• Breaking News

    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Padang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
    Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Padang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

    Radio Padang FM, 25 Tahun Konsisten dalam Dakwah dan Berita

     

    Padang – PT Radio Suara Padang menggelar acara puncak peringatan 25 Tahun Padang FM, dengan tema; Konsistensi Mengusung Fungsi Media. Momen Bahagia ini diselaraskan dengan syukuran atas Anugerah KPID Sumbar 2023 yang diraih Padang FM untuk kategori Penyiar Radio Terbaik dan Program Religi Terbaik Sumatera Barat.

    Pada kesempatan itu, dilaksanakan juga pemberian hadiah bagi para pemenang MTQ Online Padang FM 2023, dimana Juara 1 diraih oleh Anggun Sagita Putri, Juara 2 Hafizatul Ilmi dan Juara 3 Dhea Suci Ramadhani. Syukuran dan pemberian hadiah dilaksanakan di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, Jl A Yani Padang, Rabu (20/12/2023). 

    H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, SIP, MH, selaku pimpinan PT Radio Suara Padang ini, dalam sambutannya, mengulas sedikit tentang sejarah berdirinya radio Padang FM pada tahun 1998.

    “Sepulang Jadwal Djalal  dari Jakarta, saya ajak  untuk mendirikan radio. Di mulai dari menciptakan syair lagu Padang FM. Semangatnya untuk dakwah dan berberita. Duluan lagunya, baru izinnya,” ujarnya. 

    Ditambahkan Leonardy, kemudian baru dilengkapi sarana dan prasarana. Alat-alat dan studio terus ditambah. Begitu penyampaian Ketua Badan Kehormatan  DPD RI ini mengenang awal-awal berdirinya Padang FM. Bahkan coverage area dari Padang FM harus meliputi Sumatera Barat.  Saat ini siaran Padang FM bisa dinikmati warga Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok (Arosuka), serta Kabupaten Pesisir Selatan (Kawasan Mandeh). 

    Bahkan dengan radio streaming, siaran Padang FM bisa dinikmati para perantau asal minang di daerah lain di Indonesia. Bahkan banyak pendengarnya berada di Australia dan negara lain di dunia.


    Konsentrasi radio Padang FM, lanjut Leonardy, radio dakwah dengan tagline Radio ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) yang memberikan informasi, edukasi dan sekaligus menjalankan fungsi kontrolnya sebagai bagian dari dunia pers.

    “Di Padang FM itu setiap 15 menit ada mutiara hikmah, ayat-ayat, hadis dan fatwa yang diperdengarkan. Awal-awal dulu saya yang menyiapkan naskahnya,” tutur Leonardy.

    Dan sebagai radio dakwah, ada program religi yang diasuh buya-buya dan guru besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Di antaranya Masai’l Islamiyah, Kajian Tafsir, Akidah Akhlak, Tungku Tigo Sajarangan, dan lainnya.

    Kemudian, sebut Leonardy lagi, ada program-program berita dan acara dialog Dinamika Publik yang membahas isu-isu aktual, dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten.

    “Di setiap Anugerah KPID Sumbar, Padang FM selalu dapat penghargaan. Dan di tahun 2023 ini, dapat penghargaan Penyiar Radio Terbaik dan Program Religi Terbaik,” kata Bang Leo, demikian sapaan akrab mantan Ketua DPRD Sumbar ini.


    Dan dalam rangkaian peringatan 25 Tahun Padang FM, turut digelar lomba bernuansa religi, yakni MTQ Online. Setelah dilakukan seleksi, kemudian diikuti peserta dari berbagai daerah di Sumbar bahkan ada yang dari luar. Dan hadiah bagi pemenang berupa tropi, sertifikat dan hadiah uang tunai (Rp3.000.000 untuk juara I, Rp2.000.000 untuk juara II dan Rp1.000.000 bagi juara III) diserahkan dalam acara syukuran itu.

    Padang FM pun saat ini bekerjasama dengan VOA (Voice of America). “Kemarin ini bersama VOA dalam rangkaian ulang tahun Padang FM, mengunjungi kampus-kampus yang ada di Padang dan mendapat sambutan yang luar biasa,” tukas Leonardy.

    Leonardy berharap prestasi yang telah dicapai oleh Padang FM selama 25 tahun ini dapat dijaga, dirawat dan dipertahankan. Dan ke depan,menjemput yang lebih baik lagi.

    Sementara itu, Walikota Padang Hendri Septa dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas 25 Tahun Padang FM.

    “Umur 25 tahun merupakan usia yang matang, dan semoga Padang FM semakin jaya ke depannya,” ujar walikota.

    Hendri Septa mengapresiasi radio Padang FM yang berbasis dakwah, sehingganya bisa berkontribusi di dalam mengisi batin warga Padang dengan keagamaan.

    Menurut Hendri Septa, selama ini Pemko Padang selalu membangun kerjasama dengan media, termasuk dengan radio Padang FM. “Ke depan setiap OPD harus bisa menyampaikan apa program-program dan pencapaiannya di Padang FM, agar bisa diketahui oleh masyarakat luas,” pungkas Walikota Hendri Septa.


    Kemudian, atas konsistensi radio Padang FM di bidang dakwah tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang memberikan penghargaan kepada Radio Padang FM. Penghargaan diserahkan Ketua MUI Padang Dr. H. Japeri Jarab MM dan diterima oleh Direktur Operasional Padang FM Jadwal Djalal. Juga ada apresiasi dan pujian yang disampaikan oleh pengasuh acara, bahkan Komisioner KPID Sumbar, Robert Cenedy pun menyampaikan penilaian pribadinya bahwa program-program siaran Radio Padang FM berkualitas. Dan radio lain perlu belajar kepada Padang FM. 

    Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis Kominfo Padang Boby Firman, S.IP, MM, MH, Ketua TP PKK Padang Ny Genny Hendri Septa, Direktur Operasional Padang FM Jack Djalal, serta mitra Padang FM seperti dari Bank Nagari, PDAM Padang, Swalayan Budiman, ibu-ibu majelis taklim, serta para pengasuh program di Padang FM. (Nel/p>

    Himbauan Andre Rosiade untuk Solid, Kata Leonardy : Menambah Optimisme Kemenangan Hendri Hidayat

    Padang (sumbarkini.com) - Ribuan massa antarkan calon mereka Hendri Septa, B. Bus (Acc), MIB., dan H. Hidayat ke KPU Kota Padang. Mereka bergembira mengikuti prosesi deklarasi, doa bersama dan mengiringi pasangan Padang Hebat itu ke KPU Kota Padang, Kamis 29 Agustus 2024. 

    Mereka sampai di KPU Kota Padang pada pukul 11.00 WIB. Tampak hadir Anggota DPR RI H. Asli Chaidir, SH., Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH, Anggota DPR RI H. Andre Rosiade, SE, Anggota DPRD Sumbar/Ketua DPC Partai Gerindra Verry Mulyadi , SH, Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Anggota DPRD Kota Padang/Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang Mastilizal Aye, SH, Anggota DPRD Kota Padang Delma Putra, Tokoh Masyarakat Kuranji Irwan Basyir Dt. Rajo Alam, Wakil Ketua DPD REI yang juga Tokoh Muda,Pauh Alkudri, Sekretaris DPD PAN Kota Padang Muhammad Rayhan, Ketua KPB Kota Padang, Zulkifli. Turut mengantar Niniak Mamak Piai, keluarga besar bakal pasangan calon, kader partai dan ribuan massa dari kedua partai pendukung. 

    “Kami hari ini akan menyelesaikan proses administrasi di KPU Kota Padang sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh KPU. Kemudian kami dari pengusung bakal pasangan calon dari Gerindra maupun dari PAN beserta bakal pasangan calon akan terus berkomitmen menyukseskan Pilkada Kota Padang dan akan patuh dengan aturan KPU dan Bawaslu nantinya,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Kota Padang, Mastilizal Aye, SH ketika sebelum menyerahkan dokumen pendaftaran bakal pasangan calon Hendri -Hidayat ke KPU Kota Padang. 

    Mastilizal mengharapkan dukungan yang telah ditunjukkan banyak pihak saat mendaftar ke KPU Kota Padang, bisa menjadikan bakal pasangan calon Hendri-Hidayat dan dapat mengantarkan keduanya menjadikan Padang Hebat dalam periode 2024-2029. Dia mengajak kedua partai pengusung dan semua pihak untuk meningkatkan soliditas dalam menyukseskan Pilkada Kota Padang dan mengantarkan Hendri-Hidayat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang 2024-2029. Senada dengan itu, Anggota DPR RI 

    Andre Rosiade yang juga Ketua Partai Gerindra Sumbar mengatakan pasangan Hendri-Hidayat adalah pasangan yang pas untuk melanjutkan Pembangunan Kota Padang. Ditegaskannya, Padang butuh pimpinan yang mengerti dengan Kota Padang. “Untuk itu, Hendri dan Hidayat adalah solusinya,” ujarnya. 

    Andre mengungkapkan, untuk para pedagang pasar, kini Pasar Raya Padang Fase VII sudah dibangun. Untuk anak muda Kota Padang, Gedung Bagindo Aziz Chan yang hancur akibat gempa 2009 disulap menjadi Padang Youth Centre. Bapak dan Ibu dibuat nyaman ketika anaknya menghadapi tahun ajaran baru karena Hendri Septa telah menambah ruang kelas baru (RKB) sebanyak 503 buah. Di Kampungnya Pak Irwan Basyir, Pasar Belimbing di Kecamatan Kuranji. Begitu pula dengan Pasar Ulak Karang. 

    “Yang merevitalisasi itu adalah Hendri Septa selaku Walikota Padang beserta kami Anggota DPR RI,” tegasnya. Juga Hendri Septa bisa memindahkan gedung DPRD. “Sejak ambo ketek (saya kecil) hingga kini lah gaek (sudah tua), lah punyo anak, yang bisa memindahkan Gedung DPRD Kota Padang dari Sawahan ke Air Pacah hanya Hendri Septa. Sahabat saya ini tak pandai berkata-kata yang membuai pendengarnya, namun kerjanya paling kongkrit dan paling paten,” ujar Ketua Umum Forki Sumbar tersebut saat jumpa pers di halaman KPU Kota Padang. 

