• Breaking News

    Mirip dengan Kasus Aceh, Guru PPPK di Padang Diduga Telantarkan Istri

    Padang (sumbarkini.com) — Kasus Aceh berulang di Padang. Belum beberapa lama menikmati status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dia tega meninggalkan istri yang dinikahi secara siri. Bahkan orang tua istrinya sampai meninggal gara-gara menahan kesedihan mendalam atas nasib anaknya yang sudah berbadan dua dan akan melahirkan. Suami tak pulang, tak memberi nafkah bahkan ditelp tidak dijawab. Dikirimi pesan tidak dibalas.

    Begitu benarlah perlakuan seorang tenaga pendidik di Kota Padang yang berinisial ES. Sementara kepada orang lain dia gembar-gembor sangat memperhatikan istrinya yang bakal melahirkan anaknya itu.

    ES dilaporkan istrinya yang berinisial W atas dugaan penelantaran rumah tangga. W mengaku ditinggalkan oleh ES sejak suaminya itu menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK (P3K) di salah satu SMP negeri, yakni SMP Negeri 32 Padang.

    W, yang sedang hamil sembilan bulan itu menyampaikan bahwa ia telah berbulan-bulan hidup tanpa nafkah dan perhatian dari suaminya. Sementara dalam kondisinya saat ini sangat butuh dukungan moral dan finansial. “Semenjak dia menerima SK P3K, dia pergi begitu saja. Tidak ada nafkah, tidak ada kabar, padahal saya sedang hamil tua,” ujar W, Rabu (19/11).

    W menuturkan bahwa ia pun telah berupaya datang ke tempat ES bekerja untuk meminta pertanggung jawaban. Hailnya, didapat surat perjanjian dengan saksi kepala sekolah. Dalam surat itu ES bertanggung jawab atas bayi di dalam perut W.

    Namun apa yang tertuang dalam surat perjanjian tersebut, seperti jauh panggang dari api. W tetap saja tidak mendapatkan kejelasan hingga hari ini.

    “Saya hanya ingin dia bertanggung jawab sebagai suami. Tidak ada niat saya mempermalukan, saya hanya ingin hak saya dan anak yang sedang saya kandung,” lanjutnya.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak ES mengakui memang benar dia telah menikah siri dengan W dan surat perjanjian itu memang benar adanya. Hanya saja dia kepada wartawan menyatakan salahnya dimana? (*)

    ​Basril Basyar Pimpin Transformasi KJI di Usia Dua Tahun: Pra-UKW Jadi Kado HUT di Ranah Minang

    PADANG (sumbarkini.com)– Organisasi Pers Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) bersiap merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 pada 13 Desember 2025. Peringatan ini tidak hanya menjadi penanda usia, tetapi juga momen penegasan komitmen KJI terhadap profesionalisme pers, yang akan diwujudkan melalui agenda krusial. Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW) eksklusif untuk anggota.


    Uniknya, KJI, dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berkedudukan di Sumatera Barat, secara heroik menempatkan Ranah Minang sebagai pusat pergerakan pers nasional, sebuah capaian historis yang dibanggakan oleh para tokoh pers setempat.


    Motor penggerak di balik visi kematangan ini adalah Dr. Ir. Basril Basyar M.M., Ketua Dewan Pembina DPP-KJI. Basril Basyar adalah figur multidimensi yang dikenal luas di Sumatera Barat:


    * Akademisi: Beliau adalah dosen dan pakar Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan di Program Pascasarjana Universitas Andalas.


    * Wartawan Senior: Jejaknya di dunia pers sangat panjang, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat selama beberapa periode.


    * Pengakuan Nasional: Basril Basyar merupakan salah satu ahli pers nasional dan penerima penghargaan prestisius Pers Card Number One pada tahun 2017, sebuah pengakuan tertinggi atas integritas dan dedikasi di profesi jurnalis.


    Dengan latar belakang yang kuat, pernyataan Basril Basyar bahwa tantangan adalah hal yang wajar dalam organisasi pers memberikan suntikan semangat bagi KJI. "Dengan bertambahnya usia ini, kami meyakini KJI akan semakin matang dalam menakhodai pergerakan pers ke depan," tegas beliau.


    Rencana Pra-UKW yang akan digelar KJI pada Desember 2025 mendatang diperkenalkan sebagai "kawah candradimuka" yang dirancang khusus untuk memperkokoh fondasi setiap jurnalis sebelum mereka menghadapi medan uji kompetensi yang sesungguhnya.


    Ketua Umum KJI, Andarizal (berdasarkan sumber internal KJI), menekankan bahwa Pra-UKW ini adalah respons terhadap tantangan jurnalisme di era digital yang semakin kompleks. Program pembekalan dirancang komprehensif, mencakup empat pilar utama:

     1. Pendalaman Materi dan Standar Penilaian UKW.

     2. Simulasi Intensif untuk melatih kesiapan mental dan teknis.

     3. Etika Jurnalistik dan tanggung jawab moral profesi.

     4. Hukum Pers untuk memperkuat pengetahuan anggota mengenai batasan dan hak-hak pers.


    "Ini bukan hanya tentang meluluskan UKW, melainkan tentang meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja wartawan secara keseluruhan," ujar Andarizal, menegaskan bahwa dampaknya akan positif bagi kualitas informasi yang diterima publik.


    Basril Basyar kembali menggarisbawahi perlunya dukungan kolaboratif untuk kesuksesan Pra-UKW ini. Organisasi ini secara spesifik mengajak BUMN, BUND, BUMS, dan Pemerintah setempat untuk berperan aktif dalam upaya meningkatkan kompetensi wartawan. Dukungan dari para pihak ini dianggap vital, sekaligus menjadi bukti kepedulian terhadap ekosistem pers yang sehat dan profesional di daerah.


    Keberadaan DPP KJI di Sumatera Barat bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk memimpin perubahan. Dengan program Pra-UKW yang terstruktur dan didukung oleh tokoh sekaliber Basril Basyar, KJI siap merayakan HUT ke-2 sebagai tonggak menuju era baru jurnalisme yang lebih kompeten dan berintegritas. (**)

    Sekwan DPRD Sumbar Sambut Hangat 89 Anggota Pramuka Kwarda 03 dalam Kunjungan Edukatif ke Gedung Parlemen

    Padang(Sumbarkini.com)– Sebanyak 89 anggota Gerakan Pramuka dari 19 kabupaten/kota di bawah Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Sumatera Barat melakukan kunjungan edukatif ke Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (19/11/25) diruang Rapat khusus I DPRD Sumbar.

    Kunjungan ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi para peserta mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD sebagai lembaga legislatif daerah.

    Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, yang tampil sebagai narasumber utama dalam memberikan pemahaman seputar mekanisme kerja wakil rakyat. Ia turut didampingi Kasubag Humas dan Protokol, Dahrul Idris.

    Dalam sambutannya, Maifrizon menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat para anggota pramuka yang ingin mengenal lebih dekat proses kerja lembaga legislatif.

