• Breaking News

    Tampilkan postingan dengan label pengurangan resiko bencana. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label pengurangan resiko bencana. Tampilkan semua postingan

    Responsif terhadap Mitigasi Bencana, Praktisi Kebencanaan Dukung Hendri Jadi Walikota Padang

    Padang (sumbarkini.com) - Calon Walikota Padang, Hendri Septa mendapat apresiasi dari praktisi kebencanaan Kota Padang, Patra Rina Dewi. Apresiasi diberikannya sekaitan respons cepat dan kebijakan proaktif Hendri Septa dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang.

    “Hendri Septa, sosok pemimpin yang sangat responsif terhadap upaya pengurangan risiko bencana,” kata Patra Rina Dewi, Selasa 1 Oktober 2024.

    Patra yang aktif di Komunitas aga Tsunami (Kogami) mengatakan sejak menjabat sebagai Wakil hingga WaliKota Padang menggantikan Mahyeldi, Hendri Septa telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memprioritaskan keselamatan warga Kota Padang. Melalui berbagai program dan inisiatif, Hendri terus mendorong penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi potensi bencana.

    Patra juga menilai Hendri Septa sangat responsif terhadap upaya pengurangan risiko bencana. Bahkan, di saat banjir besar melanda Kota Padang, ia tak segan untuk terjun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi warganya.


    Bahkan Patra mengapresiasi maraknya pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua pada era kepemimpinan Hendri Septa. Upaya ini, terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalisir potensi pohon tumbang, yang bisa saja menyebabkan jatuhnya korban.

    Di masa kepemimpinannya Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) diperkuat.

    Patra juga mengingatkan lagi, di masa pandemi covid-19 , terlihat kesungguhan Hendri Septa agar Kota Padang bisa segera terbebas dari Covid-19. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala. 

    "Koordinasi yang intensif dilakukan dengan banyak pihak terutama, arahan untuk Dinas Kesehatan Kota Padang, camat dan lurah,” ujar peraih pin emas Kota Padang Tahun 2022 untuk Bidang Kemanusiaan.

    Dikatakan Patra, sikap responsif Hendri Septa itu kemudian menghantarkan Kota Padang menjadi juara umum di Perhelatan Jambore Pengurangan Risiko Bencana pada Juli 2019. (*)

    Nasrul Abit Terima Aspirasi Warga Aia Haji Soal Kelanjutan Pembangunan Pelindung Pantai

    Padang - Birokrat Senior Nasrul Abit menerima aspirasi dari warga Aia Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Selasa 18 Mei 2021. Warga setempat meminta Kepada Nasrul Abit, untuk menyampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumatra Barat agar dapat melanjutkan kembali proyek pembangunan Jetty atau konstruksi pelindung pantai di kawasan itu.

    “Saya sekarang bersama dengan Hanafi, Walinagari Pasa Lamo Muara Aia Haji, Sedang berada di jetty yang dibangun oleh PSDA pada tahun 2021 lalu. Masyarakat menyampaikan terima kasih. Ternyata, jetty pengaman pantai sepanjang 100 meter dan jetty pemecah ombak 2x60 meter yang dipasang dulu, sangat bermanfaat,” kata Nasrul Abit, Selasa 18 Mei 2021.

    Menurut Nasrul Abit, jeti yang dibangun itu, merupakan upaya Pemerintah Sumatra Barat untuk mengantisipasi persoalan abrasi pantai yang kerap terjadi di daerah itu. Jetty, merupakan konstruksi yang dibangun untuk memecah ombak di kawasan pantai. 

    Meski sudah dibangun pada tahun 2020 lalu kata Nasrul Abit, masyarakat di Pasa Lamo Muara Haji berharap, pembangunan itu tetap dilanjutkan pada tahun ini. Apalagi mengingat jetty sangat bermanfaat untuk mengatasi persoalan abrasi pantai. 

    “Masyarakat menyampaikan kepada saya untuk meneruskan aspirasi ke tingkat provinsi. Mereka minta tahun ini pembangunan pelindung pantai ini dilanjutkan. Saya coba nanti meneruskan aspirasi masyarakat ini,”ujar Nasrul Abit.

    “Saat ini, pantai yang dikasih nama Pantai Kito ini sudah ramai dikunjungi wisatawan. Sudah menjadi objek Wisata. Tapi kunjungan masih dibatasi lantaran pandemi belum berakhir. Yang datang juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kita berharap, PSDA kembali melanjutkan program pembangunan pelindung pantai ini,” tutup Nasrul Abit. (*)

    FPTPRB Sumbar Sasar Peserta KKN untuk Tangguh Bencana


    Padang (sumbarkini.com) -  Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana.
    Perguruan Tinggi yang memiliki kepedulian dalam pengurangan risiko bencana ini berupaya untuk terus mensosialisasikan dan membentuk nagari/desa tangguh bencana di Ranah Minang ini.


    Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana (FPTPRB) Sumbar yang diketuai Prof Dr. Ir Nasfryzal Carlo, M.Sc sasar mahasiswa yang sedang kuliah kerja nyata (KKN) sebagai agen-agen pembentukan nagari/desa tangguh bencana tersebut. Sosialisasi digencarkan, aneka pelatihan dilaksanakan bahkan universitas yang menjadi pilot project KKN Tematik Pengurangan Risiko Bencana ini pun telah ditetapkan.

    “Mahasiswa KKN akan diberikan pemahanan seputar tangguh bencana. Mereka yang menularkannya ke masyarakat dimana mereka melaksanakan KKN nantinya. Sebagai pilot projectnya kami telah menetapkan Universitas Ekasakti,” ujar alumni UBH pertama yang menjadi Guru Besar itu.

    Pria yang akrab dipanggil Carlo itu menjelaskan pemilihan universitas itu telah melalui pertimbangan matang. Kesiapan kampus pelaksana pun harus menjadi prioritas agar program ini berhasil dan berdaya guna bagi pengurangan risiko bencana di Sumbar.

    Dia berharap dapat membentuk nagari/desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan. Setidaknya ada 20 indikator untuk menggambarkan ketangguhan suatu desa karena pendekatan satu sektor saja terbukti belum bisa membangun ketangguhan secara memadai. Untuk itu, masih dibutuhkan banyak usaha baik oleh masyarakat sendiri maupun dari berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

    Diungkapkannya, FPTPRB Sumbar awalnya bakal melaksanakan KKN Tematik secara serentak. Ternyata fakta di lapangan berkata lain. Waktu pelaksanaan tidak bisa sama untuk semua universitas. Mahasiswa pelaksananya pun tidak bisa sembarangan jurusan. 

    “Alhamdulillah, Universitas Ekasakti siap menjadi pionir dari kegiatan ini. Pada 30 Juli 2018 mereka bakal menurunkan 30 mahasiswa KKN Tematik PRB ke Nagari Ketaping Kabupaten Padang Pariman,” ungkapnya.

    Ketua Panitia Dedi Fitriawan, S.Pd, M.Si, menyebutkan sosialisasi dan lokalatih KKN Tematik Pengurangan Risiko Bencana merupakan satu dari beberapa kegiatan prioritas FPTPRB.

    Kegiatan ini merupakan pilot project di Sumatera Barat yang bakal diikuti oleh delapan perguruan tinggi. Perguruan tersebut adalah Universitas Bung Hatta, Universitas Ekasakti, Universitas Negeri Padang, Institut Seni Indonesia, IAIN Bukittinggi, Universitas Taman Siswa, UIN Imam Bonjol dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

    Kegiatan sosialisasi dan lokalatih menjadi wadah bagi pegiat pengurangan risiko bencana di perguruan tinggi tentang pentingnya KKN Tematik Pengurangan Risiko Bencana ini segera direalisasikan. Sosialisasi diikuti perwakilan Technical Assistance and Training Teams (TATT’s) Indonesia Arya Mariany dan TATT’S Sumbar Maldo Vero, Mercy Corps Sumbar. Ketua FPTPRB Indonesia Prof. Dr. Eko Teguh Paripurno pun menyempatkan diri berbagai ilmu dan wawasannya dalam acara di Ruang Sidang Pascasarjana Universitas Bung Hatta di Kampus Proklamator I Ulak Karang Padang tersebut. (zul)

    Agam Siap Sukseskan HKB 2018

    Agam (sumbarkini.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam siap menyukseskan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada 26 April 2018 ini. Tim mematangkan skenario pelaksanaan simulasi bencana seperti letusan gunung api dan gempa bumi sebagai puncak HKB 2018

    Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan  BPBD Agam Yunaidi.S memaparkan teknis pelaksanaan simulasi gempa bumi dan gunungapi. Yunaidi pun menyarankan kebakaran dan kebencanaan lainnya sedapat mungkin ditambahkan dalam simulasi nanti. "Simulasi kebakaran akan menambah semarak kegiatan kita. Selain menambah semangat pemuda dan masyarakat melaksanakan HKB tingkat Agam, mereka pun makin mempunya awareness terhadap bencana," ujarnya di sela rapat teknis di Kantor Walinagari Batupalano Kecamatan Sungai Pua, Rabu 18 April 2018 malam.

    Rapat teknis antara Tim BPBD dengan KSB Kecamatan Sungai Pua dilaksanakan malam hari. Ini dinisiasi walinagari dan Ketua KSB dari  lima nagari mengingat pada siang hari para pemuda dan mereka yang perlu dilibatkan dalam kesuksesan HKB umumnya bekerja di ladang maupun aktivitas lainnya. 
         
    Walinagari Sungai Pua, Fikri Nanda menambahkan, masyarakat Sungai Pua siap membantu kelancaran pelaksanaan HKB 2018, apalagi di Sungai Pua terdapat gunung api yang masih aktif dan mungkin suatu saat akan terjadi letusan. 


    "Kita perlu persiapan melalui latihan agar masyarakat mampu dan mengetahui apa saja langkah-langkah yang akan dikerjakan ketika bencana itu datang,” 
         

    Fikri pun menegaskan kesiapan Sungai Pua menjadi pusat lokasi simulasi HKB 2018. Fikri mengungkapkan nagari mendapat dukungan penuh dari KSB, relawan PMI dan seluruh warga masyarakat kecamatan Sungai Pua. 