    Andre juga menegaskan, calon walikota Padang yang mendapat restu dari Presiden terpilih Prabowo Subianto adalah Hendri Septa. Bukan tak mungkin dengan restu ini, Padang bisa melanjutkan pembangunan Pasar Raya Padang selanjutnya. 

    “Saya lagi di Paris, jam lima pagi ditelpon oleh Zulkifli Hasan. Apa katanya? Kita solid mendukung Hendri Septa, itu anaknya Abang, anak Bang Zul. Ketua Umum PAN itu saya dan saya dukung Hendri Septa,” ujar Andre yang disambut teriakan lanjutkan oleh kader PAN dan Gerindra. 

     Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH yang sengaja pulang ke Padang untuk mengantarkan menantunya Hendri Septa mendaftar ke KPU Padang sebagai Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang 2024-2029, mengatakan jawaban Andre atas pertanyaan wartawan media di KPU Kota Padang sangat bagus. Memberikan nilai tambah yang besar bagi Hendri  Septa dan Hidayat. 

    “Apa yang dikatakan Andre Rosiade itu sangat bagus dan memang itu yang harus sering di blow-up ke tengah massa. Bukti konkrit kemajuan Kota Padang di masa kepemimpinan Hendri Septa harus sering dipublikasikan, sering disebut-sebut di dalam pertemuan atau topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat Kota Padang,” ungkap 

    Ketua Badan Kehormatan DPD RI 2019-2024 itu. Pria yang akrab disapa Bang Leo itu berharap pernyataan Andre dan upaya-upaya nyata yang dilakukan oleh kader Partai Gerindra dapat menambah suara bagi pasangan Hendri Septa dan Hidayat. Apalagi Andre mengingatkan pentingnya konsolidasi dari kedua partai pengusung. Dia pun buka rahasia bahwa dirinya mau mendukung Hendri Septa setelah mendapat penegasan dari Ketua Umum PAN, H. Zulkifli Hasan. 

    Bahkan ketika menunggu berita acara pendaftaran bakal pasangan calon dari KPU Kota Padang, Leonardy pun memanfaatkannya untuk membicarakan apa saja Langkah-langkah yang diperlukan untuk pemenangan Hendri – Hidayat bersama besannya H. Asli Chaidir, SH. Kedua politisi senior Sumbar tersebut ingin agar gebyar yang dibuat pasangan ini di awal deklarasi dan pendaftaran pasangan calon ke KPU Kota Padang dikawal dan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. 

    Hendri Septa sebagai bakal calon walikota mengatakan dirinya bersama Hidayat akan berupaya berbuat lebih baik lagi untuk Kota Padang. “Memberikan yang terbaik untuk Kota Padang. Ini bukan sekadar janji-janji karena kami sudah memberikan bukti. Kami berterima kasih kepada KPU Kota Padang dan Bawaslu Kota Padang yang telah memfasilitasi pendaftaran para bakal pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang,” tegasnya. 

    Dia mengungkapkan program unggulan (progul) dan visi misi yang mereka usung sudah jelas yaitu mewujudkan metropolitan yang berkelanjutan. Dia pun berharap produl bserta visi misi tersebut bermanfaat bagi seluruh keluarga tidak hanya bagi Kota Padang tapi juga daerah lainnya karena Kota Padang itu etalasenya Sumatera Barat. “untuk itu kami merasa terpanggil untuk bisa memberikan pengabdian terbaik. Mudah-mudahan dengan do’a kita bersama dan dukungan kita bersama semoga pasangan hebat menjadi Walikota Padang-Wakil Walikota Padang untuk periode 2024-2029 yang akan datang,” harapnya. (*)

    KPB Tingkatkan Sinergitas dengan Stake Holder di Padang Selatan

    Padang – KPB Kota Padang terus meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Kecamatan yang ada di Kota Padang dan stakeholder terkait di masing-masing kecamatan tersebut. Senin 10 Juni 2024, giliran Padang Selatan yang dikunjungi oleh Tim KPB Kota Padang. Acara silaturrahmi tersebut dijlain oleh Sekretaris KPB Kota Padang, Rivendi Utama.

    “Kita berkunjung dalam rangka silaturahmi dengan Camat Padang Selatan dan stakeholder yang ada di kacamatan ini. KPB Kota Padang sangat mendorong KPB Kecamatan Padang Selatan mampu menjalin hubungan harmonis dengan Camat beserta jajarannya dan stakeholder yang ada,” tegas pria yang akrab disapa Pak Sek ini. 

    Diungkapkan Rivendi Utama, pertemuan dengan Camat Padang Selatan bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar elemen yang ada di tingkat Kecamatan Padang Selatan dalam penanganan dan penanggulangan bencana. 

    Sekretaris KPB Kota Padang serahkan HT dan baju seragam lapangan.

     “Harapan kami, dengan kehadiran KPB Kecamatan Padang Selatan memberikan dampak positif bagi masyarakat Padang selatan khususnya dalam penanggulangan bencana. Sebab kecamatan ini rawan bencana seperti longsor, banjir dan bencana lainnya,” ujarnya.

    Rivendi berharap semoga kedepannya integritas dan kekompakan yang berhasil dibangun oleh KPB Padang Selatan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap Masyarakat. “Sebagai wujud harapan kami itu, kami menyerahkan 1 unit HT dan 25 helai baju kaos lapangan untuk anggota KPB Kecamatan Padang Selatan. Dan kami meminta KPB Padang Selatan bisa aktif ke lapangan dan terus berkoordinasi dengan KPB Kota Padang, Pihak Kecamatan, dan insan kebencanaan yang ada di Kecamatan Padang Selatan,” ulasnya.

    Camat Padang Selatan, Anhal Mulya Perkasa, S.STP.,M.P.A mengatakan, “Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Padang Selatan sangat bangga dengan adanya KPB Kecamatan Padang Selatan. Kami pun berhahap dapat saling bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan dan insan kebencanaan yang berada di Kecamatan Padang Selatan.”

    Anhal membenarkan kecamatan yang ada di bawah kepemimpinannya termasuk wilayah rawan bencana banjir, longsor dan bencana lainnya. Tentu dengan keberadaan KPB Kecamatan Padang Selatan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana. Sehingga Ketika bencana terjadi, masyarakat lebih tanggap dan mampu mengambil Tindakan preventif.

    “Kami sangat berharap KPB dapat membantu masyarakat Padang Selatan dalam penanggulangan bencana. Lebih terasa lagi dampaknya bagi masyarakat, dan saya selaku camat mengucapkan terimakasih atas binaan dan kehadiran Sekretaris KPB Kota Padang,” ujarnya.

    Sebagai pemimpin terdepan di kecamatan, camat  itu menyatakan siap bersinergi dengan KPB Kecamatan Padang Selatan dalam penanggulangan bencana di daerah itu. Banyak hal yang perlu didiskusikan dan dikoordinasikan demi tercapainya Padang Selatan Tanggap Bencana.



    Terkait harapan yang disandangkan kepada KPB Kcamatan Padang Selatan, Hadis Qudrattullah selalku ketua tegas menyatakan dirinya atas nama ketua KPB Kecamatan Padang Selatan beserta seluruh pengurusnya siap bekerjasama dengan Camat beserta jajarannya, KSB Kecamatan Padang Selatan dan stakeholder terkait lainnya.

    “Kami sangat berterima kasih atas arahan Sekretaris KPB Kota Padang dan Pak Camat. Terimakasih atas HT dan baju seragam lapangan buat kami. Mohon bimbingan dan dukungan agar kami berhasil melaksanakan pengabdian di bidang kebencanaan ini,” harapnya.

    Sementara itu, Ketua KSB Kecamatan Padang Selatan, Benny Abeng Law juga siap memberikan dukungan. “Sangat berbangga dengan keberadaan KPB Kecamatan Padang Selatan. Kedepanya kita bersama-sama untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana khususnya di Padang Selatan. Walaupun KSB dan KPB organisasi yang berbeda tetapi tujuan kita sama,” tegasnya.

    KSB dan KPB sama-sama membantu masyarakat korban bencana. Untuk itu dibutuhkan saling kompak, saling koordinasi dan mau berjibaku membantu masyarakat Padang Selatan dalam penanggulangan bencana. “Sukses selalu KPB kecamatan Padang Selatan,” pungkasnya. (zulfadli)

    PJKIP Padang Gelar 4 (Empat) Diskusi Publik untuk Massifkan Keterbukaan Informasi Publik di Padang

    Padang(Sumbarkini.com)- Dalam rangka Pelantikan Pengurus Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Masa Bakti 2025 - 2027 dan untuk memassifkan keterbukaan informasi publik di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat, PJKIP Kota Padang akan menggelar Kegiatan Diskusi Publik dengan tema "Padang Informatif dan Komisi Informasi Kota Padang, Apakah Bisa?"

    Hal itu disampaikan oleh Ketua PJKIP Kota Padang Yuliadi Chandra pada Sabtu, 20/9/2025. Yuliadi Chandra yang akrab dipanggil Chandra menyampaikan, "Dalam Diskusi Publik tersebut in sya Allah yang akan menjadi Pembicara adalah Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat Musfi Yendra dan Ketua Dewan Penasehat PJKIP Kota Padang yang juga merupakan Ketua Komisi Informasi Sumbar periode pertama yaitu Syamsu Rizal."

    Chandra melanjutkan, "Moderator dalam Diskusi Publik tersebut adalah Wartawan Senior Sumbar yang juga merupakan Ketua Forum Wartawan Parlemen (FWP) Sumbar Novrianto Ucok, pesertanya adalah 120 orang yaitu Pimpinan bersama Anggota Komisi III DPRD Kota Padang, Kepala OPD dalam lingkup Pemko Padang yang menjadi Mitra Kerja Komisi III DPRD Padang dan jurnalis/aktifis yang dengan peduli keterbukaan informasi Publik di Kota Padang."

    "Dari komunikasi tim kami dengan Tim Ajudan Wali Kota Padang dan Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, disepakati kegiatan Diskusi Publik tersebut akan dilaksanakan Insya Allah pada hari Senin, tanggal 6 Oktober 2025", ujar Chandra.

    Chandra menambahkan, "Alhamdulillah, untuk tempat kegiatan, kami difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Padang untuk memakai Gedung Pertemuan Bagindo Azis Chan Youth Center dan untuk konsumsi difasilitasi oleh Bagian Umum Setda Kota Padang."