    “Saya bangga melihat antusiasme adik-adik pramuka yang ingin memperluas wawasan tentang DPRD. Ini menunjukkan karakter generasi muda yang ingin belajar dan peduli terhadap kehidupan berdemokrasi,” ujar Sekwan.

    Tidak hanya memberikan penjelasan terkait tupoksi DPRD, Maifrizon juga menyampaikan pesan motivatif agar para peserta terus mengasah kepribadian positif dalam kehidupan sehari-hari.

    “Jadilah diri sendiri, tetap disiplin, dan berusahalah untuk bisa membanggakan orang tua,” pesannya.

    Lebih jauh Sekwan menjelaskan, kunjungan ini diharapkan dapat membuka cakrawala generasi muda tentang pentingnya peran DPRD dalam merumuskan kebijakan publik, menyerap aspirasi masyarakat, hingga melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

    “Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kesadaran berorganisasi dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi,” tutup Maifrizon, yang mendapat apresiasi hangat dari seluruh peserta.

    Kunjungan edukatif ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Sekretariat DPRD Sumbar dalam mendukung pembinaan generasi muda dan memperkuat pendidikan politik sejak usia dini.(putra)

    Almudazir Terima Penghargaan AMP dari KI Sumbar, Komitmen Keterbukaan Informasi Diapresiasi

    Padang- Ketua Perkumpulan Jurnalistik Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Sumatera Barat (Sumbar), Almudazir, menerima penghargaan Achievement Motivation Person (AMP) pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang digelar Komisi Informasi (KI) Sumbar, di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Selasa (18/11/2025).

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Almudazir dalam mendorong praktik jurnalisme yang transparan dan memperkuat literasi publik mengenai pentingnya keterbukaan informasi di Sumbar.

    Dalam kesempatan itu, Almudazir menyebut penghargaan AMP bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi cerminan kerja bersama para jurnalis yang memegang teguh prinsip keterbukaan informasi.

    "Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua jurnalis yang terus bekerja menjaga transparansi dan menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Keterbukaan informasi bukan hanya tugas lembaga publik, tetapi juga tanggung jawab moral insan pers," ujarnya.

    Ia menegaskan, PJKIP Sumbar akan terus berperan sebagai mitra strategis bagi berbagai badan publik dalam menciptakan budaya transparansi.

    "Kami akan terus berkolaborasi dengan banyak pihak agar keterbukaan informasi di Sumbar semakin maju dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," ujarnya lagi. 

    Sementara itu, Inisiator KI Sumbar sekaligus Pembina PJKIP Sumbar, HM Nurnas, menilai Almudazir sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan kategori perorangan tersebut.

    "Almudazir sangat pantas menerima penghargaan ini. Setiap langkah dan nafas selalu mendorong keterbukaan informasi. Ia sangat cocok memimpin PJKIP Sumbar. Teruslah menjadi teladan bagi insan pers," ujar Nurnas.

    Sebelumnya, Ketua Monitoring dan Evaluasi (Monev) KI Sumbar, Mona Sisca menyampaikan, bahwa jurnalis memiliki peran vital dalam mendorong tata kelola informasi yang terbuka dan menjadi jembatan antara kebijakan publik dan masyarakat.

    Kontribusi Almudazir sebagai Ketua PJKIP Sumbar dinilai signifikan dalam memperluas literasi keterbukaan informasi di ranah publik dan memperkuat ekosistem transparansi di Sumbar. (*)

    Dibuka Wabup Iraddatillah, Dinas Dikbud Selenggarakan Kampanye Anak Tidak Sekolah.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini. Com) - Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Kampanye Anak Tidak Sekolah (ATS) bersama Camat, Wali Nagari dan Operator ATS Nagari yang dilaksanakan di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung pada Selasa, 18 November 2025.

    Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sijunjung H.Iraddatillah, S. Pt dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Puji Basuki, SP, M. Ma, Kabid PAUD dan PNF, Delvianti Basri, SE, M. Pd, beserta Jafung Widya Prada, Neng Azmi,  Kom, dan Camat se Kabupaten Sijunjung. 

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan bahwa salah satu hambatan Anak Tidak Sekolah di Sijunjung adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk melanjutkan pendidikan.

    Mengatasi rendahnya kesadaran masyarakat di nagari dan kecamatan untuk kembali bersekolah memerlukan: Pendekatan komprehensif yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat (seperti Wali Nagari, Wali Jorong, pemuda) yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini dan kesadaran masyarakat.

    "Audiensi dan musyawarah dengan mereka dapat membantu menyosialisasikan pentingnya pendidikan. Sinergi Pemerintah Nagari dan Kecamatan Pemerintah setempat dapat mengalokasikan dana desa untuk program-program penunjang pendidikan, seperti pembangunan perpustakaan desa atau pemberian beasiswa lokal. Serta Membangun Komunitas Pecinta Pendidikan Pembentukan kelompok atau komunitas yang secara aktif menyampaikan pentingnya pendidikan dapat menciptakan lingkungan yang suportif untuk kembali bersekolah, "ujar Wabup. 

    Untuk Dinas Pendidikan, Wabup Iraddatillah berpesan untuk terus melakuka Edukasi Melalui Kampanye kesadaran secara terus-menerus mengenai manfaat jangka panjang pendidikan Memberikan Contoh Nyata melalui kisah sukses individu dari latar belakang serupa yang berhasil melalui pendidikan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lain serta Pendekatan Berbasis Budaya Setempat dengan menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dengan mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal akan lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat.

    "Hari ini Bapak Ibu menerima Tumbler, Tumbler yang pada dasarnya adalah sebuah wadah air minum yang dapat digunakan kembali, namun Fungsi utamanya dalam konteks Penanganan Anak Tidak Sekolah adalah sebagai media kampanye dan edukasi sosial, melalui Tumbler kami menitipkan link barcode sebagai inisiatif untuk mengembalikan anak-anak ke bangku sekolah, dan informasi lengkapnya juga tertera dalam brosur yang telah dibagikan, "ujar Wabup.

    Kepada Wali Nagari, Wabup juga berharap dapat melakukan Kampanye ATS ditingkat nagari dengan memverifikasi data ATS bersama jorong dan tokoh masyarakat lainnya, dan kepada operator ATS yang telah di SK oleh nagari agar dapat memberikan informasi by name by address data ATS yang telah dibuatkan akunnya oleh admin Dinas Pendidikan. (Adek).

    Perdana, Bupati Benny Dwifa Launching Posyandu 6 SPM di Kabupaten Sijunjung.



    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S. STP, M. Si Sutan Gumilang melaunching Perdana Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Sijunjung, tepatnya di Posyandu Anyelir, Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, pada Selasa 18 November 2025.


    Launching ini ditandai dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan pengguntingan pita, dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa disaksikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Ir. Nizam Ul Muluk beserta Kepala OPD Provinsi Sumbar.

    Hadir juga pada kegiatan tersebut, Unsur Forkopimda Sijunjung, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Kepala OPD se Kabupaten Sijunjung, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Puskesmas, Camat, dan Wali Nagari se Kabupaten Sijunjung.


    Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa mengatakan bahwa Posyandu adalah salah satu pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan dasar di Indonesia.

