan peserta lomba untuk cabang yang diikuti.

    Camat Batang Anai, Suhardi S.Sos, MM menyampaikan terima kasihnya atas dukungan moril dan materiil yang diberikan Leonardy. Bantuan itu sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan tim selama lomba berlangsung.

    "Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan yang Abang berikan. Ini menyemangati dan sangat berarti untuk dibelikan kebutuhan kafilah kami. Insya Allah mendapatkan hasil sesuai target yang telah ditegaskan bersama," ujarnya.

    Hendri juga mengatakan kegembiraan atas dukungan dan motivasi yang diberikan Leonardy terhadap kafilah Batang Anai. Dukungan itu sangat baik untuk menguatkan tekad anggota kafilah dalam berlomba.

    Berdasarkan informasi yang didapat, keempat belas cabang yang diikuti meliputi Tilawah (8 orang), Qiraatul Qur'an (2 orang), Tartil/Murattal (6 orang), Tahfiz satu juz dan tilawah (2 orang), Tahfiz satu juz non tilawah (2 orang), Tahfiz 5 juz dan tilawah (1 orang), Tahfiz 5 juz non tilawah (2 orang), Tahfiz 10 juz dan tilawah (1 orang), Khatil Qur'an (1 orang), MFQ (6 orang), MSQ (6 orang), Khutbah Jumat plus Azan (2 orang), Kitab Standar (2 orang), dan Bintang Kasidah (1 orang). Mereka didampingi 16 official, baik pelatih maupun pendamping.

    Berbincang dengan Camat, Kepala KUA dan tokoh masyarakat Batang Anai.


    Perhatikan Pendidikan
    Maraknya pembangunan perumahan di Batang Anai, berarti menambah kebutuhan lembaga pendidikan. Warga perumahan yang umumnya keluarga muda butuh SD untuk.anak-anaknya. Lalu SMP dan SMA. Ini diharapkan Leonardy jadi perhatian Camat dan perangkatnya.

    Begitu juga dengan rencana pemekaran nagari. Pemekaran akan mendatangkan banyak manfaat. Dana pembangunan untuk satu nagari yang luas bakal bertambah jika telah dimekarkan menjadi dua atau tiga nagari. Penambahan perangkat dan lainnya.

    Dalam pertemuan itu juga terungkap bentuk-bentuk perhatian Leonardy ke Batang Anai. Semua berawal dari bagusnya penyelenggaraan haji oleh Embarkasi Sumbar. Sumbar hanya perlu meningkatkan sisi manasik haji.

    Waktu manasik yang singkat perlu disikapi dengan menambah waktunya di saat-saat menjelang wukuf di Arafah. Waktu yang tersedia harus dimaksimalkan untuk mengingatkan jemaah haji Embarkasi Padang agar ibadah mereka lebih baik pelaksanaannya sehingga ibadah haji tersebut makbul dan mabrur.

    Terkait embarkasi haji, cerita berkembang menjadi besarnya perjuangan menghadirkan embarkasi ini. Mulai dari menghimpun data pendukung perlunya embarkasi di Padang, memperjuangkan anggaran hingga meyakinkan pemerintah.

    "Saat saya berkunjung ke Palembang baru-baru ini, sedih rasanya. Palembang yang sama-sama ditetapkan sebagai embarkasi baru pada 2006, kini sudah megah asrama hajinya. Sedih karena saya tahu persis jalan panjang menghadirkan embarkasi itu," tegas Leonardy.

    Dia pun menghimbau stakeholder terkait untuk mendukung penyelesaian pembangunan asrama haji. Terutama yang berada Batang Anai sebagai lokasi asrama haji yang baru ini. (*/Mella))

    Memotivasi, Wako Mahyeldi Saksikan Penampilan Bintang Qasidah Dewasa Putri

    KOTA SOLOK (sumbarkini.com) - Pemerintah Kota Padang terus melihatkan keseriusannya dalam memotivasi dan memberikan semangat kepada kafilah Kota Padang yang mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 Tingkat Sumatera Barat di Kota Solok.


    Dihari ke-2 pelaksanaan MTQ, Walikota Padang Mahyeldi bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali mengunjungi tempat pemondokan kafilah dan sejumlah tempat berlangsungnya perlombaan. Walikota juga menyerahkan buah tangan bagi pejuang Kota Bengkuang tersebut.