    Chandra menjelaskan, "PJKIP Padang dari bulan Oktober sampai Desember 2025 ini mengagendakan 4 (empat) kegiatan Diskusi Publik dengan pembicara dari unsur Forkopimda Kota Padang seperti Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, Pimpinan DPRD Kota Padang, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Kapolresta Padang, Dandim 0312/Padang. Semua kegiatan Diskusi Publik itu bertujuan untuk memassifkan keterbukaan informasi publik di Kota Padang."

    "Untuk biaya operasional semua kegiatan diatas, kami membutuhkan Rp 46.035.000,- (empat puluh enam juta tiga puluh lima lima ribu)", jelas Chandra.

    "Untuk lancarnya kegiatan diatas, kami mengharapkan kepada para pembaca yang peduli dengan program untuk memassifkan keterbukaan informasi publik di Kota Padang tersebut, untuk menyalurkan bantuannya ke rekening 21000210604892 a/n SRI TAUFIK, BANK NAGARI CABANG UTAMA PADANG (Bendahara PJKIP Padang) dan konfirmasi setelah transfer ke nomor WA 083130645744 (Arif Budiman Effendi/Sekretaris PJKIP Padang)", kata Chandra.


    "Alhamdulillaah, dari laporan tim kami, sebagian besar Anggota Komisi III DPRD Kota Padang dan Kepala OPD Mitra Kerja Komisi III DPRD Padang antusias dengan kegiatan Diskusi Publik tersebut, hanya sebagian kecil dari Anggota Komisi III DPRD Padang dan Mitra Kerja Komisi III DPRD Padang yang tidak peduli dengan program untuk memassifkan keterbukaan informasi publik di Kota Padang", pungkas Chandra.(**)

    Leonardy Apresiasi Perwati Kota Padang, Bentuklah Lembaga Pendidikan Milik Perti

    Padang - Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah (Perwati) Kota Padang periode 2023-2028 telah dikukuhkan pada Sabtu 29 Juli 2023 di Bagindo Aziz Chan Youth Centre, Padang. Banyak harapan tertumpang kepada Ketua Terpilih, Renita Susanti, S.Ag.

    Renita, mengungkapkan, “Bagi kami ini adalah amanat yang berat karena Perwati harus berlari kencang untuk mengejar ketertinggalan. Tapi dengan kepercayaan yang diberikan dan keyakinan, Insya Allah akan terus berusaha untuk bisa mewujudkan Perwati yang lebih bermartabat lagi di masa depan,” tuturnya.

    Renita mengatakan bahwa tantangan perempuan ke depan semakin berat, yang mana perempuan diidentikkan dengan golongan kedua, dalam menunjukkan jati dirinya ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang kerap dialami kaum perempuan di luar sana. Mulai dari kekerasan, bahaya narkoba, kesenjangan sosial, ekonomi, kependidikan dan lain sebagainya

    Untuk itu Perwati Kota Padang hadir guna ikut andil dalam menanggulangi dan mencarikan solusi serta dukungan bagi permasalahan-permasalahan yang terjadi tersebut. Demi terbentuknya perempuan-perempuan yang berpengetahuan dan bermartabat.

    Wakil Ketua Perwati Sumbar, Dra. Hj. Himadiar Muis menyatakan harapannya agar Perwati Kota Padang dapat memainkan perannya lebih baik dalam pemberdayaan perempuan sehingga turut berperan aktif membentuk keluarga yang tangguh dan bermartabat.

    Ketua Majelis Dewan Pembina PD Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumatera Barat, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, mengatakan Perwati merupakan organisasi wanita serumpun Perti. Untuk mengantarkan Perti di Kota Padang meneguhkan khittah di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang tangguh dan bermartabat, harus dimulai dari Perwati yang tangguh.

    Jika ingin aktif dalam berorganisasi sangat penting sekali berpedoman kepada anggaran dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta peraturan organisasi (PO). Tanda organisasi itu aktif adalah semua informasi cepat sampainya ke anggota dan kepengurusan definitif terbentuk sesuai AD/ART serta PO. 

    “Kita berikan apresiasi kepada Perwati Kota Padang yang telah melaksanakan organisasi sesuai dengan AD/ART dan PO sebagaimana semestinya,” ujar Ketua Badan Kehormatan DPD RI itu.

    Leonardy juga mengapresiasi Perti Kota Padang yang aktif dan banyak kegiatannya. Begitu juga Pemuda Perti. 

    Dia menilai, dari yang hadir di acara pengukuhan ini terlihat Perwati Kota Padang mampu membina hubungan baik secara struktural dengan Perti Kota Padang, Perti Sumbar dan Perwati Sumbar. Mampu membina hubungan baik dengan ormas dan lembaga Islam yang ada di Kota Padang serta punya hubungan harmonis dengan Pemerintah Kota Padang dan stakeholder yang ada. 

    Hal ini penting untuk pengembangan organisasi dan pengenalan organisasi kepada masyarakat luas. Perti sebagai ormas Islam besar yang lahir di Sumatera Barat, patut disayangkan jika Perti tidak mengakar di Sumbar. Masih belum banyak yang kenal baik dengan Perti. 

    Untuk itu Leonardy meminta kepada Perwati Kota Padang untuk mendirikan PAUD. PAUD ini PAUD Perti. “Sukses dengan PAUD Perti, dirikan TK Perti. Sukses dengan TK Perti dirikan SD Perti dan selanjutnya hingga Perti memiliki sekolah tinggi atau universitas,” tegasnya.

    Mengulas harapan Wakil Ketua Perwati Sumbar Dra Hj. Himadiar, Muis tentang peran penting Perwati dalam mewujudkan keluarga tangguh dan bermartabat, Leonardy mengatakan ada hal penting terkait dengan ini yang tengah gencar dilakukan oleh Pemko Padang yaitu penanganan stunting. Perwati bisa mengambil peran aktif dalam hal penanganan dan pencegahan stunting ini. “Perlu diingat, khairunnas anfa uhum linnas. ‘Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya’,” ungkap Leonardy.



    Ketua MUI Kota Padang Dr. H. Japeri Jarab, MM. juga turut mengucapkan selamat terhadap pengurus Perwati Kota Padang periode 2023-2028. “Kami mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Terima kasih pengurus Perwati sebelumnya untuk jasa-jasa yang dilakukan di Kota Padang,” ucapnya.

    Japeri juga berpesan kepada pengurus yang baru, untuk lebih meningkatkan kerja sama yang baik, dengan berbagai pihak. Baik pemerintahan maupun Ormas lainnya, karena tanpa kerjasama sebuah organisasi tidak akan bisa berjalan efektif.

    Walikota Padang yang diwakili Staf Ahli Habibul Fuadi, M.Si menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Perwati Kota Padang dan apa yang disampaikan tadi itulah persoalan yang dihadapi Pemerintah Kota Padang. Pemerintah Kota Padang dalam hal ini sangat memahami kegiatan dan program pembangunan tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Contohnya dalam penanganan stunting. Hampir tiap minggu dilakukan penanganan stunting secara berjenjang.

    “Walikota sering mengingatkan bahwa penanganan stunting ini penting karena menentukan kualitas generasi yang akan datang. Generasi yang akan berbuat lebih banyak dan lebih baik di Indonesia Emas tahun 2040 nanti,” ungkapnya.

    Untuk itu, katanya, Pemerintah Kota Padang sangat mengharapkan semua unsur organisasi yang ada di Kota Padang khususnya Perwati adalah mitra dalam membangun keluarga, membangun generasi penerus.

    Acara pengukuhan pengurus Perwati Kota Padang Periode 2023-2028 tersebut dihadiri oleh Ketua Perti Kota Padang, Prof. Dr. H. Salmadanis, MA, Kapolresta, Dandim, Kakan Kemenag Kota Padang, Ketua LKAAM Kota Padang, Bundo Kanduang Kota Padang, Ketua PAC Perti se-Kota Padang dan pimpinan ormas Islam di Kota Padang. (*)

    Yuliadi Chandra : PJKIP Padang Berkomitmen untuk Kejayaan Keterbukaan Informasi Publik di Kota Padang

    Padang(Sumbarkini.com)- Setelah resmi dilantik oleh Pengurus Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Provinsi Sumatera Barat pada Senin, 6 Oktober 2025, Pengurus PJKIP Kota Padang mempersiapkan untuk menggelar 3 (tiga) kegiatan Diskusi Publik dan 1 (satu) Dialog Khusus di TVRI Stasiun Sumatera Barat yang tujuan seluruh kegiatan itu adalah untuk kejayaan Keterbukaan Informasi Publik di Kota Padang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua PJKIP Kota Padang Yuliadi Chandra, S. Pd di Padang pada Senin, 27/10/2025.

    Yuliadi Chandra yang akrab dipanggil Chandra menjelaskan, "3 (tiga) kegiatan Diskusi Publik yang akan digelar oleh PJKIP Kota Padang direncanakan akan bertindak sebagai Pembicara antara lain Wakil Wali Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Kajari Padang, Kapolresta Padang, Wakapolresta Padang dan Komandan Kodim 0312/Padang."

    Chandra menambahkan, "Dalam waktu terdekat ini, PJKIP Kota Padang, In sya Allah pada hari Ahad, 9 November 2025 akan melaksanakan Diskusi Publik dengan tema "Urgensi Keterbukaan Informasi Publik dalam Penegakan Hukum di Kota Padang".

    "Direncanakan yang akan menjadi Pembicara pada kegiatan itu adalah Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, M. Pd, Kepala Kejaksaan Negeri Padang Dr. Aliansyah, SH, MH, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, S. IK, MH, Komisioner Komisi Informasi Sumbar Riswandy, S. Pd dan Penasehat PJKIP Sumbar Adrian Tuswandi yang saat ini adalah Anggota Dewan Pengawas Kantor Berita Indonesi (KBI) Antara dan juga Dewan Pakar PWI Pusat. Diskusi Publik tersebut akan dimoderatori oleh Bung Robby Cahyadi yang merupakan salah seorang Pengurus PJKIP Sumbar", jelas Chandra.