    Dengan lahirnya regulasi baru yaitu Permendagri Nomor 13 tahun 2024, menjadikan posyandu sebagai sebuah lembaga Kemasyarakatan desa (LKD) dengan cakupan layanan diperluas melalui 6 SPM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, Tratibumlinmas dan sosial serta mengharuskan seluruh posyandu tersebut untuk diregistrasi di Kemendagri.

    "Di Kabupaten Sijunjung telah dilakukan transportasi posyandu melalui penata kelolaan kelembagaan posyandu menjadi posyandu 6 SPM sebanyak 294 posyandu dengan jumlah kader sebanyak 4.247 orang dan kesemua posyandu yang telah diusulkan untuk diregistrasi, alhamdulillah telah keluar nomor registrasi nya dari Kemendagri, sehingga seluruh posyandu kita sudah terdata dan diakui keberadaannya ditingkat pusat, "ujar Bupati.

    Di Kabupaten Sijunjung lanjutnya, juga telah dibentuk serta ditetapkannya tim pembina posyandu diseluruh jenjang mulai ditingkat Kabupaten, kecamatan dan nagari sebagai komitmen dan dukungan dari kita bersama dalam pelaksanaan posyandu 6 SPM.

    Sehingga pada tanggal 15 Oktober 2025 yang lalu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sijunjung mendapat kan penghargaan dari ketua TP Posyandu Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu kabupaten yang telah membentuk dan menetapkan ketua dan pembina posyandu di Kabupaten Sijunjung.

    Bupati Benny berharap kepada seluruh OPD terkait untuk memastikan bahwa keberadaan Poyandu 6 SPM ini bukan hanya seremoni launching, tetapi benar benar menjadi gerakan bersama yang mampu meningkatkan kualitas layanan masyarakat di Nagari.

    Kepada kader posyandu, Bupati Benny juga memberikan penghargaan dan rasa bangga, karena ibu ibu kader adalah ujung tombak di posyandu dalam membantu persoalan daerah.


    Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Ir. Nizam Ul Muluk di kesempatan tersebut menyampaikan sambutan Gubernur Sumbar yang menyampaikan bahwa adanya undang undang no 6 tahun 2014 tentang desa sebagaimana telah diubah dengan undang-undang no 3 tahun 2024 dan permendagri no 18 tahun 2018 tentang LKD dan LAD secara signifikan berdampak pada perubahan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat terdahulu, sehingga perubahan ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan penyesuaian mendasar dalam perumusan kebijan maupun teknis operasional yang berkaitan dengan kelembagaan posyandu.

    Salah satu transformasi tersebut, lanjut Nizam yakni adanya pengakuan bahwa posyandu yang sebelumnya hanya sebatas bentuk kegiatan layanan berbasis masyarakat, kini diakui sebagai lembaga kemasyarakatan desa (LKD), yang merupakan wadah partisipasi masyarakat desa sebagai mitra pemerintah desa.

    "Semoga dengan adanya posyandu 6 SPM, dapat mendekatkan layanan pemerintah sehingga seluruh program dapat dirasakan oleh masyarakat, " harap Nizam.

    Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa dalam sambutannya mengatakan, bahwa Peluncuran Posyandu 6 SPM hari ini merupakan langkah penting bagi peningkatan mutu pelayanan posyandu di masyarakat. Transformasi posyandu ini tidak hanya mengubah bentuk pelayanan, tetapi juga cara kita bekerja, cara kita berkoordinasi, dan cara kita memastikan standar pelayanan terpenuhi di seluruh tingkat nagari dan jorong.

    Transformasi ini lanjut Nedia merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Pelayanan di Posyandu saat ini tidak hanya semata Kesehatan Ibu dan Anak, namun lebih luas dan lebih kompleks lagi dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

    Di sinilah peran Tim Pembina Posyandu menjadi
    sangat penting sekali. Tim Pembina bukan hanya sekedar pembinaan administratif saja, tetapi benar- benar menjadi motor penggerak agar Posyandu 6 SPM berjalan dengan standar, konsisten, dan berkelanjutan.

    Dalam menyikapi Transformasi Posyandu
    menjadi posyandu 6 SPM ini tambah Nedia, Kabupaten Sijunjung telah melakukan Langkah konkret melalui sosialisasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Pemetaan posyandu dan kader, penataan kelembagaan posyandu 6 SPM melalui SK Wali Nagari, melaksanakan rapat koordinasi tingkat Kabupaten, pengukuhan dan pelantikan Ketua dan Tim Pembina Posyandu diseluruh jenjang, serta proses registrasi di
    Kemendagri.

    "Launching hari ini bukan tujuan akhir, tetapi
    awal komitmen kita. Awal kerja besar untuk
    memastikan layanan kesehatan masyarakat Sijunjung semakin baik, semakin terukur, dan berkualitas serta terpenuhinya kebutuhan dasar melalui penerapan layanan 6 standar pelayanan minimal. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal penguatan Posyandu, bukan hanya untuk pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat informasi, edukasi keluarga dan penyediaan data serta pemberdayaan masyarakat,"ajak Nedia Fitri.
    (Andri)

    Raih Juara Umum III, Firdaus Ilyas Banggakan Prestasi Atlet Lemkari


    Padang
    - Dukungan moral kepada para atlet  Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) oleh karateka senior Drs. Firdaus Ilyas pada iven karate Piala Walikota Padang yang dilaksanakan baru-baru ini berbuah prestasi yang membanggakan.

    “Bersyukur kita, menjelang pelantikan Lemkari Pengprov Lemkari Sumbar 2025-2030, yang dipimpin Pak Nanda Satria, Karateka Lemkari yang turun atas tim Mabes Lemkari Sumbar meraih juara umum 3,” ujar Firdaus Ilyas, Karateka DAN VII Lemkari kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

     

    Firdaus mengungkapkan iven karate Piala Walikota Padang itu berlangsung selama 3 hari yakni 14 hingga 16 November lalu di Lapangan Tenis Indoor UNP. Pada kejuaraan yang diikuti 1.946 Atlit dari 72 Team memperebutkan 70 Medali Emas, 70 Perak dan 140 Perunggu, serta uang pembinaan total Rp30 Juta.

     

    Firdaus menambahkan, pencapaian Lemkari Sumbar dalam iven ini membuktikan pembinaan yang dilakukan Pengprov. Atlet pun tambah semangat dengan dukungan penuh yang diperlihatkan Ketua Pengprov Lemkari Sumbar Terpilih Nanda Satria terhadap organisasi dan prestasi atlet.


    Dikatakan Firdaus, dalam acara penutupan  Walikota Padang Fadli Amran yang menyampaikan terima kasih atas terlaksananya iven tersebut. “Gelaran event Ini bukti cabor di bawah koordinasi KONI Kota Padang, berbuat untuk kemajuan prestasi atlet Kota Padang,” ujarnya.