    Semua elemen menyadari arti penting dari pelaksanaan kegiatan simulasi tersebut. Mereka juga yang diuntungkan dalam kegiatan meminimalisir dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Agam khususnya di Sungai Pua yang memang rawan bencana.
      
    Selain simulasi, warga masyarakat juga diingatkan tentang kebencanaan ini melalui ceramah wirid dan khutbah jum'at. Juga sosialisasi melalui sekolah, kelompok dan organisasi keagamaan di MDA, didikan subuh, majelis taklim, spanduk dan baliho. Mubaligh setiap wirid dan khutbah jum’at sering memasukkan tema mitigasi bencana. Ini didukung pula dengan pemutaran film dokumenter tentang kebencanaan.  (wir)

    Pengecekan EWS Rutin Dilakukan

    Agam - Pusat Pengendalian Operasional  Penanggulangan Bencana Kabupaten Agam  selalu mengecek pendeteksi dini setiap tanggal 26 setiap bulannya selalu melakukan pengecekan alat pendeteksi dini (Early Warning System, EWS). Pengecekan dilakukan terhadap pendeteksi gelombang tsunami yang dipasang di sepanjang pantai dan pemukiman warga terdampak.

    “EWS di Agam terpasang permanen pada sembilan titik di sepanjang jalur pantai beradius 200 meter sampai 800 meter. Alat ini selalu diperdengarkan secara otomatis dari Pusat Pengendalian Operasional Lapangan (Pusdalops) kepada masyarakat setiap tanggal 26, mulai jam 10.00 WIB,” ujar Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi. S, Selasa 27 Februari 2018.

    Dikatakan Yunaidi, Agam memiliki lokasi sepanjang pantai Samudera Hindia. Bantuan EWS dan sirine BMKG Tsunami dari BNPB, satu berada pada wilayah Kecamatan Tanjung Mutiara. Delapan lainnya di halaman Masjid Syuhada Subang-Subang, di halaman Masjid Taqwa Labuhan, di halaman Masjid Nurul Iman Ujuang Labuang, di halaman Puskesmas Gasan Kaciak. Sirine EWS juga dipasang pada halaman Masjid Al Hidayah Masang, di halaman Masjid Muaro Putuih, di Pasia Paneh dan di Banda Gadang. “Inilah EWS di Agam yang perlu dipantau setiap bulannya,” ujarnya.

    Agam juga punya alat pendeteksi dini untuk pergerakan tanah longsor. Alat ini dipasang di Nagari Baringin Kecamatan Palembayan dan merupakan bantuan kerjasama dengan UGM.  Pada Kecamatan Tanjung Raya ada dua unit bantuan kerjasama dengan NGO Jepang. (wir)

    BPBD Agam Sosialisasikan PRB ke Sekolah

    Palupuh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam kini melancarkan sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke sekolah-sekolah. Dengan cara ini diharapkan kalangan siswa selalu siaga melalui pembentukan Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS).

    Harapan ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Agam, Yunaidi.S, saat menjadi pembina upacara, di SMPN 2 Palupuh, Agam.

    "Siswa sebagai komunitas pembelajar yang komit akan budaya aman dan sehat, tentu harus sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang serta siap merespon situasi lingkungan sekolahnya. Ini dalam rangka membentuk Sekolah Aman," ujarnya Senin 19Februari 2018

    Sekolah siaga bencana itu dijelaskan Yunaidi merupakan sekolah dimana warga sekolahnya memiliki kemampuan untuk mengelola risiko bencana di lingkungannya.

    Diungkapkan betapa penting mengetahui dan memahami rencana kesiapsiagaan?Kesiapsiagaan itu berguna untuk  memperkecil risiko bencana yang terjadi. "Kesiapsiagaan menjadi acuan bagi segenap warga sekolah menuju sekolah siaga," katanya.

    Yunaidi juga menyampaikan harapan Kepala Pelaksana BPBD Agam Mhd. Luthfi. Seluruh siswa diminta untuk peduli dengan segala hal. Peduli akan sampah, peduli dengan teman, peduli dengan guru dan masyarakat, sampai-sampai kita itu harus peduli dengan bencana. 

    Makan dari itu, ujar Yunaidi, sebelum bencana terjadi perlu diktahui beberapa persiapan dalam menghadapi bencana tersebut. Saat bencana terjadi, rencana tanggap bencana yang telah disusun dan disepakati warga sekolah harus diterapkan. 

    Dia meminta warga SMPN 2 Palupuh untuk rajin melakukan simulasi sesuai tanggap bencana di sekolah mereka. Pengurus OSIS di bawah bimbingan pembina dan kepala sekolah dimintanya untuk segera melakukan rapat dan menyusun kegiatan peduli bencana. 

    "Pihak BPBD dan instansi terkait akan memberikan pembekalan kepada siswa dan pelaksana kelompok siaga bencana sekolah ini," katanya menegaskan. (wir)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2