    Chandra melanjutkan, "Alhamdulillaah, melalui kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas  kegiatan Pelantikan Pengurus PJKIP Kota Padang Periode 2025 - 2028 dan Diskusi Publik PJKIP Padang pada hari Senin, 6 Oktober 2025 yang lalu. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Wali Kota Padang Bapak Fadly Amran yang sudah dan akan memfasilitasi konsumsi dan tempat untuk kegiatan yang telah dilaksanakan dan akan kami rencanakan."


    Chandra menjelaskan, "Beberapa waktu yang lalu, PJKIP Kota Padang juga sudah berkomunikasi dengan TVRI Stasiun Sumatera Barat. Dari komunikasi tersebut PJKIP Kota Padang dan TVRI Stasiun Sumbar sepakat untuk menggelar kegiatan Dialog Khusus dengan tema "Komisi Informasi Kota Padang, Apakah Bisa?" Pembicara pada acara itu antara lain Wali Kota Padang H. Fadly Amran, B.B.A, Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S. Pd dan Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat Musfi Yendra, S. IP, M. Si."

    "In sya Allah kegiatan Dialog Khusus itu disiarkan secara langsung oleh TVRI Stasiun Sumatera Barat pada hari Selasa, tanggal 11 November 2025, pukul 17.00 - 18.00 WIB", kata Chandra. 

    "Bagi pembaca yang peduli dan berniat memberikan dukungan finansial untuk kelancaran kegiatan-kegiatan PJKIP Kota Padang, silahkan menyalurkan dukungan finansialnya ke nomor rekening 1008.0210.12837-6 a/n PJKIP KOTA PADANG
    BANK NAGARI KANTOR KAS ULAK KARANG, konfirmasi setelah transfer ke nomor WA 083130645744", pungkas Chandra.(TIM)

     Hadiri Syukuran, Leonardy Apresiasi Atas 3 Penghargaan Padang FM dari Anugerah KPID 2022

    PADANG - Radio Padang FM mengadakan Syukuran atas anugerah yang didapatkan dalam Anugerah KPID 2022. Acara syukuran ini diadakan di Aula Singgalang Hotel Daima pada Sabtu (24/12/2022).

    Anugerah yang didapatkan adalah dalam kategori Program Berita Radio Terbaik “Selamat Pagi Sumatera Barat”, Program Religi Radio Terbaik “Kajian Tafsir”, serta Penyiar Terbaik Sumatera Barat 2022 yang dimenangkan oleh Penyiar Dhyo.

    Direktur Operasional Padang FM, Jadwal Djalal memberikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses siaran. Termasuk kepada mitra kerja dan majelis taklim yang setia mendengarkan dan menyampaikan atensi dalam setiap program Padang FM.

    “Kepada bapak ibu majelis taklim yang selalu semangat menelpon saat program Masaail Islamiyah, kami juga mengucapkan terimakasih,” ungkap Jadwal.

    Mewakili para undangan yang terdiri dari Pengasuh dan Pengisi program Masaail Islamiyah, Ketua MUI Kota Padang Dr. H. Japeri Jarab Dt. Rajo Mudo, MM menyampaikan rasa syukur dan selamat atas capaian Padang FM selama ini.

    “Semoga prestasi ini ditingkatkan dan dilanggengkan sesuai dengan arah Padang FM sebagai media berita dan dakwah,” ungkap Ketua MUI Kota Padang itu.

    Dalam sambutannya Anggota DPD RI, MPR RI yang juga merupakan Pimpinan PT Radio Suara Padang H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, mengatakan bahwa anugerah yang diterima oleh Padang FM tidak lepas dari fungsi dan visinya sebagai media dakwah dan berita, penyelaras ilmu dan agama.


    “Anugerah ini harus kita syukuri. Dengan penghargaan ini, Padang FM semakin membuktikan eksistensinya sebagai penyedia informasi berita serta media dakwah islam,” ungkap Leonardy.

    Leonardy melanjutkan kalau program Selamat Pagi Sumatera Barat yang memenangkan anugerah Program Berita Radio Terbaik merupakan salah satu program unggulan yang ditayangkan pada prime time dari pukul 07.00 - 09.00 WIB. Selain berita yang diproduksi oleh pewarta Padang FM, Leonardy mengatakan bahwa Padang FM juga bekerja sama dengan Kantor Berita Antara, Kantor Berita Radio Jakarta, dan juga Voice Of America (VOA).
    Selain itu, Kajian Tafsir yang mendapat anugerah sebagai program radio religi terbaik, merupakan bagian dari program Masaail Islamiyah juga merupakan program unggulan yang dihadirkan sebagai media pemecah masalah umat yang diasuh oleh Prof. Dr. Syafruddin Arifin, MA.

    “Tentu program Masaail Islamiyah secara umum dan khususnya Kajian Tafsir menjadi lebih baik lagi dengan diisi oleh pengasuh program ini, yaitu para Buya-buya dan Ustadz yang hari ini juga hadir di acara syukuran ini yang beberapa diantaranya bergelar Profesor seperti Prof. Dr. H. Makmur Syarif, SH., M.Ag, Prof. Dr. Asasriwarni, M.A., MH, Prof. Dr. H. Salma danis MA, Prof. Dr. Awis Karni, M.Ag,” kata Leonardy.

    Leonardy menjelaskan, sejak berdiri tahun 1998 Radio Padang FM membawa misi dalam menyelaraskan ilmu dan agama melalui program-program yang dihadirkan. Sebagai radio dakwah, Padang FM juga menghadirkan materi berupa Mutiara Hikmah yang merupakan penggalan ayat dan hadits setiap 15 menit.

    “Setiap jarum panjang jam berada pada angka 12 dan 6, ada mutiara hikmah rekaman. Lalu pada jarum jam 3 dan 9 mutiara hikmah dibacakan langsung oleh penyiar. Buya-buya saja belum tentu bisa dakwah setiap lima belas menit kan?” canda Leonardy.

    Leonardy juga secara khusus memberikan selamat kepada penyiar Dhyo yang mendapatkan anugerah sebagai Penyiar Radio Terbaik 2022. Kata Leonardy, untuk bisa terpilih sebagai penyiar terbaik Sumatera Barat membutuhkan dedikasi yang tinggi.

    “Dhyo ini membawakan Selamat Pagi Sumatera Barat dari pukul tujuh. Jadi jam setengah tujuh sudah ke radio dia ini. Nah, ini membutuhkan dedikasi tinggi dan melalui perjuangan bersiaran selama belasan tahun,” jelas Leonardy.

    Menurut Leonardy, eksistensi Padang FM juga tidak terlepas dari perkembangan radio yang tidak hanya disiarkan melalui frekuensi radio 102,6 FM. Streaming melalui aplikasi Padang FM juga menjadi media yang penting dalam menjalankan misi Padang FM.

    “Apalagi saat ini Padang FM tidak hanya bisa didengarkan di Sumatera Barat saja melalui frekuensi radio. Padang FM juga eksis di daerah lain dan bahkan di luar negeri melalui aplikasi Padang FM. Malah ada juga pendengar kita yang ada di Australia,” kata Leonardy.

    Melalui aplikasi ini, Leonardy menyampaikan misi dakwah dan berita Padang FM bisa lebih melebarkan sayapnya.
    Dalam kesempatan ini Leonardy juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada perwakilan mitra kerja Padang FM yaitu Organisasi Perangkat Daerah di Kota Padang, DPRD Sumatera Barat, Bank Nagari, RSI Ibnu Sina Padang, serta Padang Ekspres dan anggota Majelis Taklim Padang FM yang juga sudah turut mengiringi jalannya Radio padang FM.

    Di bagian akhir, Leonardy berharap capaian prestasi ini menjadi motivasi Padang FM untuk menjadi lebih baik lagi. (*)

    Hendri-Hidayat Mendapat Dukungan Penuh dari Majelis Taklim Padang FM

    Padang
    – Temu Ramah Hidayat bersama Majelis Taklim, Sahabat dan UMKM di lingkungan pendengar dan kelaurga besar Radio Padang FM berlangsung penuh keakraban, di Terra Cafe Ulak Karang Padang, Senin 7 Oktober 2024. Begitu mendengar langsung penjelasan tentang visi dan misi serta program unggulan dari Pasangan Calon Walikota Wakil Walikota Padang Nomor Urut 3, Hendri – Hidayat, peserta yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan dukungan penuh.

    “Padang Hebat, kami siap memenangkan pasangan Hendri dan Hidayat untuk memimpin Kota Padang 5 tahun ke depan. Melanjutkan kepemimpinan dan pembangunan Kota Padang,” ucap Mama Regan penggagas kegiatan bersama peserta temu ramah yang umumnya dari kalangan perempuan tersebut sambil menunjuk Hidayat yang jadi bintang di tengah-tengah mereka.

    Bahkan saking gembiranya mereka, Hidayat yang seharusnya mempersiapkan diri untuk pertemuan selanjutnya di lokasi lain, dengan sabar melayani permintaan para ibu-ibu itu untuk foto selfie.

    “Untuk kenang-kenangan indah ketika Pak Hendri dan Hidayat telah memimpin Padang nantinya. Bilo pulo kesempatan wak batamu Pak Hidayat sadakek ko lai (kapan lagi kesempatan bertemu Pak Hidayat sedekat ini),” ujar Siti Hawa, Gusni, Desni, Lismi dan lainnya sembari bergaya terbaik untuk mengabadikan memen tersebut.

    Kegembiraan itu tidak akan mungkin terjadi jika Hidayat tidak mampu menyampaikan visi dan misinya bersama Hendri Septa untuk menjadikan Padang Hebat 5 tahun yang akan datang. Hidayat juga sukses memberikan penegasan-penegasan terhadap faktor pendukung yang akan membuat mereka sukses memimpin Padang jika  diberikan kesempatan.

    Hidayat menyampaikan visi dan misi mereka.

    Sebelumnya para ibu itu mendengarkan penyampaikan visi dan misi Hidayat. Bersama Hendri Septa, Hidayat akan memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Padang terutama di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, kesejahteraan dan lainnya.

    “Sejak awal pertemuan dengan bapak/ibu dari berbagai lapisan masyarakat di Kota Padang, kami tidak mau merayu bapak/ibu dengan uang dan hadiah. Itu bertentangan dengan nurani dan apa yang telah kami jalani selama ini berkecimpung di dunia politik,” tegas Hidayat .