     

    Pada kesempatan itu, Firdaus Ilyas selaku Staf Khusus Forki Sumbar dipersilahkan Wako Padang Fadly Amran menyerahkan Piala juara Umum III, ke Tim Mabes Lemkari Sumbar, plus Uang Pembinaan Rp6 Juta. (*)

    Kabupaten Sijunjung Raih Penghargaan Paritrana Award Tahun 2025 Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Kabupaten Sijunjung tahun ini kembali meraih penghargaan Paritrana Award 2025 Tingkat Provinsi Sumatera Barat untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota.

    Penghargaan ini diserahkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri  bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar–Riau, Henky Rhosidie dan diterima Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt , pada malam penganugerahan di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin 17 November 2025 malam.

    Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri mewakili Gubernur menyampaikan, perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, terutama pekerja rentan, merupakan kebutuhan yang sangat penting. Pekerja rentan bekerja di sektor informal dengan pendapatan rendah dan risiko kerja tinggi sehingga membutuhkan jaring pengaman.

    “Jaminan sosial memberikan rasa aman bagi pekerja, serta memastikan keberlangsungan ekonomi keluarganya ketika terjadi risiko yang tidak diinginkan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, jaminan sosial ketenagakerjaan kini tidak hanya menjadi identitas bagi pekerja formal. Pemerintah Daerah bersama dunia usaha terus memperluas perlindungan hingga ke sektor informal. Karena itu, ia mengajak seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.


    Sementara itu, Henky Rhosidie menjelaskan, Paritrana Award merupakan apresiasi Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan pelaku usaha yang mendukung implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Penghargaan diberikan kepada berbagai kategori, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga perusahaan skala mikro, menengah, besar, dan sektor jasa.

    “Tujuan dari Paritrana Award adalah mendorong percepatan Universal Coverage Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” paparnya.


    Wakil Bupati Sijunjung, Iraddatillah menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih Kabupaten Sijunjung. Ia menegaskan, apresiasi ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten untuk terus memperluas cakupan perlindungan ketenagakerjaan.

    “Ini bukan soal menjadi juara, tapi bagaimana kita bisa semakin meningkatkan kepesertaan dan memastikan seluruh pekerja, khususnya pekerja rentan, mendapatkan perlindungan,”ujarnya Wabup Iraddatillah setelah penyerahan tersebut dengan didampingi Kakan Kesbangpol, Sukardi dan Kabid Ketenagakerjaan Dinas Nakertrans Kabupaten Sijunjung, Anisa.
    (Andri)

    Wabup Iraddatillah Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Keuangan Puskesmas Melalui Penerapan E-BLUD.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Kesahatan bersama dengan Asosiasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) Kabupaten Sijunjung menggelar latihan peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan puskesmas melalui penerapan e-BLUD.

    Pelatihan yang diadakan di Hotel Truntum Padang ini dibuka Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt pada Senin 17 November 2025 malam.

    Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu dari Senin hingga Rabu, 17 sampai dengan 19 November ini diikuti oleh 85 orang yang terdiri dari Dinas Kesehatan, RSUD Kamang Baru, 13 utusan Puskesmas se Kabupaten Sijunjung, Labkesda, Inspektorat Daerah, BKAD, serta Bagian Perekonomian dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sijunjung.

     


    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah dalam sambutannya mengatakan bahwa, sektor kesehatan merupakan salah satu sektor prioritas yang sangat mempengaruhi berbagai macam hal dalam kehidupan bermasyarakat, penyelenggaraan pembangunan bidang kesehatan dilakukan melalui peningkatan derajat kesehatan. Pemerintah daerah berkewajiban untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata dan inklusif.

    Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan adalah dengan meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan BLUD, pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien sangat penting untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan dapat menyediakan layanan yang berkualitas dan memadai.

    Di era digitalisasi saat ini, penerapan sistem elektronik atau E-BLUD menjadi sangat krusial. Sistim ini tidak hanya untuk mempercepat proses pengelolaan keuangan, tetapi juga untuk menjamin akuntabilitas dan tranparansi dalam setiap laporan keuangan daerah.

    "Pelatihan e-BLUD yang kita laksanakan hari ini adalah wujut komitmen pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam mewujutkan tata kelola pemerintahan yang baik di sektor kesehatan. Saya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan serius dan aktif. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk berdiskusi, bertanya, dan mendalami materi, sehingga setelah kembali ke UPTD masing-masing, bapak dan ibu dapat langsung mengimplementasikan sistem ini dengan optimal, "harap Wabup.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Harry Oskar Hidayat, SSTP, M. Si selaku ketua pelaksana dalam laporannya menyebutkan bahwa pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas, namun masih banyak puskesmas yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, terutama dalam hal pengelolaan dana BLUD.

    Pelatihan ini lanjut Harry bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis dan operasional dalam penyususnan dokumen perencanaan, penganggaran, pelaporan, serta penggunaan aplikasi E-BLUD pada fasilitas layanan kesehatan.

    "Pelatihan yang diikuti oleh Rumah Sakit, Puskesmas, Labkesda, dan Perangkat Daerah terkait ini diharapkan dapat mewujutkan tata kelola keuangan BLUD yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, " Harapnya.

    Pemateri dalam pelatihan ini tambah Harry adalah Direktur BLUD, BUMD dan BMD Dirjen Bina Keuda Kemendagri, Drs. H. Yudia Ramli, M. Si yang hadir secara daring, dan Kasubdit BLUD Direktorat BLUD, BUMD dan BMD Dirjen Bina Keuada Kemendagri, R. Wisnu Saputro, SE, M. Ap.

    Pelatihan ini jelas Harry, dilaksanakan di Padang karena dalam pelaksanaan pelatihan membutuhkan jaringan internet yang lancar, sehingga bisa dengan mudah dalam mempraktekkan nya. (Andri) 

    Nagari Koto Tuo Raih Penghargaan Paritrana Award Tingkat Sumatera Barat Tahun 2025.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Nagari Koto Tuo Kabupaten Sijunjung berhasil meraih penghargaan Paritrana Award Tahun 2025 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kategori Pemerintah Desa/Kelurahan sebagai Terbaik III.

    Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri dan diterima oleh Pj. Wali Nagari Koto Tuo, Heries di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Senin 17 November 2025.

    Paritrana Award merupakan penghargaan resmi yang digagas oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk mengapresiasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan institusi yang berhasil menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara optimal.

    Untuk tingkat Sumatera Barat, penilaian meliputi komitmen, inovasi, cakupan kepesertaan, serta konsistensi pemerintah desa dalam menjalankan regulasi perlindungan tenaga kerja.


    Pj. Wali Nagari Koto Tuo, Heries menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah nagari, perangkat, serta dukungan masyarakat.

    “Penghargaan ini menjadi bukti keseriusan Nagari Koto Tuo dalam memastikan bahwa seluruh pekerja, termasuk pekerja rentan dan informal, mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami akan terus memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

    (Andri). 

    Wabup Bersama Baznas Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Tamparungo.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt bersama Baznas Sijunjung meninjau sekaligus menyerahkan langsung bantuan kepada korban kebakaran di Jorong Simaru, Nagari Tamparungo, Kecamatan Sumpur Kudus pada Senin 17 November 2025.