    Bahkan demi memberikan motivasi, walikota yang juga seorang dai itu menyaksikan perlombaan Kafilah Kota Padang Cabang Bintang Qasidah Dewasa Putri. Lomba ini diikuti Afrima Oktayani bertempat di Gedung Tigo Baleh Kubung Solok, Senin (17/06/2019).

    Dalam kesempatan itu, Walikota Mahyeldi berpesan kepada ofisial agar terus memperhatikan kondisi peserta. Sebab perbedaan cuaca Kota Solok dan Kota Padang jauh berbeda. Mungkin perbedaan itu nanti bisa berpengaruh kepada kesehatan peserta.

    Mahyeldi mengingatkan, "Teruslah melakukan shalat berjamaah dan menjaga kebersihan selama di pemondokan. Kepada OPD yang berkunjung agar membawa buah tangan seperti madu atau buah tangan yang sifatnya membantu dan menjaga kesehatan kafilah."

    Senada dengan itu, ofisial kepala Bidang Sekretariat Akmaludin mengatakan, sejauh ini kondisi fisik kafilah Kota Padang baik-baik saja. Adanya perbedaan cuaca antara Kota Padang dan Kota Solok namun kafilah dapat menyesuaikan.

    Ia menambahkan, dihari kedua pelaksanaan MTQ ini, kafilah Kota Padang cabang Kutbah Jumat masuk final dan cabang Tilawah Cacat Netra Putri meraih rangking tiga. “Kafilah Kota Padang sudah tampil sekitar 70 persen namun hasil penampilan tersebut belum bisa dilihat sebab perlombaan masih berlangsung," sebutnya.

    Dalam kesempatan peninjauan lapangan tersebut Ikut mendampingi Wali Kota Padang beberapa orang Kepala SKPD lingkup Pemko Padang. (*/humas-padang/mul)

    Padang Bulatkan Tekad Raih Juara Umum MTQ Nasional Ke-38

    Kota Solok (sumbarkini.com) – Bertekad meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 38 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang terus melakukan berbagai persiapan agar perolehan juara selama ini dapat dipertahankan.

    “Sejauh ini kita sudah melakukan training sebanyak 5 kali kepada kafilah-kafilah dan beberapa persiapan lainnya,” terang Wali Kota Padang Mahyeldi usai menghadiri pembukaan MTQ tersebut di Lapangan Merdeka Kota Solok, Sabtu (15/06/2019) malam.

    Mahyeldi mengajak, kepada semua official dan pendamping agar terus memantau kondisi dan perkembangan kafilah seperti makan, minum serta waktu istirahatnya. Disamping itu tetap melakukan latihan-latihan.

    “Tetap lakukan shalat berjamah, Shalat Tahajud. Inshalllah dengan izin Allah Subhana wa Ta'ala perlombaan MTQ kali ini dapat kita menangkan,” sebutnya.

    Sementara itu, Direktur Jendral (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Muhammadiyah Amin mengatakan, perlombaan MTQ ini merupakan momentum yang tepat, karena satu tahun lagi Provinsi Sumatera Barat bakal menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional.

    Disamping itu, pelaksanaan MTQ kali juga menunjukan motivasi dan antusiasme masyarakat Sumatera Barat dalam mencintai Alquran, sesuai falsafah adat Minangkabau. ‘Adat Basandi Syarak Sara’ Basandi Kitabullah.

    “Kepada semua pengurus Lembaga Pengembangan Tiwatil Quran (MTQ) setiap Provisnsi di Indonesia untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak. Bukan zamannya lagi setiap Provinsi over Qariah sehingga dikirim ke Provinsi lainnya,” terangnya saat membuka perlombaan tersebut di Lapangan Merdeka Kota Solok.

    Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengungkapkan, untuk mengatasi over kapasiti setiap pelaksanaan MTQ, sejak tahun 2016 Kemenag RI telah melakukan pembaharuan dengan menggunakan aplikasi Elektronik MTQ (e-MTQ).

    Aplikasi ini dapat meminimalisir penyimpangan dan kecurangan dalam pelaksanaan MTQ seperti mendatangkan qoriah-qoriah dari luar daerah. Dengan menggunakan e-MTQ maka identitas kepersertaan akan langsung terkoneksi ke komputer.