    Hidayat hanya mengutarakan, dia dan Hendri Septa telah sepakat untuk memprioritaskan masalah agama, ekonomi dan kesehatan warga kota. Berbagai kegiatan agama akan mereka dukung. Bahkan tagihan listrik untuk rumah ibadah akan dibantu Pemko agar pengurus rumah ibadah tidak ragu berkegiatan. Lomba-lomba akan diadakan untuk menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut. Termasuk lomba asmaul husna yang pernah marak dilaksanakan di Kota Padang.

    “Kita juga tidak ingin bapak/ibu meminjam kepada etek-eteknya. Apakah etek yang bernama rentenir, etek julo-julo tembak, etek Mekar, etek pinjol dan lainnya yang bukannya membantu perkembangan usaha, namun malah mematikan usaha bapak ibu sekalian karena bunganya yang cukup tinggi. Untuk itu Hendri dan Hidayat punya solusi,” ujarnya.

    Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Hendri dan Hidayat akan mendukung lembaga keuangan syariah yang benar-benar mau dan mampu memberikan akses permodalan, pendampingan dan peningkatan usaha masyarakat. Apakah itu BPR Syariah atau unit syariah Bank Nagari akan didorong untuk memberikan pinjaman maksimal Rp10 juta, tanpa agunan namun tetap memperhatikan kelayakan usaha calon peminjam atau debitur.

    Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan mereka nantinya akan memperhatikan para Perempuan pejuang keluarga. Perempuan yang harus tampil di depan menopang perekonomian keluarga mereka.

    “Jadi silakan bapak dan ibu renungkan, lebih baik mana jika kami berbuat lebih banyak dan lebih menguntungkan masyarakat Kota Padang setelah terpilih? Atau berbuat banyak sebelum terpilih namun abai terhadap bapak/ibu setelah terpilih karena asyik mengembalikan modal yang dikeluarkan selama proses pemilihan?” ujar Hidayat melemparkan pertanyaan kepada yang hadir di café yang ada di Kawasan Ulak Karang itu.

    Hidayat juga mengungkapkan, bapak dan ibu tentu khawatir anak belum pulang ketika hari sudah larut malam. Apalagi saat ini berita tentang kejadian tawuran tengah marak. Untuk itu, Hendri Septa dan Hidayat siap bersama bapak dan ibu untuk menuntaskan persoalan tawuran ini.

    “Mohon maaf kepada Bapak/Ibu jika anaknya dibawa oleh petugas trantib nantinya jika masih berkeliaran atau berkumpul-kumpul di atas pukul sepuluh malam. Apalagi jika mereka membawa senjata tajam. Mereka bukan ditangkap tapi dididik untuk disiplin, dididik untuk terampil menggunakan waktu sebaik mungkin, mampu menggunakan energi berlebih mereka untuk hal-hal yang bermanfaat,” ungkapnya.

    Namun Hidayat juga mengingatkan, jika sudah tiga kali dilakukan pembinaan dan orang tua juga sudah tahu dan sudah tiga kali pula menandatangani perjanjian, maka tidak ada ampun lagi. Si anak dipersilakan menyelesaikan persoalan mereka di depan hukum positif yang berlaku di negeri kita.

    Menanggapi penyampaian Hidayat Mama Lidya yang sering jadi MC di berbagai acara termasuk stasiun televisi di Padang menyatakan dukungannya. Perhatian pemimpin terhadap warganya memang sangat diperlukan. Dai berharap agar kepemimpinan Hendri dan Hidayat nantinya bisa memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian seni dan budaya Minangkabau.

    Gusni seorang pelaku UMKM dan akfit di Majelis Taklim Padang FM berharap dukungan Hidayat jika terpilih nantinya untuk mendukung grup-grup pengembangan rebana di masjid dan mushalla yang ada di Kota Padang. Dia berharap perlombaan rebana, asmaul husna dan lomba lainnya marak dilakukan sehingga warga aktif berkegiatan.

    Pimpinan Radio Padang FM, Jadwal Djalal yang diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan, mengatakan sosok Hendri Septa dan Hidayat sangat dia kenali dengan baik. Makanya dirinya mendudukung penuh kegiatan yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Radio Padang FM, Sahabat Radio Padang FM dan pelaku UMKM di lingkungan keluarga besar Radio Padang FM.

    “Ini murni keinginan para pendengar radio Padang FM yang dikenal dengan sebutan Majelis Taklim Padang FM. Mereka ingin dipertemukan dengan Hendri dan Hidayat agar lebih kenal baik dengan pasangan ini sehingga bisa berkabar kepada saudara, teman dan masyarakat di lingkungan mereka lebih baik,” ujarnya.

    Hal yang sama diakui oleh Mama Regan yang rutu menggagas kegiatan ini dengan sukses. Dia berharap Majelis Taklim Radio Padang FM, Sahabat Radio Padang FM dan pelaku UMKM di lingkungan keluarga besar Radio Padang FM aktif memenangkan pasangan Hendri-Hidayat, pasangan calon walikota dan wakil walikota Padang dengan nomor urut 3.

    “Kami berharap, Pak Hidayat dan Pak Hendri Septa bisa memimpin Kota Padang. Dan tetap ingat dengan bapak dan ibu majelis taklim, sahabat dan UMKM yang hadir pada hari ini, “ ujarnya. (*)

    Anggota DPR RI, Andre Rosiade Serahkan Bantuan Ambulans kepadaKPB Kota Padang

    Padang - Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade menyerahkan satu unit ambulans kepada Komite Peduli Bencana (KPB) Kota Padang, Jumat 17 November 2023. KPB adalah organisasi independen yang kerap turun membantu ke lapangan saat terjadi bencana di Kota Padang atau Sumbar umumnya. 

    Ketua KPB Kota Padang Zulkifli mengatakan Andre Rosiade bukanlah orang lain bagi KPB Padang. Karena sejak berdiri, Andre sudah diangkat menjadi penasehat KPB dan kerap berkolaborasi dalam menanggulangi bencana.

    "Karena itulah kita adakan silaturahmi bersama penasehat KPB Kota Padang, pak Andre Rosiade dalam rangka penyerahan ambulance juga," kata Ketua KPB Zulkifli mengucapkan terima kasih dari KPB kepada penasehat KPB Andre Rosiade yang telah menyerahkan satu unit ambulance dari dana aspirasinya kepada KPB.

    "Selama ini kami selalu dibantu. Kami juga bersyukur mendapatkan dukungan dari Fraksi Gerindra Padang. KPB banyak mendapatkan bantuan juga dari Pokir anggota Gerindra Padang," ujarnya.

    Dia mengatakan, selama ini, KPB Padang bergerak tak terlepas dari dukungan Andre Rosiade sebagai penasehat, sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

    "Kami relawan bukan untuk menghentikan jumlah korban. Tapi meminimalisir risiko jika terjadi bencana," ungkapnya Zulkifli.

    Sementara itu, Sekretaris KPB Padang Rivendi menambahkan KPB berdiri sejak tahun 2018. Sebelum itu para anggotanya berasal dari Kelompok Siaga Bencana (KSB) se-Kota Padang.

    Andre Rosiade berikan apresiasi untuk KPB.


    Barulah setelah pak Andre Rosiade turut membina KPB, kami bisa bergerak lebih banyak dan masif. Dari situ KPB terus turun membantu para korban bencana. Sebelumnya agak kesulitan untuk turun," kata Rivendi.

    Rivendi mengatakan KPB Padang berterima kasih atas kehadiran Andre Rosiade yang selalu bersinergi dengan relawan kebencanaan.

    "Kami berterima kasih atas kehadiran pak Andre Rosiade dan bahagia didatangi ke Sekretariat. Selama COVID-19 kita setahun bergerak bersama melakukan penyemprotan desinfektan dan kegiatan sosial lainnya. Semua bisa dilakukan karena dukungan Andre Rosiade," ungkapnya.

    Pada kesempatan itu, Andre Rosiade memuji dedikasi KPB Padang dalam membantu masyarakat Kota Padang yang terkena dampak bencana. Dia menyebut KPB telah mengawal masalah kebencanaan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

    "Terima kasih kepada KPB Padang yang telah mengawal masalah kebencanaan di Kota Padang. Semoga kerja sama dan kolaborasi kita terus berlanjut. KPB terus jadi garda terdepan yang bermanfaat. Mudah-mudahan bisa terus mengabdi untuk Kota Padang," kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

    Andre Rosiade menegaskan, Partai Gerindra, baik provinsi dan Kota Padang dan kabupaten/kota terus mendukung soal penanggulangan kebencanaan.

    "Begitu juga untuk kebencanaan di Kota Padang. Kami akan selalu mendukung program-program KPB dan organisasi kebencanaan lainnya," tutup Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar.

    Foto bersama usai penyerahan ambulans.

    Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Anggota DPRD Padang Manufer, tokoh muda Padang Rachmad Wijaya dan anggota KPB Padang dan kecamatan se-Kota Padang.(*)


    Padang Makin Berbenah di Usia 349 Tahun, Ini Kata Senator Leonardy

    PADANG (sumbarkini.com) - DPRD Kota Padang menggelar Sidang Paripurna Istimewa
    dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-349. Acara ini dilangsungkan di Aula Sidang Utama DPRD Padang, Selasa 7 Agustus 2018.