    Dalam musibah tersebut, rumah milik korban Zulkarnaini yang tinggal bersama istri, Dian Putri dan satu orang ananknya ini hangus terbakar bersama isinya. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu 15 November tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp 100 juta rupiah.

    Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Iraddatillah yang didampingi Wakil Ketua Baznas, H. Syahril Syahda, Kakan Kesbangpol, Sukardy, Kabid Dinas Sosial, Irfan, Kasi dari BPBD, Hambali dan Camat Sumpur Kudus, Fery Yurnalis ini menyampaikan duka yang mendalam dan berharap agar keluarga korban sabar dan tawakal menerima cobaan ini.

    "Tidak ada seorang pun yang menginginkan datangnya musibah, namun perlu bagi kita untuk tetap waspada dari kemungkinan datangnya musibah seperti kebakaran yang terjadi saat ini," Ujarnya.

    Di kesempatan itu, Wabup Iraddatillah memberikan bantuan uang tunai dari Baznas, Tenda guluang, Kasur Santai, Makanan Siap Saji, Makanan Anak, Family Kit, Kite Were, dan Beras dari Dinsos, BPBD dan Dinas Pangan dan Perikanan.

    "Bantuan ini mungkin jumlahnya kecil,namun ini merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, setidaknya dapat meringankan beban bagi keluarga korban, " Harap Wabup. (Andri)



    Dibuka Bupati, 124 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih se Kabupaten Sijunjung ikuti Pelatihan.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Sebanyak 124 orang pengurus Koperasi Desa Merah Putih se Kabupaten Sijunjung ikuti pelatihan yang dilaksanakan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dagoerinkop dan UKM) Kabupaten Sijunjung di Hotel Bukit Gadang Muaro Sijunjung selama tiga hari, yaitu dari Senin hingga Rabu, 17 sampai dengan 19 November 2025.

    Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M.Si Sutan Gumilang pada Senin 17 November 2025.

    Dalam sambutannya, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengucapkan selamat kepada 62 Koperasi Desa Merah Putih dengan anggota sebnyak 2.560 orang di Kabupaten Sijunjung yang telah terdaftar saat ini dan diharapkan pada akhir tahun 2026 bisa menghimpun minimal 12.400 orang anggota, atau minimal 200 orang anggota setiap koperasi desa.

    Dengan adanya pelatihan ini ujar Benny, diharapkan kepada pengurus koperasi desa merah putih agar bisa meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan koperasi secara profesional, transparan dan akuntabel.

    Diharapkan pengurus dapat memahami prinsip prinsip koperasi modern yang berorientasi pada pelayanan anggota dan keberlanjutan usaha, menumbuhkan semangat gotong royong dan jiwa kewirausahaan yang menjadi dasar dari gerakan koperasi di indonesia serta menjadikan koperasi sebagai sarana edukasi dan pengembangan ekonomi di masing masing nagari dan berkontribusi terhadap pendapatan asli nagari.

    "Dengan agenda pelatihan ini pada suatu saat nanti, koperasi desa akan memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis desa hendaknya, " Harap Bupati Benny Dwifa.



    Sementara itu, Kepala Dinas Dagperinkop dan UKM Kabupaten Sijunjung, Hasmizon, SE, M. Si selaku ketua pelaksana menyampaikan tujuan dilaksanakannya pelatihan pengurus Koperasi desa Merah Putih ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kopetensi pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

    Pelatihan ini juga untuk menumbuhkan pemahaman tentang fungsi dan peran koperasi desa sebagai wadah penggerak ekonomi masyarakat di Nagari, serta mendorong kemandirian ekonomi desa, melalui kelembagaan dan kemampuan manejerial pengurus koperasi.

    Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini lanjut Hasmizon, diikuti sebanyak 124 peserta yang merupakan utusan dari masing masing Koperasi Desa Merah Putih sebanyak 2 (Dua) orang setiap Kopdes. Yakni ketua dan bendahara.

    "Teknis pelaksanaan nya dibagi dua angkatan dimana masing masing angkatan terdiri dari 64 peserta atau utusan dari 31 koperasi desa merah putih, " Ujar Kadis Hasmizon.

    Hadir pada acara tersebut, Kadis Koperasi UKM Provinsi Sumatera Barat atau mewakili, Dandim 0310/SS atau yang mewakili, Kadis DPMN diwakili Kabid, Febby, Sekretaris Dinas Dagperinkop UKM Kabupaten Sijunjung, Nasrul, S. Pd beserta jajaran, dan Project Manajemen Officer (PMO) dan Bisnis Asisten (BA) Kopdes Merah Putih. 

    DPPKB Sijunjung Perkuat Mitra Kerja dengan Tenaga Kesehatan.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sijunjung menggelar pertemuan dengan mitra kerja tenaga kesehatan demi peningkatan pelayanan prima Keluarga Berencana di lapangan, Senin (17/11) di ruang Rapat DPPKB Gedung Bersama Muaro Sijunjung.

    Pertemuan dihadiri perwakilan tenaga kesehatan yang ada di nagari dan puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sijunjung Roni Satria diwakili Sekretaris Dinas Hendri Nurka,S.Sos,M.Si dalam sambutan pembukaannya mengatakan Tenaga Kesehatan berperan penting dalam pelayanan KB disamping sebagai komunikator, Konselor, motivator juga sekaligus sebagai fasilitator dalam melaksanakan pelayanan. Hal terpenting yang tidak bisa dilupakan adalah nakes sebagai tempat membantu akseptor dalam menentukan pilihan alat kontrasepsi yang akan mereka gunakan serta memberikan dukungan untuk mengurangi keraguan terhadap penyesuaian diri dengan kondisi yang baru. Peningkatan kualitas pelayanan sangat penting dilakukan secara terus-menerus melalui kompetensi dan profesionalisme yang dimiliki oleh tenaga kesehatan yang selalu bermitra dengan Penyuluh KB, kader IMP serta Poktan yang berada di nagari dan puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung,tutup Hendri. (Tim)

    Wabup Iraddatillah Buka Kegiatan Persari di SLB Negeri 1 Muaro Sijunjung.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt selaku Ketua Kwarcab 0303 Gerakan Pramuka, membuka secara resmi kegiatan Perkemahan Sehari (PERSARI) di Gudep 01.105-01.106 Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Muaro Sijunjung, Kamis 13 November 2025.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada SLB Negeri 1 Sijunjung yang luar biasa telah melaksanakan kegiatan Persari rutin setiap tahunnya.

    "Kami sangat berterima kasih sekali dan apresiasi kepada tenaga pendidik yang begitu hebat dan luar biasanya bisa memberikan yang terbaik bagi anak anak kita. Kita tahu bahwa anak anak istimewa yang luar biasa ini sangat sulit sekali memberikan pelajaran, namun dengan kesabaran, ketekunan dan keiklasan Bapak/Ibu pendidik bisa memberikan yang terbaik buat anak anak kita hari ini, "ujar Wabup.


    Dengan adanya kegiatan ini lanjut Wabup, nantinya anak anak ini bisa menampilkan bakat dan kreatifitasnya.