    “Semoga kedepan kecurangan-kecurangan seperti ini dapat dihindari, sebab ini berhubungan dengan kitab suci Alquran, maka segala seuatu berbau kecurangan harus dihindari,” sebut Amin yang juga ketua LPTQ Nasional itu.

    Sejalan dengan itu Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Nasrul Abit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai momentum perlombaan MTQ ini sebagai bentuk kecerdasan beragama didalam masyarakat. Serta mendorong kualitas beragama sehingga terwujud masyarakat yang memperkuat jadi diri bangsa melalui nilai-nilai agama.

    Sementara itu Wali Kota Solok Zul Elfian mengucapkan selamat datang kepada seluruh Wali Kota/Bupati se Sumatera Barat, tamu undangan, para official serta peserta perlombaan MTQ. “Selamat datang di Kota Solok, Kota beras, Kota Serambih Madinah,” terangnya.

    Ia berharap, perlombaan yang ikuti sekitar 1.099 orang kafilah, dari 15 hingga 21 Juni 2019 dapat berjalan dengan baik. Dan peserta dapat membawa kemengangan untuk masing-masing Kabupaten/Kota yang ia wakili.

    Usai menghadiri pembukaan MTQ ke 38 tersebut wali Kota Padang didamping Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul, Kabag Humas Pemko Padang Imral Fauzi dan Kabag Kesra Kota Padang Jamilus langsung mengunjugi lokasi pemondokan kafilah MTQ Kota Padang.
    (*/humas-padang/Mul/Faisal)

    Ini Lokasi MTQ Nasional di Sumbar

    Padang (sumbarkini.com) - Seluruh panitia pelaksana MTQ Nasional ke-28 tahun 2020, agar mempesiapkan segela sesuatu dengan matang sehingga pelaksanaannya berjalan sukses.

    Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit saat rapat persiapan pelaksanaan MTQ Nasional di ruang rapat lantai II kantor Gubernur, Kamis (21/3/2019) menekankan, segala kebutuhan yang diperlukan untuk kesuksesan acara sejak dini harus terakomodir. "Jangan sampai ada yang telupa dalam segi penganggaran, segera anggarkan di perubahan tahun ini atau pada tahun anggaran 2020," jelasnya.

    Kemudian Wagub menginginkan, pelaksanaan MTQ ini sukses dalam penyelenggaran dan prestasi untuk Sumbar sendiri. "Kita harus bisa mengulang lagi kesuksesan kita sebagai tuan rumah pada MTQ Nasional ke-13 tahun 1983 silam," harapnya. 

    Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Wiliyah Kementeriaan Agama Prov. Sumbar Hendri menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan mengusulkan sebanyak sebanyak 14 lokasi. 

    "Pengusulan tersebut akan segera kita sampaikan ke Dirjen Bimas Islam, Kementeriaan Agama," terangnya.

    Hendri mengatakan, setelah surat kita sampaikan, maka akan di lakukan survey ke lokasi-lokasi tersebut.

    "Direncanakan survey tersebut pada 1-3 April mendatang, dari hasil survey tersebut nanti akan ditentukan, apakah lokasi-lokasi yang kita usulkan tersebut sudah layak apa belum," sebutnya.

    Pelaksanaan MTQ Nasional ke-28 nanti, direncanakan pada bulan Juli 2020, dengan lokasi pembukaan di Stadion Utama, Padang Pariaman dan penutupan di Masjid Raya Sumbar.

    Berikut 14 lokasi yang diusulkan menjadi tempat pelaksanaan MTQ Nasional ke-28 tahun 2020 :
    1. Masjid Raya Sumbar
    2. Masjid Nurul Iman
    3. Masjid Baiturrahmah By Pass
    4. Masjid Raya Ganting
    5. Auditorium UNP
    6. Masjid Jabal Rahmah, Semen Padang
    7. Masjid UIN Imam Bonjol
    8. UPI Sport & exhibition Hall
    9. Gedung serba guna UIN Lubuk Lintah
    10. UPI Concention Center
    11. GOR UNP
    12. Auditorium UNP
    13. Lapangan Imam Bonjol
    14. Masjid Al-Azhar, UNP
    (MR)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2