    Sidang dipimpin Ketua DPRD Padang, Elli Thrisyanti. Dia mengatakan Kota Padang harus mewujudkan kerja nyata dengan memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
    “Pembangunan kota ini harus mengarah pada kegiatan rakyat. Memperkuat sektor-sektor kerakyatan. Wujudkan kerja nyata untuk rakyat," ujarnya.
    Elli menegaskan hari jadi Kota Padang hendaknya dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan yang telah dan akan dilaksanakan ke depan.
    Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP dalam sambutannya mengungkapkan memperingati hari lahir kota Padang membawa memori kita kembali mengingat peristiwa heroik 7 Agustus 1669, dimana pasukan Berbangsa Taji dari Pauh Koto Tangah dengan dukungan penuh dari masyarakat melakukan penyerangan ke Loji Belanda yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kedua belah pihak dan mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi pemerintah Belanda.
    Selanjutnya berdasarkan peraturan pemerintah No.17 tahun 1980, 21 Maret 1980 Wilayah Administrasi Kota Padang diperluas dari 33 KM2 Menjadi 694,96 KM2 meliputi 11 Kecamatan dan 193 Kelurahan, Kota Padang semakin berkembang menjadi pusat pemerintahan, Perdagangan dan industri, Pendidikan dan Pintu Gerbang Sumbar dengan Fasilitas sarana dan prasarana cukup memadai.
    "Saat ini dalam usia 349 Kota Padang dengan luas daratan 694,96 KM2 ditambah dengan luas lautan 700 KM2, Meliputi 11 Kecamatan dan 104 Kelurahan, telah berhasil meraih berbagai prestasi pembangunan, tetapi disisi lain Kita Padang sebagai Kota besar yang sudah di tetapkan sebagai Kota inti Metropolitan Palapa (Padang-Lubuk Alung-Pariaman,red). Namun tetap saja masih dihadapkan pada tantangan beberapa masalah perkotaan," ujar Mahyeldi.
    Kemajuan Kota Padang saat ini diapresiasi Senator Sumbar yang memenuhi undangan Pemerintah Kota Padang. Anggota DPD RI Asal Sumbar H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa menyebutkan di HUT Kota Padang ke-349 tahun ini, Padang sejauh ini dilihat dari kinerja pemerintah kota telah memperlihatkan kemajuan yang pesat dan sangat signifikan. Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan.

    "Beberapa tahun lalu hingga saat ini telah terlihat perkembangan yang pesat di Kota Padang, baik berupa infrastruktur atau pun sektor yang menggerakkan perekonomian. Itu  terlihat diantaranya pembangunan jalur dua di sepanjang jalan bypass, pembangunan kawasan Muaro Lasak yang jadi ikon Padang. Hingga penataan Pasar Raya dan pasar satelitnya serta beberapa pembangunan lainnya," katanya.
    Ia berharap Pemko Padang terus melakukan gebrakan untuk kemajuan Kota Padang dan kesejahteraan masyarakat dari semua sektor. Sektor ekonomi dan penunjangnya harus terus digenjot agar Padang jadi kota tujuan bukan sekadar transit.
    Pariwisata jawabannya. Usaha Pemko memanfaatkan isu Indian Ocean, tugu perdamaian, objek wisata keluarga, lapau panjang cimpago yang menyanyikan kerelaan pelaku usaha di Pantai Purus untuk direlokasi, masjid besar di pinggir laut harus diapresiasi dan kita dukung. (icha)


    Ratusan Orang Adu Kencang ke Gunung Padang

    Padang (sumbarkini.com)
    – Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-355 bakal dibuat berbeda. Sejumlah agenda disiapkan agar lebih semarak. Diantara kegiatan untuk memeriahkannya adalah Padang Trail Running. Iven ini dihelat Sabtu 27 Juli 2024. Ratusan pelari berpacu menaiki Gunung Padang yang terletak di Kecamatan Padang Selatan.

    “Kegiatan ini merupakan iven pertama menjelang HJK Padang ke-355, kita ingin HJK ini milik semua warga. Dengan kegiatan Padang Trail Running juga bisa menambah minat wisatawan untuk berkunjung ke Padang,” ujar Pj. Wako Padang Andree Algamar.

    Andree Algamar juga me­ngajak masyarakat untuk hidup sehat dengan rutin berolahraga. Berolahraga sambil menikmati objek wisata di Kota Padang.

    Ditegaskan Andree, rute yang dipilih, berawal Bagindo Aziz Chan Youth Center – Kawasan Kota Tua – Jembatan Siti Nurbaya – Gunung Padang. Rute pada kegiatan ini merupakan perjalanan napak tilas Siti Nurbaya sampai ke Gunung Padang.

    Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani mengatakan, kegiatan Padang Trail Running ini merupakan bentuk memeriahkan HJK Padang ke-355, yang diikuti oleh komunitas pelari Kota Padang.

    “Kegiatan ini sebagai penanda perhelatan HJK ke-355, dengan iven ini diharapkan bagian dari komunitas yang ada di Kota Padang dilibatkan dalam rangka HJK ini, tentunya kita harus melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat,” kata Yudi.

    Yudi menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti Padang Trail Running sebanyak 50 orang. Finish berada di atas Gunung Padang. Semua pelari yang notabene merupakan Komunitas Karambia Runner itu menempuh rute yang telah ditentukan.

    Sebagai infomasi tambahan, HJK Padang ke-355 akan dimeriahkan dengan berbagai hiburan yang dihelat mulai 28 Juli-11 Agustus 2024. Kegiatannya meliputi Festival Budaya, Festival Siti Nurbaya, Padang Trail Running, Padang Gowes Adventure, tabligh akbar, anjangsana, turnamen sepakbola se-Sumbar, donor darah, lomba fashion show, pelepasan 355 tukik, serta sejalan dengan pelaksanaan MTQ ke-41 Kota Padang. (*)



    Masyarakat Padang Alai Inginkan Sawah Mereka Kembali

    Padang Alai – Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman termasuk daerah yang parah ketika bencana gempa 30 September 2009 lalu. Bangunan roboh, sawah berhektar-hektar hilang dilanda longsor, serta korban jiwa yang banyak.

    Kini masyarakat di daerah Koto Tinggi dan Gunung Tigo yang banyak persawahan hilang dilanda longsor itu mengharapkan agar areal persawahan mereka kembali. Keinginan itu didasari banyak hasil panen sawah itu dulunya. Bahkan banyak zakat yang dibayar masyarakat sehingga sawah di sana dikenal dengan sawah tempat bajakaik (berzakat).

    “Masyarakat kami berharap sawah yang hilang akibat gempa 2009 dibuatkan sawah lagi. Itu sawah tampek bajakaik (tempat berzakat) dulunya,” ujar Ketua Bamus Nagari Gunung Padang Alai, Dasman Koto kepada Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH yang datang ke nagarinya.

    Dasman Koto mengharapkan Leonardy dapat memfasilitasi alat berat untuk membuat sawah baru. Juga mesin bajak yang bisa digunakan di lahan sawah yang tidak datar.

    Tokoh masyarakat setempat, Candrawasih menambahkan peralatan pemerintah selain membuat sawah digunakan pula untuk menggarap lahan-lahan tidur di Nagari Gunung Padang Alai. Menurutnya, banyak lahan tidur yang jika bisa dijadikan lahan produktif akan sangat membantu perekonomian masyarakat di nagari itu.

    Pernyataan Bamus juga didukung oleh Sekcam Padang Alai Beniman. Sawah di V Koto Timur ada 264 hektar. Di Padang Alai ada 84 hektar. Luasannya akan bertambah jika sawah yang tertimbun longsor bisa dilakukan pencetakan sawah baru.

    Walinagari Gunung Padang Alai, Aidinur menyatakan nagarinya paling ujung di Kecamatan V Koto Timur. Gunung Padang Alai berbatasan dengan Malalak Barat, Kabupaten Agam. Nagari tersebut terdiri dari 9 korong dan paling luas di Padang Pariaman dengan luas 4149,33 hektar atau 41,49 kilometer persegi.

    Dia mengungkapkan bahwa nagari yang dia pimpin itu sedang dalam tahap pemekaran. Dan berharap agar Leonardy turut mengawal pemekaran yang telah diverivikasi lapangan ini agar segera terealisasi. “Nagari kami sangat luas Pak. Memiliki 9 korong. Satu Korong Sialangan saja sudah sama luasnya dengan satu nagari di tempat lain. Makanya pemekaran ini sangat diharapkan,” ujarnya.

    Camat Anasman yang sudah kenal Leonardy tak kalah gembira dengan kedatangan senator asal Sumbar itu. Camat menyebutkan bagaimana kiat Leonardy dalam persoalan pembebasan tanah untuk pembuatan jalan lingkar, asrama haji, politeknik pelayaran dan lainnya yang berdampak besar terhadap kemajuan Padang Pariaman.

    “Saya kenal beliau sejak di Dinas Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman dulu. Tepatnya di 2009. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dan saya liat langsung bagaimana Bang Leonardy ini memperjuangkan proyek dan kegiatan pembangunan di Padang Pariaman. Sangat tepat jika menitip aspirasi kepada beliau ini,” ungkapnya.

    Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH. Menyebutkan pencetakan sawah baru tergantung kepada luasan sawah yang akan dicetak. Pencetakan sawah baru ini bisa mempedomani pedoman teknis cetak sawah yang dikeluarkan Direktoral Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, petunjuk pelaksana yang dikeluarkan Dinas Pertanian Sumbar dan petunjuk teknis yang dikeluarkan Dinas Pertanian Padang Pariaman.

    Dikatakannya ada program swakelola cetak sawah dengan pola swakelola yang bekerja sama dengan instansi terkait. TNI pun dilibatkan dalam kegiatan ini. Kegiatan cetak sawah secara teknis dimulai dari identifikasi calon petani dan calon lokasi, survei dan investigasi calon petani dan calon lokasi, penetapan petani dan lokasi serta pelaksanaan cetak sawah dan pemanfaatannya.

    Dia menyebutkan, soal pemakaian alat berat untuk pembukaan lahan sebaiknya dikoordinasikan dulu dengan dinas terkait. Apakah program dan kegiatannya ada di dinas itu. Jika tidak, bina hubungan dengan anggota dewan yang daerah pemilihannya termasuk Gunung Padang Alai ini. Minta kepada mereka untuk mengawal dan memperjuangkan usulan yang telah dibuatkan pada musrenbang mulai dari tingkat Korong, nagari, kecamatan dan kabupaten nantinya.

    “Sebaiknya, nagari membentuk Bumnag. Bumnag dimodali kegiatan usahanya dari dana desa. Dana ini digunakan untuk mendorong perkembangan produk unggulan nagari. Misal kelapa atau pinang,” ujar Leonardy.

    Bumnag Padang Alai Saiyo yang didirikan pada 2018, kata Leonardy diarahkan untuk peremajaan kelapa dan membeli bibit pinang. Bagikan ke masyarakat untuk ditanam pada lahan-lahan mereka. Empat tahun kemudian bisa dinikmati hasilnya oleh masyarakat. Bumnag pun mendapat bagi hasilnya.

    Keuntungan Bumnag ini nantinya bisa digunakan untuk mendanai kegiatan dan program yang tidak bisa menggunakan dana desa. Keuntungan Bumnag boleh dimanfaatkan untuk pencetakan sawah baru, mengelola lahan tidur masyarakat. Tentu saja dengan perjanjian saling menguntungkan. “Proposal kepada dinas terkait atau pemerintah tetap dijalankan sembari mengupayakan nagari bisa mandiri. Bisa membangun nagari dari keuntungan Bumnag,” ujarnya memotivasi.