    " Kita harapkan dengan kegiatan ini, anak anak yang luar biasa ini bisa mengembangkan keahlian dan skil terbaiknya. Kita harapkan bisa mendidik kepribadian anak anak kita ini kepada yang lebih baik lagi yang nantinya bisa membanggakan sekolah, orang tua bahkan daerah nantinya, "harap Wabup Iraddatillah. 

    Sementara itu, Wirda selaku panitia pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wabup Sijunjung yang juga selaku Ketua Kwarcab 0303 Gerakan Pramuka Sijunjung yang telah hadir bersama rombongan dan membuka kegiatan tersebut.

    Ia mengatakan, bahwa tujuan dilaksanakannya Perkemahan Sehari ini adalah untuk menanamkan kedisiplinan dan kemandirian, mempererat komunikasi sesama anggota pramuka, melatih mental dan kekompakan antar anggota pramuka serta melaksanakan program kerja tahunan.

    Kegiatan ini lanjut Wirda diikuti sebanyak 80 orang siswa SD kelas 4 sampai dengan 6, Siswa SMP, dan SMA, serta 26 orang guru dan tenaga pendidik SLB Negeri sebagai panitia.

    Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan tambah Wirda adalah, Lomba Pionering, Lomba Sandi, Pentas Seni, Senam Pagi, dan Jelajah.
    (Andri)

    Dua Wali Nagari di Kabupaten Sijunjung Terima Penghargaan Non Litigation Peacemaker (NLP) dari Kementrian Hukum RI.

     

    PADANG (Sumbarkini.com) - Dua orang Wali Nagari dari Kabupaten Sijunjung yaitu Hafizun, Wali Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung dan April Muhamad, Wali Nagari Batu Manjulur Kecamatan Kupitan menerima Penghargaan Non Litigation Peacemaker (NLP) Tahun 2025 dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum Republik Indonesia.

    Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat, Dr. Alpius Sarumaha, S.H., M.H., bertempat di Hall Kanwil Kementerian Hukum Sumatera Barat, Jalan S. Parman No. 256 Padang, pada Rabu, 12 November 2025.


    Penghargaan ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPHN Nomor: PHN-1368.HN.04.03-1252 Tahun 2025 tentang Penetapan Kepala Desa/Lurah sebagai Non Litigation Peacemaker Tahun 2025.


    Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Mukhamis Basyir, SH mengatakan, Penghargaan Non Litigation Peacemaker (NLP) diberikan kepada kepala desa, lurah, dan wali nagari di seluruh Indonesia yang dinilai berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum dan sosial melalui jalur non-litigasi — yaitu penyelesaian sengketa di luar pengadilan dengan mengedepankan musyawarah, mediasi, serta nilai-nilai kearifan lokal.

    Program NLP merupakan inisiatif nasional dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum Republik Indonesia, yang bertujuan memperkuat kesadaran hukum masyarakat, menumbuhkan budaya damai, dan mendorong penerapan keadilan restoratif di tingkat lokal.

    Dikesempatan itu, mewakili Pemerintah Daerah, Mukhamis Basyir juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih kedua wali nagari tersebut dan berharap semakin banyak wali nagari yang berperan aktif dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun, dan berkeadilan. (Armi)

    Perkuat Pilar Jurnalisme, Desember 2025 KJI Gelar Pra UKW


    PADANG (sumbarkini.com) - Dalam sebuah langkah strategis untuk menaikkan level profesionalisme anggotanya, Organisasi Kewartawanan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) mengumumkan rencana penyelenggaraan Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW). Kegiatan krusial ini dijadwalkan akan dihelat pada Desember 2025 mendatang, dan secara eksklusif diperuntukkan bagi anggota KJI.


    Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Andarizal, Ketua Umum KJI, dari Padang. Beliau menekankan bahwa Pra-UKW ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah "kawah candradimuka" yang dirancang untuk memperkokoh fondasi setiap jurnalis sebelum menghadapi medan uji kompetensi yang sesungguhnya.


      "Kami menyadari, tantangan jurnalisme di era digital semakin kompleks. UKW adalah gerbang validasi. Melalui Pra-UKW ini, kami ingin memastikan setiap anggota KJI melangkah ke gerbang itu dengan keyakinan penuh dan kompetensi yang teruji," ujar Andarizal, menegaskan komitmen organisasi terhadap kualitas.


    Fokus utama dari kegiatan Pra-UKW ini adalah untuk mempersiapkan anggota agar lebih percaya diri, dan yang terpenting, kompeten dalam menghadapi berbagai skema penilaian UKW.


    Sesi pembekalan yang akan disajikan pun dirancang secara komprehensif, mencakup empat pilar utama yang sangat vital dalam praktik kewartawanan profesional:


     1 Pendalaman Materi dan Standar Penilaian: Mengurai detail setiap elemen yang diuji dalam UKW.


     2 Simulasi Intensif: Menghadirkan skenario nyata layaknya pelaksanaan UKW untuk melatih kesiapan mental dan teknis.


     3 Etika Jurnalistik: Penajaman pemahaman tentang tanggung jawab moral dan etika profesi.


     4 Hukum Pers: Memperkuat pengetahuan anggota mengenai batasan dan hak-hak pers sesuai undang-undang.


    "Kegiatan ini adalah investasi jangka panjang kami. Ini bukan hanya tentang meluluskan UKW, melainkan tentang meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja wartawan secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas informasi yang diterima publik," tutup Andarizal.


    Pra-UKW KJI pada Desember 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengukuhkan peran KJI sebagai organisasi yang aktif dalam mencetak jurnalis-jurnalis handal yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme di tengah arus informasi yang kian deras. **

    PADANG, SUMBAR - 12 NOVEMBER 2025 - Dalam sebuah langkah strategis untuk menaikkan level profesionalisme anggotanya, Organisasi Kewartawanan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) mengumumkan rencana penyelenggaraan Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW). Kegiatan krusial ini dijadwalkan akan dihelat pada Desember 2025 mendatang, dan secara eksklusif diperuntukkan bagi anggota KJI.


    Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Andarizal, Ketua Umum KJI, dari Padang. Beliau menekankan bahwa Pra-UKW ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah "kawah candradimuka" yang dirancang untuk memperkokoh fondasi setiap jurnalis sebelum menghadapi medan uji kompetensi yang sesungguhnya.


      "Kami menyadari, tantangan jurnalisme di era digital semakin kompleks. UKW adalah gerbang validasi. Melalui Pra-UKW ini, kami ingin memastikan setiap anggota KJI melangkah ke gerbang itu dengan keyakinan penuh dan kompetensi yang teruji," ujar Andarizal, menegaskan komitmen organisasi terhadap kualitas.


    Fokus utama dari kegiatan Pra-UKW ini adalah untuk mempersiapkan anggota agar lebih percaya diri, dan yang terpenting, kompeten dalam menghadapi berbagai skema penilaian UKW.


    Sesi pembekalan yang akan disajikan pun dirancang secara komprehensif, mencakup empat pilar utama yang sangat vital dalam praktik kewartawanan profesional:


     1 Pendalaman Materi dan Standar Penilaian: Mengurai detail setiap elemen yang diuji dalam UKW.


     2 Simulasi Intensif: Menghadirkan skenario nyata layaknya pelaksanaan UKW untuk melatih kesiapan mental dan teknis.


     3 Etika Jurnalistik: Penajaman pemahaman tentang tanggung jawab moral dan etika profesi.


     4 Hukum Pers: Memperkuat pengetahuan anggota mengenai batasan dan hak-hak pers sesuai undang-undang.


    "Kegiatan ini adalah investasi jangka panjang kami. Ini bukan hanya tentang meluluskan UKW, melainkan tentang meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja wartawan secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas informasi yang diterima publik," tutup Andarizal.


    Pra-UKW KJI pada Desember 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengukuhkan peran KJI sebagai organisasi yang aktif dalam mencetak jurnalis-jurnalis handal yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme di tengah arus informasi yang kian deras. (*)

    Budi Baik yang tak Pernah Purna, Jejak Emas Leonardy Harmainy di Ranah Minang

    Dalam hiruk-pikuk politik yang seringkali diwarnai intrik dan jarak, Sumatera Barat memiliki kisah abadi tentang seorang tokoh yang berhasil menembus batas formalitas: H. Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H.


    Bukan hanya sekadar catatan jabatan di lembar biografi, mantan Ketua DPRD Sumatera Barat (2004–2009) hingga Anggota DPD RI (2017–2024), melainkan jejak budi baik yang tertanam kokoh di sanubari masyarakat, terutama kalangan jurnalis dan akar rumput. Sebuah warisan yang jauh lebih berharga daripada tahta parlemen.


    Ketika Bang Leo, sapaan akrabnya masih aktif di gelanggang Parlemen, ia tidak hanya dikenal sebagai politikus ulung yang memimpin DPD Partai Golkar Sumbar dan Ketua Badan Kehormatan DPD RI, tetapi sebagai seorang Abang bagi insan pers. Ia adalah jembatan hati yang menghubungkan gedung parlemen yang megah dengan meja-meja kerja yang sederhana.


    Seperti yang disuarakan lantang oleh Andarizal, Ketua Umum Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), "Kepeduliannya terhadap insan pers ataupun akar rumput di Sumatera Barat melebihi Gubernur. Dan ini Fakta." Kalimat ini bukan pujian basa-basi, melainkan pengakuan jujur dari pilar keempat demokrasi yang sehari-hari bertarung dengan deadline dan realitas lapangan.


    Di tengah kesibukannya yang dinamis, mulai dari mengawasi pembangunan strategis hingga menjadi Ketua Umum PB Lemkari, Bang Leo selalu menyisakan ruang bagi komunikasi yang humanis. Kehadirannya di Parlemen adalah sebuah payung teduh yang membuat wartawan sering dianggap sebagai pihak 'luar' merasa diakui sebagai mitra sejajar.


    Budi baik, dalam konteks politik, seringkali dikaitkan dengan lobi dan kepentingan sesaat. Namun, kisah Leonardy Harmainy menorehkan definisi yang berbeda. Budi baiknya adalah sebuah investasi moral tanpa mengharapkan imbalan.


    Kini, meskipun kursi legislatif telah beralih rupa, kisah kepedulian itu tidak ikut purna. Di setiap warung kopi markas informal para penulis dan pewarta, tatkala waktu rehat tiba, Bang Leo menjadi topik hangat yang tak pernah usang. Perbincangan itu bukanlah soal politik elektoral, melainkan sebuah nostalgia tentang empati.


    Ini adalah narasi penting bagi Ranah Minang, bahwa kepemimpinan yang sejati tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi seberapa dalam jejak kemanusiaan yang ditinggalkan. Bang Leo telah membuktikan, dengan kepedulian yang tulus, bahwa seorang politisi dapat menjadi sosok yang benar-benar mengakar dan bukan sekadar menumpang lewat.


    Bagi generasi politisi selanjutnya, kisah Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, adalah pengingat sekaligus benchmark, politik bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang pelayanan yang tulus. Dan pelayanan yang tulus akan selalu memiliki umur yang lebih panjang daripada masa jabatan apa pun. 



    Padang, 11 November 2025


    Penulis: Andarizal

    Meriahkan Harganas ke-32, DPPKB Sijunjung Gelar Berbagai Kegiatan.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke- 32 Tingkat Kabupaten Sijunjung yang dilaksanakan di Puja Sera Simpang Logas Muaro Sijunjung pada Selasa 11 November 2025.

    Rangkaian kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt. Kegiatan ini juga dihadiri, Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Kepala DPPKB, Roni Satria, SSTP, M. Si beserta Sekretaris Dinas, Hendri Nurka, S. Sos, M. Si dan seluruh jajaran, Kepala OPD, Camat, Wali Nagari dan undangan lainnya.


    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala DPPKB Kabupaten Sijunjung beserta jajaran atas kerja keras, sehingga mampu mengukir prestasi yang membanggakan dibidang Bangga Kencana, baik ditingkat Kabupaten, Provinsi, maupun tingkat Nasional. "Semoga ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi dimasa mendatang", ujarnya.

    "Saya percaya, dengan kerja keras lintas sektor dan semangat kolaborasi dengan seluruh masyarakat, kita mampu mewujutkan Sijunjung bebas stunting serta membangun keluarga berkualitas menuju Kabupaten yang maju, sejahtera, dan berdaya siang", harap Wabup Iraddatillah.


    Kepala DPPKB Kabupaten Sijunjung, Roni Satria dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam rangka memeriahkan Hari Keluarga Nasional ke-32, DPPKB Kabupaten Sijunjung menggelar beberapa kegiatan diantaranya pemberian penghargaan kepada tenaga lini lapangan kelompok kegiatan (Poktan) serta penggiat program bangga kencana lainnya, baik dilingkungan nagari dan kecamatan atas prestasi dan capaian kinerja ditingkat Provinsi maupun Nasional dalam pelaksanaan program bangga kencana.

    "Dalam memeriahkan Harganas ke-32 tahun 2025 ini, DPPKB Kabupaten Sijunjung juga menggelar kegiatan lomba outbound yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kerjasama tim, dan mempererat solidaritas antar pelaku program kependudukan dan keluarga berencana, "ujar Roni.

    Diakhir sambutannya, Roni Satria juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, kerjasama, dan partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini, baik berupa tenanga, pikiran, maupun dukungan moril dan materil sehingga pelaksanaan kegiatan DPPKB tahun 2025 ini berhasil dengan sukses dan lancar. (Andri)

    Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah: Generasi Muda Harus Jadi Penerus Semangat Pahlawan


    *Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah: Generasi Muda Harus Jadi Penerus Semangat Pahlawan*

    Muaro Sijunjung (Sumbarkini.com) —Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sijunjung yang dikomandoi oleh Baiki Hakim menginisiasi agenda refleksi kebangsaan bertajuk “Mengingat Ulang Makna Pahlawan di Ruang Diskusi dan Literasi.” Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Kopi Sijunjung, Senin malam (10/11/2025), dan mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen pemuda, di antaranya GP Ansor Sijunjung yang dipimpin oleh Fadhlur Rahman Ahsas, Sijunjung Muda Berkarya di bawah naungan Bang Handriawan, serta difasilitasi langsung oleh Prima Zondra, selaku Founder Pondok Kopi sekaligus Pemuda Pelopor Provinsi Sumatera Barat.