    Leonardy juga mengajak walinagari, Bamus, KAN, LPM, walikorong, perangkat/staf nagari dan tokoh masyarakat Gunung Padang Alai memanfaatkan program-program dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang tertuang dalam Permendes Nomor. 13 Tahun 2020. Arahkan penggunaan dana desa untuk membangun nagari sesuai tipe-tipe desa yang ditetapkan dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) Desa. 

    Sekaitan Gunung Padang Alai yang kini kesulitan dengan komunikasi telepon dan internet akibat tower disambar petir, manfaatkan program kerjasama Kemendes PDTT dengan Kominfo untuk membuka akses telepon dan internet ke desa-desa di seluruh Indonesia. “Syaratnya sediakan tanah seluas 300 meter persegi, ajukan ke Kemendes PDTT yang akan membangun tower, genset dan prasarana penunjangnya. Jika oke nantinya Kemenkominfo yang mengurus sinyal dan penunjangnya,” ungkap Leonardy.

    Upayakan Stadion di Padang Alai

    Tokoh masyarakat Padang Alai, H. Zai yang telah lama dikenal Leonardy saat membuat jalan dari Kudu Ganting- Padang Alai dan Padang Alai – Ulu Banda di Malalak mengharapkan hadirnya stadion di Padang Alai. H. Zai yang memang hobi sepakbola dari muda dulu meminta fasilitasi Leonardy agar Kementerian Pemuda dan Olahraga mau menjadikan lapangan bola Padang Alai menjadi stadion.

    Harapan H. Zai ini disampaikannya demi melihat animo generasi muda di sana terhadap sepakbola. Mereka giat latihan dan mengikuti pertandingan sepakbola. Di Piala Danone tahun 2016, Padang Alai menjadi wakil dari regional Sumbar-Riau. “Saat itu Padang Alai meraih harapan I. Sangat menggembirakan. Ini perlu terus kita dorong,” ujarnya.

    Menanggapi hal itu, Leonardy menyebutkan H. Zai harus mampu mendesak walinagari menjadikan tanah lapangan bola kaki yang ada di depan kantor walinagari ini sebagai milik nagari. Lalu dibuat proposal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sertakan cerita penguat mengapa di daerah ini perlu dibuatkan stadion. “Akan kita kawal bersama-sama nantinya,” ujar Leonardy. (*)

    Bupati Sijunjung Jemput Kode Desa Persiapan Nagari Padang Laweh Selatan ke Mendagri.

    JAKARTA (Sumbarkini.com) - Dalam rangka percepatan pengembangan Nagari Persiapan Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII menjadi Nagari Defenitif. Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, S.STP.M.Si jemput Kode Desa ke Jakarta bersama Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Bambang Surya Irwan dan Kepala DPMN, Khamsiardi, SSTP.M,Si

    Kode Desa tersebut diserahakan langsung  Mentri Dalam Negeri melalui Direktur Jendral Bina Pemerintahan Desa, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd di Jakarta pada Kamis 25 November 2021.

    Adapun Proses pemekaran Nagari Persiapan Padang Laweh Selatan dan persiapan pelaksanaan pemerintahan ini dengan kronologisnya sebelum Undang undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa adalah

    1.Pemekaran Nagari Padang Laweh Selatan diawali dengan Adanya Proposal usulan Pemekaran Nagari dan Pengukuhan Jorong Sungai Gemuruh dan Ranah Sigading menjadi Nagari Definitif Padang Laweh Selatan PadaTanggal 18 Agustus 2020

    2.Selanjutnya PadaTanggal 20 Januari 2011 Dibentuk Tim Kajian Pemekaran Nagari melalui SK Bupati Sijunjung Nomor;188.45/40KPTS-BPT-2011 tentang Pembentukan TimKajian Pemekaran dan Penggabungan Nagari Kabupaten Sijunjung Tahun 2011

    3.Berdasarkan hasil kajian Tim, proses pemekaran Nagari dapat dilanjutkan dan memenuhi syarat sehingga PadaTanggal 5 Maret 2012 Ditetapkan Peraturan Bupati Sijunjung Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pembentukan Nagari Persiapan Padang Laweh Selatan Kecamatan KotoVII

    4.Selanjutnya dalam waktu berjalan Sebagaimana Pasal 7 Peraturan Daerah Kabupaten Sijunjung Nomor5 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Nagari, Dalam pemekaran Nagari baru, Bupati dapat menetapkan nagari persiapan dengan ketentuan setelah adanya pembinaan paling lama 1 tahun dan memenuhi syarat-syarat ter bentuknya nagari sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 dibentuk nagari defenitif, 

    namun dikarenakan adanya Surat Gubernur Sumatera Barat Nomor140/565/Pem-2012 perihal Moratorium Pemekaran Nagari, Desa dan Kelurahan pada tanggal 16 April 2012, proses dan tahapan pemekaran nagari Persiapan Padang Laweh Selatan ditunda sementara sampai dengan ditetapkannya Undang-Undang tentang Desa dan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang dimaksud.

    Selanjutnya proses tindak lanjut pemekaran Nagari Persiapan Padang Laweh Selatan setelah ditetapkan nya undang undang no 6 tahun 2014 tentang desa

    1) Setelah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pada tanggal 19 Januari 2015 Bupati Sijunjung meminta proses lanjut pemekaran dan penerbitan kode registrasi nagari persiapan padang laweh selatan melalui Suratkepada Gubernur Sumatera Barat Nomor:140/39 Adm.Pem-2015 perihal Pemekaran NagariPadangLawehSelatan.


    2)Pada tanggal 26 Januari 2015 Gubernur Sumatera Barat menerbitkan kode Nagari Padang Laweh Selatan sesuai dengan Surat Nomor 120/071/Pem-2015 perihal Kode RegisterNagariPersiapan Padang Laweh Selatan dengan Kode registeryang diberikan adalah13.03.08.2007

    3)Pada tanggal 26 April 2016 diterima surat dari Gubernur Sumatera BaratNomor: 120/307/Pem-2016 perihal Pemekaran Nagari, dimana pada surat tersebut menyatakan bahwa proses Nagari persiapan Padang Laweh Selatan Kecamatan Koto VII menjadide fenitif dapat dilanjutkan penyusunan Ranperda Pembentukan Nagari.

    4)Padatanggal 23 Januari 2017 diundangkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa yang mengatur tentang persyaratan dan mekanisme pelaksanaan pembentukan desa.

    5)Pada tanggal 6 April 2018 proses Penyusunan Ranperda tentang Pembentukan Nagari Padang Laweh Selatan Kecamatan Koto VII oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung bersama DPRD selesai dan selanjutnya Bupati Sijunjung meminta Evaluasi terhadap Peraturan Daerah tersebut kepada Gubernur Sumatera Barat melalui Surat Nomor:188.342/269/Huk-2018.

    6)Pada tanggal 23 Mei 2018 melalui Surat Bupati Sijunjung kepada Gubernur Sumatera BaratNomor:188.342/399/Huk-2018,Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung menyampaikan penyempurnaan dan penyesuaian hasilkajian Ranperda dan penyesuaian terhadap persyaratan Pemekaran Nagari dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa.

    7)Pada tanggal 26 September 2018 Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung menerima nomor register Ranperda tentang Pembentukan Nagari Padang Laweh Selatan Kecamatan Koto VII melalui surat Nomor:188.342/1950/Huk-2018dengannoreg: 5/96/2018.

    8) Pada Tanggal 5 Oktober 2018 Dinas Pemberdayaan Masyarakatdan Nagari Kabupaten Sijunjung melaksanakan Koordinasi bersama Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat terkait kelengkapan administrasi untuk penetapan kode register Nagari Persiapan Padang Laweh Selatan dengan hasilkoordinasi Agar melengkapi Peta Batas Wilayah Nagari Induk karena pada kelengkapan yang ada adalah Peraturan Bupati tentang Peta Batas Wilayah Nagari Persiapanbukan Nagari induk(akan dilengkapi)

    9)Pada tanggal 2 Agustus 2019 dilaksanakan Audiensi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung yang dihadiri oleh Bupati Sijunjung, Wakil Ketua DPRD, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari beserta Anggota dan WaliNagari Persiapan Padang Laweh Selatan denganTim Pemekaran Desa Ditjen Bina Pemdes yang dihadiri oleh Direktur Penataan dan administrasi Pemerintahan Desa bapak Drs.Aferi Syamsidar Fudail,M.Si, Kasubdit Tata Wilayah Desa beserta anggotaTim Pemekaran Desa yang bertempat diruang rapat Dirjen Bina Pemdes Gedung CLt2 Pukul 14.00WIB sampai dengan Pukul 15.30WIB, 


    Yang mana setelah disepakati bahwa berdasarkan kronologis pembentukan nagari Padang Laweh Selatan sampai dengan telah diselenggarakannya roda Pemerintahan Nagari Persiapan Padang Laweh Selatan ini untuk proses penetapan Nagari Padang Laweh Selatan menjadi Nagari Defenitif sudah disesuaikan dengan Permendagri Nomor1Tahun2017 tentang Penataan Desa, sehingga dapat dilanjutkan dengan syarat Pemerintah

    Daerah Kabupaten Sijunjung melengkapi kekurangan kelengkapan administrasi yaitu Peta Batas Nagari Induk.

    DirekturPenataandanadministrasiPemerintahan Desa beserta Tim Pemekaran Desa pada pelaksanaan audiensi menyampaikan akan menindaklanjuti Pemekaran Nagari Padang Laweh Selatan setelah Pemerintah Daerah menyampaikan Peraturan Bupati tentang Peta Batas Nagari Padang Laweh.

    10)Pada bulan September 2019 telah selesai dilaksanakan kegiatan Penetapan dan Penegasan Batas Nagari Padang Laweh sebagai Nagari Induk dan telah ditandatangani Berita Acara Kesepakatan masing-masing Nagari berbatasan sesuai

    dengan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa selanjutnya Pada bulan Desember 2019 telah ditetapkan Peraturan Bupati Sijunjung Nomor 49 Tahun 2019 tentang Batas Nagari Padang Laweh Kecamatan KotoV II.