    Acara ini turut dihadiri oleh Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, SIK, MH melalui Kasat Intel Polres Sijunjung AKP Harmen, MH, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan para inisiator dan pemuda serta mahasiswa yang membuka ruang diskusi demi memperkaya literasi serta memperkuat silaturahmi. 

    “Ruang diskusi dan literasi seperti ini penting untuk memperkaya wawasan dan menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Ini bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang harus terus dihidupkan oleh generasi muda,” ujar AKP Harmen.

    Ketua GMNI Sijunjung Baiki Hakim dalam pemaparannya tampil penuh semangat dan idealisme. Ia menegaskan bahwa semangat kepemudaan tidak boleh padam dan harus tetap berpihak kepada keadilan rakyat.

    “Hati ini bergetar dengan semangat perjuangan. Pemuda tidak boleh kehilangan arah, jangan biarkan semangat kita dimanfaatkan oleh segelintir golongan. Kita harus berjuang seperti pahlawan, dengan ketulusan dan keberanian,” seru Baiki disambut tepuk tangan peserta.

    Suasana semakin menggelora saat Baiki Hakim membacakan lantang orasi perjuangan Bung Tomo. Menyambung hal itu, Ketua GP Ansor Sijunjung Fadhlur Rahman Ahsas memperdalam makna sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 dengan hikayah Bung Tomo dalam meminta restu kepada KH. Hasyim Asyari serta kekuatan besar yang disebut Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

    “Perang Surabaya adalah simbol jihad kebangsaan. Ketika penjajah masih ingin menancapkan kekuasaan di negeri kita, rakyat Indonesia dengan semangat jihad "Hubbul Wathon Minal Iman" cinta tanah air sebagian dari iman yang dikobarkan KH. Hasyim Asy’ari bangkit mempertahankan kemerdekaan. Semangat itu yang harus kita warisi, bukan hanya dengan kata, tapi dengan aksi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Handriawan, selaku Founder Sijunjung Muda Berkarya, mengaitkan semangat kepahlawanan dengan nilai-nilai literasi dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

    “Menjadi pahlawan hari ini adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan keberanian, kejujuran, dan memanusiakan manusia. Walau berasal dari organisasi berbeda, kita harus satu tujuan: berkolaborasi membangun Sijunjung yang maju dan berdaya,” paparnya.

    Puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda tampak antusias mengikuti jalannya diskusi sembari menyeruput kopi dan gorengan. Hadir pula Ketua DPD KNPI Kabupaten Sijunjung, Aldo Yendi Coal, yang berperan sebagai keynote speaker untuk memberikan pandangan penutup.

    “Setiap perjuangan pasti ada pengorbanan, dan setiap pengorbanan melahirkan pencapaian. Gelar Pahlawan yang kita sematkan hari ini adalah wujud terima kasih bangsa. Makna kepahlawanan memang beragam, dan keberagaman itu indah, seperti pelangi yang memperindah langit perjuangan kita,” ungkap Aldo penuh makna.

    Menjelang malam, atmosfer diskusi semakin dalam. Para perwakilan organisasi mahasiswa seperti IMM, HMI, dan Ikatan Mahasiswa Sijunjung turut menyumbangkan pemikiran mereka dalam sesi literasi bebas. Suasana hangat Pondok Kopi terasa hidup oleh semangat kebangsaan, hingga akhirnya ditutup dengan foto bersama dan kejutan sederhana untuk Ketua PC GP Ansor Sijunjung yang acap disapa Gus Lur, yang tengah berulang tahun.

    Sejatinya kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga melalui ruang dialog, literasi, dan kolaborasi lintas organisasi yang menumbuhkan kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda Sijunjung menuju Indonesia Emas 2024. (Fadlur). 

    Milad ke-18 PPWI, Ravelino Al Khasfi, Siswa SMAN 1 Sijunjung Raih Juara 1 Lomba Menulis Esai Tingkat SLTA se Kabupaten Sijunjung.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Ravelino Al Khasfi, Siswa SMAN 1 Sijunjung berhasil meraih juara 1 lomba menulis esai tingkat SLTA sederajat se- Kabupaten Sijunjung yang digelar oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Sijunjung dalam rangka milad ke-18 PPWI.

    Farel panggilan Ravelino Al Khasfi berhasil meraih juara 1 lomba menulis esai dengan judul "Menambang potensi, bukan menambang emas: generasi muda berdaya SDM tinggi dan membangun Geopark Silokek".

    Farel berhasil mengalahkan Siti Zahra Nurul Aiin Siswi SMAN 3 Sijunjung diposisi kedua dengan judul esai "Taman bumi sebagai tema pembangunan Sijunjung", serta Vidia Veribni Siswi SMAN 13 Sijunjung diposisi ketiga dengan judul "Peran generasi muda dalam pelestarian dan Promosi Geopark Silokek".


    Hadiah bagi pemenang lomba menulis esai ini diserahkan oleh Bupati Sijunjung diwakili Sekda, DR. Zefnihan, AP, M. Si yang juga selaku Ketua Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek (BP Geopark Silokek) pada acara Rapat Koordinasi Pembahasan Dossier dan kunjungan tim sekretariat KNGI dan Assesor Unesco di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Selasa 11 November 2025.

    Bupati Sijunjung melalui Sekda, DR Zefnihan menyampaikan selamat kepada PPWI yang merayakan HUT ke 18 nya pada tanggal 11 November tersebut, dan memberikan apresiasi kepada PPWI Kabupaten Sijunjung yang telah sukses menggelar acara lomba menulis esai tingkat SLTA se Kabupaten Sijunjung ini.

    "Selamat kepada PPWI, dan selamat kepada anak anak kita yang telah meraih juara pada lomba ini, semoga PPWI semakin kompak dan maju, khusunya di Kabupaten Sijunjung, " Ujarnya.

    Ketua PPWI Kabupaten Sijunjung, Herman menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu terlaksananya dengan sukses acara lomba menulis esai dalam rangka hari jadi PPWI ke-18 tahun 2025 ini.

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sekolah yang telah mengikutkan siswa dan siswinya untuk memeriahkan HUT PPWI ini dan mengucapkan selamat kepada siswa dan siswi yang telah meraih juara pada tahun ini.

    Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Sijunjung, Hasmi Gustin Rosa, S.Pd, M.Si menyampaikan rasa sukur dan bangga atas prestasi yang diraih Ravelino Al Khasfi meraih juara 1 Lomba menulis esai tingkat SLTA se Kabupaten Sijunjung dan telah mangangkat nama SMAN 1 Sijunjung.

    Ia juga mengucapkan Terima kasih serta selamat kepada PPWI Kabupaten Sijunjung yang telah sukses menggelar acara dalam merayakan hari ulangtahun ke-18 PPWI tersebut.
    (Andri).

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2