    11)Pada tanggal 31 Agustus 2020 Kemendagri melalui Dirjen Bina Pemerintahan Desa dengan Nomor Surat 140/3813/BPD Perihal Usulan Penataan Nagari Padang Laweh Selatan menyampaikan bahwa:

    a. Pemerintah Kabupaten Sijunjung telah menyampaikan dokumen tambahan yang tertuang dalam catatan kekurangan hasil klarifikasi tim penataan desa tingkat pusat.

    b. Berkenaan dengan adanya refocussing anggaran ditjen Bina Pemdes maka fasilitasi penataan desa kabupaten Sijunjung dilakukan penundaan sampai dengan awal tahun anggaran 2021 dan kondisi penundaan tidak berdampak dengan masa pelaksanaan Desa Persiapan.

    12)Selanjutnya pemerintah daerah Kabupaten Sijunjung melalui surat Nomor :140/292/DPMN-2021 Tanggal4 Maret 2021 memohon Percepatan fasilitasi penerbitan kode wilayah administrasi nagari persiapan Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung Provinsi SumateraBarat.

    13)Pada tanggal 17 Maret dilaksanakan Rapat pembahasan teknis persiapan klarifikasi dokumen usulan penataan desa melalui zoom meeting dengan direktorat penataan desa yang menyampaikan bahwa klarifikasi dokumen untuk pemekaran nagari padang laweh akan dilaksanakan ulang oleh tim penataan pusat.

    14)Pada tanggal 30 Maret 2021 dilaksanakan rapat klarifikasi dokumen usulan penataan desa yang dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat denganTim Klarifikasi adalah Tim Penataan Desa Pusat.

    15)Selanjutnya berdasarkan dokumenyang telah disampaikan dan diklarifikasi serta hasilkoordinasi yang intens dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, pada tanggal 10 November 2021 melalui Surat Menteri Dalam NegeriNomor 146.3/285/BPD tentang Pemberian Kode Desa Terhadap Nagari Padang Laweh Selatan di Kabupaten Sijunjung, yang menyatakan bahwap roses Penataan Nagari Persiapan

    Padang Laweh Selatan di Kabupaten Sijunjung telah sesuai dengan ketentuan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri Nomor1 Tahun 2017 tentang PenataanDesa dengan kode Desa13.03.08.2007 maka Pemerintah Kabupaten Sijunjung dapat mengesahkan dan mengundangkan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Nagari Padang Laweh Selatan Kecamatan KotoVII.

    Persiapan Pelaksanaan Pemerintahan Nagari Padang Laweh Selatan

    1.Bupati menetapkan dan mengundangkan Perda paling lama 3 hari setelah noomor

    register dan kode Desa diterima.

    2.Berdasarkan Perda yang ditetapkan Bupati mengangkat PNS sebagai Penjabat Wali

    Nagari dan dilantik bersamaan dengan diresmikannya Nagari olehBupati.

    Pemko Padang Permudah Akses Bagi Sektor Perdagangan


    Padang (sumbarkini.com) – Pada masa transisi sekarang ini Pemko Padang melakukan kajian dan menetapkan sektor perdagangan harus diberi prioritas. Pasar, restoran, tempat hiburan  dan objek wisata dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan harus dilaksanakan dan mengacu pada Perwako Nomor 49 tahun 2020. Seluruh kegiatan yang dilakukan di Kota Padang harus menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta meningkatkan imunitas.

    Di Pasar Raya pedagang dites swab. Ada sekitar 3.000 pedagang yang dites swab untuk menjamin pengunjung dan pedagang dari penyebaran virus Covid-19 tersebut.

    “Kita buat komitmen dengan kepala daerah di Sumbar. Dilanjutkan dengan kerjasama Bussiness  to  Bussiness (B to B), kerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk menggerakkan usaha perdagangan ini,” ujar Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP kepada moderator acara Dinamika Publik Radio Padang FM, Jadwal Djalal dan operator Harry ‘Dhyo’ Febrianto, Selasa 30 Juni 2020.

    Mahyeldi mengatakan pentingnya sekktor perdagangan ini digeliatkan lagi karena selain memenuhi kebutuhan orang di Kota Padang juga memenuhi kebutuhan orang-orang yang datang ke Kota Padang. Pada masa pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemko Padang memang lebih terfokus untuk pemenuhan kebutuhan warga kota lantaran sektor pariwisata tutup, kampus dan lembaga pendidikan meliburkan diri dan belajar secara virtual. Bahkan aktivitas masyarakat di luar ruang pun lebih terbatas.

    “Makanya ketika pariwisata tidak ada, maka perdagangan turut terpengaruh. Sehingga tiga bulan ini, otomatis Padanglah yang paling besar terdampak oleh Covid-19. Kita hitung tak kurang 145.000 keluarga yang terdampak. Mereka bergerak di perdagangan, pariwisata. Umumnya mereka karyawan hotel, pedagang kecil di sekolah-sekolah,” ungkap pria yang akrab dipanggil Buya oleh warga kotanya.

    Mahyeldi yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan Andre Algamar, SSTP, M.Si dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Padang, Dr. Rudy Rinaldi mengajak berhitung, jika satu keluarga ada empat orang. Maka hampir 600.000 orang di Padang merasakan dampak Covid-19. Artinya lebih separo warga Padang yang terdampak Covid-19.

    Untuk mengatasi hal inilah, pemerintah memberikan bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kota. Bantuan yang diberikan itu tak kurang dari Rp77 miliar yang sudah dialokasikan untuk Kota Padang. “Inilah yang sedikit menggerakkan perekonomian,” tegasnya.

    Setelah PSBB, sektor perdagangan harus digeliatkan lagi. Padang ini kata Mahyeldi, struktur ekonomi masyarakatnya umumnya perdagangan, industri pariwisata, komunikasi dan informasi. Sektor komunikasi dan informasi masih bisa bergerak.

    Untuk mempermudah akses distribusi bahan pangan ke Kota Padang, di bagian Timur Kota Padang tepatnya di Taman Hutan Raya Bung Hatta dan bagian selatan Kota Padang ditempatkan ekskavator. Dengan cara ini, ketika ada longsor maka penanganannya lebih cepat.




    Pemko Padang juga menyiapkan opsi sesuai ketersediaan anggaran untuk mendukung pedagang. Bisa dengan memberikan bantuan permodalan atau dibentuknya pusat grosir. Namun tentu saja diharapkan dukungan dari BUMN BUMD dan lainnya. Pemko juga sudah membicarakan hal ini dengan  Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dan pihak-pihak lainnya.

    Dengan adanya pusat grosir milik pemerintah ini, diharapkan pedagang tidak memerlukan modal bagi usahanya. Barang kebutuhan bisa diambil pagi dan ketika sudah terjual , dibayar mereka pada sore harinya. Kerjasama juga dikembangkan dengan grosir yang ada di kota ini.


    Untuk dukungan permodalan, Pemko mengklaim ada Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). KJKS tersebar di 104 keluarahan di Kota Padang. “Kita punya lembaga di tingkat kelurahan, yaitu Koperasi Jasa Keuangan Syariah. Seluruh kelurahan ada. Sekarang total modalnya Rp45 miliar rupiah. Itu kita siapkan untuk dukungan permodalan bagi warga kelurahan itu. Bisa diberdayakan,” ujar  Mahyeldi.

    Mahyeldi menyebutkan selain KJKS, ada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kota Padang yang bagus dan permodalannya lebih besar yang bisa dimanfaatkan. Tentu harus mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku di koperasi tersebut.

    KJKS dibuat untuk memudahkan akses bagi masyarakat. Tidak perlu biaya tinggi untuk mengaksesnya. Makanya koperasi itu berkantor di kantor lurah atau masjid-masjid di kelurahan itu.

    KJKS ini diharuskan melayani usaha mikro di kelurahan. Bahkan usaha ultra mikro. Di segmen ini ada juga Permodalan Nasional Madani (PNM), salah satu badan usaha milik negara (BUMN).

    Lewat Radio Padang FM, Mahyeldi juga mengungkapkan tentang rencana pendirian bank perkreditan rakyat (BPR) Syariah di Kota Padang ini. “Insya Allah dalam waktu dekat ini akan di-clear-kan dan bisa dioperasionalkan. Kita telah men-take over salah satu bank konvensional dan akan dioperasionalkan sebagai BPR Syariah dengan tujuan mendukung UMKM dan membantu urusan-urusan Pemko Padang,” ungkapnya.

    Lebih jauh dikatakannya, gubernur dan bupati/walikota se-Sumatera Barat sudah menyetujui konversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah. Hal ini kata Mahyeldi sesuai dengan harapan masyarakat Kota Padang khususnya dan masyarakat Sumbar pada umumnya.

    “Sesuai pula dengan misi Radio Padang FM, Radio ABS-SBK. Makanya Walikota menjadwalkan dialog khusus bukan hanya sekali. Tapi beberapa kali. Mudah-mudahan upaya yang tinggal pembahasan di DPRD ini tidak ada kendala. Ini perlu terus didorong,” ujarnya sambil tertawa.


    Opsi Pembelajaran
    Untuk pendidikan, kata Mahyeldi sekaitan covidid-19 seluruh metoda pembelajaran bisa dipakai, apakah secara tatap muka langsung (klasikal), daring (virtual), kunjungan lapangan ke tempat-tempat sesuai tema pembelajaran serta praktek. Dinas pendidikan dituntut agar mampu mempertahankan prestasi belajar siswa di Kota Padang pada masa Covid-19.

    “Ini sedang kita atur, kita kaji. Tatap muka langsung pun ada dua opsi sesuai protokoler covid-19 yaitu perkecil jumlah orang dalam satu lokal dan satu hari sekolah satu hari tidak,” ucapnya.

    Diingatkannya, meski tidak ke sekolah siswa ini harus berpakaian sekolah saat belajar di rumah. Suasana belajar di sekolah itu harus mereka dapatkan di rumah. Bisa juga saat tidak ke sekolah, guru mengajak mereka belajar ke tempat yang sesuai dengan pembelajaran siswanya saat itu.
    Pengalaman pesantren ramadhan tahun ini bisa diterapkan untuk kegiatan pembelajaran di masa transisi. Ini tantangan bagi kita manusia yang punya akal pikiran. (*)

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2